(navigation image)
Home American Libraries | Canadian Libraries | Universal Library | Community Texts | Project Gutenberg | Children's Library | Biodiversity Heritage Library | Additional Collections
Search: Advanced Search
Anonymous User (login or join us)
Upload
See other formats

Full text of "04 SEJARAH HIDUP DAN PERJUANGAN RASULULLAH (SAW)-VISIT-alhamdulillah-library.blogspot.in.pdf"

ilsi^ l!4te tei ? 



BWMOl 



RASULULLAH 




Disarikan dari Kitab 

^r-^a/iiquf-!Ma^fitum 

Syef$ Sfutfiyyur- ( Rgfman fMu6amftfvry 

(pemenang (Pertama Lom6a Penulisun Sejarah !Na6i 
Yang <Diada^an Oi}6: G(a6a6a/ij4(dm iskmy 




Penerjemah 

iduliah Haidir 




0501069 INDONESIA 



ntor Kerjasama Da'wah, BimbiDgan daa Penyuluhan bagi Pendatang, Al-sulay 

) BOX 1419 RIYADH 11431 , K.S.A Telp. 2410615 ,Fax 2414488 - 232 

EMAIL : sulay5@hotmaiI.cpm 



sekmk Rikj) Dan Tcrjmn^im 




Disarikan dari Kitab 

jZr-$(aliiquC-!Maf{fitum 

Syekh Shafiyyur-Rahman Mubarakfury 

Pemenang Pertama Lomba Penulisan Sejarah Nabi 
Yang Diadakan Oleh : Rabithah Alam Islamy 



Penerjemah 
Abdullah Haidir 



^_ 

_M t Y «\ tt/ JUb iUj^«j ojPOAJ 3jbdl s^s&l^ 

^iJl jUji 4-d=_>Jt J^S ^JUlt Ar^* *-"j^ 

^b JU^lj iy-^ L})^ S S-^ 1 
- .^UU iU.j?lj ojPJJJ iij\*=3» ^&' / -ej^' J^J 5 ' J^ 4 

_»urn t)J >»bjJi 
^, r>xu sj* rr\ 

01ji»J> — i ajj-J' •js-"^ ~~ ^ 



un/to-n -.^u^t^j 



Judul Asli : 

Ar-Rahiqul-Mahkhtum, Bahtsun fi as-Sirah an-Nabawiyah 'ala Shahibiha 
Ajdholushshalati wa as-Salami. 

Penulis : 

Syekh Shafiyyur-Rahman Mubarakjuri 

Penerbit: 

Al-Maktabah at-Tadmuriah, al-Mamlakah al-Arabiah as-Su'udiyah 

Cetakan Pertama 

1420 H- 1999 M 



Penerjemah 

Abdullah Haidir 

Penyunting 

Satriawan M. Anun, Lc 
Mohammad Luthfi, SAg 
Ummu Rumaisha 

Perwajuhan Isi & Penata Letak 

Abdullah Haidir 

Penerbit 

Kantor Dakwah dan Bimbingan bagi Pendatang al-Sulay, Riyadh, KSA 

Cetakan Pertama 

Jumadal Awal 1426 H/]uni 2005 M 



Jiwtan /(Uak ^taala : 



*1 


Jj^j 


* 




Q& JLSJ )> 


4Ul 




b^ 








S ' 




^^ 


- >?r - . -i-r. 



"Sesungguhnya telah ada pada (diri) 

Rasulullah itu suri tauladan yang 

baik bagimu (yaitu) bagi orang yang 

mengharap (rahmat) AUah dan 

(kedatangan) hari kiamat dan dia 

banyak menyebut AUah" 

(QS. al-Ahzab : 21) 




PRAKATA PENERJEMAH 

Sejarah kehidupan Rasulullah %, merupakan hal yang sangat 
penting diketahui setiap muslim. Darinya seseorang akan 
mendapatkan gambaran utuh tentang kehidupan seorang muslim 
yang ideal dalam semua sisi dan iase kehidupannya. 

Hal tersebut tidaklah berlebihan, karena Allah Ta'ala memang 
telah manyiapkan kepribadian Rasulullah %, sebagai panutan 
utama kaum muslimin : 

5j-l! ^ul Jj^uj J l5u Qb jlSJ ^> 

"Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah % itu suri tauladan yang 
baik bagimu". (QS. al-Ahzab : 21) 

Di sisi lain, dengan membaca sejarah hidup Rasulullah %, 
akan mengantarkan kita pada sebuah pemahaman bahwa agama 
Islam disebarkan dengan perjuangan yang berat, tantangan yang 
beraneka ragam, dan upaya-upaya manusiawi dengan mencari 
berbagai sebab yang ada setelah kepasrahan total kepada Sang 
Khaliq; Allah Ta'ala. Kesimpulan berikutnya yang akan muncul 
dari pemahaman tersebut adalah bahwa kehidupan Rasulullah % 
bukanlah cerita fiksi atau khayalan, tetapi dia adalah kisah nyata 
dengan segudang pelajaran di dalamnya dan karenanya, tidak 
mustahil bagi umatnya yang beriman kepadanya untuk menapaki 
jejak dan langkah beliau %. 



~S>ejarah ^Midup KaiuiuUah ^^ 



Karena itu, wajar jika para orang tua salajushshalih memberi- 
kan perhatian khusus dalam mengajarkan sejarah hidup 
Rasulullah M kepada anak-anaknya. 

Berangkat dari hal tersebut, kami berupaya menerjemahkan 
salah satu buku sejarah Rasulullah % yang cukup dikenal, yaitu 
buku: Ar-Rahiqul-Makhtum, karya: Syekh Shafiyur^Rahman 
Mubarakfury, hafizahullah. kitab ini berhasil mendapatkan juara 
pertama pada lomba penulisan sirah yang diadakan oleh Rabithah 
'Alam Islamy, pada tahun 1397 H. Karena itu, validitas buku ini 
dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. 

Namun/ walaupun penulis buku ini telah berupaya 
menyederhanakan pembahasannya agar tidak bertele-tele, kami 
tetap memandang bahwa jika buku ini diterjemahkan secara 
keseluruhan, masih tetap akan memberatkan pembaca, khususnya 
bagi kalangan awam dan pemula. Karenanya kami berupaya 
meringkasnya lagi dalam penerjemahannya dengan tetap berupaya 
menjaga sisi-sisi yang penting diketahui oleh para pembaca. 

Kami ucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang 
turut membantu hingga dicetaknya buku ini, khususnya kepada 
akhina al-fadhil, ust. Satriawan Abu Yaqzhan, Lc dan Muhammad 
Luthfi, Sag, juga tak ketinggalan; Ummu Rumaisha, yang telah 
mengedit tenemahan kami dan memperbiki hal-hal yang perlu 
diperbaiki. 

Kepada para pembaca, kami ucapkan ]azaakumullah khairan 
katsiran jika segera memberitahu kami atas setiap kekurangan yang 
terdapat dalam buku ini. Semoga buku ini bermaruaat bagi kita 
semua. Amiin. 

Riyadh, Tumadal Awwal, 1426 H 
Juni, 2005 M 

Abdullah Haidir 

6 J^ejarah ^Muiup Ktuulullah %% 




EHIDUPAN fi AW<3SA AtAB 

M KELAHIEAN RASULULLAH 



Kehidupan agama 

Pada awalnya, mayoritas bangsa Arab mengikuti agama Nabi 
Ibrahim alaihissalam, yaitu ajaran Tauhid untuk beribadah hanya 
kepada Allah Ta'ala . 

Namun setelah waktu berjalan sekian lama, mereka melalaikan 
hal tersebut, meskipun masih ada sisa-sisa peninggalan ajaran 
Tauhid Nabi Ibrahim alaihissalam . 

Hingga kemudian di Mekkah ada seorang yang bernama 'Amr 
bin Luhay dari suku Khuza'ah yang sangat dihormati dan 
dimuliakan kaumnya karena kedermawanan dan prilakunya yang 
baik. Suatu kerika beliau pergi ke Syam dan di sana melihat 
masyarakatnya menyembah berhala sebagai bentuk ibadah. Dia 
menyimpulkan bahwa itu adalah perbuatan baik. Maka ketika 
kembali ke Mekkah dia membawa satu berhala yang benama 
Hubal dan diletakkan di dalam Ka'bah. Lalu dia mengajak 
kaumnya untuk melakukan apa yang dilakukan penduduk Syam. 
Karena pengaruh kedudukannya, maka tak lama kemudian, pe- 
nyembahan berhala menjadi keyakinan tersendiri penduduk 
Mekkah pada saat itu, dan kemudian dengan cepat menyebar ke 

7 Sejara/l ^Midup KaiuLualt jĔ% 



wilayah Hijaz (Mekkah dan sekitamya) hingga menyebar luas 
meliputi Jazirah Arabia. Bahkan di sekitar Ka'bah ada ratusan 
berhala yang disembah. 

Dari sana munculah berbagai bentuk praktek syirik, bid'ah dan 
khurafat di masyarakat Arab. 

Kehidupan Sosial 

Kehidupan sosial masyarakat Arab berkelas dan bersuku-suku. 
Di sana terdapat pemandangan yang sangat kontras, antar kaum 
bangsawan dengan segala kemewahan dan kehormatan yang 
dimiliki dan kaum budak dengan segala kekurangan dan kehinaan 
yang tak terperi. 

Kehidupan antar sukupun penuh persaingan dan sering 
berakibat pertikaian karena fanatisme kesukuan yang sangat tinggi. 
Setiap anggota suku pasti membela orang yang satu suku 
dengannya, tak peduli perbuatannya benar atau salah, sehingga 
terkenal ucapan di antara mereka : 

« U^Uai j\ U}lt £\±-\ ^*a!l » 

"Bantulah saudaramu, baik dia berbuat zalim atau dizalimi" . 

Perlakuan terhadap wanita juga sangat zalim. Laki-laki dapat 
melakukan poligami tanpa batas, bahkan dapat menikahi dua 
wanita bersaudara sekaligus, kemudian dapat mencerai mereka 
tanpa batas . Sementara itu perzinahan merupakan masalah biasa. 
Bahkan ada suami yang memerintahkan isterinya tidur dengan 
laki-laki lain semata-mata karena ingin mendapatkan keturunan 
mulia dari laki-laki tersebut. Kelahiran anak perempuan menjadi 
hal yang aib bagi mereka, bahkan dikenal di sebagian mereka 
istilah wa'dul banat (mengubur anak wanita hidup-hidup). 

Perjudian dan minuman keras juga merupakan hal yang sangat 
lumrah dilakukan di tengah masyarakat, bahkan menjadi sumber 
kebanggaan tesendiri. 

o Oe/amA ^Midup rCaauluUan Jtjs 



Kesimpulannya, kondisi sosial sangat parah, hingga Kehidupan 
berlangsung tanpa aturan layaknya binatang. 

Kondisi Ekonomi 

Masyarakat Arab adalah masyarakat pedagang, sebagian kecil 
penduduk pinggir negeri hidup secara bertani dan memelihara 
hewan ternak. Mereka belum mengenal dunia perindustrian. Hasil- 
hasil produksi biasanya mereka dapatkan dari Yaman atau negeri 
Syam '). 

Kemiskinan cukup mewarnai kehidupan masyarakat, meskipun 
ada sejumlah pedagang besar dan bangsawan. 

Akhlak terpuji 

Betapapun demikian, bangsa Arab masih memiliki beberapa 
akhlak yang sangat terpuji, walau kadang ditampilkan dengan cara 
yang salah. Di antaranya adalah kedermawanan, memenuhi janji, 
menjaga kemuliaan jiwa dan pantang dihina, pemberani, lemah 
lembut, suka menolong dan sederhana. 



'• Negeri Syam pada masa sekarang ini meliputi Palestina, Lebanon, Yordan dan 
Suria. 



" J^ejarak J4uLup Haiu.LJ.lak JBsf 



| KHLAHI8AN D AN MASA 
PERTUMBUHAN EASULULLAH % 

Kelahiran Rasulullah % 

Rasulullah % dilahirkan pada hari Senin pagi, 9 Rabi'ul Awwal, 
tahun gajah. Bertepatan dengan tanggal 20 atau 22 April 571 M. 

Beliau % dilahirkan dari suku Quraisy, yaitu suku yang paling 
terhormat dan terpandang di tengah masyarakat Arab pada waktu 
itu. Dari suku Quraisy tersebut, beliau berasal dari Bani Hasyim, 
anak suku yang juga paling terhormat di tengah suku Quraisy. 

Rasulullah %, lahir dalam keadaan yatim. Karena bapaknya; 
Abdullah, telah meninggal ketika ibunya; Aminah mengandungnya 
dalam usia dua bulan. 

Setelah melahirkannya, sang ibu segera membawa bayi tersebut 
kepada kakeknya; Abdul Muttholib. Betapa gembiranya sang kakek 
mendengar berita kelahiran cucunya. Lalu dibawanya bayi tersebut 
ke dalam Ka'bah, dia berdoa kepada Allah dan bersyukur kepada- 
Nya. Anak tersebut kemudian diberi nama Muhammad; nama 
yang belum dikenal masyarakat Arab waktu itu. Lalu pada hari 
kerujuh setelah kelahirannya, Rasulullah % dikhitan. 



**J ^S>ejarah ^Midup /\a6uluuak Jtf$ 



Kehidupan di Bani Sa'ad. 

Selain ibunya, Rasulullah % disusukan juga oleh Tsuwaibah; 
budak Abu Lahab. Kemudian, -sebagaimana adat kebiasaan 
masyarakat perkotaan waktu itu- Ibunya mencari wanita pedesaan 
untuk menyusui putranya. Maka terpilihlah seorang wanita yang 
bernama Halimah binti Abi Dzu'aib dari suku Sa'ad bin Bakr, yang 
kemudian lebih dikenal dengan panggilan Halimah as-Sa'diyah. 

Sesungguhnya atas kehendak Allah jualah, hingga Halimah as- 
Sa'diyah menyusui Rasulullah % ketika kecilnya. Sebab ketika 
pertama kali ditawarkan untuk menyusuinya, dia terasa enggan 
menerimanya, karena Rasulullah % anak yatim yang tidak dapat 
diharapkan imbalan materi yang layak darinya. Tetapi, ketika tidak 
didapatkan lagi bayi lain untuk disusui, maka diapun menerima 
bayi Muhammad untuk disusui di perkampungan Bani Sa'ad. 

Ternyata dia tidak salah pilih, karena yang dia susui telah Allah 
persiapkan menjadi manusia paling agung di muka bumi ini yang 
akan membawa jalan terang bagi umatnya yang beriman. Maka 
wajar, setelah itu kehidupan Halimah as-Sa'diyah penuh dengan 
keberkahan. 

Demikianlah, 5 tahun pertama kehidupan Rasulullah %, dia 
lalui di daerah perkampungan dengan kehidupan yang masih asri 
dan udara segar di lembah Bani Sa'ad. Hal tersebut tentu saja 
banyak berpengaruh bagi pertumbuhan Rasulullah %, baik secara 
fisik maupun kejiwaan. 

Peristiwa Pembelahan Dada (Syaqqus Shadr) 

Pada saat Rasulullah % berusia 5 tahun, dan saat beliau masih 
dalam perawatan Halimah as-Sa'diyah di perkampungan Bani 
Sa'ad, terjadilah perisiwa besar yang sekaligus menunjukkan tanda- 
tanda kenabiannya kelak. Peristiwa tersebut dikenal dengan istilah 
Pembelahan Dada (Syaqqus Shadr). 

1 1 Sejarah ^Hidup Kaiu.iuUah jjg 



Suatu hari, ketika Rasulullah % bermain bersama teman- 
temannya, tiba-tiba datang malaikat Jibril menghampiri dan 
menyergapnya. Lalu dia dibaringkan, kemudian dadanya dibelah, 
lalu hatinya diambil selanjutnya dikeluarkan segumpal darah 
darinya, seraya berkata : "Inilah bagian setan yang ada padamu". 
Kemudian hati tersebut dicuci di bejana emas dengan air zam zam, 
setelah itu dikembalikan ke tempat semula. 

Sementara itu, teman-teman sepermainannya melaporkan 
kejadian tersebut kepada Halimah seraya berkata: "Muhamntad 
dibunuh... Muhammad dibunuh". Maka mereka bergegas mengham- 
piri tempat Rasulullah % semula, di sana mereka mendapatkan 
Rasulullah % dalam keadaan pucat pasi. 

Setelah kejadian tersebut, Halimah sangat khawatir terhadap 
keselamatan Muhammad kecil %. Akhirnya tak lama setelah itu, 
dia memutuskan untuk memulangkannya kepada ibunya di kota 
Mekkah. Maka berangkatlah Halimah ke Mekkah dan dengan berat 
hari dikembalikannya Rasulullah M kepada ibunya. 

Ditinggal ibu tercinta. 

Setelah beberapa lama tinggal bersama ibunya, pada usia 6 
tahun, sang ibu mengajaknya berziarah ke makam suaminya di 
Yatsrib. Maka berangkatlah mereka keluar dari kota Mekkah, 
menempuh perjalanan sepanjang 500 km, ditemani oleh Ummu 
Aiman dan dibiayai oleh Abdul Mutthalib. Di tempat tujuan, 
mereka menetap selama sebulan. 

Setelah itu mereka kembali pulang ke Mekkah. Namun di 
tengah perjalanan, ibunya menderita sakit dan akhirnya meninggal 
di perkampungan Abwa' yang terletak antara kota Mekkah dan 
Madinah. 



■1 ** ^ejarak *J4uLup Ka&ulullah j§§ 



Di bawah asuhan sang kakek 

Sang kakek; Abdul Muththalib, sangat iba terhadap cucunya 
yang sudah menjadi yatim piatu diusianya yang masih dini. Maka 
dibawalah sang cucu ke rumahnya, diasuh dan dikasihinya 
melebihi anak-anaknya sendiri. 

Pada saat itu Abdul Muththolib memiliki tempat duduk khusus 
di bawah Ka'bah, tidak ada seorangpun yang berani duduk di 
atasnya, sekalipun anak-anaknya, mereka hanya berani duduk di 
sisinya. Namun Rasulullah % -yang saat itu masih anak-anak- 
justru bermain-main dan duduk di atasnya. Karuan saja paman- 
pamannya mengambilnya dan menariknya. Namun ketika sang 
kakek melihat hal tersebut, beliau malah melarang mereka seraya 
berkata : "Biarkan dia, demi Allah, anak ini punya kedudukan sendiri". 

Akhirnya Rasulullah % kembali duduk di majlisnya, diusapnya 
punggung cucunya tersebut dengan suka cita melihat apa yang dia 
perbuat. 

Tapi lagi-lagi kasih sayang sang kakek tak berlangsung lama 
dirasakan oleh Muhammad kecil. Saat Rasulullah % berusia 8 
tahun, kakeknya meninggal di Mekkah. Namtm sebelum wafat dia 
sempat berpesan agar cucunya tersebut dirawat oleh paman dari 
pihak bapaknya; Abu Thalib. 

Di Pangkuan Pamannya. 

Kini Rasulullah % berada dalam asuhan pamannya yang juga 
sangat mencintainya. Abu Thalib merawatnya bersama anak- 
anaknya yang lain, bahkan lebih disayangi dan dimuliakan. Begitu 
seterusnya Abu Thalib selalu berada di sisi Rasulullah %, 
merawatnya, melindunginya dan membelanya, bahkan hingga 
behau telah diangkat menjadi Rasul. Hal tersebut berlangsung 
tidak kurang selama 40 tahun. 



13 Syara/i J4iAup KaiuluUak jt^ 



Bersama Pendeta Buhaira 

Pada saat Rasulullah % berusia 12 tahun, Abu Thalib 
mengajaknya berdagang ke negeri Syam. Sesampainya di perkam- 
pungan Bushra yang waktu itu masuk wilayah negeri Syam, 
mereka disambut oleh seorang pendeta bernama Buhaira. Semua 
rombongan turun memenuhi jamuan pendeta Bahira kecuali 
Rasulullah %. 

Pada pertemuan tersebut, Abu Thalib menceritakan perihal 
Rasulullah % dan sifat-sifatnya kepada pendeta Buhaira. Setelah 
mendengar ceritanya, sang pendeta langsung memberitahukan 
bahwa anak tersebut akan menjadi pemimpin manusia sebagai- 
mana yang dia ketahui ciri-cirinya dari kitab-kitab dalam 
agamanya. Maka dia meminta Abu Thalib untuk tidak membawa 
anak tersebut ke negeri Syam, karena khawatir di sana orang-orang 
Yahudi akan mencelakakannya. 

Akhimya Abu Thalib memerintahkan anak buahnya untuk 
membawa pulang kembali Rasulullah % ke Mekkah. 

Perang Fijar 

Pada usia 15 tahun, Rasulullah %, ikut serta dalam perang Fijar 
yang terjadi antara suku Quraisy yang bersekutu dengan Bani 
Kinanah melawan suku Qais Ailan. Peperangan dimenangkan oleh 
suku Quraisy. 

Pada peperangan tersebut, Rasulullah % membantu paman- 
pamannya menyiapkan alat panah. 

Hilful-Fudhul . 

Seteleh perang Fijar usai, diadakanlah perdamaian yang dikenal 
dengan istilah Hilful-Fudhul, disepakati pada bulan Dzulqaidah 
yang termasuk bulan Haram, di rumah Abdullah bin Jud'an at- 
Taimi. 

l^ J^ejarak J4taup /saitituuak $£!% 



Semua kabilah dari suku Quraisy ikut dalam perjanjian 
tersebut; Di antara isinya adalah kesepakatan dan upaya untuk 
selalu membela siapa saja yang dizalimi dari penduduk Mekkah. 
Dan mereka akan menghukum orang yang berbuat zhalim sampai 
dia mengembalikan lagi hak-haknya. 

Rasulullah % ikut serta menyaksikan perjanjian tersebut, 
bahkan setelah beliau menjadi Rasul, beliau masih mengingatnya 
dan memujinya, seraya berkata : 

"Saya telah menyaksikan perjanjian damai di rumah Abdullah bin }ud'an 
yang lebih saya cintai dari onta merah l ). Seandainya saya diundang lagi 
setelah masa Islam, niscaya saya akan memenuhinya" 

Kehidupan Yang Berat 

Masa muda Rasulullah % dilalui dengan kehidupan berat. 
Untuk memenuhi keburuhan hidupnya, Rasulullah % menggemba- 
lakan kambing penduduk Mekkah demi mendapatkan upah. 

Pada usia 25 tahun, beliau memulai usaha dagang dengan 
modal dari Khadijah -wanita pengusaha yang kaya raya dan ter- 
pandang di Mekkah saat itu- dengan sistem bagi hasil. 

Mendengar kejujuran dan keluhuran budi pekertinya, Khadijah 
menawarkan kepada Rasulullah % untuk membawa barang 
dagangannya dan menjualnya di negeri Syam. Rasulullah % 
menerima tawaran tersebut. Maka Khadijah memberikan barang- 
barang dagangannya yang paling utama yang tidak pernah 
diberikan kepada pedagang lainnya, dia sertakan pula budaknya 
bernama Maisarah 2 ) untuk menemani Rasulullah %. 



'• Onta merah adalah kiasan atas harta yang paling berharga bagi masyarakat 
Arab waktu itu. 

2 Perlu diketahui bahwa Maisarah adalah Iaki-laki, karena nama tersebut pada 
masyarakat Arab adalah nama untuk jenis kelamin laki-Iaki, berbeda di 
masyarakat kita yang umumnya dipakai untuk nama wanita. 

13 ~S>ejarah j4ulup KaiuluUah Jq£ 



Berangkatlah Rasulullah % ke Syam bersama Maisarah untuk 
membawa dan menjual barang dagangan Khadijah. 

Menikah dengan Khadijah 

Setelah sekian lama berdagang di negeri Syam, Rasulullah % 
kembali ke Mekkah dengan membawa keuntungan yang berlim- 
pah. Melihat hal tersebut semakin kagumlah Khadijah dengan 
kepribadian Rasulullah %, apalagi setelah Maisarah menceritakan 
tentang keluhuran budi, kejujuran dan kecerdasannya yang dia 
saksikan selama menemaninya dalam perjalanan. 

Khadijah seperti mendapatkan sesuatu yang selama ini dicari- 
carinya. Karena sebagai wanita kaya raya dan terhormat, sudah 
banyak tokoh dan pemimpin-pemimpin suku yang berusaha 
melamarnya, namun belum ada yang dia terima. Akhirnya masalah 
tersebut segera dia sampaikan kepada sahabatnya; Nafisah binti 
Maniah. Tanpa menunggu lama, Natisah segera menemui 
Rasulullah % dan memohon agar Rasulullah % bersedia menikahi 
Khadijah. Rasulullah % setuju, segera dia beritahu paman- 
pamannya, lalu paman-pamannya segera menemui paman 
Khadijah dan melamarnya untuk Rasulullah %. 

Setelah itu terlaksanalah akad pernikahan yang dihadiri oleh 
Bani Hasyim dan pemimpin suku Mudhar. Saat itu, Rasulullah % 
berusia 25 tahun, dan Khadijah berusia 40 tahun. 

Pemugaran Ka'bah dan Keputusan Yang Adil 

Pada saat Rasulullah % berusia 35 tahun, kaum Quraisy 
sepakat memugar bangunan Ka'bah yang sudah lapuk di sana sini 
karena termakan usia. Karena kedudukan Ka'bah yang sangat 
agung di mata masyarakat Quraisy, mereka sepakat agar biaya 
pemugarannya hanya diambil dari harta yang halal. Mereka 
menolak biaya yang bersumber dari pelacuran, riba dan hasil 
menzalimi orang lain. 

1 J^ejarak J4ldap Katu.liJ.lah jt|g 



Pada awalnya, bangunan Ka'bah yang lama diruntuhkan. 
Kemudian setelah itu, mereka mulai membagikan pembangunan 
Ka'bah berdasarkan suku masing-masing sehingga setiap mereka 
telah ditetapkan bagian mana yang akan dibangun. 

Ketika pembangunan sampai pada posisi Hajar Aswad, 
terjadilah pertikaian antar mereka tentang siapa yang berhak 
meletakkan Hajar Aswad pada posisi semula. Semua berkeinginan 
melakukannya karena kemuliaan Hajar Aswad bagi mereka. 

Pertentangan terus terjadi dan semakin membesar hingga 
nyaris terjadi pertumpahan darah di Masjidil Haram. Namun 
akhirnya Abu Umayyah bin Mughiroh al-Makhzumi menawarkan 
usulan agar keputusannya diserahkan kepada orang pertama yang 
masuk mesjid dari pintunya. Merekapun setuju. 

Atas kehendak Allah jualah, kalau ternyata yang pertama kali 
masuk adalah Rasulullah %. Segera saja mereka berseru : "Itu al- 
Amin, kami rela dia yang memutyskan, dia adalah Muhammad. . . " . 

Lalu mereka menyampaikan duduk persoalannya kepada 
beliau %. Maka beliau minta diambilkan selembar kain, lalu Hajar 
Aswad itu diletakkan di tengahnya dan beliau meminta setiap 
mereka mengangkat kain. Ketika posisi batu tersebut sudah 
berdekatan pada tempatnya, beliau mengambil Hajar Aswad dan 
meletakkannya di tempat semula. 

Penyelesaian yang sangat tepat dan semua pihak puas 
menerimanya. 

Kepribadian Menarik Sebelum Menjadi Nabi 

Sejak awal, Allah telah menyiapkan kehidupan Rasulullah % 
agar dapat menanggung misi besar yang akan dihadapinya dalam 
kehidupan umat manusia. 

Karena itu ditengah kerusakan kaumnya yang sangat parah, 
Rasulullah % tidak larut di dalamnya, bahkan beliau menampilkan 



1 7 Sejarali JJdup IQaiJJ(A i$f 



kepribadian yang sangat menarik hingga diakui semua lapisan 
masyarakat. 

Kerusakan akidah pada masa itu tidak sampai menular ke 
dalam dirinya. Bahkan sejak kecil, hal yang paling tidak dia suka 
adalah penyembahan berhala, beliau enggan menghadiri upacara- 
upacaranya, bahkan tidak bersedia memakan daging dari hewan 
yang disembelih atas nama berhala. 

Kerusakan moral pada masa itupun tidak membuatnya 
terpengaruh. Kompensasinya, Rasulullah % lebih suka menyendiri 
mengamati kehidupan manusia dan penciptaan alam yang agung 
ini. Kecuali jika dalam hubungan yang wajar dan tidak merusak, 
maka Rasulullah % sangat suka bergaul dengan masyarakat 
dengan akhlak terpuji. 

Pernah suatu kali, terbetik keinginan hendak menghadiri 
tontonan masyarakat Arab, namun ketika kakinya sudah 
melangkah, Allah Ta'ala menghalangi perbuatan tersebut dengan 
menjadikannya tertidur hingga keesokan harinya. 



1 o ^ejarak ^Midup Katuluuah jji^ 



Ketika usia Rasulullah % mendekati 40 tahun, beliau mulai 
suka menyendiri dan menghindar dari hingar bingar kehidupan 
kaumnya yang penuh kesyirikan dan perbuatan nista. Berbekal 
sekantong makanan dan air secukupnya, beliau sering pergi 
menuju gua Hira yang berjarak sekitar dua mil dari kota Mekkah. 

Dalam kesendirian tersebut, beHau menghabiskan waktunya 
untuk beribadah dan merenungi kebesaran alam di sekelilingnya 
serta menyadari akan adanya kekuasaan yang agung dibalik semua 
penciptaan ini. 

Demikianlah, hal tersebut Allah Ta'ala kehendaki baginya 
sebagai awal dan persiapan untuk menerima sebuah misi besar 
yang akan merubah sejarah kemanusiaan. Karena itu, jiwanya 
harus dibersihkan dari hiruk pikuk duniawi dengan segala kotoran 
yang ada di dalamnya. 

Hal tersebut berlangsung selama tiga tahun sebelum diturun- 
kannya tugas kerasulan. 

Setelah sekian lama beliau melakukan khulwah (menyendiri), 
membersihkan jiwanya dengan memperhatikan besarnya kekua- 
saan dibalik kebesaran alam ini, maka Allah berikan behau 



19 Sijarak JJUup KaJMU M 



kemuliaan dengan mengangkatnya sebagai seorang Rasul sekaligus 
penutup dari para Nabi dan Rasul. 

Peristiwa ini terjadi pada hari Senin, tanggal 21 Ramadhan, 
tepat saat beliau berusia 40 tahun dalam hitungan Hijriah. Dan 
sejak saat itulah, tahun kenabian dihitung. 

Kejadiannya ditandai dengan hadirnya Jibril 9& yang datang 
kepadanya dan memeluknya sebanyak tiga kali. Setiap kali 
memeluknya dia berkata: 

"Bacalah", 

Setiap kali itu pula Rasulullah % menjawab 

"Saya tidak dapat membaca",. 

Rasulullah % sangat keletihan sekali. Takut dan panik 
menghantui dirinya. . . 

Setelah itu Jibril SSSl membacakan : 

[jWlijH 4 0*fejj l>jLJ^^\^\s>0^h}l>J^le. <jjl\0 

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan. 

Dia telah meciptakan manusia dari segumpal darah. 

Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. 

Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam . 

Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya" 

(QS. al-Alaq : 1-5) 

Kemudian Jibril pergi meninggalkannya. 

Rasulullah % kembali ke rumahnya dengan badan gemetar, 
beliau khawatir bahwa apa yang baru saja dialami akan 
mencelakakannya. Kemudian beliau masuk menemui Khadijah, 
seraya berkata: "Selimuti aku.... Selimuti aku". 

20 Sejarak J4uLp $aiu.Utali j£} 



Khadijah segera menyelimutinya. Hilanglah ketakutan dari diri 
Rasulullah %, kemudian beliau menceritakan kepada isterinya 
yang setia apa yang terjadi di gua Hira. 

"Saya khawatir akan terjadi sesuatu pada diri saya", ujar Rasulullah B- 

Khadijah segera menenangkan dan menghibur suaminya seraya 
berujar : 

« *.' 11 *i' '• i' ■* • -' ' ••*• ii »i' " j "ii 

« ,j^JI i^Ijj (^ ^ouj i i_iUvaJ| (^jij f j-buJI 

"Tiddk sama sekali, Dia (Tuhan) tidak akan menghinamu selamanya, 
engkau adalah orang yang suka menyambung silaturrahim, membawakan 
dan membantu orang yang lemah, menghormati tamu dan suka menolong 
dalam kebaikan". 

Kemudian Khadijah bersama Rasulullah % pergi ke rumah 
pamannya; Waraqah bin Naufal. Dia adalah orang yang banyak 
mengetahui isi Kitab Taurat dan Injil. Orangnya sudah renta lagi 
buta. 

Rasulullah % menceritakan apa yang terjadi. Mendengar hal 
tersebut Waraqah tampak gembira; 

"Itu adalah malaikat Jibril yang Allah turunkan kepada Nabi Musa, 
engkaulah Nabi umat ini. Ah, sayang sekali, seandainya saja aku masih 
hidup, saat engkau diusir oleh kaummu ?". 

"Apakah mereka akan mengusir aku ?", 

"Ya, tidak ada seorangpun membawa seperti apa yang kamu bawa kecuali 
dia akan dimusuhi. Seandainya aku mengalami saat hal itu terjadi, aku 
akan membelamu sungguh-sungguh", kata Waraqah. 

Namun ternyata Waraqah meninggal dunia kerika wahyu 
sempat terputus beberapa lama (setelah wahyu pertama). 

2 1 Sejarak J4Uup KaiuluUak ^ 



Diturunkannya Wahyu Berikut 

Setelah turun wahyu pertama, beberapa hari lamanya, tidak 
turun lagi wahyu berikurnya. Hal tersebut membuat Rasulullah % 
gelisah dan bersedih. Beliau terus menanti wahyu berikutnya 
diturunkan. 

Sebenarnya hal ini merupakan sarana baginya untuk mene- 
nangkan diri agar beliau sadar dengan apa yang dialami pada kali 
pertama menerima wahyu dan untuk meyakini bahwa beliau kini 
telah menjadi seorang utusan Allah Ta'ala. 

Hingga kemudian suaru hari, ketika beliau sedang berjalan, 
tiba-tiba terdengar suara dari langit. Ketika beliau cari sumber 
suara tersebut, beliau menyaksikan malaikat yang mendatanginya 
di gua Hira sedang duduk di kursi antara langit dan bumi. Beliau 
kembali merasakan ketakutan yang luar biasa hingga terjatuh di 
tanah. Kemudian beliau segera pulang menemui isterinya; 
Khadijah seraya berucap : "Selimuti aku, selitnuti aku". Kemudian 
Khadijah menyelimutinya. 

Pada saat itulah wahyu kedua Allah turunkan; yaitu : 

j^-jjij °j& &&& 0*J& iZj 3 -yJu £ ® jslJT 14.lL > 

"Hai orang yang berselimut, 

Bangunlah, lalu berilah peringatan ! 

Dan Tuhanmu, agungkanlah, 

Dan pakaianmu, bersihkanlah, 

Dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah, 

Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) 

yang lebih banyak. 

Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu bersabarlah" 

(QS. al-Muddatstsir : 1-7) 

22 SejaraL JJidup KaiJJlak $j£ 



Dengan diturunkannya ayat ini, maka tugas Rasulullah % 
semakin jelas, yaitu untuk menyeru umatnya agar mengagungkan 
Allah Ta'ala dengan beribadah serta tunduk pada segala perintah 
dan ajaran-Nya. 

Sejak saat itu, turunlah wahyu-wahyu berikutnya, menandai 
dimulainya sebuah perjuangan (jihad) tanpa henti untuk 
mendakwahkan serta menegakkan agama Allah di muka bumi ini. 



+'* 1 Jiejarak ^Midup riaiuluu 



FASE MEKKAH 



f Fase Pertama, DAKWAH SECARA 

sembunYi-sembunYi ismmYAB 

Sebagai tempat kelahiran dan pertumbuhannya, maka kota 
Mekkah dijadikan Rasulullah % sebagai titik tolak dakwahnya. 

Pada awalnya, metode dakwah yang dilakukan Rasulullah % 
bersifat sirriyyah (sembunyi-sembunyi), berlangsung selama tiga 
tahun pertama dakwahnya. Hal tersebut mengingat kedudukan 
Rasulullah $£ yang masih lemah, ditambah kandungan dakwah 
beliau yang sangat bertolak belakang dengan keyakinan prinsip 
masyarakatnya yang penuh dengan nilai-nilai kesyirikan. 

Lapisan masyarakat yang paling pertama beliau serukan ajaran 
Islam tentu saja adalah keluarga dan kenalan dekatnya, itupun 
beliau pilih hanya kepada mereka yang ada tanda-tanda kebaikan 
pada dirinya. 

Usaha beliau tidak sia-sia. Pada hari-hari pertama dakwahnya 
terkumpul sejumlah orang yang menerima dakwahnya dengan 
penuh keyakinan dan penghormatan terhadap Rasulullah %. 
Merekalah yang dalam sejarah Islam dikenal sebagai as-Saabiquunal 
Awwaluun (Generasi Pertama yang Menerima Islam). 

Orang terdepan dari kelompok ini adalah isterinya sendiri; 
Ummul Mu'minin; Khadijah brnti Khuwailid, kemudian budaknya; 

24 StjarJi Jidup K?adJJlJi $$ 



Zaid bin Haritsah, lalu sepupunya; Ali bin Abi Thalib & yang saat 
itu masih belia dan dirawat oleh Rasulullah %, kemudian sahabat 
dekatnya; Abu Bakar as-Shiddiq &. 

Abu Bakar as-Shiddiq &, setelah masuk Islam, langsung turut 
serta berdakwah. Lewat usaha beliau ditambah perangainya yang 
terpuji serta kedudukannya yang terhormat di tengah masyarakat, 
dakwahnya cepat memberikan hasil. 

Tak berapa lama, tercatatlah sejumlah orang yang masuk Islam 
lewat beliau, di antaranya : Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, 
Abdurrahman bin Auf, Sa'ad bin Abi Waqqas, Thalhah bin 
Ubaidillah &. Mereka juga digolongkan sebagai generasi pertama 
dari kalangan para sahabat dan yang banyak berperan dalam 
dakwah Rasulullah % berikutnya. 

Kemudian, satu demi satu masyarakat Quraisy masuk Islam; 
seperti Bilal bin Rabah, Abu Ubaidah Amir bin Jarrah, Abu 
Salamah bin Abd al-Asad, Arqam bin Abi Arqam, Utsman bin 
Madz'un, Fatimah binti Khattab (saudara perempuan Umar bin 
Khattab), Khabbab bin 'Art, Abdullah bin Mas'ud dan lainnya. 

Mereka semua masuk Islam secara sembunyi-sembunyi, karena 
Rasulullah % menyampaikan dakwahnya secara individu dan 
rahasia. 

Sementara itu, wahyu terus diturunkan, umumnya pendek- 
pendek, namun memiliki tekanan kuat untuk membersihkan hati 
dari berbagai kotoran duniawi, sangat sesuai dengan kondisi saat 
itu yang menuntut kelembutan hati dan jiwa. Selain itu, wahyu 
yang turun banyak menggambarkan tentang syurga dan neraka, 
hingga seakan-akan terpampang di hadapan mata, hal mana dapat 
menimbulkan kerinduan seseorang terhadap syurga dan keta- 
kutannya terhadap neraka. 



25 Sejarak J4Uup Kaiu.lu.Uak j!!jj 



Sedikit demi sedikit lahirlah ikatan hati yang kuat di antara 
mereka, kemudian lahirlah rasa ukhuwwah dan tolong menolong 
sehingga semakin mengokohkan keimanan mereka. 

Shalat 

Ritual yang sejak awal mereka lakukan adalah ibadah shalat. 
Namun waktu itu shalat lima waktu belum ditetapkan. Yang 
mereka lakukan adalah shalat dua raka'at setiap pagi dan petang, 
sebagaimana firman Allah Ta'ala : 

[^i Sj^-] 4 ^j-^t^i 'J^^i ^P ^*^ (y^J ? 

"Dan bertasbihlah seraya tnemuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi" 

(QS. al-Mu'min : 55) 

Hal itupun tetap mereka lakukan dengan sembunyi-sembunyi 
agar tidak diketahui masyarakat. 

Suku Quraisy Mendengar Berita 

Meskipun dakwah tetap dilakukan secara sembunyi-sembunyi, 
namun lambat laun akhirnya berita tersebut sampai juga ke telinga 
orang-orang Kafir Quraisy. 

Pada awalnya mereka tidak terlalu menghiraukannya. Mereka 
menganggap apa yang dilakukan Rasulullah % tak berbeda dengan 
apa yang dilakukan oleh beberapa orang sebelumnya yang sekedar 
ingin menghidupkan nilai keberagamaan. 

Akan tetapi lama-kelamaan kekhawatiran tersebut muncul juga 
setelah pengaruh Rasulullah % kian lama kian kuat dan meluas, 
mulailah mereka memperhatikan dan mengawasi dakwah 
Raslulullah Sg . 



26 Sejarali J4Jup RaiJJlak M 



| Fase Kedua, DAKWAH SECAEA 



Mendakwahkan Keluarga Terdekat 

Fase ini ditandai wahyu Allah Ta'ala yang berisi perintah untuk 
memperingatkan kalangan keluarga beliau, sebagaimana tirman 
Allah Ta'ala : 

"Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat" 

(QS. asy-Syu'ara : 214) 

Setelah turun ayat tersebut, yang pertama Rasulullah %, laku- 
kan adalah mengumpulkan sanak saudaranya dari kalangan Bani 
Hasyim. Maka berkumpullah sekitar empat puluh lima orang dari 
sukunya. 

Rasulullah % segera menyampaikan misinya : 

"Segala puji hanya milik Allah, aku memuji-Nya, Mohon perto- 
longan-Nya, beriman dan bertawakkal kepada-Nya. Tiada tuhan yang 
disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Sesungguhnya aku 
adalah utusan Allah yang diutus untuk kalian secara khusus, dan kepada 
seluruh umat manusia secara umum. Demi Allah, kalian akan mati 

** ' ■S^ejarah ^Midup Ka6u.tu.Uali J&% 



sebagaimana kalian tidur, dan kalian akan dibangkitkan sebagaimana 
kalian bangun dari tidur, dan perbuatan kalian akan diperhitungkan. Di 
sana ada syurga (dengan kenikmatan) abadi, atau neraka (dengan siksaan) 
abadi". 

Lalu Abu Thalib berkata : 

"Kami senang menolongmu, kami juga selalu menerima nasihatmu 
dan sangat membenarkan ucapan-ucapanmu. Mereka anak cucu nenek 
moyangmu kini berkumpul, dan aku salah seorang di antara mereka dan 
orang yang paling cepat memenuhi keinginanmu. Teruskanlah apa yang 
diperintahkan kepadamu. Demi Allah, saya akan selalu melindungimu dan 
mencegah orang yang akan berbuat jahat kepadamu. Cuma saja, saya 
belum siap meninggalkan agama Abdul-Muththalib" . 

Sedangkan Abu Lahab berkata : 

"Sungguh hal ini merupakan aib, cegahlah dia sebelum 
mempengaruhi yang lainnya". 

"Demi Allah, aku tetap akan melindunginya", tegas Abu Tholib 

Dari sini, Rasulullah % mengetahui pembelaan Abu Thalib 
kepadanya, meskipun dia sendiri tidak bersedia memeluk agama 
Islam. 

Maka setelah itu, Rasulullah % mendaki bukit Shafa, kemudian 
beliau berseru : "Wahai Bani Fihr, Wahai Bani Adi' !". 

Tak lama kemudian mereka berkumpul. Bahkan seseorang 
yang berhalangan hadir, mengutus utusannya untuk mencari tahu 
apa yang terjadi. 

Datang pula Abu Lahab dan Quraisy. Maka bersabdalah 
Rasulullah %\ 

"Bagaimana pendapat kalian seandainya aku beritahukan bahwa ada 
sekelompok pasukan berkuda dibalik gunung ini akan menyerang kalian, 
apakah kalian akan membenarkan ucapanku ?". 



28 Sejarak j4du.p KaduLtiaJi ji§ 



"Tentu, kami mengenalmu orang yang paling jujur di antara kami". 
Jawab mereka. 

Maka Rasulullah % bersabda : "Sesungguhnya aku adalah pemberi 
peringatan untuk kalian, sebelum datang ambyang sangat pedih". 

"Celaka engkau selama-lamanya, untuk inikah engkau mengumpul- 
kan kami ?". Hardik Abu Lahab. 

Maka turunlah ayat : 

"Binasalah kedua tangan Abu Lahab" (QS. al-Lahab : 1) 

Mempertegas Dakwah dan Reaksi Kaum Musyrikin. 

Di saat seruan Rasulullah %, terhadap kerabatnya menjadi 
bahan pembicaraan, turunlah wahyu Allah Ta'ala untuk memper- 
tegas misi dakwah Rasulullah % kepada seluruh masyarakat, ayat 
tersebut adalah : 

"Maka sampaikanlah olehmu secara.terang-terangan segala apa yang 
diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang 
musyrik" (QS. al-Hijr : 94) 

Maka Rasulullah % semakin mempertegas misi dakwahnya 
kepada seluruh masyarakat Mekkah waktu itu. Beliau sampaikan 
segala borok kesyirikan, hakikat berhala-berhala yang disembah 
dan nilainya yang rendah. Beliau jelaskan bahwa siapa yang me- 
nyembahnya sebagai perantara antara dirinya dengan Allah Ta'ala 
adalah kesesatan yang nyata. 

Mendengar hal tersebut, meledaklah kemarahan masyarakat 
Arab. Seruan Tauhid yang dibawa Rasulullah %, dan pernyataan 
sesat atas apa yang selama ini mereka perbuat terhadap berhala- 

•^" Jiejarah ^Midup l\aiuCullak jag 



berhala mereka, jelas membuat mereka terperangah penuh peno- 
lakan. Tak ubahnya bagai kilat yang menyambar, kemudian mela- 
hirkan guntur dan getaran hebat di tengah-tengah mereka. 

Sikap mereka tersebut menunjukkan bahwa mereka memahami 
apa yang ada di balik misi keimanan yang dibawa Rasulullah %, 
yaitu menggugurkan semua bentuk penuhanan dan penyembahan 
yang selama ini telah mereka percaya. 

Keimanan kepada Rasul dan hari akhir, berarti kerundukan 
mereka secara mutlak terhadap ketetapan dan ajaran yang dibawa 
oleh Rasulullah %, tidak ada pilihan lain di hadapan mereka. Itu 
berarti pupusnya kekuasaan dan kesombongan yang selama ini 
mereka nikmati. Hilang juga kesempatan untuk melakukan 
berbagai bentuk kerendahan moral dan kezahman yang selama ini 
dengan bebas mereka lakukan. 

Utusan Quraisy Menghadap Abu Thalib 

Sedemikian besar kemarahan masyarakat Quraisy terhadap 
misi dakwah Rasulullah %, namun mereka tetap kebingungan 
mengatasinya. Sebab yang mereka hadapi adalah Rasulullah % 
yang terkenal dengan akhlak mulia yang belum pernah mereka 
dapati orang semacam beliau dalam sejarah nenek moyang mereka. 

Akhirnya mereka menempuh cara membujuk pamannya; Abu 
Thalib, untuk mencegah dakwah Rasulullah %. Mengingat kedu- 
dukannya dalam diri beliau %. 

Namun Abu Thalib menolak permintaan mereka, sehingga 
Rasulullah % tetap dapat meneruskan dakwahnya. 

Musyawarah untuk Mencegah Jamaah Haji Mendengar 
Dakwah Rasulullah %. 

Gagal membujuk Abu Thalib untuk mencegah dakwah Rasu- 
lullah %, orang-orang Quraisy semakin kebingungan. Apalagi 

J\) ^iejarak ^J4idup /\aiuluuak j££? 



beberapa bulan kemudian akan datang musim haji, di mana orang- 
orang Arab dari berbagai penjuru berdatangan. Mereka berpen- 
dapat bahwa Rasulullah % harus diberikan citra negatif agar tidak 
dapat menyampaikan misi dakwahnya di kalangan jamaah haji. 

Untuk merealisasikan hal tersebut merekapun berkumpul di 
rumah Walid bin Mughirah untuk bermusyawarah. 

Mulanya mereka mengusulkan agar Rasulullah % dijuluki 
sebagai dukun saja, tetapi hal tersebut ditolak oleh Walid karena 
menurutnya tidak ada tanda-tanda dukun pada diri Rasulullah %. 
Kemudian mereka mengusulkan tuduhan 'gila, penyair atau 
penyihir. Namun semua itu ditolak karena tidak ada yang sesuai 
dengan pribadi Rasulullah % dan apa yang beliau sampaikan. 

Setelah berembuk sekian lama, akhimya mereka sepakat untuk 
menjuluki Rasulullah % sebagai tukang sihir. Pada awalnya 
julukan tersebut tidak disetujui oleh Walid, namun karena tidak 
ada pilihan lain, maka julukan itulah yang akhirnya disepakati. 
Paling tidak -menurut mereka- karena apa yang Rasulullah % 
lakukan telah membuat anak berpisah dari orang tuanya, saudara 
berpisah dari saudara dan keluarganya, suami berpisah dengan 
isterinya. 

Setelah mengambil keputusan tersebut, maka ketika musim haji 
tiba kaum musyrikin Arab dengan segera berjaga -jaga di setiap 
jalan yang menjadi pintu masuk ke Mekkah dengan tujuan 
memperingatkan setiap orang yang datang agar tidak mendengar- 
kan dakwah Rasulullah *S. 

Berbagai Upaya Menghentikan Dakwah 

Selain apa yang telah disebutkan di atas, masih terdapat berba- 
gai upaya yang mereka lakukan untuk menghentikan dakwah 
Rasulullah %, di antaranya : 



*1 J5eiarak ^Midun Kaiuluilak 3£% 



1. Ejekan dan hinaan serta berbagai macam tuduhan. 

Hal tersebut Allah kisahkan dalam al-Quran : 



0>ji oj^,] 4 oy^+J &>\ JM 1 <M J-P c^l W l^J f 

"Mereka berkata: Hai orang yang diturunkan al-Quran kepadanya, 
sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila " (QS. al-Hijr : 6) 

Jika Rasulullah % sedang duduk dikelilingi oleh sahabat- 
sahabatnya yang miskin mereka mengejeknya : 

"Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah 
oleh Allah kepada mereka ?" (QS. al-An'am : 53) 

Mereka sering menertawakan kaum muslimin, saling menge- 
dipkan mata penuh ejekan jika kaum muslimin berlalu di hadapan 
mereka, dan menuduh mereka sebagai orang-orang sesat (QS. al- 
Muthoffifin : 29-33). 

2. Menyebarkan isu negatif dan berbagai bentuk syubhat 
terhadap ajaran yang dibawa Rasulullah %. 

Mereka mengatakan bahwa al-Quran adalah kebohongan dan 
dongengan orang-orang dahulu (QS. al-Furqon : 4-5), 

3. Penawaran 

Di antara penawaran yang mereka ajukan kepada Rasulullah % 
adalah berupa ibadah secara bergantian, yaitu dalam satu tahun 
Rasulullah % beribadah kepada tuhan mereka, lalu di tahun 
berikutnya mereka beribadah kepada Tuhan beliau. Tawaran yang 
sangat Tucu tersebut langsung ditolak oleh Allah Ta'ala dengan 
menurunkan surat al-Kafirun : 

Katakanlah : "Hai orang-orang kajir, 

Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, 

Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. 

J** J^ejarak *J4uLup rZa4u.lu.liak jtg* 



Dan aku tidak pernah menjadi pemjembah apa yang kamu sembah. 
Dan kamu tidak (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. 
Untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku. (QS. al-Kafiruun : 1-6) 

Penindasan dan Penyiksaan. 

Beberapa bulan telah berlalu, namun upaya mereka belum 
membuahkan hasil, maka kaum kafir Quraisy kembali berkumpul 
untuk menentukan langkah berikutnya. Musyawarah yang 
dipimpin langsung oleh Abu Lahab itu akhirnya menyepakati cara 
kekerasan terhadap Rasulullah % beserta para sahabatnya. 

Namun untuk melakukan kekerasan terhadap Rasulullah %, 
tidak semua orang kafir berani melakukannya, mengingat 
kedudukannya yang sangat dihormati di tengah masyarakat Arab 
Quraisy waktu itu, ditambah perlindungan yang diberikan 
pamannya, Abu Tholib; tokoh yang sangat disegani pula oleh 
masyarakatnya. 

Hanya tokoh-tokoh mereka saja yang penuh kedengkian yang 
berani mengganggunya secara fisik, seperti Abu Lahab, Abu Jahal, 
Ubay bin Khalaf dan yang lainnya. 

Berbagai tindakan menyakitkan diterima Rasulullah % dari 
Abu Lahab dan kawan-kawannya. 

Pernah sekali waktu Rasulullah % shalat di hadapan Ka'bah, 
sementara di sisi lain tokoh-tokoh kafir Quraisy sedang berkum- 
pul. Ketika beliau sedang sujud salah seorang di antara mereka 
mengambil isi perut onta yang baru disembelih kemudian dilem- 
parkan ke atasnya, sehingga Rasulullah % tidak kuasa bangun dari 
sujud. Akhirnya datang Fatimah; anaknya, lalu dia angkat kotoran 
tersebut dari tubuh bapaknya %. 

Adapun penyiksaan dan penindasan kepada selain Rasulullah 
3g, khususnya kepada kaum lemah, lebih keras mereka lakukan. 

33 Se/arali ^Midup KadJJlak 0£ 



Misalnya pamannya Utsman bin Affan ketika dia masuk Islam, 
dirinya dilipat oleh tikar, lalu di buatkan asap dari bawah. 

Mushab bin Umair, setelah masuk Islam, dia diusir oleh ibunya 
dan tidak diberi makan, sehingga kehidupannya sangat sengsara. 
Padahal sebelumnya dia dikenal sebagai pemuda yang hidup 
mewah. 

Ketika Bilal bin Rabah masuk Islam, oleh tuannya; Umayyah 
bin Khalaf al-Jumahi, diikat dengan tali di lehernya lalu di perin- 
tahkan anak-anak untuk menariknya mengelilingi Ka'bah. Bahkan 
lebih kejam dari itu, di suatu hari di musim panas dia diseret keluar 
lalu di hempaskan ke tanah, kemudian sebongkah batu besar 
diletakkan di atas dadanya sambil berujar : "Demi Tuhan, engkau 
akan terus seperti ini hingga mati atau engkau mengingkari 
Muhammad dan kembali beribadah kepada Latta dan Uzza". 
Namun dalam kondisi seperti itu beliau hanya mengatakan : 
"Ahad.... Ahad..." hingga kemudian datang Abu Bakar dan mene- 
busnya dengan sejumlah uang untuk dimerdekakan. 

Ammar bin Yasir 4» dan kedua orang tuanya masuk Islam. 
Beliau adalah budak pada Bani Makhzum. Orang-orang musyrik 
yang dipimpin Abu Jahal menyeret mereka ke padang pasir dan 
membiarkan mereka tersiksa di tengah terik matahari yang 
menyengat. Rasulullah % sempat melewati mereka, beliau 
berpesan: 

"Sabarlah wahai Muarga Yasir, janji untuk kalian adalah syurga". 

Yasir; bapaknya Ammar, akhirnya meninggal karena tak kuasa 
menahan siksaan. sedang ibunya; Sumayyah (Ummu Ammar) oleh 
Abu Jahal dirusuk kemaluannya dengan sebilah tombak hingga dia 
gugur dan dikenal sebagai wanita pertama yang syahid dalam 

34 J^iejarah ^MiAup r^aduluUak $$J$ 



Islam, sedangkan Ammar sendiri terus disiksa semakin berat oleh 
mereka, seraya berkata : 

"Kami tidak akan bebaskan kamu sampai kamu mencaci Muhammad 
atau memuji Latta dan Uzza". 

Ammar tak kuasa menahan siksaan sehingga terucap darinya 
pujian terhadap tuhan-tuhan mereka karena terpaksa. 

Akhirnya dia menghadap Rasulullah 3§ sambil menangis dan 
meminta maaf. Kemudian Allah menurunkan ayat-Nya : 

"Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat 
kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kajir padahal hatinya tetap 
tenang dalam beriman (dia tidak berdosa) ". (QS. an-Nahl : 106) 

Begitu pula Khabbab bin Art, Zunairah, dan sahabat-sahabat 
lainnya yang mendapat berbagai bentuk siksaan atas keimanan 
mereka. 

Kesimpulannya, tidak ada seorangpun dari kaum lemah yang 
diketahui masuk Islam kecuali mereka mengalami berbagai bentuk 
penyiksaan. 

Darul Arqam 

Di antara kebijakan yang Rasulullah % ambil untuk meng- 
hadapi berbagai penindasan tersebut, adalah mencegah para 
sahabat untuk mengumumkan ke-Islamannya baik dalam bentuk 
ucapan maupun perbuatan. Merekapun diperintahkan untuk tidak 
berkumpul kecuali secara rahasia. Karena jika hal tersebut 
diketahui orang-orang musyrik, maka upaya beliau dalam 
membina dan mengajarkan al-Quran dan as-Sunnah kepada para 

•35 Jiejai-ah. J4idup KaiuLuah $£$ 



sahabat akan terhalangi, bahkan dapat mengakibatkan benturan 
fisik antara kedua belah pihak. Hal ini sangat membahayakan, 
karena kekuatan kaum muslimin saat itu masih lemah. 

Adapun Rasulullah % sendiri, terus melakukan dakwah dan 
ibadah secara terang-terangan di tengah orang-orang musyrik. 
Akan tetapi dengan para sahabatnya, beliau berkumpul secara 
rahasia di rumah Arqam bin Abi Arqam al-Makhzumi di bukit 
Shafa yang selama ini tidak diperhatikan orang-orang musyrik. 

Hijrah ke Habasyah (Ethiopia). 

Tekanan yang dilakukan orang-orang kafir terhadap kaum 
muslimin pada pertengahan dan akhir tahun keempat kenabian 
masih bersifat ringan. Namun memasuki pertengahan tahun 
kelima, perlakuan mereka semakin keras. Hal ini mendorong kaum 
muslimin untuk mencari tempat lain yang aman untuk menjaga 
agama mereka. 

Maka pada bulan Rajab tahun ke-5 kenabian, hijrahlah rom- 
bongan pertama dari kalangan para sahabat ke negeri Habasyah 
(Ethiopia). Mereka berjumlah 12 orang laki-laki dan 4 orang wanita, 
dipimpin oleh Utsman bin Affan yang didampingi isterinya; 
Ruqayyah binti Rasulullah %. 

Hijrah yang mereka lakukan berlangsung dengan selamat, 
meskipun orang-orang kafir sempat mengejar mereka hingga ke 
tepi pantai, namun mereka sudah lebih dahulu berlayar ke negeri 
Habasyah. Di negeri tersebut mereka hidup dengan aman dan 
mendapat perlindungan dari penguasa Habasyah. 

Pada bulan Syawal di tahun yang sama, mereka mendapat 
berita bahwa kaum Quraisy telah masuk Islam. Akhirnya mereka 
segera pulang ke kampung halamannya. Namun ketika beberapa 
saat menjelang tiba di Mekkah, mereka baru tahu bahwa berita 



36 J^ejarak ^Midup Kaiuluilak 3s% 



tersebut keliru. Akhirnya sebagian mereka kembali ke Habasyah 
dan sebagian lagi mencari perlindungan dari penduduk Mekkah. 

Setelah itu, kekejaman kafir Quraisy terhadap kaum muslimin 
semakin menjadi-jadi. Rasulullah % kembali mengizinkan para 
shahabat hijrah ke Habsyah untuk kedua kalinya. Maka berangkat- 
lah rombongan kedua yang berjumlah 83 orang laki-laki dan 19 
perempuan menuju Habasyah. 

Tipu Daya Quraisy Terhadap Muhajirin Habasyah 

Orang-orang kafir Quraisy sangat gusar ketika mengetahui 
bahwa kaum muslimin mendapatkan perlindungan yang aman di 
negeri Habasyah. Maka mereka mengutus dua orang yang cerdas 
dan gigih; 'Amr bin Ash dan Abdullah bin Rabi'ah (sebelum 
mereka masuk Islam). Dengan membawa aneka hadiah berharga. 

Mereka berupaya membujuk raja Najasyi untuk memulangkan 
kaum muslimin ke suku Quraisy. Namun berkat kebijakan raja 
Najasyi dan kepiawaian para sahabat yang diwakili oleh Ja'far bin 
Abu Thalib sebagai juru bicara mereka dalam menerangkan 
hakikat Islam, akhirnya upaya orang-orang musyrik tersebut gagal 
total. 

Upaya Quraisy Menghentikan Dakwah Rasulullah %, Lewat 
Pamannya; Abu Thalib 

Berbagai cara telah diupayakan oleh Kafir Quraisy unruk 
menghentikan dakwah Raslulullah -Ĕs, namun tidak ada yang 
berhasil. 

Berikutnya mereka menggunakan cara lewat pamannya lagi; 
Abu Thalib berupa ancaman untuk memerangi Rasulullah %. 

Karena ancaman tersebut dianggap serius, Abu Thalib segera 
mengutarakannya kepada Rasulullah %. Melihat gejala pamannya 

■37 ^iejarak ^MiAup KaduluUah Jgj% 



mulai lemah dan tak kuat menanggung beban, maka dengan tegas 
Rasulullah %, mengatakan : 

lii £'J'\ o\ j^- iSj^A. Jl J*£\j <Jtf~>- J Ir^' \y^>j _P ' ^b s - <**■ k » 

-"••%"■ i' *• '. H* ? * f J l '' !• ' *' "lt? 

« ^US^ Lo _JL3 liJUUI Jl <UJ1 «j^laj Js>- y» 21 

"Wahai pamanku, demi Allah, seandainya mereka letakkan matahari di 
tangan kananku, dan bulan di tangan kiriku untuk aku meninggalkan 
perkara (dakwah) ini -sampai Allah memenangkannya atau aku hancur 
bersamanya- niscaya aku tidakakan meninggalkannya" . 

Mendengar jawaban tegas seperti itu, Abu Thalib kembali 
bersemangat melindungi keponakannya, diapun berkata : 

"Pergilah wahai keponakanku, dan sampaikanlah apa yang kamu 
sukai, demi Allah aku tidak akan menyerahkanmu kepada siapapun 
selama-lamanya" 

Di lain waktu mereka kembali mendatangi Abu Thalib untuk 
menawarkan cara lain. Mereka datang dengan membawa seorang 
pemuda yang gagah dan tampan untuk diserahkan kepada Abu 
Thalib, dan sebagai gantinya dia harus menyerahkan Rasulullah % 
kepada mereka untuk mereka bunuh. Tentu saja tawaran yang 
aneh tersebut ditolak mentah-mentah oleh Abu Thalib. 

Ide membunuh Rasulullah %. 

Setelah berbagai kegagalan dialami oleh kaum kafir Quraisy. 
Akhirnya sampailah mereka pada keputusan untuk membunuh 
Rasululah %. Disebutkan dalam beberapa riwayat beberapa upaya 
dari tokoh-tokoh kafir Quraisy untuk membunuh Rasulullah %. 

Namun upaya-upaya merekapun menemukan kegagalan pula 
karena Allah Ta'ala selalu melindungi hamba yang paling dikasihi- 
Nya tersebut. 

JO ^ejarak ^Miaup r\a6uluUan jdz£ 



Di antara riwayat yang terkenal dalam hal ini adalah upaya 
Abu Jahal yang hendak melemparkan batu jika Rasulullah % 
sedang sujud dalam shalatnya. 

Pada hari yang telah ditentukan, sebagaimana biasa Rasulullah 
M datang ke Ka'bah untuk shalat. Kemudian sebagaimana rencana 
semula, Abu Jahal mengambil sebongkah batu lalu menghampiri 
Rasulullah %, untuk menimpakan batu tersebut ke atas kepalanya. 
Namun tak beberapa lama kemudian dia sudah kembali menemui 
kawan-kawannya dalam keadaan pucat pasi. 

"Ada apa wahai Abulhakam (Abu ]ahal)?", tanya teman-temannya 
keheranan. 

"Ketika aku akan melakukan rencanaku dan hampir mendekatinya, 
ternyata ada seekor onta yang sangat besar menghalangiku. Onta tersebut 
sangat besar. Belum pernah aku melihat onta sebesar dan seganas itu, 
hampir-hampir dia menerkamku". Jawab Abu Jahal. 

Hamzah masuk Islam. 

Di tengah suasana yang masih penuh intimidasi dan tekanan 
dari orang kafir Quraisy terhadap kaum muslimin, munculah 
secercah harapan, yaitu masuk Islamnya Hamzah bin Abdul 
Muththallib 4&; paman Rasulullah |g, pada akhir tahun ke-6 
kenabian. 

Hamzah masuk Islam setelah mendengar berita perlakuan Abu 
Jahal yang telah menganiaya Rasulullah % dengan memukulkan 
sebuah batu ke kepala beliau hingga mengucurkan darah. 

Segera saja Hamzah -lelaki gagah dan terpandang di suku 
Quraisy- yang saat itu baru saja pulang berburu, menemui Abu 
Jahal untuk menuntut balas atas perlakuan kasar tersebut. 

Setelah berhasil menemui Abu Jahal, Hamzah segera 
menghardiknya: 

*™ ^ejarak ~J4idup K.aluLullak )g$ 



"Wahai Abu Jahal, kamukah yang telah menghina keponakanku 
padahalaku sudah masuk agamanya ?", 

Kemudian Abu Jahal dipukulnya dengan busur hingga terluka. 
Hampir saja terjadi perkelahian massal, karena keluarga kedua 
belah pihak ingin ikut campur. Namun Abu Jahal segera meng- 
hentikan hal tersebut seraya mengakui bahwa dia telah bersikap 
buruk terhadap Rasulullah %,. 

Umar bin Khattab 4» Masuk Islam. 

Secercah cahaya yang lain juga muncul dengan masuk Islamnya 
Umar bin Khattab -*>juga pada tahun ke-6 kenabian, tiga hari 
setelah masuk Islamnya Hamzah bin Abdul Murhthalib. 

Sebelumnya, Rasulullah % memang pernah memohon kepada 
Allah Ta'ala agar dia masuk Islam, dengan doanya : 

« ,»&£ 

"Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah seorang dari dua orang yang 
lebih Engkau cintai; Umar bin Khattab atau Abu Jahal bin Hisyam" 

Ternyata yang lebih Allah cintai dari keduanya adalah Umar 
bin Khattab 4&. 

Kisah masuk Islam-nya Umar bin Khattab &>. 

Umar bin Khattab 4*> terkenal sebagai orang yang berwatak 
keras dan bertubuh tegap. Sering kali pada awalnya (sebelum 
masuk Islam) kaum muslimin mendapatkan perlakukan kasar 
darinya. Sebenarnya di dalam hati Umar sering berkecamuk 
perasaan-perasaan yang berlawanan, antara pengagungannya 
terhadap ajaran nenek moyang, kesenangan terhadap hiburan dan 
mabuk-mabukan dengan kekagumannya terhadap ketabahan 

4U ^ejaran ^r4laup Kasuliiuah jgj^ 



kaum muslimin serta bisikan hatinya bahwa boleh jadi apa yang 
dibawa oleh Islam itu lebih mulia dan lebih baik. 

Sampailah kemudian suatu hari, beliau berjalan dengan pedang 
terhunus untuk segera menghabisi Rasulullah %. Namun di tengah 
jalan, beliau dihadang oleh Abdullah an-Nahham al-'Adawi seraya 
bertanya: 

"Hendak kemana engkau ya Umar ?", 

"Aku hendak membunuh Muhammad", jawabnya. 

"Apakah engkau akan aman dari Bani Hasyim dan Bani Zuhroh jika 

engkau membunuh Muhammad ?", 

"Jangan-jangan engkau sudah murtad dan meninggalkan agama asal- 

mu?" '. Tanya Umar. 

"Maukah engkau ku tunjukkan yang lebih mengagetkan dari itu wahai 

Umar, sesungguhnya saudara perempuanmu dan iparmu telah murtad 

dan telah meninggalkan agamamu", kata Abdullah. 

Setelah mendengar hal tersebut, Umar langsung menuju ke 
rumah adiknya. Saat itu di dalam rumah tersebut terdapat Khabbab 
bin Art yang sedang mengajarkan al-Quran kepada keduanya 
(Fatimah, saudara perempuan Umar dan suaminya). Namun ketika 
Khabbab merasakan kedatangan Umar, dia segera bersembunyi di 
balik rumah. Sementara Fatimah, segera menutupi lembaran al- 
Quran. 

Sebelum masuk rumah, rupanya Umar telah mendengar bacaan 
Khabbab, lalu dia bertanya : 

"Suara apakah yang tadi saya dengar dari kalian?" , 

"Tidak ada suara apa-apa kecuali obrolan kami berdua saja", jawab 

mereka 

"Pasti kalian telah murtad", kata Umar dengan geram 

"Wahai Umar, bagaimana pendapatmu jika kebenaran bukan berada pada 

agamamu ?", jawab ipar Umar. 



^A J^ejarah. ^J4idup Kaiutallak ., 



Mendengar jawaban tersebut, Umar langsung menendangnya 
dengan keras hingga jatuh dan berdarah. Fatimah segera memba- 
ngunkan suaminya yang berlumuran darah, namun Fatimah pun 
ditampar dengan keras hingga wajahnya berdarah, maka berkata- 
lah Fatimah kepada Umar dengan penuh amarah: 

"Wahai Umar, jika kebenaran bukan terdapat pada agamamu, maka 
aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang disembah (ilah) selain Allah, 
dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah Rasulullah" 

Melihat keadaan saudara perempuannya dalam keadaan ber- 
darah, timbul penyesalan dan rasa malu di hati Umar. Lalu dia 
meminta lembaran al-Quran tersebut. Namun Fatimah menolaknya 
seraya mengatakan bahwa Umar najis, dan al-Quran tidak boleh 
disentuh kecuali oleh orang-orang yang telah bersuci. Fatimah 
memerintahkan Umar untuk mandi jika ingin menyentuh mushaf 
tersebut dan Umar pun menurutinya. 

Setelah mandi, Umar membaca lembaran tersebut, lalu 
membaca : Bismillahirrahmanirrahim. Kemudian dia berkomentar: 
"Ini adalah nama-nama yang indah nan suci" 

Kemudian beliau terus membaca : 

Hingga ayat : 

Ok oj^.,] ^ ^) <Sj^=^ Sjl^jt^ilj ^alp-U l5l % aiI] ^ %\ l5l (jjj )> 



"Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain 
Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku" 

(QS. Thaha : 14) 
Beliau berkata : 

"Betapa indah dan mulianya ucapan ini. Tunjukkan padaku di mana 
Muhammad" . 



4Z J^tejarak ^Midup r^aiuluilak Js?% 



Mendengar ucapan tersebut, Khabab bin Art keluar dari balik 
rumah, seraya berkata: "Bergembiralah wahai Umar, saya berharap 
bahwa doa Rasulullah % pada malam Kamis lalu adalah untukmu, 
beliau % berdoa : 

"Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah seorang dari dua orang 
yang lehih Engkau cintai; Umar bin Khattab atau Abu Jahal bin Hisyam". 
Rasulullah % sekarang berada di sebuah rumah di kaki bukit Shafa" . 

Umar bergegas menuju rumah tersebut seraya membawa 
pedangnya. Tiba di sana dia mengetuk pintu. Seseorang yang ber- 
ada di daiamnya, berupaya mengintipnya lewat celah pintu, 
dilihatnya Umar bin Khattab datang dengan garang bersama 
pedangnya. Segera dia beritahu Rasulullah %, dan merekapun 
berkumpul. Hamzah bertanya: 

"Adaapa ?". 

" Umar" Jawab mereka. 

"Umar ?!, bukakan pintu untuknya, jika dia datang membawa 
kebaikan, kita sambut. Tapi jika dia datang membaiua kebumkan, kita 
bunuh dia dengan pedangnya sendiri" '. 

Rasulullah % memberi isyarat agar Hamzah menemui Umar. 
Lalu Hamzah segera menemui Umar, dan membawanya menemui 
Rasulullah %. Kemudian Rasulullah % memegang baju dan 
gagang pedangnya, lalu ditariknya dengan keras, seraya berkata : 

"Engkau wahai Umar, akankah engkau terus begini hingga kehinaan 
dan adzab Allah diturunakan kepadamu sebagaimana yang dialami oleh 
Walid bin Mughirah ?, Ya Allah inilah Umar bin Khattab, Ya Allah, 
kokohkanlah Islam dengan Umar bin Khattab". 

Maka berkatalah Umar : 

"Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang disembah selain Allah, 
dan Engkau adalah Rasulullah . 



*+•} J^ejarak ^J4uLnp r^aiu.tu.tlan JĔ£ 



Kesaksian Umar tersebut disambut gema takbir oleh orang- 
orang yang berada di dalam rumah saat itu, hingga suaranya 
terdengar ke Masjidil-Haram. 

Masuk Islamnya Umar menimbulkan kegemparan di kalangan 
orang-orang musyrik, sebaliknya disambut suka cita oleh kaum 
muslimin. 

Ibnu Mas'ud berkata : 

"Kami dahulu tidak ada yang berani shalat di depan Ka'bah hingga 
Umar masuk Islam" 

Utusan Kafir Quraisy Menghadap Rasulullah %. 

Setelah Hamzah dan Umar bin Khattab radhiallahuanhuma 
masuk Islam, serta jumlah kaum muslimin semakin banyak, orang 
kafir Quraisy semakin kalang kabut, upaya mereka untuk meng- 
halangi dakwah Rasulullah % semakin kehilangan arah. 

Salah satu bentuknya adalah upaya mereka dengan mengutus 
Utbah bin Rabi'ah menghadap Rasulullah % untuk menawarkan 
beberapa tawaran yang menurut mereka dapat menghentikan 
dakwah beliau. 

Utbah yang dikenal dengan panggilan Abu Walid, menyampai- 
kan tawaran tersebut kepada Rasulullah %; yaitu, jika Rasulullah 
% menginginkan harta yang banyak maka mereka akan memberi- 
kan kepadanya sehingga Rasulullah % menjadi orang yang paling 
kaya raya di antara mereka, dan jika Rasulullah menginginkan ke- 
kuasaan, maka mereka akan menjadikan beliau penguasa di antara 
mereka, namun dengan syarat beliau menghentikan dakwahnya. 

Setelah mendengar tawaran yang disampaikan Abul Walid 
hingga tuntas, Rasulullah % membaca ayat : 



*+H J^ejarah ^MiAup Kaiituiilan. 2z% 



t£ &WJ /4^1; di^i £J£ j^f\ ^J\ £ *Jjj3 ^ ) 

/ ,*«*, '11? •> ';.<' .*, f . ,'-» -fi 



"Haa Miim. Diturunkan dari Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha 
Penyayang . Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam 
bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui . Yang membawa berita 
gembira dan yang membaiua peringatan, tetapi kebanyakan mereka 
berpaling (daripadanya); maka mereka tidak mau mendengarkan . Mereka 
berkata : Hati kami berada dalam tutupan (yang menutupi) apa yang 
kamu seru kami kepadanya ...." (QS. Fushshilat : 1-5) 

Akhirnya Abul Walid kembali menemui kaumnya dengan 
membawa kegagalan, bahkan justru dia terkagum-kagum dengan 
ayat-ayat yang telah dibaca Rasulullah %, sehingga kaumnya 
menuduh Rasulullah % telah menyihimya. 



^^ J^iejarak ~J4idup r^aiuiuuak }g?$ 



BOIKOT UMUSt 

Setelah berbagai upaya mencegah dakwah Rasulullah H 
menemui kegagalan, kaum kafir Quraisy menempuh jalan lain; 
Pemboikotan. 

Mereka bersepakat untuk memboikat Bani Hasyim dan Bani 
Muththalib, dengan melarang mengadakan pernikahan, jual beli, 
bergaul, berkunjung dan berbicara kepada mereka kecuali jika 
mereka menyerahkan Rasulullah % untuk dibunuh. 

Kesepakatan tersebut mereka tulis dalam lembaran yang 
digantung di Ka'bah. 

Akibat pemboikotan itu, Bani Hasyim dan Bani Muththalib 
menjadi terisolir; baik yang beriman maupun yang katir -kecuali 
Abu Lahab-. Mereka terkurung di perkampungan Abu Thalib sejak 
awal Muharram tahun ke-7 kenabian. 

Tiga Tahun dalam Pemboikotan. 

Pemboikotan semakin lama semakin keras. makanan yang 
masuk atau dijual di Mekkah selalu lebih dahulu diborong oleh 
kaum musyrikin. Mereka mengalami kelaparan luar biasa, hingga 
mereka hanya makan dedaunan dan kulit binatang. 

Pembatalan Lembar Perjanjian. 

Setelah 3 tahun pemboikotan, pada bulan Muharram tahun 10 
kenabian terjadilah pembatalan pemboikotan. Hal tersebut bermula 
dari pertentangan di kalangan Quraisy sendiri, antara mereka yang 
ingin meneruskan pemboikotan dengan mereka yang menentang 
pemboikotan, dengan alasan bahwa yang menderita atas pemboi- 
kotan tersebut adalah sanak saudara mereka sendiri. 

Jumlah mereka yang menentang semakin lama semakin banyak 
dan kemudian menjadi suara mayoritas. 

*+0 J^eiarak ^Midup r\aiuiuuak JsJ% 



Sementara itu, Abu Thalib diberitahu oleh Rasulullah % bahwa 
Allah Ta'ala telah mengutus rayap-rayap untuk memakan lem- 
baran perjanjian boikot tersebut, hingga tersisa sedikit yang di 
dalamnya masih tersimpan kalimat zikir (lafaz Allah). 

Maka Abu Thalib menyampaikan hal tersebut kepada orang- 
orang Quraisy seraya berkata : 

"Jika dia berdusta akan kami biarkan kalian berbuat sesuka hati kalian 
kepadanya, namun jika dia benar, hendaklah kalian menghentikan boikot 
dan kezaliman kalian kepada kami". 

Kemudian Muth'im bermaksud merobek lembaran perjanjian 
tersebut, namun didapatinya bahwa rayap telah memakannya 
kecuali yang terdapat tulisan 

* ** ' 

« ,«4111 dLw-L » 

"Dengan naman-Mu ya Allah" 

dan yang padanya terdapat kata "Allah", tidak dimakannya. 

Dengan demikian berakhirlah pemboikotan, lalu keluarlah 
Rasulullah % dari perkampungan. Sementara orang-orang Musyrik 
telah melihat bukti-bukti kenabian yang sangat jelas, akan tetapi 
mereka seperti apa yang Allah Ta'ala katakan : 

r -II - t / dSa^l ' * l » , \ \ i', \ ■*. ' * C'\* i»" i, x 

[j*aJI tjjj] ^ (Q^jaS^A j>^m \jiyUj \yOjXJ. <UU \jjiO\j )> 

"Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda 
(mu'jizat), mereka berpaling dan berkata : "(Ini adalah) sihir yang terus 

menems" (QS al-Qomar : 2) 

Setelah itu, Rasulullah M dan kaum muslimin kembali kepada 
kehidupan semula. Sedangkan orang-orang kafir, meskipun 
mereka tidak memboikot lagi, namun tetap berupaya menghalangi 
dakwah Rasulullah %. 



*' -Smjarah J4ldup Kiuu.lu.Uali y§Si 



TAHUN DUKA CITA C 'AAMUL HUZNl) 

Waf atnya Abu Thalib 

Abu Thalib mulai sering mengalami sakit, semakin lama sema- 
kin berat. Akhirnya beliau meninggal pada bulan Rajab tahun 10 
kenabian, setelah 6 bulan dari peristiwa pemboikotan. 

Dalam riwayat yang shahih disebutkan bahwa ketika beliau 
sekarat, Rasulullah % datang menghampirinya, saat itu ada Abu 
Jahal di sisinya. 

Rasulullah % berkata : 

"Wahai pamanku, ucapkan : Laa Ilaaha Illallah, kalimat yang dapat 
aku gunakan untuk membelamu di sisi Allah". 

Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah berkata : 

"Wahai Abu Thalib, apakah engkau membenci agama Abdul 
Muththalib ?". 

Berulang-ulang mereka katakan itu, hingga akhir ucapan Abu 
Thalib adalah: 

"Saya tetap berada di dalam agama Abdul Muththollib" . 

Mendengar itu Rasulullah % bersabda: "Aku akan mintakan 
ampunan untukmu, selagi aku tidak dilarang dalam hal itu". 

Lalu turunlah ayat Allah Ta'ala : 

\-J>\£=. }Jj ji&ayliiJ \}j£jcJ& oi iy^i* d^-jJl3 ^sr^ ^L>* ^ t 

"Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman meminta- 
kan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang- 
orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, 
bahwasanya orang-orang musyrik itu, adalah penghuni neraka jahannam" 

(QS. At-Taubah : 113) 

4o ^jejarak ^Midup r^aduiuUak J$§ 



Allah juga menurunkan ayat-Nya : 

" Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang 
yang kamu kasihi tapi Allah memberi petunjuk kepada yang Dia 
keltendaki" (QS. al-Qhashash : 56) 

Demikianlah, Abu Thalib mati tetap dalam kekahrannya, mes- 
kipun selama hidupnya dia selalu membela dan melindungi 
Rasulullah JS. 

Wafatnya Khadijah radhiallahuanha 

Dua bulan setelah wafatnya Abu Thalib, berikutnya wafat pula 
Ummul Mu'minin; Khadijah al-Kubro radhiallahuanha. Beliau 
meninggal pada tahun 10 kenabian, di usia 65 tahun, sedangkan 
pada saat itu Rasulullah M berusia 50 tahun. 

Khadijah adalah isteri yang selalu mendampingi Rasulullah % 
di masa-masa terberat awal dakwah beliau, dia korbankan diri dan 
hartanya demi kelangsungan dakwah beliau. 

Hal tersebut terungkap dari ucapan Rasulullah jHsendiri 
tentang Khadijah : 

« \j*Jj. jAj f"J>-j < lilSj 4JJI 'jJJJj t ^llM 'j»J>- 'J~- ^J* 

"Dia beriman kepadaku ketika orang-orang kujur kepadaku, dia 
membenarkanku ketika orang-orang mendustakanku, dia menyerahkan 
hartanya untukku ketika orang-orang mencegah hartanya untukku, dan 
Allah memberiku keturunan lewatnya, sementara yang lainnya tidak 
mendapatkannya " 



•+" Oe/araA ^Midup KaMilullah 2S?% 



Tumpukan Kesedihan. 

Dua kejadian di atas sangat besar pengaruhnya dalam diri 
Rasulullah %, mengingat kedua orang tersebut selama ini sangat 
besar artinya dalam kehidupan Rasulullah %. Sementara itu di sisi 
lain tekanan dan ancaman orang-orang kafir semakin menjadi-jadi, 
karena kini tidak ada lagi Abu Thalib yang suka melindunginya. 

Melihat hal tersebut Rasulullah % mencoba hijrah ke Thaif 
dengan harapan di sana mendapat sambutan baik tidak seperti 
yang dia dapatkan di Mekkah. Namun kenyataanya penduduk 
Thaif memperlakukannya dengan kasar melebihi dari apa yang dia 
dapatkan dari kaumnya. 

Begitu pula apa yang dialami oleh para sahabat beliau, 
merekapun mendapatkan perlakukan semakin keras dari orang- 
orang kafir Quraisy. 

Karena itu, tahun ini dalam sejarah kehidupan Rasulullah % 
dikenal sebagai Tahun Duka Cita ('Aamul Huzni) 

Menikah dengan Saudah radhiallahuanha. 

Pada bulan Syawwal tahun ke-10 kenabian, Rasulullah H 
menikah dengan Saudah binti Zum'ah. Beliau telah lama masuk 
Islam dan termasuk yang ikut hijrah ke Habsyah pada gelombang 
kedua. Awalnya dia seorang isteri dari Sakran bin Amr yang juga 
telah masuk Islam dan turut pula hijrah bersamanya ke Habasyah, 
namun beliau meninggal di sana. Maka setelah Saudah kembali ke 
Mekkah dan telah selesai masa Idahnya, Rasulullah M segera 
menikahinya. 

Maka Saudah merupakan isteri pertama yang dinikahinya sete- 
lah wafatnya Khadijah radhiallahuanha. 



5" J^ejarak ^Miaup Kaduluilak J0 



g FaseKetiga, MEMPEELUAS OAKWAH 

KE LU AR MERKAH 

Berdakwah ke Thaif . 

Pada tahun ke-10 kenabian, bulan Syawwal, Rasulullah % 
didampingi oleh Zaid bin Haritsah berangkat menuju Thaif. Setiap 
kali beliau melewati suatu perkampungan, beliau sampaikan 
dakwah Islam kepada mereka. Namun tidak ada satupun yang 
menerimanya. 

Setibanya di Thaii, Rasulullah % menemui tokoh-tokoh Tha'if 
untuk menyampaikan dakwah Islam kepada mereka, namun 
mereka menolaknya mentah-mentah. 

Rasulullah % menetap di Thaif selama 10 hari, namun setiap 
kali dia mendatangi tokoh-tokoh di kota tersebut, mereka justru 
mengusirnya. Bahkan lebih dari itu, mereka memprovokasi masya- 
rakat awam untuk menyerang Rasulullah % dan mencaci makinya, 
bahkan mereka mengejar-ngejar dan menimpuki Rasulullah % 
hingga kaki beliau berdarah-darah. Sementara itu Zaid bin Haritsah 
berusaha melindunginya dengan dirinya sendiri, hingga dia sendiri 
terluka di kepalanya. Mereka baru berhenti mengejarnya setelah 
keduanya berlindung di kebun milik 'Utbah dan Syaibah anak 
Rabi'ah sekitar 3 mil dari kota Thaif. 

^A J^ejarak ^Midnp rCa.iiilu.Uah 3z!$ 



Rasulullah H mendekati pohon anggur dan duduk di bawah 
naungannya. Di sana beliau mengadukan segala kegundahan dan 
kesedihan yang dialaminya : 

f*-J \—Z ' O^^LT*" l^J^J ' LS5^ ^J ' iJ-y ^ J&\ dJUI I4UI » 

J-& lPI "> cr^" <~>-° cPl ' i_H~> C ~ 5, J ' J.i'-°^-J< VJ ^-^ ' Jc^O- 11 

i ' ' 4 ' i ' ' * ' " 1 ° * "" • /» ,, 

< <JJJl ^AJ __~_J-_- ^Ji dL. jj_xJ Ij jl S ^jJol <i5X j_u- ^JI 1| <? ^jl^c^ 

< oUJJ-JI 4J c__j__.l (^JJI ^-lf>-j jj-o -j-t-l < ^yJ £--jl (_,-* -tL-ilc- (j-SJj 

^ -* -_ ^ -1 » „ S" ^ ' # . < J . ^ -* -* 

< di__>c___ ^^.U- J-^«_ jl < -LL_s-_e- ^jj JJ-T jl (j-? cji- y\j LJjJi ^l 4jj- rJ-^j 

« '^i Vj ~°y V. J^p- Vj < _»* J^ J-JJi 'eij 

"Ya AIIaa, kepadamu aku mengadukan kelemahanku, kurangnya siasatku 
dan kehinaanku di hadapan manusia. Wahai yang Paling Pengasih dari 
pemilik kasih. Engkau adalah Tuhan bagi orang-orang lemah, Engkaulah 
Tuhan-ku, kepada siapa engkau akan serahkan aku ?, kepada yang jauh 
nan bermuka masam ?, atau kepada musuh yang akan menguasai 
umsanku ?. Asal Engkau tidak murka kepadaku, maka aku tidak peduli 
(terhadap apa yang menimpaku), namun ampunanmu lebih luas (lebih 
kuharapkan) untukku, Aku berlindung dengan cahaya Wajah-Mu yang 
karenanya kegelapan menjadi terang benderang, dan urusan dunia dan 
akhirat menjadi baik, agar Engkau tidak menurunkan kemarahan-Mu 
kepadaku, atau murka kepadaku. Engkau-lah yang berhak menegurku 
hingga Engkau rela dan tidak ada daya dan kekuatan selain dengan-Mu" 

Melihat keadaan Rasulullah % dan Zaid, timbul rasa kasihan 
pada diri kedua anak Rabi'ah. Lalu mereka panggil budaknya 
bernama Addas yang beragama Nashrani untuk memetikkan 
setangkai anggur dan memberikannya kepada Rasulullah %. 
Addas memetiknya lalu memberikan kepadanya. Rasulullah M 
menerimanya, lalu membaca Bismillah sebelum memakannya. 

^■- -S>ejarak ^Midup Kaiulaltak %£% 



Mendengar bacaan basmalah, Adas berkomentar: 

"Itu adalah ucapan yang bukan berasal dari penduduk negeri ini". 

"Dari negeri mana kamu ? dan apa agamamu?", Tanya Rasulullah % 

kepada Addas. 

"Saya dari negeri Ninu" Jawabnya. 

"Itu adalah kampung seorang laki-laki yang shaleh; Yunus bin Matta", 

kata Rasulullah %. 

"Dari mana kamu tahu tentang Yunus bin Matta ?" tanya Adas 

keheranan. 

"Dia adalah saudaraku, Dia dahulu seorang Nabi dan akupun seorang 

Nabi" Jawab Rasulullah %. 

Langsung saja Addas mencium kepala Rasulullah %, juga kedua 

tangannya dan kakinya. 

Addas segera mendatangi kedua tuannya dengan tergopoh-gopoh. 

"Ada apa ?", tuannya keheranan. 

"Ya tuanku, tidak ada di atas muka bumi ini orang yang lebih baik dari 

dia. Dia telah menyampaikan kepada saya perkara yang hanya diketahui 

oleh seorang nabi", kata Adas. 

"Celaka engkau Adas, jangan kau tinggalkan agamamu, agamamu lebih 

baik dari agama orang itu", bentak tuannya. 

Dengan kesedihan yang mendalam Rasulullah % kembali 
menuju Mekkah. Di tengah perjalanan, Allah Ta'ala mengutus 
malaikat Jibril bersama malaikat gunung yang siap menunggu 
perintah Rasulullah % untuk membalikkan kedua gunung di 
Mekkah agar ditimpakan kepada penduduk Mekkah. 

Namun Rasulullah % hanya menjawab : 

^ sJ ^-j J-^-j "y- ^i -^Ji u-» f-u^>\ o-? J^-j j^ ^ ^JJ °J J?J °J. » 

« \x2, Aj jJ 






■J-J J^ejarak ^Mldup IKa&iilullah Jl*0 



"Justru saya berharap, Allah mengeluarkan dari tulang rusuk mereka, 
keturunan yang menyembah Allah Azza wa Jalla semata dan tidak 
menyekutukan-Nya" 

Akhirnya Rasulullah % kembali ke Mekkah dengan mendapat- 
kan perlindungan dari al-Muth'im bin ' Adi. 

Demikianlah ketabahan Rasulullah % dalam berdakwah. Perla- 
kuan buruk dan kasar tidak menjadikannya dendam dan mengha- 
rapkan kehancuran bagi umatnya. 

Menawarkan Islam ke Setiap Suku dan Perorangan 

Pada bulan Dzul Qa'idah tahun ke-10 kenabian Rasulullah M 
kembali ke Mekkah dan bersiap-siap mendakwahkan Islam ke 
setiap suku dan orang perorang, karena sebentar lagi akan datang 
musim haji di mana banyak orang yang berdatangan ke Mekkah 
dari berbagai penjuru untuk menunaikan haji. 

Dakwah Rasulullah % kepada setiap suku mengalami peno- 
lakan total. Namun dakwah ke perorangan, sebagiannya mendapat 
sambutan yang baik. Beberapa orang langsung menyatakan 
keimanannya, di antaranya adalah Abu Dzar al-Ghifari *&. 

Enam Orang Pelopor dari Madinah. 

Pada musim haji tahun ke-11 kenabian, dakwah Islam 
menemukan bibit-bibit yang baik, saat itu Rasulullah % berhasil 
mendakwahkan enam orang pemuda Yatsrib (Madinah), yang 
berasal dari suku Khazraj, mereka adalah : 

1 . As' ad bin Zurar ah. 

2. Auf bin al Harits bin Rif a' ah, Ibn ' Af ra' . 

3. Rafi' bin Malik bin 'Ajlan. 

4. Quthbah bin 'Amir bin Hadidah. 

5. 'Uqbah bin 'Amir bin Naby. 

3^ J^ejaran ^Hidup f\a6uluuak 3Ĕ£ 



6. Jabir bin Abdullah bin Ri'ab. 

Setelah Rasulullah H menyampaikan hakikat dan dakwah 
Islam serta membacakan al-Quran, merekapun menerimanya. Ter- 
lebih lagi mereka mengetahui dari orang Yahudi akan kedatangan 
nabi baru di zaman ini dan mereka akan memeranginya sebagai- 
mana peperangan terhadap 'Ad dan Tsamud. 

Disamping, para pemuda itu sudah muak dengan peperangan 
yang tak pernah henti antara penduduk Madinah. Mereka berharap 
Rasulullah % dapat menyatukan mereka sehingga tidak ada lagi 
pertikaian dan peperangan. 

Setelah iru mereka kembali ke Madinah dan mendakwahkan 
ajaran Islam kepada penduduk Madinah, sehingga tidak ada lagi 
yang tersisa di rumah-rumah Anshar kecuali di dalamnya disebut- 
sebut nama Rasulullah %. 

Pernikahan Rasulullah % dengan Aisyah mdiallahuanha 

Pada bulan Syawwal tahun kesebelas kenabian, Rasulullah % 
menikahi Aisyah radhiallahuanha saat dia dia berusia 6 tahun, 
namun baru dicampuri di Madinah pada bulan syawal tahun ke-1 
Hijriah saat Aisyah radhiallahuanha berusia 9 tahun. 



33 J^ejarah ~J4idup Kadulultak Js£ 



ISRA' MI'RAJ 

Di tengah kesedihan mendalam karena ditinggal orang-orang 
terdekat, sementara tekanan dari pihak orang Kafir Quraisy kian 
bertambah. Terjadilah sebuah peristiwa besar yang selalu disebut 
dalam sejarah, yaitu peristiwa Isra' Mi'raj Rasulullah %. 

Tidak disepakati secara pasti kapan persisnya peristiwa ini 
terjadi, namun yang pasti adalah bahwa peristiwa tersebut terjadi 
pada akhir masa keberadaan Rasulullah Jg di Mekkah sebelum 
hijrah ke Madinah. 

Rincian Peristiwa 

Rasulullah % di-Isra'-kan (diperjalankan) dengan jasadnya dari 
Masjidil Haram ke Baitul Maqdis dengan mengendarai Buraq, dan 
ditemani oleh malaikat Jibril alaihimassalam. Kemudian di sana 
beliau singgah dan menjadi imam shalat bagi para nabi. Sementara 
Buraq diikat di lingkaran pintu Masjidil Aqsha. 

Pada malam itu juga, beliau dengan buraq-nya Mi'raj (naik) 
dari Baitul Maqdis ke langit dunia. Satu demi satu lapis langit 
beliau lewati, dan setiap kali beliau melewati sebuah lapis langit, 
beliau menemui para nabi, mulai dari Nabi Adam 3S3 di langit 
pertama hingga Nabi Ibrahim 8S§I di langit ketujuh. Beliau mem- 
berikan salam kepada mereka, dan mereka menyambutnya dengan 
menjawab salam beliau seraya mengakui kenabian beliau %. 

Kemudian beliau naik lagi ke Sidratul Muntaha, lalu naik lagi ke 
Baitul Ma'mur. Kemudian beliau naik lagi menemui Allah Ta'ala, 
beliau mendekat kepada-Nya, lalu Allah memberikan wahyu-Nya 
yaitu tentang perintah sholat sebanyak lima puluh waktu dalan 
setiap hari. 

Setelah itu beliau kembali, lalu menemui Nabi Musa *a, beliau 
bertanya: "Apa yang diperintahkan Allah kepadamu?", beliau 

3t> J^ejarah ^Miaup Kaiulullah J^ 



menjawab: "Lima puluh shalai", Nabi Musa %&■ berkata lagi : 
"Umatmu tidak akan kuat dengan perintah itu, kembalilah menemui 
Tuhan-mu, mintalah keringanan untuk umatmu !". Kemudian 
Rasulullah 3*8 bersama Jibril kembali menemui Allah Ta'ala. Begitu 
seterusnya beliau bolak balik antara menemui Allah Ta'ala dan 
Nabi Musa 8S3 untuk meminta keringanan kewajiban shalat bagi 
umatnya. Hingga akhirnya Allah memberikan kewajiban kepada 
Rasulullah % dan umatnya untuk shalat hanya lima waktu dalam 
sehari. Sebenarnya Nabi Musa fm masih memerintahkan 
Rasulullah % untuk kembali, namun kali ini Rasulullah % 
menolaknya karena merasa malu sudah sekian kali minta 
keringanan dari Allah Ta'ala. 

Pada peristiwa Isra' Mi'raj, Rasulullah %, diperlihatkan bebe- 
rapa hal, di antaranya : 

Rasulullah JS ditawarkan khamar dan susu, beliau memilih 

susu. Maka dikatakan kepadanya : "Engkau telah diberi petunjuk 

atas jitrah, seandainya engkau mengambil khamar, maka umatmu 

akan tersesat". 

Beliau melihat orang-orang yang memakan harta anak yatim, 

mereka memiliki bibir seperti bibir onta. Mereka mengambil 

sepotong api neraka langsung dengan bibirnya itu, lalu api itu 

keluar dari duburnya. 

Beliau juga melihat mereka yang memakan riba, memiliki perut 

besar yang karenanya tidak dapat bergerak. 

Mereka juga melihat para pezina. Di hadapan mereka terdapat 

daging segar yang baik dan di sampingnya terdapat daging 

bangkai berbau busuk. Mereka memakan bangkai yang berbau 

busuk tersebut dan meninggalkan daging yang baik . 

Sekembalinya dari Isra' Mi'raj, keesokan harinya, Rasulullah % 
menyampaikan kebesaran Allah tersebut kepada kaumnya, namun 
mereka mengingkarinya dengan keras. Mereka meminta agar 

5 / ^ejarak ^Aridun /\adu.luuak JĔ$ 



Rasulullah % menjelaskan ciri Masjidil-Aqsha. Maka Allah mem- 
perlihatkan baginya mesjid tersebut sehingga beliau dapat melihat- 
nya dengan jelas. Lalu beliau terangkan ciri-cirinya sehingga 
mereka tak dapat membantahnya. Selanjutnya Rasulullah % 
mengabarkan rombongan yang dilihatnya ketika pulang dari Isra' 
Mi'raj, maka beliau sampaikan tentang waktu kedatangannya bah- 
kan disampaikan pula onta yang berada di depan rombongan 
tersebut, ternyata semuanya persis seperti apa yang beliau sampai- 
kan. Namun dengan semua itu orang-orang kafir justru semakin 
mengingkari Rasulullah 3§ dan semakin bertambah kekatirannya. 

Diriwayatkan bahwa julukan Ash-Shiddiq (Yang Membenarkan) 
bagi Abu Bakar ash-Shiddiq berawal dari pembenaran beliau terha- 
dap peristiwa Isra' Mi'raj yang Rasulullah % lakukan sementara 
orang-orang kafir mendustakannya. 

Al-Quran menjelaskan dengan ringkas tujuan dari perjalanan 
Isra' Mi'raj dalam ayatnya : 

[>l^ri \^yi\ ^0 liiiJl; ^jA /a^J } 



"Agar Kami ■perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan) 

Kami" (QS. al-Isra' : 1) 



JO J^>ejarak ^Midup Kaduluuak jd£§ 



BAI'AT AOABAH PEETAMA 

Sebagaimana telah disebutkan bahwa ada enam pemuda 
Madinah yang masuk Islam pada musim haji tahun ke-11 kenabian 
dan mereka berjanji untuk menyampaikan misi yang dibawa 
Rasulullah % kepada kaumnya. 

Maka diantara hasilnya, pada musim haji tahun berikutnya 
(tahun ke-12 kenabian), datanglah 12 orang, di antara mereka 
adalah 5 orang yang sebelumnya telah masuk Islam, ditambah 7 
orang lagi selain mereka, yaitu : 

1. Mu'az bin al Harits, Ibnu 'Afraa'. 

2. Dzakwan bin Abdul Qois. 

3. Ubadah bin ash-Shamit. 

4. Yazid bin Tsa'labah. 

5. al-Abbas bin Ubadah bin Nadhlihi. 

6. Abu Haitsam bin at-Taihan. 

7. 'Uwaim bin Sa'idah. 

Dua nama terakhir berasal dari suku 'Aus dan sisanya dari 
Khazraj. 

Mereka segera menghubungi Rasulullah % untuk bertemu di 
Aqabah Mina, lalu mereka berbai'at (sumpah setia) kepada 
Rasulullah %, untuk berjanji tidak akan menyekutukan Allah 
sedikitpun, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak- 
anak mereka, tidak melakukan dusta yang mereka ada-adakan 
antara tangan dan kaki mereka, dan tidak bermaksiat kepada 
Rasulullah %. . 

Duta Islam ke Madinah. 

Setelah bai'at dan seusai musim haji, Rasulullah % mengutus 
bersama orang-orang yang berbai'at tersebut duta pertama ke 
Yatsrib (Madinah), untuk mengajarkan ajaran-ajaran Islam kepada 

^^ ~J>ejarak ^Mldap r\aiuiu.liak Jg*$ 



kaum muslimin di sana, dan memberikan pemahaman agama serta 
menyebarkan Islam kepada mereka yang masih melakukan 
kesyirikan. Untuk tugas yang berat namun mulia ini, Rasulullah % 
memilih salah seorang pemuda Islam generasi pertama, yaitu 
Mush'ab bin 'Umair al-Abdary ^. . 

Kesuksesan Dakwah Mush'ab 

Di Madinah, Mush/ab tinggal bersama As'ad bin Zuroroh. Dari 
sanalah mereka menyebarkan Islam dengan penuh semangat. 

Usaha mereka ternyata membuahkan hasil, di antara 
keberhasilan dakwahnya di Madinah, adalah masuk Islamnya 
Sa'ad bin Mu'az dan Usaid bin Khudhair, dua orang pemimpin 
Bani Abdi al-Asyhal. Karena, setelah keduanya masuk Islam, 
semua orang dari sukunya berbondong-bondong menyatakan 
masuk Islam. Kecuali ada seorang yang terlambat masuk Islam, 
yaitu Ushairam, yang masuk Islam di tengah perang Uhud, 
kemudian dia langsung ikut berperang dalam barisan kaum 
muslimin dan akhirnya syahid dalam peperangan tersebut. Padahal 
belum pernah sekalipun dia bersujud kepada Allah Ta'ala (karena 
singkatnya waktu beriman yang dia lalui) . 

Sehingga Rasulullah % berkomentar tentangnya: 

? ' t * ' 

"Beramal sedikit, namun pahalanya banyak" 

Demikianlah seterusnya Mush'ab berda'wah di Madinah 
sehingga tidak ada lagi rumah di kalangan Anshor, kecuali di 
dalamnya terdapat pria atau wanita muslim. 

Sebelum datang musim haji berikutnya, tahun ke-13 kenabian, 
Mush'ab bin Umair kembali ke Mekkah untuk memberikan kabar 
gembira kepada Rasulullah % tentang sambutan luar biasa dari 
masyarakat Madinah atas dakwah yang dilakukannya. 

OU S^eiarak ^Mlaup /\a3uluuak 3z£ 



BAI'AT AQOBAfl K£DUA 

Pada musim haji tahun ke-13 kenabian. Kaum muslimin dari 
Madinah yang berjumlah tujuh puluhan, ikut dalam rombongan 
orang-orang musyrik untuk melakukan ibadah haji. 

Setibanya di sana, mereka segera menghubungi Rasulullah %, 
lalu dengan rahasia sepakat bertemu di tengah hari-hari tasyriq di 
suatu lembah Aqabah dekat Jumrah 'Ula di Mina untuk melakukan 
Bai'at. 

Pada hari yang telah ditentukan, di tengah malam yang gelap 
gulita. Sambil mengendap-endap agar tidak diketahui rombongan- 
nya -kaum musyrikin- mereka pergi ke Lembah Aqabah. Mereka 
saat itu berjumlah tujuh puluh tiga orang laki-laki dan dua orang 
wanita; Nusaibah binti Ka'ab (Ummu 'Ammarah) dan Asma binti 
Amr (Ummu Mani'). Sementara itu Rasulullah H datang bersama 
'Abbas bin Abdul-Muththalib yang saat itu masih memeluk agama 
kaumnya, namun dengan senang hati dia turut menghadirinya. 

Sebelum melakukan bai'at, Jabir bertanya kepada Rasulullah %\ 
"Ya Rasuluhdlah, atas apa kami harus berbaiat ?". 

Rasulullah % bersabda: "Kalian Jiarus patuh dan taat, baik saat 
giat maupun malas, harus bershodaqoh baik saat susah maupun senang, 
harus memerintah kepada i/ang ma'ruf dan mencegah yang mungkar, 
harus berjuang di jalan Allah, dan jangan mundur toalaupun hinaan 
orang, harus menolongku jika aku datang ke tempat kalian dan 
melindungiku sebagaimana kalian melindungi diri kalian dan anak isteri 
kalian. Dan balasan bagi kalian adalah syurga" . 

Setelah masing-masing pihak memahami satu persatu isi bai'at 
yang akan mereka ucapkan dan sadar akan konsekwensinya yang 
berat serta kesiapan mereka untuk melaksanakan bai'at tersebut, 
maka mulailah satu persatu mereka berbaiat kepada Rasulullah % 
dengan cara berjabat tangan. Adapun terhadap kedua wanita yang 

"1 J^ejarah ^Miaup Ka6uluUak Jg£ 



turut serta dalam bai'at tersebut, Rasulullah M cukup mengambil 
bai'atnya dengan ucapan saja. Sebab Rasulullah % tidak pernah 
sekalipun bersalaman dengan wanita yang bukan mahramnya. 

Demikianlah bai'at Aqabah kedua yang juga dikenal dengan 
Bai'at Acjabah al-Kubro berakhir dengan penuh persaudaraan dan 
komitmen yang teguh untuk saling membela Islam. Dari sinilah 
kekuatan Islam yang akan menggetarkan dunia sedang diayunkan.. 

12 Orang Naqib (Kepala regu) 

Setelah baiat selesai dilaksanakan, Rasulullah % minta kepada 
peserta bai'at tersebut untuk menunjuk 12 orang di antara mereka 
sebagai pemimpin dan diserahkan tanggung jawab atas regunya 
masing-masing dalam melaksanakan isi bai'at tersebut. 

Maka segera saja mereka memilih dua belas orang tersebut, 11 
orang dari suku Khajraj dan 3 orang dari Aus. 

Setan Mengetahui Peristiwa Bai'at 

Pada detik-detik terakhir, setan mengetahui adanya bai'at terse- 
but. Namun karena sempitnya waktu, tidak mungkin baginya 
menyampaikan hal itu kepada para pemimpin Quraisy secara 
rahasia agar mereka melakukan penyergapan mendadak. akhirnya 
dia naik ke sebuah bukit lalu berteriak tentang pertemuan itu. 

Rasulullah % yang mendengarkan teriakan setan tersebut 
segera memerintahkan para peserta bai'at untuk kembali ke 
rombongannya. Pada awalnya mereka siap untuk menghadapi 
kaum musyrikin, namun Rasulullah % katakan bahwa beliau 
belum diperintahkan untuk itu. Lalu mereka kembali, dan tidur di 
tengah rombongannya hingga pagi. 

Keesokan harinya, kaum kafir Quraisy mendatangi perkema- 
han penduduk Yatsrib untuk memprotes dengan keras adanya 
perjanjian tersebut kepada para pemimpin rombongan kaum 

OZ J^ejarak *J4iaup r^aiuiuuak JĕJ$ 



musyrikin Madinah, karena mereka mengetahui bahaya besar dari 
pertemuan itu bagi mereka. Tentu saja para pemimpin rombongan 
-karena memang hal tersebut dilakukan dengan sangat rahasia- 
menolak mentah-mentah tuduhan orang kafir Quraisy. 

Sementara orang-orang muslim, hanya dapat saling meman- 
dang saru sama lain, tidak menyangkal dan tidak mengiyakan. 

Akhirnya para pemimpin Quraisy membenarkan ucapan 
pemimpin kaum musyrikin dari Madinah, lalu mereka kembali 
dengan tangan hampa. 



OJ J^ejarah ^Midup /Kaiuudiak jz$ 



HIJRAH KE MADINAH 

Pionir-Pionir Hijrah 

Setelah selesai Bai'at Aqabah kedua, dan setelah Islam menda- 
patkan wilayah yang siap menampung mereka. Maka sejak saat itu 
Rasulullah % mengizinkan para sahabatnya berhijrah ke Madinah. 

Tantangan hijrah sangatlah berat. Para sahabat harus 
menanggung berbagai macam resiko agar dapat hijrah. Ada yang 
meninggalkan sanak saudaranya, hartanya, bahkan ada yang teran- 
cam jiwanya. Belum lagi meninggalkan kampung halaman yang 
sudah pasti berat bagi setiap orang. 

Namun demikian satu persatu, kaum muslimin berhasil mela- 
kukan hijrah ke Madinah. Mereka umumnya pergi berkelompok- 
kelompok dan dengan sembunyi-sembunyi, sedikit saja yang pergi 
dengan terang-terangan. 

Selang dua bulan lebih beberapa hari setelah Bai'at Aqabah 
kedua, akhimya tidak ada kaum muslimin yang tersisa kecuali 
Rasulullah %, Abu Bakar dan Ali bin Thalib radhiallahuanhuma, 
serta mereka yang ditahan olah kaum musyrikin. 

Sementara itu, Rasulullah % tengah menunggu-nunggu saat- 
saat Allah mengizinkannya berhijrah. Abu Bakar yang saat itu telah 
bersiap-siap untuk hijrah, diminta Rasulullah % untuk ikut 
menemaninya. 

Parlemen Quraisy (Darunnadwah) 

Setelah mengetahui kepergian para sahabat Rasulullah %, ke 
Madinah, kaum kafir Quraisy mengalami kekalutan. Bayang- 
bayang bahaya besar ada di depan mereka dan merasa bahwa 
keberadaan mereka secara idiologis dan ekonomi sangat terancam. 
Sebab mereka tahu betul pengaruh Rasulullah M terhadap para 

0*4 J^ejaran ^Mlaup r\a6uluuali J^ 



sahabatnya untuk membela dan memperjuangkan aqidahnya, 
apalagi jika dengan kekuatan kaum muslimin Madinah yang kini 
telah bersatu setelah sekian lama dilanda pertikaian antara suku. 

Di sisi lain, letak kota Madinah sangat strategis. Kota tersebut 
merupakan tempat lalu lalang kafilah dagang dari Yaman ke Syam. 
Sa'at itu penduduk Mekkah biasa melakukan perjalanan bisnis ke 
negri Syam dengan nilai perdagangan yang sangat tinggi. Dan 
semua itu sangat tergantung dengan kondisi keamanan di jalur 
tersebut. 

Bertitik tolak dari hal itu, para pembesar Quraisy sepakat ber- 
kumpul untuk membicarakan cara paling efektif untuk meng- 
hadapi bahaya tersebut. 

Maka pada hari Kamis 26 Shafar tahun 14 kenabian, diadakan 
pertemuan yang paling penting dalam sejarah suku Quraisy di 
Daarunnadwah; tempat yang biasa mereka pergunakan untuk 
bermusyawarah membicarakan masalah-masalah penring di tengah 
masyarakat. 

Pada pertemuan tersebut, semua utusan dari suku-suku 
Quraisy berupaya memadamkan cahaya dakwah yang dibawa 
Rasulullah %. Hadir pula dalam pertemuan tersebut, seorang tua 
yang mengaku dirinya sebagai orang tua dari Nadj, sebenarnya dia 
adalah setan yang menyerupai manusia. 

Setelah berembuk sekian lama, akhirnya mereka sampai pada 
kesepakatan untuk membunuh Rasulullah %. Kesepakatan itu 
diambil setelah Abu Jahal menyampaikan pendapat tersebut; 
dengan cara setiap suku mengirimkan seorang pemudanya yang 
gagah perkasa serta dibekali sebilah pedang yang tajam. Kemudian 
mereka diperintahkan secara bersama membunuh Rasulullah %. 

Pendapat inilah yang akhirnya disepakati, dan ternyata 
dikuatkan oleh orang tua dari Najd tadi. 

65 Seiarak J4Uu.p KaduLllaL !Ĕ$ 



Hijrahnya Rasulullah % 

Ketika kesepakatan membunuh Rasulullah % telah diambil, 
malaikat Jibril segera memberitahu Rasulullah % tentang rencana 
makar mereka. Dia juga memberitahukan bahwa Allah ta'ala telah 
mengizinkannya untuk melakukan hijrah. 

Rasulullah % segera menuju rumah Abu Bakar, di siang hari 
yang terik dan pada waktu yang biasanya jarang orang lalu lalang. 

Sesampainya di rumah Abu Bakar, Rasulullah % meminta 
kepadanya agar tidak ada seorangpun keluarganya yang berada di 
dalam, karena dia akan menerangkan rencana perjalanan Hijrahnya 
kepadanya. Abu Bakar sangat gembira dengan dipilihnya dia 
sebagai teman yang mendampingi hijrah Rasulullah %. 

Setelah itu Rasulullah % kembali ke rumahnya, menunggu 
datangnya malam. 

Pengepungan Rumah Rasulullah %. 

Pada saat yang bersamaan para pembesar suku Quraisy sudah 
bersiap-siap untuk melaksanakan rencana mereka. Rencana sudah 
mereka susun di siang harinya secara matang. Mereka telah 
memilih 11 orang dari masing-masing suku untuk menunaikan 
tugas tersebut. 

Ketika gelap malam mulai tiba, mereka bergerak dengan 
mengintai rumah Rasulullah J§, jika mereka melihat beliau telah 
tertidur, maka ekskusi tersebut akan mereka lakukan. 

Berdasarkan kesepakatan, ekskusi tersebut akan mereka 
lakukan pada pertengahan malam. Mereka sangat yakin ekskusi 
tersebut akan berhasil dilaksanakan. 

Namun di balik semua itu ada Allah Ta'ala yang selalu 
melindungi hamba-Nya dan berbuat sesuai kehendak-Nya. Dia 
berhrman : 

OO J^>ejarah ^Midup r^aiuluUak JĔ$ 



"Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya 
upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau 
membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan 
Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu 
daya" (QS. al-Anfal : 30) 

Maka pada waktu yang sangat kritis tersebut, Rasulullah % 
memerintahkan Ali bin Abi Thalib * untuk tidur di tempat 
tidurnya dengan menggunakan selimut yang biasa beliau gunakan. 

Setelah itu Rasulullah % keluar menerobos kepungan mereka 
yang saat itu penglihatannya Allah cabut sehingga tidak melihat 
Rasulullah %. Bahkan beliau % sempat mengambil tanah dalam 
dua genggam tangannya dan menuangkannya di atas kepala- 
kepala mereka. 

^ f4* }-^M-^ lH ^-0^~ Cr?J ^ p-r-^ 1 dW Cr? ^*?-J )> 

lo-i »j>-] \ (gg) Oj/v=-H 

"Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka 
dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak 
dapat melihat" (QS. Yasin : 9) 

Kemudian pada malam itu juga, Rasulullah %, berjalan menuju 
rumah Abu Bakar -i^. 

Sementara itu para pengepung rumah Rasulullah % masih 
menunggu-nunggu waktu pelaksaan ekskusi tersebut. Namun 
seseorang datang melewati tempat mereka, seraya bertanya: "Apa 
yang kalian tunggu ?", mereka menjawab : "Muhammad" , orang 

67 S.jarak JJJap gaMlak M 



tersebut lantas berkata: "kalian telah tertipu dan gagal, demi Allah, dia 
telah yergi meninggalkan kalian, dan dia telah menuangkan debu di atas 
keyala kalian". Mereka berkata : "Demi Allah, kami tidak melihatnya", 
lalu mereka membersihkan debu dari kepala mereka. 

Mereka segera masuk ke rumah dan melihat ada seseorang 
yang sedang tidur. Mereka mengira bahwa dia adalah Rasulullah 
% yang sedang tidur dibalik selimutnya. Namun ternyata yang 
tidur di tempat itu adalah Ali bin Abi Thalib ■*. 

Dari rumah menuju gua 

Rasulullah % keluar dari rumahnya pada malam 27 Shafar 
tahun 14 kenabian. Lalu beliau mendatangi rumah sahabatnya; Abu 
Bakar ash-Shiddiq. Kemudian lewat pintu belakang, mereka berdua 
segera bertolak keluar Mekkah, sebelum terbit fajar. 

Rasulullah % menyadari betul bahwa ketika orang kafir 
Quraisy mengetahuinya hijrah ke Madinah, mereka akan dengan 
sekuat tenaga mencegahnya. Dan yang paling pertama mereka 
lakukan adalah mengejar Rasulullah % lewat jalur yang biasa 
digunakan untuk menuju Madinah, yaitu ke arah utara. Karena itu 
untuk menghindari kejaran mereka, Rasulullah % menempuh jalur 
yang berlawanan sama sekali, yaitu berjalan ke arah selatan, 
menuju ke negeri Yaman. Beliau dan Abu Bakar terus berjalan 
hingga sekian mil, sampai kemudian mereka tiba di gunung Tsur; 
gunung yang tinggi menjulang dengan jalan yang curam serta sulit 
didaki. Lalu pada ketinggian gunung tersebut mereka beristirahat 
di sebuah gua yang di kenal sebagai gua Tsur. 



Oo J^ejarak ^Midup KaiuluUak J 



Di Gua Tsur 

Sebelum masuk ke dalam gua, Abu Bakar melarang Rasulullah 
% masuk lebih dahulu sebelum dirinya, supaya jika terjadi sesuatu, 
hanya akan menimpa dirinya. Kemudian setelah masuk ke dalam 
gua, beliau mendapati banyak lobang di dalamnya, maka dia sobek 
kainnya untuk menyumpal lobang tersebut, hingga tersisa dua 
lobang yang tidak terdapat lagi sisa kain untuk menyumpalnya, 
akhirnya kedua kakinya dijulurkan untuk menutupi kedua lobang 
tersebut. Setelah itu baru beliau mempersilahkan Rasulullah % 
untuk masuk. 

Maka masuklah Rasulullah %, lalu beliau berbaring dan tidur 
di atas pangkuannya. Sebagai bukti kecintaan Abu Bakar terhadap 
Rasulullah %, beliau tetap menahan kakinya menutupi lobang itu 
agar Rasulullah % tidak terbangun dari tidurnya meskipun 
kakinya dipatuk sesuatu dari dalam lobang tersebut, beliau tahan 
sakitnya hingga air matanya menetes mengenai wajah Rasulullah 
M hingga beliau terbangun. Setelah mengetahui sebabnya, maka 
Rasulullah % meludahi kaki beliau hingga hilang rasa sakitnya. 

Di dalam gua tersebut mereka menetap selama tiga malam. 
Abdullah bin Abu Bakar as-Shiddiq, setiap malam menemui 
keduanya untuk menyampaikan berita yang dia dengar dari kaum 
Quraisy di siang harinya, lalu menjelang Fajar dia segera pulang, 
sehingga pagi harinya sudah berada di tengah masyarakat Mekkah 
tanpa menimbulkan kecurigaan. 

Sementara itu, Amir bin Fuhairah -budak Abu Bakar- 
menggembala kambing di sekitar tempat tersebut, dia bertugas 
memberikan hasil perahan susu kambingnya kepada mereka 
berdua, juga untuk menghilangkan jejak Abdullah bin Abu Bakar 
dengan menggiring kambingnya pada bekas-bekas tapaknya. 



69 Sejarali J4ilup Kaiu.lu.lLk )Ĕ$ 



Di sisi lain, kaum Quraisy sangat galau ketika mereka tidak 
juga dapat menemukan Rasulullah % hingga pagi hari. Mereka 
segera memukul Ali bin Abi Thalib 4», diseretnya dia ke Ka'bah 
dan ditahan di sana selama beberapa jam, namun mereka tidak 
mendapatkan berita apa-apa darinya. Merekapun mendatangi 
rumah Abu Bakar, juga tidak mendapatinya. Asma' yang ketika itu 
ditanya tentang keberadaan Abu Bakar, menyatakan tidak tahu, 
Abu Jahal menamparnya dengan keras, hingga anting-antingnya 
terlepas. 

Kaum kafir Quraisy segera mengumumkan sayembara dengan 
hadiah serarus onta bagi siapa saja yang dapat menangkap 
Rasulullah %, hidup atau mati. Setelah pengumuman tersebut, 
semakin banyak orang mencarinya dengan sungguh-sungguh ke 
segala penjuru. Bahkan di antara mereka ada yang sudah tinggal 
beberapa langkah di depan gua Tsur. Abu Bakar sudah melihat 
kaki-kaki mereka tampak di mulut gua, seandainya mereka 
menunduk sedikit saja, niscaya mereka segera menemukannya. 

Abu Bakar yang ketakutan, khawatir mereka akan menemukan 
Rasulullah M, namun beliau % menenangkan, dengan bersabda : 

« ll^JU; llJI j^JLj ^SC Ul Lj dJLuS C« » 

"Bagaimana pendapatmu ya Abu Bakar dengan dua orang di mana yang 
ketiganya adalah Allah". 

Dan akhirnya para pencari itu meninggalkan tempat tersebut. 

Menuju Madinah 

Ketika upaya pencarian sudah mulai reda, Rasulullah % 
bersiap-siap berangkat menuju Madinah. 

Sebelumnya Rasulullah % telah menyewa Abdullah bin 
Uraiqirh al-Laitsi sebagai penunjuk jalan, mereka telah berjanji 

'" ~S)ejaran ^J4iaup Kaiuiuiian Jb£ 



untuk bertemu di depan gua Tsur setelah tiga malam berikutnya 
dengan dua hewan tunggangan. 

Sementara itu, Asma binti Abu Bakar bertugas menyiapkan 
perbekalan makanan bagi keduanya. Untuk membawa dua tempat 
makanan dia harus memotong ikat pinggangnya menjadi dua, satu 
untuk mengikat ransum makanannya, dan satu lagi untuk dia 
pakai sebagai ikat pinggang. sehingga dia dikenal dengan sebutan 
"Dzatunnithoqoin" (Wanita pemilik dua ikat pinggang). 

Setelah segala sesuatunya siap, berangkatlah Rasulullah % dan 
Abu Bakar ash-Shiddiq 4h dengan penunjuk jalan Abdullah bin 
Uraiqith, yang saat itu masih kafir namun dipercaya oleh mereka. 

Pertama-tama mereka lewat arah selatan menuju Yaman, 
kemudian ke arah barat menuju pantai, hingga sampai pada tempat 
yang tidak biasa dilalui orang, mereka merubah haluan ke arah 
utara dekat laut merah, lalu menempuh jalur yang tidak biasa 
dilalui manusia. 

Di tengah perjalanan, mereka dikejar oleh Suraqah yang 
mengetahui berita perjalanan mereka dari seseorang. Namun ketika 
jarak mereka sudah sangat dekat, berkali-kali kuda yang ditung- 
gangi Suraqah tersungkur tidak dapat berjalan, sampai akhirnya 
dia membatalkan rencananya untuk menangkap Rasulullah %. 

Singgah di Quba 

Pada hari Senin tanggal 8 Rabiul Awal tahun 14 kenabian atau 
tahun pertama Hijriah, Rasulullah % si nggah di Quba. Di sana 
beliau menetap selama 4 hari dan membangun masjid Quba, lalu 
shalat di sana. Itulah masjid yang pertama kali dibangun dengan 
landasan taqwa setelah kenabiannya. 

Ali bin Abi Thalib 4», setelah menyelesaikan urusan yang 
dipesankan Rasulullah % segera menyusul beliau hijrah ke 
Madinah dan menemuinya di Quba. 

' 1 Siejarah J4idup Ka6u.lu.uak JĔf 



Pada hari Jum'at Rasulullah M meninggalkan Quba, untuk 
menuju Madinah, serombongan Bani Najjar mengawal perjalanan 
Rasulullah %. Setibanya di Bani Salim bin 'Auf mereka melakukan 
shalat Jum'at. 

Masuk ke Kota Madinah. 

Setelah selesai Jum'at, Rasulullah % memasuki kota Madinah. 
Pada saat itu nama kota Yatsrib diganti menjadi Madinatur Rasul 
(Kota Rasul), kemudian lebih mudah disebut sebagai Kota 
Madinah. 

Beliau disambut dengan gegap gempita oleh kaum muslimin di 
Madinah, kebahagian dan kegembiraan sangat tampak di kalangan 
kaum muslimin ketika menyambutnya. Merekapun melantunkan 
bait-bait syair penyambutan yang semarak: 




Bulan Purnama telah terbit di atas kami 

Dari Tsaniatil Wada' 

Kami harus bersyukur 

Atas apa yang dia serukan dijalan Allah 

Wahai orang yang diutus untuk kami 

Engkau datang membawa perkara yang harus dita'ati 

Kalangan Anshar, meskipun mereka tidak kaya raya, berebut 
agar rumahnya menjadi tempat singgahan Rasulullah %. Setiap 
kali Rasulullah «H berlalu di depan rumah mereka, tali hewan 

/* *J>ejai*ak -J4ulup Kaiututlan 2& 



tunggangannya mereka tarik-tarik, mengharap agar Rasulullah % 
singgah di rumahnya. Namun Rasulullah % meminta agar 
membiarkan ontanya berjalan sendiri. 

Dibiarkanlah onta tersebut berjalan, hingga kemudian dia 
berhenti dan berdekam di tempat yang sekarang menjadi mesjid 
Nabawi, kemudian berjalan lagi sebentar, namun kembali lagi ke 
tempat semula. 

Kemudian Rasulullah % bertanya : "Siapakah yang rumahnya 
paling dekat dari tempat ini ?". Abu Ayub berkata : "Saya ya 
Rasulullah /". Akhirnya Rasulullah % singgah di rumah Abu Ayyub 
al-Anshari. 

Beberapa hari kemudian, menyusul tiba isterinya; Saudah dan 
kedua anak beliau; Fatimah dan Ummu Kultsum, lalu Usamah bin 
Zaid, Ummu Aiman. Ikut juga bersama mereka Abdullah bin Abu 
Bakar yang membawa keluarga Abu Bakar, termasuk di dalamnya 
Aisyah radiallahuanha. 

Rasulullah M berdoa : 



» 



l^C* j ^j « \^^j t £~ jj?\ 'j\ <& &£ <L>ji £jj L^ ^jj 

« ijtUi-1 J lgAj<>-\i Uui~ \ai\j i li-Loj 

"Ya Allah, berilah kami rasa cinta terhadap Madinah sebagaimana kami 
mencintai Mekkah, atau lebih dari itu, sebarkanlah kesehatan padanya. 
Berkahilah takaran dan ukurannya, pindahkanlah (penyakit) demamnya 
dan tempatkanlah di Juhfah" 

Sampai di sini berakhirlah periode pertama bagian kehidupan 
Rasulullah %, yaitu Periode Dakwah di Mekkah. 



< $ J^ejarak J4idu.f> Kaiu.lu.Uak _2ggf 



FASE MADINAH 

Komposisi Penduduk Madinah 

Masyarakat Madinah ketika kedatangan Rasulullah % , terdiri 
dari tiga golongan. 

1. Kaum muslimin yang terdiri dari kalangan Muhajirin (Para 
sahabat yang hijrah dari Mekkah) dan Anshar (Para sahabat 
penduduk asli kota Madinah). 

Meskipun mereka telah masuk Islam, namun tugas 
Rasulullah % tidak hanya sampai disitu, tapi bagaimana 
menata mereka menjadi muslim berkualitas yang memiliki 
pemahaman terhadap agamanya dan mampu merealisasikan- 
nya dalam kehidupan bermasyarakat. 

Masalah lain yang dihadapi adalah kesenjangan sosial, 
antara kaum Anshar yang berada dan kaum Muhajirin yang 
miskin tidak memiliki harta benda. 

2. Kaum musyrikin. Di antara mereka ada yang sudah ragu 
terhadap keyakinan syiriknya dan tidak menyimpan dendam 
kesumat terhadap Islam, sehingga banyak di antara mereka 
yang kemudian masuk Islam. Namun ada juga yang tetap 
memusuhi Islam dalam kesyirikannya, namun tidak berani 
berbuat apa-apa karena kekuatan kaum muslimin yang 
semakin besar. 

Akhirnya yang mereka lakukan adalah berpura-pura 
masuk Islam, sambil tetap menyembunyikan kekufuran dan 
kebenciannya terhadap Islam. Merekalah orang-orang 
munafiq, dengan tokohnya; Abdullah bin Ubay. 

3. Kaum Yahudi. Mereka adalah orang-orang yang berasal dari 
ras Yahudi yang sudah bercampur baur dengan masyakat 
Arab Madinah, namun tetap menjaga aturan-aturan dan adat 



/*+ J^ejarah ^Ariaup Kc 



. adu.lulla, 



istiadat mereka dan tentu saja keyakinannya. Merekalah yang 
selama ini menguasai perekonomian masyarakat Madinah 
dan dikenal sebagai orang-orang yang banyak memiliki 
keahlian. 

Kedatangan Islam di kota Madinah mereka sikapi dengan 
pandangan kebencian dan kedengkian. 

Di Madinah saat itu, terdapat tiga suku Yahudi yang 
terkenal, yaitu: 1- Bani Qoinuqa', 2- Bani Nadhir, 3- Bani 
Quraizhah. 

Kesemuanya memiliki karakteristiknya masing-masing untuk 
dihadapi dengan sikap berbeda namun tepat dalam rangka mem- 
bangun masyarakat baru yang kokoh dan kuat. 



/5 J^ejarak -Midup Kaiuluuak Jg$ 



I 



Membangun Mesjid 

Langkah pertama yang dilakukan Rasulullah % adalah mem- 
bangun mesjid Nabawi. Lokasinya diambil di tempat berdekamnya 
onta Rasulullah % saat pertama kali beliau tiba di Madinah. Tanah 
tersebut dibeli dari dua orang anak yatim. 

Pembangunan mesjid dimulai, dan Rasulullah % terlibat lang- 
sung di dalamnya, beliau mengangkat batu bata, seraya melantun- 
kan bait : 






\ ^USu^ ;>Vi^%l>V^ 



"Ya Allah, tidak ada kehidupan selain kehidupa akhirat 
Ampunilah orang-orang Anshar dan Muhajirin" 

Hal tersebut tentu saja menambah semangat para sahabat unruk 
bekerja. 

Kiblat mesjid menghadap ke Baitul Maqdis (Sebelum kiblatnya 
dirubah ke Masjidil Haram). Kedua sisinya dibuat dari batu, 
sementara dinding mesjid terbuat dari bata dan tanah. Sedang 
atapnya dari pelepah kurma dan tiangnya dari pangkal pohon 
Korma, sedang lantainya dihamparkan batu krikil dan pasir. 
Pintunya ada tiga. Panjang mesjid dari Kiblat hingga belakang 

76 Jiejarah J4idup hCaiu.lu.Uah ,2*5 



kurang lebih seratus hasta, begitu juga lebarnya. Pondasinya sekitar 
tiga hasta. 

Selesai membangun mesjid, Rasulullah % membangun peru- 
mahan unruk isteri-isterinya, yang terbuat dari tanah liat dengan 
atap pelepah kurma. Kemudian beliau pindah dari rumah Abu 
Ayub al-Anshari. 

Mesjid Nabawi pada saat itu, selain sebagai tempat shalat, juga 
merupakan tempat berkumpul kaum muslirnin untuk membicara- 
kan berbagai hal penting dan menyelesaikan berbagai perkara di 
antara mereka. Selain itu, berrungsi juga sebagai tempat tinggal 
bagi kalangan Muhajirin yang tidak mendapatkan tempat tinggal 
atau sanak saudara di Madinah. 

Mempersaudarakan Kaum Muslimin 

Langkah Rasulullah % berikutnya adalah mempersaudarakan 
kaum Muhajirin dan Anshar. Hal tersebut terjadi di rumah Anas 
bin Malik. Saat itu berkumpul sembilan puluh orang, sebagian dari 
kalangan Anshar, dan sebagian lagi dari kalangan Muhajirin. Lalu 
Rasulullah % mempersaudarakan mereka satu persatu, untuk 
saling tolong menolong dan saling mewarisi. Hingga kemudian 
Allah menurunkan ayatnya : 

"Omng-omng yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih 
berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabatnya)" 

(QS. al-Anfal : 75) 

Maka setelah itu, waris hanya diberikan kepada kerabat, namun 
persaudaraan mereka tetap berlaku. 

Persaudaraan tersebut benar-benar diwujudkan oleh kaum 
muslirnin dengan kesungguhan. Orang-orang Anshar sangat besar 
perhatiannya terhadap saudara-saudaranya dari kalangan Muhaji- 

77 Sejarak J4Uup jQaiu(J(ak M 



rin. Mereka sangat mengasihi saudaranya, mengorbankan harta- 
nya, bahkan lebih mementingkan saudaranya walaupun mereka 
sendiri kesusahan (itsar). Sementara kaum Muhajirin menerimanya 
dengan sewajarnya, tidak menjadikannnya sebagai kesempatan 
yang berlebih-lebihan. 

Diriwayatkan bahwa Rasulullah 3H mempersaudarakan antara 
Abdurrahman bin Auf dan Sa'ad bin Rabi'. 

Sa'ad berkata : 

"Saya orang Anshar yang kaya, saya akan bagi dua harta saya, dan saya 
memiliki dua isteri, yang mana yang kamu suka, sebutkan saja, saya akan 
menceraikannya danjika telah selesai iddahnya, nikahilah". 

Namun dengan santun Abdurrahman bin 'Auf menjawab: 

"Semoga Allah memberkahimu, keluargamu dan hartamu, mohon 
tunjukkan kepada saya di mana pasar Madinah ?". 

Lalu Sa'ad meunjukkan kepadanya pasar Bani Qainuqa untuk 
melakukan kegiatan perdagangan di sana, dan tak beberapa lama 
dia sudah dapat menghasilkan keuntungan yang besar. 

Tindakan mempersaudarakan ini sangat efektif dalam 
mengatasi problem kesenjangan sosial antara kaum Muhajirin dan 
Anshar. 

Perjanjian Islam 

Kemudian, Rasulullah % mengadakan perjanjian antar sesama 
muslim. Ada 16 butir isi perjanjian, yang secara umum berisi 
tentang perintah unruk bersatu dan saling tolong menolong, 
larangan mer^alimi, menjaga kehormatan, jiwa dan menjadikan 
Allah serta Rasul-Nya sebagai rujukan dari semua perselisihan di 
antara mereka. 

Dengan adanya perjanjian tersebut, kekuatan sendi-sendi 
masyarakat semakin kokoh. Bahkan tidak hanya sampai disitu, 



Rasulullah M juga mendidik para sahabat agar menjadi pribadi- 
pribadi mu'min yang berkualitas, berjiwa suci, berakhlak mulia, 
menanamkan kasih sayang, bersaudara, beribadah dan taat kepada 
Allah Ta'ala. 

Ketika salah seorang shahabat bertanya kepadanya: "Islam apa 
yang paling baik ?", Rasulullah % menjawab : 

"Engkau memberi makan (orang lain) serta mengucapkan salam kepada 
orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal" 

Dilain waktu beliau % bersabda : 

j^jl \jt*j < f i^jVi \j\~0j « f i^ji \^JJ\j c fitj\ \jjS\ ^ilii 41 u » 

« ^!jCj &Ji \jiX-jj t *Q ^llJlj 

'Wa/ari manusia, tebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah 
silaturrahim, shalatlah di waktu malam ketika orang lain tidur, kalian 
akan masuk syurga dengan tentram" 

Dan di antara sabdanya juga : 



« «UjIjj 4J U>- ^yll V [y> ilkJI ^jjwJU V » 

"Tidak masuk syurga orang yang tetangganya tidak aman dari 
kejahatannya" 

« iJuj 4JLJ ja jj^lLjl jLL- Cr° (^"^ 1 » 

"Orang m«s/zm ada/a/i ora«g yang orang-orang muslim (lainnya) selamat 
dari lisan dan tangannya" 

"Tidaklah beriman seorang di antara kalian sebelum dia mencintai 
saudaranya sebagaima dia mencintai dirinya sendiri" 



'" S^ejarak J4idap KtwuluUaL J^§ 



"Antar mu'min yang satu dengan mu'min lainnya, bagaikan bangunan, 
satu sama lain saling menguatkan" 

Dan masih banyak hadits-hadits Rasulullah % lainnya yang 
besar pengaruhnya dalam menciptakan pola hubungan yang baik 
di tengah masyarakat muslim. Sehingga masyarakat pada zaman 
sahabat dikenal sebagai contoh masyarakat yang ideal dan menjadi 
panutan sepanjang sejarah. 

Di sisi lain, kepribadian Rasulullah % sebagai pemimpin yang 
sangat agung, berwibawa dan berakhlak mulia, sangat besar 
perannya dalam mengarahkan masyarakat baru Madinah yang 
mampu mengatasi berbagai rintangan ke depannya. 

Perjanjian Dengan Kaum Yahudi 

Keberadaan kaum Yahudi sebagai bagian masyarakat Madinah 
tidak dapat dipungkiri. Walaupun mereka membenci Islam dalam 
dirinya, tapi sampai saat itu, mereka tidak menampakkan permu- 
suhan. Karena itu, Rasulullah % merasa perlu mengadakan perjan- 
jian dengan mereka untuk semakin menguatkan sendi-sendi 
masyarakat Madinah. 

Inti dari perjanjian tersebut adalah, saling menjaga keamanan 
bersama, saling menasihati, saling membantu, saling membela dari 
serangan musuh, menghormati kepercayaannya masing-masing 
dan tidak boleh saling menyerang atau memusuhi, dan jika ada 
pertikaian di antara mereka, maka rujukannya adalah Allah Ta'ala 
dan Rasul-Nya. 

Dengan demikian, lengkaplah sudah, Rasulullah M telah mem- 
bentuk satu masyarakat yang tertata sedemikian rupa sehingga 
memenuhi syarat untuk dikatakan bahwa masyarakat di Madinah 
ketika itu adalah sebuah negara berdaulat dengan kekuasaan yang 
sah dan Rasulullah % sebagai pemimpinnya. 



oU ^ejarak ^J4idu.p r^adaiuuak j££ 



I PEEANe MELAWAM OEANa KAFIR 

Meskipun Rasulullah % serta para sahabat telah hijrah ke 
Madinah dan mulai mapan tinggal di sana, namun hal tersebut 
tidak membuat orang-orang kafir Quraisy berdiam diri. Mereka 
justru gencar melakukan ancaman dan rencana penyerangan. 

Hal tersebut tidak dianggap remeh oleh Rasulullah % dan para 
sahabat, sehingga mereka selalu dalam keadaan siap siaga meng- 
hadapi kemungkinan terjadinya penyerangan. 

Dalam kondisi yang menegangkan seperti itu, Allah Ta'ala 
menurunkan ayat.yang mengizinkan kaum muslimin berperang 
untuk menyingkirkan kebatilan dan menegakkan syi'ar Allah. 

^(cgjD^JlL) ^-AyvaJ IjS' AJJI (J[j Ij-JJs l^b ^_j__jjlxilj jjiJJJ Q}\ f 

"Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena 
sesungguhnya mereka telah dianiaya, dan sesungguhnya Allah, benar- 
benar Maha Kuasa menolong mereka itu" (QS. al-Haj : 39) 

Namun demikian, setelah turunnya ayat tersebut, tidak serta 
merta Rasulullah % mengadakan peperangan terhadap kaum kafir 
Quraisy yang saat itu memang masih sangat kuat. Langkah 
pertama yang Rasulullah % lakukan adalah menguasai jalur 



ol J^>ejarak ■^Midu.p f\aduiutian jĔ$ 



perdagangan kaum Quraisy antara Mekkah dan Syam. Untuk itu, 
Rasulullah % meletakkan dua strategi jitu : 

Pertama, Mengadakan perjanjian dengan suku-suku di sekitar 
jalur perdagangan tersebut dan tidak mengganggu mereka. 

Kedua, Membentuk dan mengirim tim-tim patroli untuk tugas 
pengintaian dan antisipasi kemungkinan terjadinya serangan 
musuh, juga untuk mengetahui seluk beluk jalan keluar kota 
Madinah atau jalan menuju Mekkah. 

Tercatat beberapa kejadian pada waktu itu, dimana satu regu 
yang ditugaskan Rasulullah % melakukan patroli mihter, dan 
nyaris sempat terjadi beberapa kali bentrokan, namun tidak sampai 
membesar. Sekaligus sebagai isyarat kepada kaum Yahudi dan 
Arab Badui akan kekuatan kaum muslimin juga peringatan bagi 
kaum Quraisy tentang hal tersebut . 

Di antara tim yang cukup dikenal adalah tim yang dipimpin 
Abdullah bin Jahsy. Tim ini diutus pada bulan Rajab tahun ke-2 H, 
= tahun 624 M, terdiri dari 12 orang Muhajirin. Rasulullah % 
membekali tim ini dengan sepucuk surat yang tidak boleh mereka 
buka kecuali setelah perjalanan dua hari. Lalu setelah dua hari 
perjalanan surat tersebut mereka buka suratnya, isinya adalah : 

"]ika kalian telah membaca suratku, berjalanlah menuju Nakhlah yang 
terletak antara Mekkah dan Tha'if, intailah rombongan Quraisy, dan 
informasikan kepada kami beritanya", 

Karenanya tim ini dikenal dengan Saraya Nakhlah. 

Namun, di luar rencana, tim ini melakukan penyergapan 
terhadap kaiilah dagang Quraisy tersebut, sehingga ada di antara 
mereka yang terbunuh dan tertawan, serta harta mereka dirampas. 
Padahal saat itu masih bulan Rajab yang dikenal masyarakat Arab 
sebagai bulan suci yang tidak boleh ada pembunuhan dan 
peperangan, karenanya tindakan mereka tidak disetujui oleh 
Rasulullah %. 

O^ J^ejarak ^Mldup Kaiulu 



Orang-orang kafir yang mendengar berita itu, segera menye- 
barkan isu negatif bahwa kaum muslimin telah melanggar perintah 
Allah. Sehingga terjadi berbagai komentar dalam masalah ini. 

Namun Allah Ta'ala menurunkan wahyu-Nya untuk menjawab 
tuduhan orang kafir tersebut : 

J-s^, qS> JLyaj jyS A£ Jtx3 Ji AJ Ju5 j\J*^ I J^ I J* dhjiL^i )> 

--' .hT- & *f ' >-*A f * i» f •> i" i, i"1T „ ' w^ r^ !. .. *? 

AjJLiJlj JjJl JL^P^I <U-« i-Ajjhl TT^ij^ljoJI wL>*JL_»Jlj - ^; j a ^-^j ^JJl 

* ' ' v ^ • * £ 
[5j2JI Sj^,] ^ |g| Jilll^j^sal 

"Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. 
Katakanlah : "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi 
menghalangi (manusia) darijalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi 
masuk) Masjidil-Haram dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih 
besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah (menganiaya dan 
menindas Islam dan kaum muslimin) lebih besar dosanya daripada 

membunuh" (QS. al-Baqarah : 217) 

Ayat ini dengan tegas menyatakan bahwa apa yang dilakukan 
kaum musyrikin selama ini terhadap kaum muslimin di tanah 
haram jauh lebih besar dan melanggar ajaran Allah Ta'ala daripada 
tindakan sejumlah sahabat waktu itu yang berperang di bulan 
haram. 

Perubahan arah Kiblat 

Pada bulan berikutnya, Sya'ban tahun 2 Hijriah, turun perintah 
Allah untuk merubah arah kiblat dari Baitul Maqdis (Palestina) ke 
Masjidil-Haram 

Hal tersebut mengisyaratkan sebuah babak baru perjuangan 
Rasulullah % yang mengisyaratkan akan berhasil menundukkan 
kiblat tersebut dari tangan kaum musyrikin. 



83 Sejarak J4Uup Kadu.lu.Uak Jgf 



I PERAN6 BAOAE KUBEO 

(Ramadhan, 2 Hijriah) 

Perang Pertama Yang Sangat Menentukan 

Sebab-Sebab Peperangan 

Rasulullah % memerintahkan Thalhah bin Ubaidillah dan Sa'id 
bin Zaid menuju ke arah utara untuk tugas pengintaian. Setelah 
mereka tiba di sebuah tempat di Haura' dan menetap beberapa 
lama di sana, akhirnya mereka mendapatkan informasi akurat 
bahwa Kahlah dagang Abu Sufyan yang membawa hasil dagangan 
sangat banyak sedang dalam perjalanan pulang dari negeri Syam 
menuju Mekkah. Mereka segera kembali ke Madinah dan meng- 
informasikan berita tersebut kepada Rasulullah 3H. 

Bagi Rasulullah %, hal ini merupakan kesempatan emas untuk 
memberi pelajaran kepada kaum Quraisy; baik secara militer, 
poiitik maupun ekonomi. 

Beliau segera mengumumkan kepada para sahabat, bagi siapa 
yang bersedia, hendaknya bersiap-siap menghadang kahlah 
dagang Quraisy. Rasulullah % tidak mewajibkan hal tersebut dan 
menyerahkan keputusannya kepada para sahabat. Karena itu, tidak 
semua sahabat saat itu menyambut seruan beliau %, mereka 
mengira hal tersebut sama seperti pengiriman pasukan sebelumnya 

o^t J^ejarak ~J4uLup rCasuluuak $5J% 



yang hanya memerlukan kekuatan kecil dan tidak mengira akan 
terjadi peperangan besar. 

Akhirnya sahabat yang menyatakan kesediaannya berjumlah 
314 orang saja. Itupun mereka tidak mempersiapkannya secara 
maksimal sebagaimana halnya menghadapi sebuah peperangan. 
Pasukan penunggang kuda hanya 2 orang, sedang onta yang 
tersedia berjumlah 70, dinaiki secara bergantian oleh 2 atau 3 orang. 

Kemudian berangkatlah mereka menuju Badar. 

Sementara itu, Abu Sufyan -dengan kecerdikannya- yang 
mengepalai kafilah dagangnya sudah memperkirakan akan 
terjadinya sesuatu, karena itu, kehati-hatiannya selalu dijaga. 
Setelah bertanya ke sana ke mari, akhirnya dia dapat memastikan 
bahwa Rasulullah % dan para sahabatnya akan menyergapnya. 
Seketika itu juga, dia sewa Dhomdhom bin Amr al-Ghifari untuk 
segera ke Mekkah meminta bantuan. 

Setibanya di Mekkah, Dhomdhom berteriak dengan keras 
meminta kaum Quraisy untuk membela Abu Sufyan yang terancam 
serangan Rasulullah %, dan para sahabatnya. 

Persiapan Pasukan Musyrikin. 

Penduduk Mekkah segera bersiap-siap mengirim pasukannya 
untuk menyelamatkan kaHlah dagang Abu Sufyan. Akhirnya 
terkumpul tentara dengan persenjataan lengkap berjumlah 1300 
orang, 100 kuda, 600 baju besi dan sekian banyak onta yang tidak 
diketahui pasti jumlahnya. Panglima perang dipegang oleh Abu 
Jahal bin Hisyam. 

Lalu berangkatlah mereka menuju kota Madinah. Namun di 
tengah perjalanan, mereka kembali menerima surat dari Abu 
Sufyan, bahwa kafilahnya berhasil menghindar dari sergapan 
Rasulullah 3g, karenanya dia meminta mereka kembali ke Mekkah. 

«5 J^ejarak ~J4idup Ka6u.lu.Uah Jp 



Dengan kesombongannya, Abu Jahal menolak kembali ke 
Mekkah. Dia justru bersikeras membawa pasukannya ke Badar. 
Namun sebagian pasukannya yang berjumlah 300 orang ada yang 
kembali ke Mekkah dan tidak ikut dalam peperangan Badr. 

Kini tentara Kafir Quraisy tinggal berjumlah 1000 orang. 

Tentara Kaum Muslimin Dalam Kebimbangan. 

Setelah mengetahui kedatangan pasukan Kafir Quraisy, dan 
mereka semakin dekat ke Badr, sementara katilah Abu Sufyan telah 
menghindar semakin jauh tak terkejar, tentara kaum muslimin 
berada dalam kebimbangan. Akankah mereka harus menghadapi 
pasukan Abu Jahal yang jumlahnya jauh lebih besar dengan 
persenjataan lengkap, sementara mereka berjumlah sangat sedikit 
dengan persenjataan apa adanya ?. 

Majelis Musyawarah dan Hasil Keputusan 

Menghadapi kondisi yang kritis tersebut, Rasulullah % 
mengajak para sahabatnya bermusyawarah. Sebagian pasukan ada 
yang khawatir menghadapi pertempuran berdarah tersebut, 
sebagaimana Allah kisahkan dalam ayat-Nya : 

,"*- » ' ?f 1i ' - 1 ' •* i ' * t^ ' *'- i' ''' *'1T • 'i'f -A. 

1_4>J ■ - Jj ^ 1 1 jjl (JjiL~> L*JO ^j^j U Jj(J (J^Jl (j dJjjJwlL*-" 

/'^a^ ' -V - 

"Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan kebe- 
naran, padahal sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu 
tidak menyukainya. Mereka membantahmu tentang kebenaran sesudah 
nyata (mereka pasti menang), seolah-olah mereka dihalau kepada kematian, 
sedang mereka melihat (sebab-sebab kematian itu)" . (QS. al-Anfal : 5) 

86 Sejarak J4ilu.p KaiuLliali }Ĕ£ 



Setelah bermusyawarah, akhirnya mereka sepakat menghadapi 
pasukan kafir Quraisy dan siap menanggung berbagai kemung- 
kinan yang terjadi. Maka merekapun akhirnya melanjutkan 
perjalanannya untuk menghadapi pasukan musyrikin. 

Kecerdikan Rasulullah % Menggali Inf ormasi 

Rasulullah % tetap berupaya mencari informasi sebanyak- 
banyaknya tentang pasukan musuh, bahkan tampak dari sana 
bagaimana kecerdikan Rasulullah % menggali informasi dengan 
tetap menjaga rahasia dirinya. 

Tidak jauh di sekitar markas pasukan kaum muslimin, 
Rasulullah % dan Abu Bakar ash-Shiddiq bertemu dengan seorang 
tua dari suku Arab. Rasulullah % bertanya kepadanya tentang 
berita dua pasukan; Quraisy dan pasukan Muhammad %. 

Orang tua tersebut balik berkata : 

"Saya tidak akan kabarkan kalian sebelum kalian khabarkan siapa 
kalian ?" 

"Jika kamu khabarkan kepada kami, kami akan khabarkan kepadamu 
(siapa kami)" Jawab Rasulullah %. 

"Oh, jadi berita tukar berita ?" 

"Ya" 

Orang tua itu mulai mengabarkan bahwa jika semua informasi 
yang dia dengar benar, pasukan Muhammad sudah berada di 
tempat ini dan ini, sedang pasukan Quraisy sekarang sudah berada 
di tempat ini dan ini. 

Setelah selesai mengabarkan hal tersebut, tak lupa orang tua 
tersebut bertanya kepada Rasulullah %: "Dari mana kalian ?". 
Sambil pergi tergesa-gesa, Rasulullah % menjawab : "Dari Ma' 
(Air)" i). 



'• Yang Rasulullah % maksudkan air di sini adalah air mani. Artinya bahwa 
Rasulullah %, dan juga semua manusia memang berasal dari setetes air mani. 



O / J^>ejarah ^HUiun rZa4u.lu.tlah. j£$ 



Orang tua itu termangu-mangu, sambil bertanya-tanya; "(Suku) 
Ma' yang mana ? Ma' yang di Irak ?". 

Di lain waktu, pasukan kaum muslimin berhasil menangkap 
dua orang bocah yang sedang mengambil air untuk memberi 
minum pasukan Mekkah. 

Terjadilah dialog antara Rasulullah % dengan kedua anak 
tersebut, 

"Ada berapajumlah mereka ?", 
"Banyak", jawab mereka. 
"Berapa persisnya ?" 
"Kami tidak tahu" 

"Berapa onta yang disembelih tiap hari ?" 
"Kadang sembilan, kadang sepuluh" 
"Kalau begitujumlah mereka antara 900 hingga 1000 pasukan" 1 ). 

Kaum muslimin lebih dahulu menempati lokasi strategis 

Pasukan kaum muslimin terus bergerak menuju Badar agar tiba 
lebih dahulu dan dapat menguasai sumber-sumber air di Badr. 
Maka di waktu Isya, mereka tiba di sumber air terdekat dan 
berhenti di sana. 

Khabab bin Munzdir sebagai ahli strategi militer bertanya 
kepada Rasulullah % ; 

"Ya Rasulullah, bagaimana menurutmu tempat ini, apakah ini 
merupakan ketetapan Allah, sehingga kita tidak dapat maju atau mundur 
darinya atau ini cuma pendapatmu dan siasat perang?". 



Sedangkan orang tua tersebut barangkali beranggapan Ma' disini adalah nama 
sebuah suku yang dikenal pada waktu itu. Ucapan seperti ini dikenal dengan 
istilah Tauriyah 
'• Dengan perkiraan setiap satu onta cukup untuk 100 orang . 

OO J^ejarak ^Miaup KaSulailak $&% 



"Tidak, ini Cutna pendapat saya dan siasat perang", jawab 
Rasulullah £. 

"Kalau begitu ya Rasulullah, ini bukan tempat yang cocok. Bangun- 
kan pasukan untuk menuju mata air yang lebih dekat lagi dengan pasukan 
musuh, lalu kita bermarkas di sana dan kita rusak mata air lainnya, lalu 
kita buat kolam dan kita penuhkan dengan air, sehingga kita bisa minum 
sedang mereka tidak". 

"Engkau telah memberikan pendapat (yang bagus)" puji 
Rasulullahjg. 

Akhirnya Rasulullah % dan pasukannya bangkit dan 
melakukan apa yang diusulkan Khabab bin Mundzir. 

Setelah itu dibuatkan panggung untuk tempat Rasulullah % 
yang bertungsi sebagai pusat komando dan antisipasi jika terdesak, 
lalu dipilih seorang pemuda bernama Sa'ad bin Mu'adz sebagai 
pemimpin pasukan pengawal Rasulullah % di pusat komando 
tersebut. 

Pada malam harinya Rasulullah % memberikan arahan-arahan 
kepada pasukan. Kemudian beliau melalui malamnya dengan 
shalat di sebuah pangkal pohon sementara kaum muslimin dapat 
tidur dengan tenang, penuh rasa percaya diri untuk menghadapi 
pertempuran keesokan harinya. 

"(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu 
penentraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari 
langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari 
kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menakutkan hatimu dan 
memperteguh dengannya telapak kaki(mu)" (QS. al-Anfal : li) 

"-' ~2>ejaraJi ^Miaup t\a4u.lu.\ 



Malam itu tepatnya malam Jum'at, tanggal 17 Ramadhan, tahun 
ke-2 Hijriah. 

Perpecahan Pada Tentara Quraisy dalam menghadapi 
Pertempuran. 

Sementara itu, di kalangan pasukan Quraisy, terjadi perseli- 
sihan, antara mereka yang berniat mengurungkan peperangan, 
dengan mereka yang tetap bertekad untuk melanjutkan pepe- 
rangan. Namun atas kemauan keras Abu Jahal, akhirnya mereka 
menetapkan untuk tetap mengadakan peperangan menghadapi 
pasukan Rasulullah %. 

Kedua Pasukan Saling Berhadapan 

Pada hari yang telah ditentukan, kedua pasukan yang telah siap 
berperang sudah saling berhadapan satu sama lain. 

Rasulullah % segera menyiapkan pasukan perangnya, seraya 
berpesan kepada mereka agar tidak memulai peperangan kecuali 
ada komando khusus darinya. 

Adu Tanding 

Sebelum memulai peperangan, pasukan Quraisy mengeluarkan 
tiga tentaranya untuk mengajak adu tanding kepada pasukan 
Muslimin. Mereka adalah Utbah dan saudaranya; Syaibah bin 
Rabi'ah serta Walid bin 'Utbah. 

Menanggapi hal tersebut, dari pasukan kaum muslimin, keluar 
tiga orang prajurit dari kalangan Anshar. Namun dengan sombong, 
mereka ditolak oleh ketiga prajurit Quraisy tersebut. Mereka 
meminta lawan yang sebanding dari suku mereka sendiri. 
Akhirnya Rasulullah % memerintahkan Ubaidah bin Harits, 
Hamzah bin Abdul-Muththalib serta Ali bin Abi Thalib untuk 
meladeni mereka. 

y\) J^ejarak ^Mlaap f\aAutuuak J^ 



Maka Ubaidah yang saat itu masih sangat muda menghadapi 
'Utbah bin Rabi'ah, sementara Hamzah menghadapi Syaibah dan 
Ali bin Thalib menghadapi Walid bin Utbah. 

Hamzah dan Ali tidak memerlukan waktu yang lama untuk 
mengalahkan dan membunuh lawannya, sementara Ubaidah baru 
dapat mengalahkan lawannya setelah dibantu oleh Hamzah dan 
Ali, sedangkan Ubaidah sendiri luka parah, dan kemudian 
meninggal seusai perang Badar. 

Serangan Umum dari pihak musuh 

Setelah perang tanding selesai, kaum musyrikin yang dipimpin 
para komandannya dengan beringas langsung menyerbu pasukan 
kaum muslimin. Namun dengan kesabaran, keteguhan dan meng- 
harap pertolongan Allah Ta'ala, mereka bertahan menghadapi 
serbuan kaum musyrikin. 

Rasulullah % yang menyaksikan pertempuran tersebut tak 
henti-hentinya berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah 
Ta'ala agar diberikan kemenangan dan pertolongan hingga selen- 
dangnya jatuh dari pundaknya, bahkan beliau berdoa : 

£>^J| _Uj J-jC j<J C~~i> jl j»4Ul ( JwJ V »'jj\ <j'C2jJI ojj» diS^ b\ l^iil » 

« IJbl 
"Ya Allah, jika pasukan ini kalah hari ini, maka Engkau tidak disembah, 
Ya Allah, jika Engkau kehendaki, Engkau tidak disembah lagi hari ini" 

Abu Bakar mengembalikan selendang tersebut kepada 
Rasulullah % seraya berkata : 

"Cukuplah ya Rasulullah, engkau telah memohon dengan sangat 
kepada Rabbmu" . 

Kemudian Allah Ta'ala mewahyukan kepada malaikat-Nya : 

^J- J^ejarah ^Mlaup KadutuUah JĔ?£ 



\jy6 ^_j>.Ji\ Vji5 ^ JLjU. L/-.U -dy-i^ \j^ '<£*■* ^ $ 



" Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang- 
orang yang telah beriman. Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke 
dalam hati orang-orang kafir" (QS al-Anfal : 12) 

Kemudian kepada Rasulullah %, Allah Ta'ala berfirman : 

[JUi^l 5j>j] 46i ^L^i?^i/* 4^~LJ' jVo i_^iiJ L> ^jl*^ ,jl ^> 

" Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan 
seribu malaikat yang datang berturut-turut" (QS. al-An£al : 9) 

Maka setelah itu, datanglah bantuan Allah Ta'ala berupa para 
malaikat yang datang dengan berbaris. Rasulullah % yang 
mengetahui hal tersebut sangat gembira dan segera memberitahu 
Abu Bakar yang berada di sampingnya tentang hal tersebut. 

Serangan Balik dan Kekalahan Musuh 

Setelah beberapa lama pasukan kaum musyrikin menyerbu, 
kaum muslimin terus bertahan dengan kokoh dan tidak dapat 
dilumpuhkan, bahkan banyak pasukan kaum musyrikin yang 
menemui ajalnya. Hal tersebut, tentu saja membuat mental kaum 
musyrikin menjadi jatuh. 

Pada kondisi seperti itulah, Rasulullah % memberikan koman- 
do untuk melakukan serangan balik terhadap kaum musyrikin. 
Maka dengan semangat yang semakin membara, pasukan kaum 
muslimin balik menyerbu kaum musyrikin yang sudah melemah 
semangatnya. 



"^ ^>eiarah ~J4idup Kaiului 



Kekuatan kaum muslimin semakin besar dengan bantuan para 
malaikat dalam barisan mereka, sehingga banyak pasukan Quraisy 
yang tewas dan tidak diketahui siapa yang membunuhnya. 

Akhirnya sedikit demi sedikit kekalahan kaum musyrikin 
semakin tampak, peperangan sudah mulai berakhir, pasukan kaum 
musyrikin banyak yang lari tunggang langgang dikejar-kejar kaum 
muslimin. 

Tinggal Abu Jahal dan beberapa orang pasukannya yang melin- 
dunginya tetap bertahan dengan kesombongannya. Namun ser- 
buan pasukan kaum muslimin yang bertubi-tubi, membuat mereka 
tumbang satu persatu, hingga akhirnya Abu Jahal terbunuh oleh 
dua orang anak muda yang bernama Mu'az bin Amr bin Al Jamuh 
dan Mu'awwiz bin Afra'. 

Setelah kematian Abu Jahal, peperangan Badr berakhir dengan 
kekalahan besar di pihak kaum musyrikin. Di kalangan mereka 
terbunuh 70 orang, sebagian besar adalah para panglima perang 
dan tokoh-tokoh Quraisy dan yang tertawan juga 70 orang. Se- 
dangkan di pihak kaum muslimin, ada 14 orang yang mati syahid. 

Setelah Peperangan 

Penduduk Mekkah menerima berita kekalahan pasukan mereka 
dengan kesedihan mendalam. Namun mereka dilarang meratapi 
sanak saudara mereka yang mati dalam perang Badr, agar kaum 
muslimin tidak bergembira dengan keadaan tersebut. 

Ada kisah unik dalah hal ini. Ada orang tua dari mereka yang 
kehilangan tiga anaknya, sudah berhari-hari rngin menumpahkan 
kesedihannya. Namun karena dilarang meratap, hal tersebut dia 
tahan dalam dirinya. Hingga suatu hari terdengar suara ratapan 
wanita. Maka orang tersebut memerintahkan anaknya untuk me- 
nyelidiki, apakah kini sudah dibolehkan meratapi kematian. Ter- 



-^ ~S>ejarah ^Midttp r\aiulutlak , 



nyata setelah diselidiki, wanita tersebut sedang meratapi ontanya 
yang hilang. 

Setelah peperangan, Rasulullah % masih menetap di Badr 
selama tiga hari, saat itu sempat terjadi perbedaan di kalangan para 
sahabat tentang ghanimah perang. Karena ada sebagian sahabat 
yang langsung berhadapan dengan musuh dan mengumpulkan 
ghanimah, ada sebagian lagi yang menjaga Rasulullah sehingga 
tidak mendapatkan apa-apa. Akhirnya Rasulullah % minta semua 
ghanimah dikumpulkan. 

Dalam hal ini turunlah wahyu dari Allah Ta'ala : 

"Mereka menamjakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan 
perang. Katakanlah: "Harta rampasan perang itu kepunyaan Allah dan 
Rasul, sebab itu bertakiaalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di 
antara sesamamu, dan ta'atlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu 
adalah orang-orang yang beriman " (QS. al-Anf al -. 1) 

Kembali ke Madinah dengan sambutan meriah 

Setelah tiga hari, Rasulullah % dan pasukannya bergerak 
kembali ke Madinah dengan membawa ghanimah dan tawanan 
perang. Di tengah perjalanan harta rampasan perang yang 
sebelumnya beliau kumpulkan dibagi sama rata kepada pasukan- 
nya setelah sebelumnya diambil seperlimanya. 

Setiba di Madinah, pasukan disambut meriah oleh kaum musli- 
min penduduk Madinah. Di sisi lain hal tersebut menimbulkan 
ketakutan musuh-musuh Islam di Madinah dan sekitarnya. Maka 
banyak di antara penduduk Madinah yang masuk Islam. Termasuk 

"4 J^ejaran ^Miaup r^adutuiiak Jgif 



di antaranya Abdullah bin Ubay dan kawan-kawannya menyata- 
kan masuk Islam secara lahir (munafik). 

Sejumlah tawanan perang Rasulullah % bagi kepada para 
sahabatnya dengan pesan agar diperlakukan dengan baik. 

Soal Tawanan Perang 

Mengenai kaum musyrikin yang menjadi tawanan perang, 
Rasulullah % meminta pendapat Abu Bakar dan Umar bin Khattab 
radiallahuanhuma. Abu Bakar berpendapat agar mereka memberikan 
tebusan untuk kebebasan mereka, sedangkan Umar berpendapat 
agar mereka semuanya dibunuh saja. Akhirnya Rasulullah % lebih 
condong kepada pendapat Abu Bakar. 

Maka setiap tawanan diperintahkan untuk membayar empat 
ribu dirham sebagai tebusannya. Sedangkan mereka yang tidak 
memiliki harta, sebagai tebusannya diperintahkan untuk mengajar- 
kan kaum musKmin baca tulis hingga mampu. 

Namun demikian, keputusan yang Allah kehendaki sebenarnya 
adalah apa yang disampaikan oleh Umar bin Khattab. Maka keeso- 
kan harinya Allah turunkan ayat yang menegur keputusan 
tersebut, sebagaimana firman-Nya : 



E. 



- - ■& 

"Tidak patut, bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat 
melumpuhkan musuhnya di muka bumi. Kamu menghendaki harta benda 
duniaioiyah sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). 
Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana . Kalau sekiranya tidak ada 

95 <? ■ L JJJ H> Hl I $£ 

:7 ~ J ^Jejarah ^MuLup Kaiululiah JĔjp^ 



ketetapan yang terdahulu dari Allah, niscaya kamu ditimpa siksaan yang 
besar karena tebusan yang kamu ambil" (QS. al-Anfal : 67-68) 

Kisah tentang perang Badr ini banyak Allah kisahkan dalam 
surat al-Anf al. 

Pengaruh Perang Badar 

Kemenangan kaum muslimin di sisi lain, menimbulkan sikap 
permusuhan di berbagai kalangan : 

1. Kaum musyrikin Mekkah, menyatakan secara terang-terangan 
kesiapan mereka untuk membalas kekalahan pada perang Badr. 

2. kelompok Yahudi, se cara terang-terangan menampakkan 
kebencian terhadap kaum muslimin, meskipun mereka telah 
terikat perjanjian dengan kaum muslimin. 

3. Kaum Munafiq, yaitu kelompok yang berpura-pura masuk 
Islam padahal sebenarnya mereka membenci dan memusuhi 
Islam, mereka tidak kalah berbahaya dari yang lain. 

4. Kelompok masyarakat Badui, yang belum masuk Islam, yang 
merasa khawatir dengan kemenangan Islam akan membuat 
mereka tidak banyak berkutik untuk menjarah barang-barang 
dagangan para saudagar yang lewat di kampung-kampung 
mereka. 



"6 JSejarah J4idup f\aiului.l 



I 



Bani Qainuqa adalah salah satu suku Yahudi yang hidup di 
perkampungan khusus mereka di Madinah. Perang ini berawal dari 
kebencian kaum Yahudi atas kemenangan kaum muslimin terha- 
dap orang kafir Quraisy. Dengan berbagai macam cara mereka 
menghembuskan perpecahan dan fitnah di kalangan kaum 
muslimin. 

Rasulullah % berulang kali menasehati mereka dan menyeru- 
kan mereka kepada Islam. Namun hal tersebut justru semakin 
membuat mereka angkuh dan mengejek kaum muslimin. Namun 
Rasulullah % tetap bersabar atas ulah mereka. 

Hingga suatu saat, ketika seorang wanita muslimah belanja di 
pasar mereka, orang-orang Yahudi melecehkannya dengan memin- 
ta agar wanita tersebut menyingkap jilbabnya. Tentu saja wanita 
tersebut menolaknya. Kemudian seorang penjual perhiasan meng- 
ikat ujung pakaiannya tanpa dia ketahui, sehingga ketika dia 
berdiri, tersingkaplah aurat wanita tersebut diiringi derai tawa 
orang-orang Yahudi di sekitarnya. Wanita itu berteriak, kemudian 
salah seorang sahabat datang menolong dan langsung membunuh 
pelakunya. Namun kemudian orang-orang Yahudi mengeroyok 
dan membunuhnya. 



" ' J^ejarah ^Mldup Kaiu.tuuak 3*!% 



Ketika berita ini sampai kepada Rasulullah %, beliau langsung 
mengumpulkan tentaranya, dan memberikan bendera kepada 
Hamzah bin Abdul Muththalib. Lalu mereka menuju Bani 
Qainuqa'. Ketika melihat kedatangan kaum muslimin, orang-orang 
Yahudi segera berlindung di balik benteng-benteng mereka. 
Pasukan Rasulullah % mengepung mereka dengan rapat selama 15 
hari pada bulan Syawal hingga awal Dzul Qa'idah tahun ke-2 
Hijriah. 

Akhirnya Bani Qainuqa menyerah karena ketakutan melanda 
mereka. Lalu mereka menyerahkan keputusannya kepada 
Rasulullah %. 

Abdullah bin Ubay bin Salul dengan gaya kemunarikannya 
membujuk Rasulullah % agar tidak membunuh mereka. RasuluIIah 
% akhirnya mengusir mereka dari kota Madinah agar tidak tinggal 
berdampingan dengan kaum Muslimin. 

Setelah itu masih ada lagi beberapa peperangan yang berhasil 
diatasi oleh Rasulullah % dan pasukannya. 

Untuk lebih menunjukkan ketegasan Rasulullah 36 dalam 
masalah ini, beliau memerintahkan untuk membunuh Ka'ab bin al- 
Asyraf, seorang Yahudi yang paling dengki terhadap Islam dan 
kaum muslimin, dan secara terang-terangan sering menyakiti kaum 
muslimin. Hal tersebut semakin besar pengaruhnya karena dia 
orang terpandang di kaumnya, kaya raya dan penyair. 

Tugas tersebut dilaksanakan oleh para sahabat yang dipimpin 
oleh Muhammad bin Maslamah. Hal ini semakin menambah 
kegentaran orang-orang Yahudi, bahwa Rasulullah % tidak segan- 
segan mengambil tindakan tegas jika ada yang bertindak 
sewenang-wenang terhadap kaum muslimin. 



Vo J^ejarah ^Midup r\aAulullak 



| PEEANSUHUD 

Setahun sudah kaum musyrikin Mekkah mempersiapkan segala 
sesuatu untuk menuntut dendam kesumat mereka terhadap kaum 
muslimin di Madinah. Mereka menggalang kekuatan besar-besaran 
dan membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa saja yang ingin 
menyumbang dalam upaya tersebut. Mereka menyambutnya 
dengan penuh antusias, sehingga terkumpul seribu onta dan uang 
sebanyak lima puluh ribu dinar. 

Dalam pada itulah Allah turunkan ayat-Nya : 

L^jj5-a.,'.^M.3 4ttl <J-~t-** .%p IjJ.yo^ JLgJ j^l q j 5 o \± 'jj^ ^ j^ Al I oi' ^ 

• / -~«-x --" ' \ . ■*«■«.»' » 1' -< A"» *■ i 

[JlijVI 5j_j->] ^ (qp ^i^)jJl»J *j 3j^>- ^ g-lc- ^^UjJ^J *-> 

" Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menajkahkan harta mereka 
untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah, mereka akan menajkahkan 
harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka dan mereka akan 
dikalahkan " (QS. al-Anf al : 36) 

Setelah segala persiapan telah finaL kaum musyrikin berhasil 
mengumpulkan 3000 pasukan dari suku Quraisy dan sekutu- 
sekutunya, bahkan mereka juga menyertakan pula kaum wanita 
sebanyak 15 orang agar pasukannya berperang sampai mati demi 

yy J^ejarali *J4idup rCaduLuUak 3$£ 



menjaga martabatnya. Sementara itu hewan tunggangan yang 
tersedia berjumlah 3000 onta dan 200 kuda ditambah 700 baju besi. 

Komando umum dipegang oleh Suiyan bin Harb, komandan 
penunggang kuda dipegang oleh Khalid bin Walid yang dibantu 
oleh Ikrimah bin Abu Jahal. Sedang bendera dipegang oleh Bani 
Abduddar. 

Pasukan Quraisy mulai bergerak menuju Madinah. 

Sementara itu, di Madinah, Rasulullah % menerima berita rinci 
tentang keadaan Pasukan Quraisy dari pamannya; Abbas yang 
mengirim utusannya ke Madinah. Penduduk Madinah diperintah- 
kan bersiaga penuh. Kaum laki-lakinya selalu menyandang senjata 
walaupun mereka sedang shalat. 

Pasukan Quraisy semakin mendekati kota Madinah, hingga 
akhirnya mereka singgah disebuah tempat dekat Jabal Uhud. 

Di Madinah Rasulullah % berembuk dengan para sahabatnya 
tentang bagaimana cara menangkis serbuan Kafir Quraisy tersebut. 

Majelis Musyawarah 

Menghadapi kondisi yang genting tersebut, Rasulullah Jg 
mengajak para sahabat terpilih untuk bermusyawarah. 

Pada awalnya Rasulullah %, menawarkan agar kaum muslimin 
bertahan di Madinah, dengan tujuan jika kaum musyrikrn masuk 
menyerbu, langsung dihalau oleh kaum musUmin dari balik-balik 
lorong dan kaum wanita dari atas rumah. Pendapat ini langsung 
disetujui oleh Abdullah bin Ubay bin Salul -sebagai gembong 
munafiq- yang saat itu hadir sebagai tokoh dari kaum Khazraj, 
namun perserujuannya bukan karena strategi perang, tapi lebih 
karena keinginannya untuk tidak ikut dalam peperangan dan tidak 
diketahui oleh kaum muslimin. 



100 Sijarak JJiJup R*JJUM 



Akan tetapi sejumlah sahabat mengusulkan agar kaum mus- 
limin keluar kota Madinah menghadapi pasukan kafir Quraisy, 
sekaligus untuk membuktikan bahwa mereka bukan kaum 
pengecut. 

Rasulullah 3§ akhirnya menerima usulan tersebut dan segera 
menyerukan kaum muslirnin untuk bersiap-siap menghadapi 
pertempuran. Sebagai tanda kesiapannya, beliau 3§ mengenakan 
baju besi dan melengkapinya dengan senjata. 

Para sahabat yang tadinya setengah memaksa Rasulullah % 
keluar kota Madinah agak sungkan dan merasa menyesal atas 
desakan mereka. Namun dengan tegas Rasulullah % menjawab : 

"Pantang bagi seorang Nabi yang telah mengenakan baju perang, 
menanggalkannya kembali hingga ketentuan Allah ditetapkan antara dia 
dengan musuhnya" 

Pasukan kaum muslimin terdiri dari 1000 orang, 100 orang di 
antaranya mengenakan baju perang, dan 50 pasukan berkuda. 

Abdullah bin Umi Maktum diperintahkan menjaga kota 
Madinah sekaligus memimpin shalat orang-orang yang masih 
tinggal di Madinah. 

Pembelotan Abdullah bin Ubay dan Konco-Konconya. 

Di tengah perjalanan ketika musuh sudah dekat dan mereka 
dapat saling memandang, Abdullah bin Ubay melakukan pem- 
belotan. Dia bersama 300 orang pasukan membelot mundur dari 
pertempuran dengan alasan bahwa peperangan berarti membunuh 
diri sendiri, diapun mengungkit-ungkit sikap Rasulullah % yang 
lebih menuruti pendapat selain dirinya. 

Sebenarnya yang diinginkan oleh orang-orang munafiq tersebut 
adalah terjadinya kekacauan dan kebimbangan di kalangan 
pasukan kaum musHmin. Dan hampir saja ini terjadi, namun Allah 

101 Sajarak JJdup ^JJLk & 



Ta'ala segera meneguhkan hati mereka untuk melanjutkan 
pertempuran. 

JSjslU &\ (J^j U43j <<JJlj ^CLij o* 'f^=*-? 0&Jlj&> o~«-a il ^> 

[ylj*e Jl 5j_jw] # CS3l Oj*^? j-*JI 

"Ketika dua golongan dari padamu ingin (mundur) karena takut, padahal 
Allah adalah penolong bagi kedua golongan itu. Karena itu hendaklah 
hanya kepada Allah saja orang-orang mu'min bertawakkal" 

(QS. Ali Imran : 122) 

Sedangkan terhadap orang-orang munafiq Allah ta'ala 
berfirman : 

*ji ijJLS ijiiSl jl 4&I J-^l ,j ijLi ijJUo li Jj} ijiiLi JiJJI ^ilklJj )> 
^_^jjJj1j ^^«j^U l£-? lI^' $h*M j a4=; iJ l_a ISsjIjuj^ Vu5 *JjO 

y-SS^' >*A" I' ■» 1' f •»* ^ ^. # . ' "t t* -'f 

[oljA* Jl Sjj^] 4^p Oj-*^ ^,- r^ 1 ^lj (*-pJ^ (j) (J^*J I- 4 (*#*J 3l -> 

"Dan supaya Allah mengetahui siapa orang-orang munajik. Kepada 
mereka dikatakan: "Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah 
(dirimu)" . Mereka berkata : "Sekiranya kami mengetahui akan terjadi 
peperangan, tentulah kami mengikuti kamu" . Mereka pada hari itu lebih 
dekat kepada kekajiran daripada keimanan. Mereka mengatakan dengan 
mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya. Dan Allah lebih 
mengetahui apa yang mereka sembunyikan " (QS. Ali Imran : 167) 

Rasulullah % beserta pasukannya yang tinggal 700 orang 
meneruskan perjalanannya menuju Gunung Uhud. 

Sesampainya di Uhud beliau segera menyiapkan pasukannya. 
Beliau memilih 50 pasukan pemanah yang dipimpin oleh Abdullah 

1 vlt J^ejarak ~J4iAup KaAuluuah J^ 



bin Jubair al-Anshari untuk mengambil posisi di sebuah bukit kecil 
yang kemudian dikenal sebagai Jabal Rutnaat (Bukit pemanah), 
berjarak sekitar 500 meter dari markas utama pasukan kaum 
muslimin. Tujuannya adalah agar mereka melindungi kaum 
muslimin dan agar musuh tidak datang dari belakang mereka. 
Rasululah % berpesan kepada mereka agar jangan turun, apapun 
yang terjadi, sebelum mendapat perintah darinya. 

Sementara itu sisa pasukan lainnya sebagian berada di sayap 
kanan dipimpin oleh Mundzir bin Amr, sebagian lagi di sayap kiri 
dipimpin oleh Zubair bin Awwam. Sedangkan barisan terdepan 
dipilih prajurit-prajurit yang dikenal ketangguhannya dan kebera- 
niannya dalam berperang yang sebanding dengan jumlah 1000 
orang. 

Demikianlah pasukan kaum muslimin telah siap bertempur 
pada hari Sabtu pagi, 7 Syawwal 3 H. 

Adapun pasukan kaum musyrikin disusun dengan cara berba- 
ris. Komandan utamanya Sufyan bin Harb. Sayap kanan dipimpin 
oleh Khalid bin Walid yang ketika itu masih musyrik. Sedangkan 
sayap kiri dipimpin oleh Ikrimah bin Abu Jahal. 

Sementara itu kaum wanita musyrik ikut juga berpartisipasi 
dengan memberi semangat pasukan. Mereka dipimpin oleh 
Hindun binti Utbah, isteri Abu Sufyan. 

Memompa Semangat Jihad. 

Sebelum pertempuran, Rasulullah % memberikan arahan 
kepada pasukannya untuk bersabar dan berjuang habis-habisan. 

Lalu beliau mengeluarkan pedangnya seraya berkata : 

"Siapa yang mengambil pedang ini dan memenuhi haknya ?". 

Beberapa orang berebutan untuk mengambilnya. Hingga kemu- 
dian datang Abu Dujanah seraya berkata : 

1\JJ J^ejarah. ^Midup /\aiu.luUak Ji£§ 



"Apa hak pedang tersebut ya Rasulullah ?". 

"Engkau tebas wajah musuh dengannya hingga mereka tunduk". 
Sabda beliau 

"Saya yang akan mengambilkan hak untuknya ya Rasulullah" 
Katanya dengan lantang. 

Akhirnya pedang tersebut diberikan kepadanya. 

Abu Dujanah terkenal pemberani, apabila sudah timbul ama- 
rahnya, maka dia memakai ikat kepala merah di kepalanya. Jika 
demikian, maka orang-orang mengetahui, bahwa dia akan ber- 
perang hingga mati. 

Setelah mengambil pedang tersebut dan mengikatkan tali 
merah di kepalanya, dia berjalan di antara barisan dengan angkuh. 
Saat itu Rasulullah % bersabda : 

"Sesungguhnya itu adalah cara jalan yang dibenci Allah, kecuali 
dalam kondisi seperti ini" . 

Awal Pertempuran 

Pertempuran diawali oleh duel tanding. Saat itu Talhah bin Abi 
Talhah al-Abdari dari pasukan kaum musyrikin keluar menantang 
duel pasukan kaum muslimin. Dia terkenal sebagai tentara paling 
berani dari Quraisy. Karena itu kaum muslimin menahan diri, 
hingga akhirnya keluar Zubair bin Awwam yang langsung lompat 
menyerangnya bak seekor singa. Tak berapa lama kemudian 
Talhah tersungkur di tanah menemui ajalnya. 

Rasulullah % dan kaum muslimin bertakbir menyambut keme- 
nangan tersebut sambil bersabda: 

"Sesungguhnya setiap nabi memiliki Hawary (pengikut setia). Dan 
Hawary-ku adalah Zubair". 



104 SejaraL JJidup RaJUU M 



Setelah pertarungan tersebut, peperangan rnulai berkecamuk 
antara kedua belah pihak. 

Pada awalnya peperangan dikuasai oleh kaum muslimin, mes- 
kipun jumlah mereka sangat sedikit. Pembawa panji-panji kaum 
musyrikin satu demi satu berguguran ditebas oleh senjata kaum 
muslimin, hingga panji tersebut jatuh dan tidak ada yang 
memungutnya kembali. 

Di sisi lain Abu Dujanah yang mendapat pedang Rasulullah % 
untuk ditunaikan hak-haknya maju merangsek musuh dan mem- 
bunuh siapa saja orang kafir yang menghadangnya. Begitu pula 
dengan Hamzah bin Abdul Muththalib yang berperang bagaikan 
singa lapar, menyerbu hingga ke tengah-tengah pasukan kafir. 

Tak ketinggalan, regu pemanah memberikan andil besar dalam 
pertempuran, di mana mereka dapat menahan laju pasukan kaum 
musyrikin yang dihujani oleh panah-panah kaum muslimin dari 
atas bukit. Sesuatu yang tidak dikira sama sekali oleh musuh. 

Secara keseluruhan kaum muslimin berperang dengan sema- 
ngat tempur yang tinggi dan keimanan yang kuat, sehingga praktis 
mereka dapat menguasai pertempuran. 

Terbunuhnya Hamzah bin Abdul Muththalib 

Namun di tengah berkecamuknya perang. Musibah menimpa 
kaum muslimin. Yairu terbunuhnya Singa Allah; Hamzah bin 
Abdul Muththalib oleh seorang budak yang bernama Wahsyi yang 
secara khusus diperintahkan ruannya untuk membunuhnya 
dengan janji dimerdekakan. 

Namun demikian, kaum muslimin tetap dapat menjaga kesoli- 
dannya sehingga kaum musyrikin sedikit demi sedikit terdesak dan 
banyak di antara mereka yang berguguran. 



105 Sejarali J4ulup KaiuLuak )i% 



Kesalahan Fatal Regu Pemanah 

Seteleh melihat pasukan musyrikin kocar kacir meninggalkan 
medan pertempuran dan pasukan kaum muslimin mulai mengum- 
pulkan ghanimah, regu pemanah Iupa akan tugas utamanya karena 
tergoda oleh harta dunia. 

Merekapun turun dari bukit tersebut untuk turut mengumpul- 
kan ghanimah, padahal Rasulullah %, telah berpesan untuk tidak 
meninggalkan posisi mereka apapun yang terjadi sebelum 
mendapat perintah darinya. Pemimpin merekapun; Abdullah bin 
Jubair telah memperingatkan untuk tidak melanggar perintah 
Rasulullah %. Namun cinta dunia waktu itu telah menguasai diri 
sebagian pasukan. Maka turunlah 40 dari 50 pasukan untuk turut 
mengumpulkan ghanimah, sementara sisanya tetap bertahan di 
tempat mematuhi komandannya. 

Khalid bin Walid Mengepung dari Belakang 

Khalid bin Walid, ketika menyaksikan kejadian tersebut, segera 
berjalan memutar membawa sebagian pasukannya hingga berada 
di belakang pasukan kaum muslimin. Mereka segera menghabisi 
pasukan pemanah; Abdullah bin Zubair dan sahabat-sahabatnya. 
Setelah itu mereka mendatangi pasukan kaum muslimin dari 
belakang dengan berteriak sekeras-kerasnya. 

Mendengar suara tersebut, pasukan kaum musyrikin yang 
awalnya terdesak dan jatuh mental, menjadi bangkit lagi 
semangatnya. Bendera kaum musyrikin segera diambil dan diang- 
kat, Ialu mereka balik menyerbu kaum muslimin. Kini pasukan 
kaum muslimin terkepung dari arah belakang dan depan, tidak ada 
pasukan pemanah yang melindungi mereka. 



1UO ^ejarak ~J4idttp KaiuliA.Uak Js%/ 



Pasukan kaum muslimin akhirnya kacau balau, banyak di 
antara mereka yang terdesak, lari ke bukit-bukit, ada juga yang 
pulang ke Madinah. 

Rasulullah M Mengambil Sikap Berani 

Saat itu Rasulullah M dikelilingi oleh sekelompok kecil pasukan 
kaum muslimin yang berjumlah 9 orang sahabat di barisan 
belakang pasukan kaum muslimin. Melihat pasukannya terdesak, 
Rasulullah % segera berteriak kepada Mereka : 

"Wahai hamba-hamba Allah". 

Rasulullah % tahu bahwa suaranya akan lebih dahulu di 
dengar oleh orang kafir sebelum pasukan kaum muslimin. 

Maka serta merta pasukan kaum kafir yang mendengar suara 
Rasulullah %, segera mencarinya untuk membunuhnya. Sebab 
dengan membunuh Rasulullah %, peperangan ini dapat mereka 
menangkan. 

Saat itulah muncul isu di tengah pasukan kaum muslimin, 
bahwa Rasulullah % telah terbunuh. Sebagian kaum muslimin 
langsung jatuh mentalnya, di antara mereka ada yang melempar 
senjatanya dan menyerah, bahkan ada yang berpikir untuk minta 
perlindungan kepada Abdullah bin Ubay. 

Namun ada sejumlah sahabat yang segera meluruskan keadaan, 
di antaranya Anas bin Nadhir. Ketika beliau menemukan mereka 
yang sudah patah semangat, beliau berkata : 

" Apa yang kalian tunggu ?", 
"Rasulullah M telah terhunuh", jawab mereka. 
"Kalau begitu untuk apa lagi kalian hidup setelah kematiannya, 
matilah kalian sebagaimana matinya Rasulullah %\" . Jawab Anas 

Demikianlah para sahabat kembali memompa semangat juang 
kaum muslimin, sehingga mereka kembali sadarkan diri, semangat 

107 Sejaral, JJj.p RaiuUU M 



dan keberanian mereka bangkit lagi. Lalu mereka ambil lagi 
senjata-senjata mereka untuk membendung laju pasukan kafir yang 
saat itu sedang menuju markas Rasulullah %. 

Perjuangan Melindungi Rasulullah % 

Sembilan orang sahabat yang melindungi Rasulullah %, ber - 
juang mati-matian untuk menangkis setiap serangan yang 
diarahkan kepada beliau %. Akhirnya satu demi satu mereka 
berguguran. Tinggallah dua orang yang berada di sisi Rasulullah 
%; Talhah bin Ubaidillah dan Sa'ad bin Abi Waqash. Keduanya 
melindungi mati-matian Rasulullah % dari serangan kaum 
musyrikin. Hari itu merupakan hari yang paling genting dalam 
kehidupan Rasulullah %. 

Akhirnya tak urung juga, akibat serangan yang bertubi-tubi, 
Rasulullah % mengalami luka di bagian pelipis dan rahangnya, 
sehingga darah segar mengucur dari wajahnya. Saat itu Rasulullah 
% bersabda : 

"Bagaimanakah suatu kaum akan selamat kalau mereka telah melukai 
Nabi mereka ?". 

Saat itu Allah turunkan ayat-Nya : 

"Tidak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu atau 
Allah menerima taubat mereka, atau mengaiab mereka, karena 
sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim" (QS. Ali Imron : 128) 

Rasulullah % pun berdoa untuk mereka : 

'. "i"'a' '^ '-i"'°i 5 '- , iii 

« jj^Lu V <^f ytylj9*\ f&\ » 

AUo J^jejarah ^Mlaup /saduiuua/i $§% 



"Ya Allah, ampunilah kautnku, karena mereka tidak mengetahui" 

Seketika itu, pasukan kaum muslimin mendatangi Rasulullah 
% yang sedang terkepung oleh kaum musyrikin. Mereka berusaha 
sekuat tenaga melindungi Rasulullah % dari serbuan kaum 
musyrikin. Di antara mereka adalah: Mush'ab bin Umair, Ali bin 
Abi Thalib, Sahl bin Hanif, Malik bin Sinan, Umar bin Khattab dan 
Abu Thalhah. 

Di tengah situasi genting tersebut, Mush'ab bin Umair yang 
tengah mempertaruhkan nyawanya melindungi Rasulullah J§ 
seraya membawa panji-panji kaum muslimin, terbunuh oleh Ibnu 
Qami'ah yang dia kira bahwa Mush'ab adalah Rasulullah % karena 
wajahnya yang mirip. Sehingga setelah berhasil membunuhnya, 
Ibnu Qamiah segera berteriak : "Sungguh, Muhammad telah 
terbunuh!" '. 

Isu ini, kembali membuat pasukan kaum muslimin panik dan 
mengendur semangatnya, namun pada saat yang bersamaan, hal 
tersebut membuat serangan kaum musyrikin menjadi kendur juga. 

Melihat hal tersebut, Rasulullah % langsung menyelinap ke 
tengah-tengah kaum muslimin, namun beliau M merninta mereka 
untuk tidak memberitahu keberadaannya agar tidak disadari oleh 
kaum musyrikin. Kemudian dengan teratur mereka mundur dari 
medan pertempuran dan berlindung di celah-celah gunung Uhud. 
Kaum musyrikin yang mengetahui gerak mundur teratur pasukan 
kaum muslimin, segera menyerbu. Namun dengan keberanian luar 
biasa para sahabat menangkis setiap serangan untuk melindungi 
Rasulullah %. Akhirnya selamatlah kaum muslimin dari kejaran 
mereka. Kaum musyrikpun menghentikan pengejaran dan bersiap- 
siap kembali ke Mekkah. 

Namun sebelum itu, mereka melampiaskan dendamnya terha- 
dap kaum muslimin dengan menyayat-nyayat mayat pasukan 
kaum muslimin yang ada. Bahkan Hindun binti Utbah menyayat 

109 Sejarak -J4Uup Kaiutullak J$5 



tubuh Hamzah untuk diambil hatinya. Dia berupaya mengunyah- 
nya, namun hal tersebut tidak kuasa dia lakukan, akhirnya dia 
muntahkan kembali. 

Setelah kaum musyrikin dipastikan meninggalkan medan 
pertempuran dan kembali ke Mekkah. Pasukan kaum muslimin 
langsung memeriksa para sahabat yang telah menjadi Syuhada, 
semua berjumlah 70 orang. 

Kemudian Rasulullah % memerintahkan agar para syuhada 
Uhud tersebut dikumpulkan dan dikuburkan di tempat itu juga 
tanpa dimandikan dan tetap dengan pakaian yang mereka 
kenakan. 

Beliau % bersabda : 

"Sayalah saksi bagi mereka, sesungguhnya siapa saja yang terluka di jalan 
Allah Ta'ala niscaya akan Allah bangkitkan di hari kiamat, lukanya 
mengucur dengan warna darah, namun baunya, bau minyak kesturi". 

Pada kesempatan itu, kaum muslimin mencari-cari mayat 
Hanzolah, akhirnya mereka mendapatkannya di suatu tempat 
namun tampak adanya bekas siraman air. Rasulullah % segera 
memberitahukan bahwa malaikat telah memandikannya. Maka dia 
kemudian dikenal dengan sebutan : Ghasiilul Malaikah (Yang 
dimandikan malaikat). 

Setelah ditanya kepada keluarganya, jelaslah masalahnya, 
bahwa Hanzolah adalah pengantin baru. Ketika panggilan jihad 
diserukan, saat itu beliau sedang berada di 'pangkuan isterinya. 
Maka dia langsung bangkit memenuhi seruan tersebut. Di tengah 
pertempuran, beliau maju menerobos kekuatan musuh, hingga 
hampir membunuh panglima musuh, namun sebelum berhasil 
membunuhnya, dia lebih dahulu terbunuh menemui syahidnya. 

Mayat kaum muslimin sungguh sangat mengenaskan. Tubuh 
mereka tercabik-cabik, bahkan banyak di antara mereka yang 

110 S.Jarak JJilup RaiuLtti M 



pakaiannya tidak dapat menutup seluruh tubuhnya seperti yang 
terjadi pada Mush'ab bin Umair. Apabila dirutup kepalanya, 
tampak kakinya, jika ditutup kakinya tampak kepalanya, akhirnya 
Rasulullah % memerintahkan untuk menutup bagian kakinya 
dengan rerumputan. 

Rasulullah % sangat sedih hatinya ketika melihat jasad 
Hamzah. Hingga ketika saudara perempuannya akan melihatnya, 
Rasulullah % perintahkan untuk mencegahnya. Namun karena 
Shatiah bersikeras melihatnya dan berjanji untuk bersabar. 
akhirnya Rasulullah % mengizinkan. 

Kemudian, pasukan muslimin pulang menuju Madinah dengan 
kesedihan mendalam. Mereka segera menemui keluarga para 
syuhada untuk menyampaikan berita duka tersebut. Namun 
banyak di antara mereka yang tetap menjaga kesabarannya. Bahkan 
banyak pula di antara mereka yang menganggap ringan musibah 
tersebut setelah mereka mengetahui bahwa Rasulullah % pulang 
dengan selamat. 

Diriwayatkan bahwa ada seorang wanita dari Bani Dinar, 
suaminya, saudaranya, bapaknya gugur sebagai syahid dalam 
perang Uhud, ketika diberitahu kepadanya tentang berita duka 
tersebut, dia balik bertanya : 

"Apa yang dialami Rasulullah", 

"Al-hamdulillah, seperti \jang engkau inginkan, beliau dalam keadaan 
baik-baik saja", jawab mereka. 

"Perlihatkan kepada saya orangnya", lalu mereka menunjuk- 
kannya kepada Rasulullah %. 

Maka setelah itu dia berkata : 

"Semua musibah, setelah engkau selamat adalah ringan" 



1 1 A J^ejarah J4iAu.p Kanilallah ji£ 



Perang Uhud dalam al-Quran. 

Allah Ta'ala banyak memberikan pelajaran bagi kaum mus- 
limin dalam al-Quran dari perang tersebut. Tercatat dalam surat Ali 
Imran, sebanyak 60 ayat Allah membicarakan perang Uhud dari 
sejak kejadian pertama kali : 

"Dan (ingatlah), ketika kamu berangkat pada pagi hari dari (rumah) 
keluargamu akan menempatkan para mu'min pada beberapa tempat untuk 
berperang". (QS. Ali Imran : 121) 

Kemudian ayat-ayat itu ditutup dengan ayat yang berisi pela- 
jaran umum dari peperangan tersebut; 

"yjjl^ d-JLl y^. fe- aJ^ p>\Z Jp ^p'f jjJ % o& & } 
^p jLJii. j£l ^5jjj IjilSj IjLjp ojj -^Cjj ^ IjLUi 

[ylj*fi Jl Sj^-»] 

"Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman 
dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan orang yang 
buruk (munajrk) dari yang baik (mu'min). Dan Allah sekali-kali tidak 
akan memperlihatkan kepadamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah 
memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara Rasul-Rasul-Nya. Karena 
itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya; dan jika kamu beriman 
dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar" (QS. Ali imron : 179) 



11Z J^ejaran ^Mldup Ka6u.Lu.iiak J^ 



Pelajaran Lain dari Perang Uhud: 

- Akiba t perbuatan maksiat dan melanggar aturan yang telah 
ditetapkan, sebagaimana yang telah dilakukan oleh pasukan 
pemanah. 

- Para rasul dalam dakwahnya juga mendapatkan ujian dan 
kadang kekalahan. Hal tersebut unruk membuktikan bahwa 
mereka juga adalah manusia biasa yang tidak tertutup kemung- 
kinan mengalami apa yang umum dialami manusia. 

- Denga n adanya cobaan tersebut, kaum muslimin dapat 
mengetahui siapa di antara mereka yang teguh dalam perjuangan- 
nya dan siapa yang keimanannnya hanya terbatas ucapannya saja 
(munafiq). 

- Syahada h (mati dalam pertempuran di jalan Allah) merupakan 
kedudukan tertinggi bagi mujahid di jalan Allah Ta'ala. 

- Perjua ngan menghadapi kaum kafir juga harus menyertakan 
sebab-sebab yang dapat mendatangkan kemenangan tersebut. 



i- l-J J^ejarak ^MidiA-p f\a: 



K&JADUW AiTAEA PERANe UHUD DAN AHZAB 

Perang Uhud meninggalkan pengaruh negatii bagi kewibawaan 
kaum muslimin. Beban kaum muslimin semakin berat, sementara 
kekuatan mereka di mata musuhnya dianggap lemah. Bahaya di 
sekeliling kota Madinah mengintai dari kanan kiri; Orang-orang 
Yahudi, kaum munafik dan para suku Badui Arab sudah mulai 
menampakkan permusuhannya. 

Bani Asad 

Tidak sampai dua bulan berlalu dari perang Uhud, Bani Asad 
telah siap melakukan penyerangan ke Madinah. Namun Rasulullah 
% segera mendahului mereka dengan mengirim 150 pasukannya 
untuk melakukan serangan mendadak ke suku tersebut. Akhirnya 
merekapun dapat segera ditaklukkan. 

Tragedi ar-Raji' 

Pada bulan Shafar tahun ke 4 H. Utusan dari suku 'Adl dan 
Qoroh mendatangi Rasulullah %. Mereka minta kepadanya agar 
dikirimkan para sahabat yang dapat mengajarkan al-Quran dan 
ajaran agama kepada mereka. Maka Rasulullah % m engutus 10 
orang sahabat yang dipimpin oleh 'Ashim bin Tsabit. 

Namun di tengah perjalanan, tepatnya di sebuah tempat 
bernama ar-Raji', para sahabat dikhianati, lalu dengan bantuan 
suku di daerah tersebut mereka dibunuh, kecuali Khubaib dan Zaid 
bin Datsinah yang mereka bawa ke Mekkah lalu mereka jual di 
sana, karena kedua sahabat inilah yang telah membunuh tokoh- 
tokoh Kafir Mekkah pada perang Badr. 

Khubaib ditahan oleh kaum musyrikin Mekkah. Akhirnya 
disepakati untuk membunuhnya. Maka digiringlah beliau ke 



1 It- J^ejarah ^J4ldup r^aduiuUak JĔ$ 



Tan'im. Ketika hendak di salib, beliau meminta waktu shalat dua 
rakaat. Setelah salam beliau berkata : 

"Demi Allah, seandainya tidak khawatir kalian mengatakan bahwa 
aku takut, niscaya akan aku tambah rakaatnya". 

kemudian beliau berdoa : 

/ ' f ' ■" " k\' /' ' ' '\'-l' i* ' ' ' " f * 'lll 

« \Jj>-\ a^a ,J\J 7j t b-b («^JuSlj t u-Lc ,<i flyy>-l (<t-$JUl » 

"Ya Allah hitunglah jumlah mereka, binasakanlah mereka, dan jangan 
sisakan seorangpun di antara mereka" 

Lalu Abu Sufyan berkata kepadanya : 

"Sukakah engkau jika Muhammad sekarang ada di sisi kami dan kami 
tebas batang lehernya sedangkan kamu berada di tengah-tengah 
keluargamu ?", 

Segera dia menjawab : 

"Demi Allah, sungguh aku tidak rela jika aku berada di tengah 
keluargaku, sedangkan Muhammad berada di tempatnya terkena duri 
yang menyakitinya " . 

Akhirnya Khubaib dibunuh, kemudian disalib. 

Sedangkan Zaid bin Datsinah dibeli oleh Sotwan bin Umayyah, 
lalu dibunuhnya dengan keji. 

Tragedi Bi'r Ma'unah 

Pada bulan yang sama dari tragedi ar Raji', terjadi lagi rragedi 
serupa yang lebih memilukan. Yaitu yang dikenal dengan Tragedi 
Bi'r Maunah. 

Tragedi ini berawal dari permintaan Barra' bin 'Amir bin Malik, 
agar Rasulullah % mengirim para sahabatnya ke negeri Najd untuk 
menyampaikan dakwah Islam di sana. 

1-13 S>eiarak ^Midtip KaAulullak }s% 



Mulanya Rasulullah 3i tidak bersedia karena khawatir akan 
keselamatan mereka. Namun, setelah Barra' memberikan jaminan 
perlindungan kepada mereka, akhirnya Rasulullah % mengutus 70 
orang sahabat pilihan yang memiliki ilmu dan keutamaan. 

Di tengah perjalan, di sebuah tempat bernama Bi'r (Sumur) 
Ma'unah, rombongan para sahabat beristirahat. Kemudian dari 
sana, rombongan sahabat mengutus Harom bin Milhan untuk 
mengirim surat Rasulullah % kepada Amir bin Thufail. Namun 
setelah menerima surat tersebut dia tidak mernperhatikannya sama 
sekali, bahkan menyuruh seseorang untuk membunuh Harom bin 
Milhan. Ketika terbunuh, Harom sempat berucap : 

* o „, . t o s $ 

« ^aSJI ^jjj cjjs t jS\ <JJI » 
"Allah Maha Besar, aku telah beruntung demi (Allah) Tuhannya Ka'bah" 

Tidak hanya sampai disitu penghianatan Amir bin Thufail, dia 
bahkan menyerukan Bani Amir untuk menyerang sisa rombongan 
yang lain, namun mereka tidak menyambutnya. Kemudian Amir 
mengajak Bani Salim, mereka menyambutnya. Maka berangkatlah 
suku 'Ashiyah, Ra'l dan Dzakwan untuk mengepung sahabat- 
sahabat Rasulullah % dan membantai mereka semuanya kecuali 
seorang sahabat yang pura-pura mati di tengah para sahabat 
lainnya yang terbunuh. 

Mendengar berita tersebut, semakin dalam luka yang dialami 
Rasulullah %, apalagi karena hal tersebut terjadi akibat sebuah 
penghianatan. 

Maka setelah itu, Rasulullah % melakukan qunut Nazilah dalam 
shalat-shalatnya; beliau mendoakan kehancuran bagi suku-suku 
yang telah membantai para sahabat Rasulullah %. Hal tersebut 
berlangsung selama 30 hari. 



116 Sajaral J4dup ^JJLk M 



PEEAN6 BANI NADHIR 

Perang ini bermula dari rencana busuk orang-orang Yahudi 
untuk membunuh Rasulullah %. Ketika Rasulullah % berada di 
perkampungan Bani Nadhir, kaum Yahudi dari suku tersebut 
berencana membunuhnya dengan menimpakan batu besar di atas 
kepala Rasulullah % dari atap rumah. 

Namun atas izin Allah, malaikat Jibril memberitahukan 
Rasulullah % atas rencana tersebut. Maka beliau segera mening- 
galkan tempat tersebut diikuti para sahabatnya yang kebingungan 
dengan tindakan Rasulullah %. 

Setelah kejadian tersebut, Rasulullah M segera mengutus 
Muhammad bin Maslamah ke Bani Nadhir untuk menyampaikan 
keputusan Rasulullah % atas rencana busuk mereka terhadap 
dirinya. 

Rasulullah H memutuskan agar mereka keluar dari Madinah 
dalam jangka waktu 10 hari. Setelah hari itu, maka yang masih 
tetap berada di tempat mereka sekarang akan dibunuh. 

Pada awalnya mereka akan menuruti keputusan Rasulullah % 
dan siap-siap untuk berangkat meninggalkan tempat tersebut. 
Namun tokoh munafiq; Abdullah bin Ubay, memprovokasi mereka 
untuk tetap bertahan di benteng mereka dan dia berjanji membantu 
mereka dengan 2000 tentara yang siap berjuang bersama mereka, 
begitu juga menurutnya Bani Quraizah dan Bani Gathafan siap 
membantu. 

Allah abadikan hal ini dalam surat al-Hasyr : 

J>s£ji ol3 '^' '-^ 6 "' J^N^ £-?& ^j '*£** ~^_jrj>^ J^rJ^-^ j^ \ 

11/ J^ejaran ^Midup Kasulullan 3^5 



" Sesungguhnya, jika kamu diusir niscaya kamipun akan keluar bersama 
kamu; dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapapun untuk 
(menyusahkan) kamu, dan jika kamu diperangi pasti kami akan membantu 
kamu " (QS. al-Hasyr : 11) 

Provokasi tokoh munafik tersebut membuat kaum Yahudi 
mengurungkan niatnya. Mereka akhirnya tetap bertahan di ben- 
tengnya, bahkan menantang Rasulullah % untuk mengambil tinda- 
kan apa saja. 

Sebenarnya kaum muslimin merasa berat menghadapi hal 
tersebut, sebab menyerang kaum Yahudi di bentengnya yang 
kokoh dan dilindungi oleh perkebunan Korma sangat beresiko. 
Namun kepedihan yang dialami oleh kaum muslimin atas tragedi 
Bi'r Ma'unah akibat penghianatan, membuat mereka bertekad 
untuk memerangi kaum Yahudi Bani Nadir tersebut, apapun 
resikonya. 

Maka Rasulullah % beserta pasukannya berangkat menuju per- 
kampungan Bani Nadhir. Beliau menyerahkan panji pasukan 
kepada Ali bin Abi Thalib &, sedangkan urusan di Madinah 
diserahkan kepada Abdullah bin Umi Maktum <&< . 

Setiba di sana, Rasulullah M melakukan pengepungan. Kaum 
Yahudi segera berlindung di bentengnya sambil melemparkan 
panah-panah dan batu-batu ke arah kaum muslimin. Mereka juga 
terbantu dengan lebatnya pepohonan di sekitar benteng mereka. 
Karena itu Rasulullah |I memerintahkan untuk menebang pohon- 
pohon tersebut. Dalam hal ini Allah Ta'ala berHrman : 

4 ifi) ^ <!Pi-f* mj-^ 5 ' (li^ ^-*-j^ \Jt>_y»!^=>J> j\ iLl^ ^ikM \-> )> 



LlO J^ejarak ^Mldup Ka6uiuiiak J0 



"Apa saja yang kamu tebang dari pohon kurma (tnilik orang-orang kajir) 
atau yang kamu biarkan (tumbuh) berdiri di atas pokoknya, maka (semua 
itu) adalah dengan izin Allah" (QS. al-Hasyr : 5) 

Sementara itu, Abdullah bin Ubay dan Bani Quraizah yang 
menjanjikan bantuan ternyata hanya janji kosong belaka. Hal ini 
membuat Yahudi bani Nadir dihinggapi ketakutan. Maka tidak 
sampai 15 hari pengepungan tersebut, akhimya mereka menyerah 
dan menerima keputusan keluar dari kota Madinah, dengan syarat 
mereka diperbolehkan membawa isteri-isteri mereka dan barang- 
barang milik mereka kecuali senjata . 

Demikianlah, akhirnya Bani Nadhir terusir dari kota Madinah 
dengan membawa harta-harta mereka serta kehinaan akibat 
penghianatan yang mereka lakukan. 

Peristiwa tersebut terjadi pada bulan Rabi'ul Awal tahun 4 
Hijriah. Allah Ta'ala banyak mengisahkannya dalam surat al- 
Hasyr. Sehingga Ibnu Abbas menamakan surat tersebut dengan 
surat : an-Nadhir. 



11" Oeiaratt. ^MULup Kaiiiiniiak ^^ 



Pada bulan Sya'ban tahun ke-4 Hijriah, Rasulullah % bersama 
1500 pasukannya berangkat menuju Badar untuk melakukan 
pertempuran kembali menghadapi kaum Musyrikin. Karena 
setelah perang Uhud, sebelum kedua pasukan tersebut berpisah 
mereka telah saling berjanji untuk bertemu kembali dalam sebuah 
pertempuran di Badar. 

Sementara itu, Abu Sufyan di Mekkah berangkat dengan 2000 
pasukan musyrikin Mekkah. Namun Abu Sufyan berangkat 
dengan berat hati karena kekhawatiran dari akibat peperangan 
terhadap kaum muslimin. Akhirnya dia ambil keputusan di tengah 
perjalanan untuk kembali lagi ke Mekkah dan tidak jadi berperang. 
Hal itupun diikuti oleh pasukannya yang tampaknya memiliki 
keberatan yang sama. 

Dengan kejadian tersebut, kaum muslim kembali mendapatkan 
kepercaya diri dan kewibawaannya serta dapat mengendalikan 
keadaan. 

Perang Daumatul Jandal 

Enam bulan setelah perang Badar kedua, Rasulullah % 
menerima informasi bahwa suku-suku di sekitar Daumatul Jandal 
-dekat Syam- melakukan perampokan dan merampas orang-orang 
yang melewati daerah mereka. Bahkan mereka telah mengumpul- 
kan kekuatan untuk menyerbu kota Madinah. 

Rasulullah % tidak ingin membiarkan hal tersebut membesar. 
Segera beliau siapkan pasukannya berjumlah 1000 orang untuk 
mendahului menyerang mereka secara tiba-tiba. Mendengar 
kedatangan pasukan kaum muslimin yang tiba-tiba tersebut, 
penduduk Daumatul Jandal lari pontang panting, sehingga ketika 

120 Sejarah ^Midup Ka6uL((ah jĔj 



Rasulullah % tiba di daerah tersebut tidak beliau dapati seorang- 
pun dari mereka. 

Demikianlah, dengan serentetan peristiwa di atas, praktis 
Rasulullah % dapat mengontrol keadaan kota Madinah. Bahaya- 
bahaya yang mengancam secara internal telah beliau atasi, 
sehingga kedudukan kaum muslimin semakin kokoh. 



121 Sejarak J4Uup Kaiu.L((ak jj(j$ 



| FERAN6AHZAB 

(Tahun 5 Hijriah) 

Setelah peperangan-peperangan sebelumnya, Jazirah Arabia 
mengalami masa tenang. Melihat hal tersebut, kedengkian kaum 
Yahudi semakin menyala-nyala. Terlebih lagi mereka mengalami 
kekalahan dan kehinaan di hadapan kaum muslirnin. 

Maka mereka segera melakukan konspirasi dengan mengutus 
20 orang tokoh-tokoh mereka serta para pemimpin Bani Nadhir 
untuk menemui kaum Quraisy untuk menyerukan peperangan 
terhadap Rasulullah %. Seraya menjanjikan untuk memberikan 
pertolongan dan berpihak kepada mereka. Kaum Quraisypun 
menyambut seruan tersebut. 

Setelah berhasil dengan misinya, urusan tersebut kemudian 
menuju suku Gatharan untuk menyerukan hal yang sama pula. 
Merekapun mendapat sambutan positif dari suku Ghathatan. 

Kaum Yahudi berhasil dengan misinya. Selang beberapa waktu, 
dari arah utara keluarlah pasukan Quraisy dan Kinanah dan 
sekutu-sekutu mereka dengan empat ribu pasukan yang dipimpin 
oleh Abu Sutyan. Sementara dari Timur, pasukan suku Ghathafan 
dan sekutu-sekutunya juga mulai berangkat. 

Pasukan Sekutu (Ahzab) tersebut, akhirnya keluar menuju kota 
Madinah untuk bertemu di tempat yang telah mereka sepakati. 

122 J^ejarak ^Mldup f\aiutuuak 3S*$ 



Berdasarkan laporan intelejen, Rasulullah % dapat mengetahui 
bahaya besar tersebut sejak dini. Maka tanpa membuang waktu, 
beliau mengumpulkan tokoh-tokoh kaum muslimin untuk bermu- 
syawarah mengambil keputusan yang terbaik. 

Salman al-Farisi mengusulkan membuat parit untuk mencegah 
majunya pasukan Ahzab. Beliau berkata : 

"Ya Rasulullah, di negeri Persiajika kami terkepung, maka kami membuat 
parit". 

Strategi tersebut belum dikenal oleh masyarakat Arab waktu 
itu. Namun karena melihat hal tersebut bermaniaat, maka akhirnya 
kaum muslimin sepakat dengan usulan Salman al-Farisi tersebut. 

Rencana tersebut langsung dilaksanakan. Dengan penuh sema- 
ngat dan bahu membahu kaum muslimin menggali parit. 
Rasulullah H turut pula bersama mereka, bahkan beliau 
memberikan semangat dengan melantunkan bait syairnya : 

s s s s s s s , ' 

Ya Allah, sesungguhnya tidak ada kehidupan kecuali kehidupan akhirat 
Maka ampunilah orang-orang Anshar dan Muhajirin 

Tidak ketinggalan, Barra bin 'Azib juga melantunkan syairnya 
yang terkenal : 

\d\i^> i/ 3 r,i& ki lU^ j%\ 



123 Sejarah ^MUup Raiulullak ?3£ 



Ya Allah, kalau bukan Engkau, niscaya kami tidak mendapat hidayah, 

juga tidak bershadaqah dan shalat. 

Turunkanlah kepada kami ketenangan dan teguhkanlah kami jika bertemu 

musuh. 

Sesungguhnya musuh telah menantang kami, jika mereka membuat 

jitnah, pasti kami tentang. 

Kaum muslimin menggali parit sepanjang siang, dan pulang ke 
rumah jika malam menjelang. Kelaparan sangat mereka rasakan, 
karena persediaan makanan yang sangat sedikit. 

Namun pada saat itu justru terjadi mukjizat Rasulullah H. 
Adalah seorang sahabat yang bernama Jabir bin Abdullah, tatkala 
melihat kondisi Rasulullah % yang sangat memprihatinkan, dia 
segera menyembelih seekor kambing dan menyiapkan masakan. 
Kemudian dia mengundang makan Rasulullah % dan beberapa 
orang sahabat saja. Namun ternyata Rasulullah % justru 
mengundang seluruh sahabat yang menggali parit yang berjumlah 
tidak kurang 1000 orang. Ternyata mereka semua dapat menikmati 
hidangan tersebut hingga kenyang, bahkan makanan tersebut 
masih tersisa seperti sedia kala. 

Batas Penggalian Parit 

Wilayah yang digalikan parit hanya yang berada di sebelah 
utara saja, karena hanya daerah itulah yang terbuka, selebihnya, 
kota Madinah dikelilingi oleh kebun-kebun dan pegunungan. Maka 
kemungkinan yang ada bahwa musuh hanya akan menyerang dari 
arah utara. 

Setelah sekian lama, selesailah penggalian parit tersebut sesuai 
rencana yang telah ditetapkan. 

Pasukan Quraisy yang berjumlah 4000 orang mulai berda- 
tangan, Begitu juga pasukan dari suku Gatharan bersama sekutu- 
nya dari arah yang berlainan. 

124 Scjarak J4dup RatJJUM 



Sikap kaum muslimin, melihat kedatangan mereka adalah 
sebagaimana yang Allah terangkan dalam al-Quran; 

Jl^j j4^Ljj f M b'jij & Ijll* IjJli of^-VT OjLjIJT lo UJj > 

[>-»lj*Vl ijj-.] ^ (^ LJjloj UiIjI ^l Ijolj lVj Ay^jj 4$ 

"Dan tatkala orang-orang mu'min melihat golongan-golognan yang 
bersekutu itu, mereka berkata : "Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul- 
Nya kepada kita" , Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang 
demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan 
ketundukan " (QS. a l-Ahzab : 22) 

Sementara itu, Rasulullah % juga keluar bersama pasukannya 
yang berjumlah 3000 orang, menuju perbatasan tempat digalinya 
parit. Tak lupa beliau memerintahkan Abdullah bin Ummi Maktum 
untuk tinggal di Madinah menjaga kaum ibu dan anak-anak di 
dalam kota Madinah. 

Ketika kaum musyrikin sudah siap-siap menyerang kota Madi- 
nah, mereka dikejutkan oleh adanya parit yang menghadang 
mereka. Strategi tersebut tidak mereka kenal sebelumnya dalam 
dunia militer. Akhirnya merekapun menempuh jalan penge- 
pungan. Mereka berputar-putar sekitar parit tersebut dengan 
perasaan dongkol seraya mencari celah-celah agar dapat menem- 
bus pasukan kaum muslimin. Namun kaum muslimin selalu me- 
mantau gerak gerik mereka dari seberang parit, sambil sesekali 
melontarkan anak panahnya agar pasukan musuh tidak berani 
mendekat. 

Beberapa kali upaya kaum musyrikin untuk menyeberangi 
parit tersebut dapat digagalkan oleh pasukan muslimin. 



125 Sejarah J4Uup Ka6uLuak j(i$ 



Karena saking sibuknya kaum muslimin menjaga daerah perta- 
hanan mereka, Rasulullah % dan pasukannya sempat lupa melak- 
sanakan shalat Ashar hingga matahari terbenam. Akhirnya 
Rasulullah % melaksanakan shalat Ashar setelah matahari 
terbenam dan setelah itu shalat Maghrib. 

Pengepungan tersebut terjadi berhari-hari. Antara kedua 
pasukan sempat terjadi saling melontar panahnya. Terdapat juga 
korban dari kedua belah pihak selama itu, namun hanya sedikit. 

Dalam kondisi yang sangat genting tersebut, kaum Yahudi Bani 
Quraidzah yang memiliki perjanjian dengan Rasulullah M untuk 
saling melindungi dan membela jika ada salah satu yang diserang, 
melakukan penghianatan dan mengingkari janjinya. 

Mereka memulai aksinya dengan mengutus seseorang untuk 
menyusup ke tempat perlindungan kaum sahabat wanita yang 
dijaga oleh Hassan bin Tsabit. Shariah binti Abdul-Muththalib, bibi 
Rasulullah %, yang saat itu berada di dalamnya, mengetahui 
adanya seorang Yahudi berjalan mengendap-ngendap di tempat 
perlindungannya. Beliau segera memberitahu Hassan bin Tsabit 
tentang hal tersebut untuk segera mengambil tindakan, karena dia 
tidak percaya terhadap orang Yahudi yang sudah mengendap- 
ngendap seperti itu. Namun Hasan bin Tsabit tidak berani 
melakukannya. Maka Shafiah langsung bertindak dengan mengam- 
bil sebongkah kayu, kemudian dia turun dari perlindungannya dan 
memukul Yahudi tersebut hingga tewas. 

Tindakan yang sangat berani tersebut, ternyata memberikan 
dampak yang sangat besar dalam melindungi kaum wanita musli- 
mah. Sebab orang-orang Yahudi Bani Quraidzah jadi mengira 
bahwa mereka dijaga oleh pasukan yang kuat -padahal saat itu 
tidak ada seorangpun tentara sahabat yang menjaganya- Maka 
orang-orang Yahudi itupun tidak berani menyerang tempat 
perlindungan kaum wanita muslimah. 

xZt) J^tejarak ^Midup MaiuluUak J^ 



Namun di sisi lain mereka memberikan bantuan logistik kepada 
tentara musuh sebagai bukti nyata bergabungnya mereka bersama 
pasukan musuh melawan kaum muslimin. 

Berita tersebut segera sampai kepada Rasulullah %,. Beliau 
segera mengeceknya untuk mengetahui sikap Bani Quraidzah yang 
sebenarnya agar dapat diambil tindakan militer kepadanya. Maka 
diutuslah Sa'ad bin Mu'az, Sa'ad bin Ubadah dan Abdullah bin 
Rawahah untuk tujuan itu. 

Ketika utusan Rasulullah % tiba di benteng-benteng Bani 
Quraizah, ternyata mereka mendapatkan sikap yang sangat 
menyakitkan. Orang-orang dari Bani Quraidzah itu justru berteriak: 

"Siapa itu Rasulullah ?, Tidak ada perjanjian antara kita dengan 
Muhammad". 

Utusan itupun akhirnya pulang. Rasulullah % menyamakan 
sikap mereka seperti suku Qoroh dan Adhal yang membunuh 
sahabat-sahabatnya pada peristiwa ar-Raji' sebelumnya. 

Jadilah kondisi saat itu sangat kritis. Di depan ada musuh yang 
sangat besar yang tidak dapat mereka tinggalkan, sementara di 
belakang ada orang-orang Yahudi yang berkhianat, padahal kaum 
wanita berada di dekat mereka. Allah gambarkan hal tersebut 
dalam al-Quran : 

^p bjiJiJI 4«b Oj^j >^b>JI — ^ — >^JLaJi oi-Lj y-^>H\ c-£lj i|3 )> 

"Dan ketika tidak tetap lagi penglihatan (mu) dan hatimu naik menyesak 
sampai ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan 
bermacam-macam purbasangka. Disitulah diuji orang-orang mu'min dan 
digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat" 

(QS. al-Ahzab : 10-11) 

!-£ / J^ejaraA ^Miaup r^aduluuak j*0 



Bahkan kondisi tersebut diperparah lagi oleh pengkhianatan 
kaum munafiq, di antara mereka ada yang berkata: 

"Dahulu Muhammad menjanjikan kita untuk makan dari gudang 
harta kerajaan Kisra dan Kaisar (Persi dan Romawi), tapi sekarang 
sekedar pergi ke wc saja tidak ada orang yang merasa aman". 

Di antara mereka ada yang minta keluar dari Madinah karena 
rumah mereka sekarang sudah tidak aman lagi dari musuh. 

Kepada mereka Allah turunkan ayatnya : 

"Dan (ingatlah) ketika orang-orang munajik dan orang-orang yang 
berpenyakit dalam hatinya berkata : "Allah dan Rasul-Nya tidak 
menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya". Dan (ingatlah) ketika 
segolongan di antara mereka berkata : "Hai penduduk Yatsrib (Madinah), 
tidak ada tempat bagimu, maka kembalilah kamu". Dan sebagian dari 
mereka minta izin kepada Nabi (untuk kembali pulang) dengan berkata : 
"Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga)", dan 
rumah-rumah itu itu sekali-kali tidak terbuka, mereka tidak lain hanyalah 
hendak lari". (QS- al-Ahzab : 12-13) 

Menghadapi hal tersebut, Rasulullah jg mencoba mengatur 
strategi. Di antaranya, beliau mengirim sejumlah penjaga ke 
Madinah untuk melindungi kaum wanita muslimah di tempat 
perlindungannya. 

Di sisi lain, beliaupun berencana untuk memecah kekuatan 
musuh, yaitu mengajak damai pimpinan suku Ghatharan dengan 
cara memberikan sepertiga hasil panen penduduk Madinah kepada 
mereka dengan syarat mereka pulang ke negerinya, sehingga kaum 
muslimin hanya menghadapi kaum musyrikin yang sedikit banyak 
telah mereka ketahui kekuatannya. 

Namun sebelumnya beliau minta pendapat Sa'ad bin Mu'az 
dan Sa'ad bin Ubadah. Dengan sopan mereka mengatakan bahwa 
jika itu perintah Allah kepada beliau, maka mereka siap 

1 2o J^ejaran ^Midup KaiuluUah J^ 



mena'atinya. Namun jika semata-mata pendapat beliau, mereka 
tidak menerima hasil jerih payah mereka (panen mereka) 
diserahkan kepada orang-orang musyrik, mereka hanya siap 
memberikan pedang (berperang) kepada kaum musyrikin itu. 
Rasulullah pun akhirnya membenarkan sikap mereka. 

Namun Allah Ta'ala memiliki rencana lain. Ada seseorang dari 
suku Ghathaian yang bernama Na'im bin Mas'ud bin Amir al- 
Asyja'i &, datang menghadap Rasulullah % seraya berkata bahwa 
dia telah masuk Islam, namun tidak ada seorangpun dari sukunya 
yang mengetahui hal tersebut. Dia siap mendapatkan tugas dari 
Rasulullah %,. Rasulullah segera memerintahkan untuk mengacau 
kekuatan musuh semampunya, beliau berkata : 



o ^ ' S 



"Sesungguhnya peperangan adalah tipu muslihat" 

Maka pergilah Na'im bin Mas'ud menemui Bani Quraidzah 
yang semasa Jahiliah, dia memiliki hubungan erat dengan mereka. 
Dia katakan kepada mereka bahwa tindakan mereka berpihak 
kepada pasukan musuh adalah keliru. Sebab pasukan musuh tidak 
tinggal di negeri mereka. Kalau menang, pasukan tersebut akan 
merampas apa yang ada, kalau kalah, pasukan tersebut akan kabur 
meninggalkan mereka seorang diri menghadapi balas dendam 
tentara Rasulullah %. Setelah iru beliau menasihati mereka agar 
tidak berpihak kepada pasukan musuh kalau mereka tidak mem- 
berikan jaminan. Bani Quraidzah menerima usulan Na'im tersebut. 

Kemudian dia (Na'im) mendatangi Pasukan Quraisy yang juga 
semasa jahiliahnya memiliki hubungan baik dengan mereka. Lalu 
beliau memberitahukan mereka bahwa Suku Yahudi Bani 
Quraidzah menyesal telah berpihak kepada mereka dengan 
melanggar perjanjian dengan Muhammad. Karenanya mereka telah 
menyurati Muhammad bahwa mereka akan meminta jaminan dari 

i.-ity J^iejarak ^Midup /Kasuluuak $Ĕ$ 



pasukan Quraisy tersebut yang akan mereka serahkan kepada 
Muhammad untuk mengembalikan perjanjian tersebut dan bersatu 
melawan mereka. Maka beliaupun menasihati pasukan Quraisy 
untuk tidak memenuhi permintaan Bani Quraidzah apabila mereka 
meminta jaminan. 

Kemudian beliau datang ke suku Ghathafan dan menyampai- 
kan hal yang sama. 

Upaya Naim bin Mas'ud berhasil. Orang-orang Yahudi Bani 
Quraidzah mengirim surat kepada suku Quraisy dan Ghathafan 
untuk meminta jaminan dari mereka sebagai imbalan dari 
keberpihakannya kepada mereka, jika tidak maka mereka tidak 
akan bersedia berperang di pihak sekutu. 

Melihat hal tersebut, orang-orang Quraisy dan Ghathafan 
merasa bahwa apa yang disampaikan Na'im adalah benar. Maka 
mereka segera memberikan jawaban, bahwa mereka tidak akan 
memenuhi permintaan Bani Quraizah. Mendapat jawaban tersebut, 
Bani Quraizahpun merasa bahwa apa yang disampain Na'im ada 
benarnya. 

Akhirnya kekuatan merekapun terpecah belah. 

Sementara itu, kaum muslimin berdoa kepada Allah : 

« lili- jj [^ij liljj^ ^l (4^1 » 

"Ya Allah, lindungilah aurat kami, dan berilah keamanan dalam ketakutan 
kami"" 

Adapun Rasulullah % berdoa : 

a^a\»\ /«hs-UI < i_j1j>-VI (> y>\ i i_jL«>-I ajj-^ < t_jl^ol uy~° ^a-g-Ul » 



ij" J^>ejarak ^J4idu,p r\a6u,lu.Uak ^§5 



"Ya Allah yang menurunkan al-Kitab, Yang Cepat Hisab-Nya, Hancur- 
kanlah tentara sekutu, Ya Allah hancurkan mereka dan goyahkan mereka" 

Allah mengabulkan doa Rasulullah % dan kaum muslimin. 
Setelah perpecahan melanda tentara sekutu dan mereka mulai 
lemah. Allah mengirim 'tentara-Nya berupa badai yang menghan- 
tam kemah-kemah mereka sehingga tidak satupun yang tidak 
tercabut, kemudian Allah utus tentara-Nya berupa malaikat untuk 
menggoncangkan mereka dengan menghembuskan ketakutan di 
dada mereka. 

Pada malam yang sangat dingin tersebut, Rasulullah % meng- 
utus Huzaifah bin al-Yaman untuk mencari informasi tentang 
keadaan pasukan sekutu. Maka berangkatlah Huzaifah menunai- 
kan tugas tersebut. Akhirnya beliau mengetahui keadaan pasukan 
musuh yang sangat mengenaskan dan telah bersiap-siap untuk 
kembali. Maka hal itu segera dilaporkan kepada Rasulullah %. 

Kini tahulah Rasululah %, bahwa Allah Ta'ala memenuhi janji- 
Nya, memuliakan tentaraNya, dan menghancurkan kekuatan seku- 
tu. Maka beliaupun memutuskan untuk kembali ke Madinah. 

Pengepungan pasukan Quraisy terhadap kaum muslimin di 
Madinah berlangsung kurang lebih selama sebulan. 



131 Se/arali J4Jap ^aiJJlak Jf 



| PERAN6 BAM QURAIDZAfl 

(Dzul Qa'idah, 5 Hijriah) 

Sehari setelah kepulangan Rasulullah % di Madinah, tepat pada 
waktu Dzuhur, datang malaikat Jibril menemui Rasulullah % yang 
sedang akan mandi di rumah Ummu Salamah. Diapun berkata : 

"Apakah kamu sudah meletakkan senjata ?, sesungguhnya malaikat 
belum meletakkan senjata mereka dan saya tidak akan kembali sebelum 
menyerang suatu kaum. Bangunlah engkau sekarang bersama sahabat- 
sahabatmu menuju Bani Quraidzah, saya akan berjalan di depanmu untuk 
menggoncangkan benteng-benteng mereka dan menebarkan ketakutan di 
dada mereka". 

Maka berangkatlah Jibril bersama pasukannya dari kalangan 
malaikat. 

Kemudian Rasulullah % memerintahkan seseorang meng- 
umumkan kepada masyarakat untuk segera berangkat ke per- 
kampungan Bani Quraidhzah dan berpesan agar mereka tidak 
shalat Ashar kecuali di perkampungan Bani Quraidzah. Beliaupun 
memerintahkan Abdullah bin Ummi Maktum untuk menjaga kota 
Madinah, lalu beliau menyerahkan bendera perang kepada Ali bin 
Thalib. 



1.3^ J>ejarah J4idup Kaiulullah J0 



Rasulullah %, segera berangkat bersama beberapa orang pasu- 
kannya. Para sahabat yang masih berada di Madinah bergegas 
pergi menyusul Rasulullah % menuju Bani Quraidzah agar mereka 
dapat shalat Ashar di sana . 

Namun di tengah perjalanan (sebelum tiba di Bani Quraidzah), 
waktu Ashar telah tiba. Mengingat pesan Rasulullah % di atas, 
maka sebagian di antara para sahabat menunda shalat Ashar 
mereka hingga tiba di Bani Quraidzah di akhir waktu Isya. Semen- 
tara sebagian lainnya melakukan shalat Ashar saat itu juga karena 
berpendapat bahwa yang dimaksud Rasulullah %, adalah untuk 
segera berangkat, (bukan untuk mengakhirkan shalat). Walaupun 
telah terjadi perbedaan pandangan, hal itu tidak membuat mereka 
saling bertikai. 

Begitulah, sekelompok demi sekelompok tentara kaum Mus- 
limin berangkat menuju Bani Quraidzah. Mereka berjumlah 3000 
orang. Setibanya di sana, mereka segera melakukan pengepungan 
terhadap suku tersebut. 

Pengepungan terus berlangsung selama 25 hari. Sebenarnya 
Bani Quraidzah dapat bertahan dalam pengepungan tersebut 
dalam waktu lebih lama, mengingat kuatnya benteng mereka dan 
tersedianya bahan makanan dan minuman di dalamnya. Sementara 
di sisi lain, udara dingin tanpa perlindungan menghadang kaum 
muslimin disertai rasa lapar yang sangat. Namun peperangan ini 
lebih bersifat perang urat saraf dan karena mereka telah dihantui 
rasa takut oleh kekuatan kaum muslimin, akhirnya kaum Yahudi 
Bani Quraidzah tunduk dan mereka menyerahkan keputusannya 
kepada Rasulullah H. 

Orang-orang Anshar menghadap Rasulullah % untuk meminta 
keringanan hukuman terhadap Bani Quraidzah, mengingat hubu- 
ngan baik mereka selama ini. Maka dengan bijaksana Rasulullah M 



IjJ J^ejarak ^J4idup /\aiuluuah ^^ 



menunjuk seorang sahabat dari kalangan Anshar yang bernama 
Sa'ad bin Mu'adz untuk menetapkan hukuman unruk mereka. 

Sa'ad bin Mu'adz memberikan ketetapannya berupa hukuman 
mati kepada setiap laki-laki dewasa dari Bani Quraidzah, 
sedangkan kaum wanitanya di tawan dan harta-harta mereka 
dibagi-bagikan. 

Mendengar keputusan tersebut, Rasulullah % berkomentar : 
"Engkau telah menetapkan hukum Allah dari atas tujuh lapis langit". 

Maka segeralah dilaksanakan ekskusi hukuman mati dengan 
memenggal kepala orang dewasa dari Bani Quraidzah yang ber- 
jumlah antara 600 hingga 700 orang, termasuk di dalamnya tokoh 
Yahudi Bani Nadir; Huyay bin Akhthab, bapak dari Shafiah Ummul 
Mu'minin radhiallahuanha, yang saat itu juga ikut berlindung di 
benteng Bani Quraidzah. 

Hukuman yang sepintas sangat keras ini, sebenarnya sangat 
layak diberikan kepada Bani Quraidzah, mengingat penghianatan 
mereka di saat-saat Rasulullah % sangat membutuhkan bantuan 
mereka berdasarkan perjanjian yang telah disepakati. Apalagi 
ternyata diketahui kemudian, setelah kaum muslimin memeriksa 
benteng mereka, didapati di dalamnya perlengkapan perang leng- 
kap yang sangat banyak. Hal itu menunjukkan bahwa mereka 
memiliki rencana lebih besar lagi terhadap kaum muslimin. 

Pada masa kini, mereka layak dikatakan sebagai penjahat 
perang yang harus dihukum mati. 

Perang Bani Quraidzah terjadi pada tahun ke-5 Hijriah, bulan 
Dzul Qa'idah. 



1-J** S^eiarah —Midup f\a6uiuit 



Pernikahan dengan Zainab binti Jahsy 

Setelah perang Ahzab Rasulullah %, menikahi Zainab binti 
Jahsy. Pada awalnya dia adalah isteri Zaid bin Haritsah, anak 
angkat Rasulullah %, sendiri. Karena adanya ketidakcocokan maka 
terjadilah perceraian. Lalu atas perintah Allah, Rasulullah % 
menikahinya sekaligus untuk menghapus adat masyarakat Arab 
yang melarang menikahi mantan isteri anak angkat. Karena anak 
angkat bagi mereka dianggap seperti anak kandung, sebuah 
pandangan yang ingin diluruskan dalam ajaran Islam. 



1.35 J^ejarak ^J4idup rCaiuluuak J0 



PERAN6 BAM MUSTHAUQ 
(Sya'ban, 6 Hijriah) 

Perang Bani Musthaliq dari segi militer bukanlah perang besar. 
Namun di balik perang ini, terdapat pelajaran bagi kaum muslimin 
tentang sikap-sikap kaum munafiq yang ingin melemahkan 
kekuatan kaum mushmin dari dalam, sebagaimana yang terkan- 
dung dalam peristiwa dusta (Haditsul IJki) yang terjadi di akhir 
perang ini. 

Perang ini terjadi pada bulan Sya'ban tahun ke-6 Hijriah. 
Berawal dari intormasi yang sampai kepada Rasulullah %, bahwa 
pemimpin Bani Mushthaliq; al-Harits bin Abi Dhiror sedang 
mengumpulkan kekuatan untuk menyerang Rasulullah %. Setelah 
menyakini kebenaran berita tersebut dari intormasi mata-mata 
yang dikirim Rasulullah %, maka beliau segera menyiapkan pasu- 
kannya dan segera berangkat menuju perkampungan Bani 
MusthaHq. 

Harits bin Dhiror segera mengirim mata-matanya untuk men- 
dapatkan intormasi tentang tentara kaum muslimin. Namun mata- 
mata tersebut berhasil ditangkap kaum muslimin dan dibunuhnya. 

Berita tersebut, membuat pasukan musuh menjadi sangat keta- 
kutan dan kekuatan merekapun mulai berpecah belah. Maka ketika 
pasukan Rasulullah % datang menyerbu mereka sekaligus, tidak 
beberapa lama semua pasukan musuh berhasil ditumpas, sedang- 
kan kaum wanita dan anak-anak ditawan. Dari pihak kaum mus- 
limin tidak ada yang terbunuh kecuali seorang tentara yang ter- 
bunuh oleh kaum muslimin sendiri yang dikira sebagai pasukan 
musuh. 

Di antara kaum wanita yang ditawan adalah putri pemimpin 
kaum tersebut yang bernama : Juwairiah binti al-Harits. Wanita 
tersebut, kemudian dinikahkan Rasulullah % setelah dimerdeka- 

136 Sajarak JJidup PalJJU M 



kan. Maka dengan sebab pernikahan tersebut, kaum muslimin 
memerdekakan budak-budak mereka dari Bani Musthaliq yang 
masuk Islam. Karenanya mereka disebut : Besan Rasulullah %. 

Peran Kaum Munafik Dalam Mengacaukan Kekuatan 
Kaum Muslimin 

Setelah selesai peperangan ini, kaum munafik membuat ulah 
yang sempat mengacaukan kekuatan kaum muslimin, Di antaranya 
mereka menghembuskan semangat kesukuan. Ketika sempat 
terjadi bentrokan kecil antara sahabat dari kalangan Anshar dan 
Muhajirin dan kemudian mereka masing-masing minta bantuan 
kelompoknya, Rasulullah % segera melarang sikap tersebut yang 
beliau sebut sebagai seruan-seruan jahiliah. Kaum munafik dengan 
dipelopori oleh Abdullah bin Ubay bin Salul, sengaja membesar- 
besarkan hal ini agar kaum muslimin asal Madinah (Anshar) 
merasa emosi dan melakukan pembalasan terhadap kaum 
Muhajirin jika telah tiba di Madinah. Hal tersebut Allah jelaskan 
dalam surat al-Munafiqun. 

Umar bin Khattab 4» yang mengetahui berita tersebut meminta 
Abbad bin Yasir untuk membunuhnya. Namun Rasulullah % 
melarangnya, khawatir akan timbul fitnah bahwa Rasulullah % 
membunuh rekan-rekannya sendiri. 

Anak Abdullah bin Ubay sendiri, yaitu Abdullah bin Abdullah 
bin Ubay bin Salul adalah seorang sahabat yang shalih. Dia ingin 
berlepas diri dari ulah bapaknya, maka ketika pasukan sudah tiba 
di pintu gerbang Madinah, beliau berdiri di pintu gerbang tersebut, 
dan ketika bapaknya hendak melewatinya, dia mencegahnya 
masuk sebelum Rasulullah % mengizinkannya. Setelah beliau % 
mengizinkannya, baru sang anak membolehkannya untuk lewat. 
Bahkan dia sempat berkata kepada Rasulullah % bahwa dirinya 
siap membunuh bapaknya jika diperintahkan oleh Rasulullah % 
dan akan dibawa kepalanya ke hadapannya. 

IJI J^iejarak ^Midun ACa; 



Berita Dusta (Haditsul Ifki) 

Pada perang ini pula terjadi peristiwa besar yang merupakan 
hasil makar kaum munank yang dikenal dengan istilah Haditsul Ifki 
(Berita Dusta). 

Bermula dari keikutsertaan Aisyah radhiallahuanha dalam 
perang ini berdasarkan undian yang Rasulullah % lakukan jika 
hendak bepergian untuk memilih salah satu isterinya. 

Ketika kaum muslimin hendak pulang dari peperangan, mereka 
istirahat di sebuah tempat. Saat itu Aisyah keluar untuk buang 
hajat. Ketika akan kembali, kalung yang dia pinjam dari saudara- 
nya ternyata terjatuh. Akhirnya dia kembali ke tempat buang hajat 
tadi untuk mencarinya. 

Pada saat itu, rombongan kaum muslimin berangkat menerus- 
kan perjalanannya pulang ke Madinah. Orang-orang yang 
mengangkat haudaj • Aisyah tidak menyangka bahwa dia tidak ada 
di dalamnya, karena yang mengangkatnya banyak, sehingga 
ringannya haudaj itu tidak terasa oleh mereka, di samping Aisyah 
masih muda dan tubuhnya kurus. 

Maka ketika Aisyah kembali setelah menemukan kalung terse- 
but, didapatinya tempat semula telah kosong tidak ada seorang 
pun. Akhirnya dia duduk di sebuah pohon, dengan harapan mere- 
ka akan kembali apabila menyadari bahwa dia tertinggal. Saat 
menunggu itulah dia tertidur. 

Pada saat itulah datang seorang sahabat bernama Shofwan bin 
Mu'aththol yang tertinggal dari rombongan kaum muslimin. Dia 
sangat terkejut ketika didapatinya Aisyah; isteri Rasulullah % 
seorang diri, dia langsung berkata : 



i Tandu tertutup yang diletakkan di atas onta, biasa digunakan sebagai tempat 
kaum wanita dalam perjalanan. 



ljo J^ejarah ^Midup hCaiululi 



"Inna Lillahi wa inna llaihi Raji'un, Isteri Rasulullah !?". 

Aisyah terbangun. Kemudian tanpa keduanya berkata-kata, 
Shorwan menundukkan hewan tunggangannya untuk dikendarai 
Aisyah, lalu dituntunnya hewan yang ditunggangi Aisyah tersebut 
hingga tiba di Madinah di siang hari. 

Kejadian tersebut segera menjadi buah bibir di kalangan 
penduduk Madinah dengan berbagai macam komentar. Hal itu 
dimanraatkan oleh tokoh Munafik dengan menyebarkan berita- 
berita dusta bahwa Aisyah radiallahuanha telah melakukan 
"selingkuh". Akhirnya di seantero Madinah tersebarlah berita 
dusta tersebut, bahkan ada sejumlah kaum muslimin yang juga 
termakan oleh fitnah tersebut. 

Mengetahui hal tersebut, Rasulullah % diam tak berbicara. 
Beliau segera mengumpulkan sahabatnya dan minta pendapat 
mereka. AU Bin Thahb secara kiasan menyarankan agar Rasullah % 
menceraikan Aisyah radhiallahuanha, sementara Usamah dan 
lainnya justru mengusulkan agar Rasulullah % tetap memperta- 
hankannya dan jangan terpengaruh fitnah dari musuh. 

Adapun Aisyah, dia menderita sakit selama sebulan sejak 
kepulangannya sehingga tidak mengetahui berita-berita yang telah 
tersebar di tengah masyarakat, hanya saja dia tidak merasakan 
kelembutan Rasulullah % yang dahulu sering dia rasakan 
manakala dia menderita sakit. Hingga kemudian Ummu Misthah 
memberitakan hal yang sebenarnya. Seketika itu juga Aisyah 
mendatangi Rasulullah % dan mohon izin untuk pulang ke rumah 
kedua orang tuanya. Aisyah tak kuasa menahan tangisnya, dua 
malam dia terus menangis dan matanya tidak bisa terpejam. 

Namun akhirnya kesedihan itu cepat berlalu, karena tak berapa 
lama kemudian, Rasulullah % mendapatkan wahyu dari Allah 
Ta'ala yang menyatakan bahwa Aisyah radiallahuanha bebas dari 
tuduhan-tuduhan tersebut. 

139 Sejarak J4ilup RaiJJlak j|f 



^ i-fj» - * .' >f ,*-."'' -» ''^ •< E -i- - ■?'- J» 



4,1 j£ /j ^ ^ J33 c^ii^ c ^f j^ c^ & & gj* J& 

"Sesungguhnya orang-orang yang mernbawa berita bohong itu adalah dari 
golongan kamu juga. Janganlah kamu mengira bahwa berita bohong itu 
buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seorang dari 
mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakan. Dan siapa di antara 
mereka yang mengambil bahagian terbesar dalam penyiaran berita bohong 
itu baginya azab yang besar" (QS. an-Nur : ll) 

Betapa gembiranya Rasulullah M mendapatkan wahyu 
tersebut, beliaupun segera mengabarkannya kepada Aisyah. 

Demikianlah, 'drama' Haditsul Ijki berlangsung kurang lebih 
sebulan yang berakhir dengan bebasnya keluarga Rasulullah % 
dari fitnah keji dan kehinaan yang dialami oleh orang-orang 
munafik terutama tokohnya Abdullah bin Ubay yang semakin 
tidak dipercaya oleh masyarakatnya sendiri. 

Pada peristiwa tersebut, Rasulullah M melakukan hukum 
cambuk sebanyak 80 cambukan sebagai had (hukuman) terhadap 
tuduhan perbuatan zina yang tidak memiliki bukti kepada 
beberapa orang sahabat yang turut menyebarkan berita tersebut; di 
antaranya Misthah bin Utsatsah, Hassan bin Tsabit dan Hamnah 
binti Jahsy. 



140 Sejarak J4duf, ^JJU M 



I PERJANJIAN HUDAIBIAH 

(Dzul Qa'idah, tahun 6 Hijriah) 

Ketika kaum muslimin semakin lama semakin kuat di Jazirah 
Arabia, mereka mulai berpikir untuk mendapatkan hak mereka 
yang sangat mereka impikan, yaitu beribadah di Masjidil-Haram 
yang sejak enam tahun lamanya terhalang oleh kaum musyrikin. 
Hingga pada suatu saat Rasulullah % bermimpi memasuki kota 
Mekkah serta menunaikan Umrah dan thawaf di sana. Maka esok 
harinya Rasulullah % beritakan hal tersebut kepada para sahabat, 
lalu beliau perintahkan mereka untuk bersiap-siap melakukan saf ar 
untuk umrah. 

Maka pada hari senin bulan Dzul Qa'idah tahun ke-6 Hijriah 
berangkatlah Rasulullah % bersama 1400 orang sahabat tanpa 
senjata perang kecuali pedang di dalam sarungnya. Isteri yang ikut 
bersama Rasulullah % saat itu adalah Ummu Salamah. Setibanya 
di Dzulhulaifah ', Rasulullah % mulai melakukan ihram untuk 
umrah. 

Sementara itu, kaum kafir Quraisy yang mendengar keda- 
tangan Rasulullah % sepakat menghalangi kedatangan beliau 
apapun caranya. 



1 Dzulhulaifah adalah miqat bagi penduduk Madinah atau yang datang dari arah 
Madinah bagi mereka yang akan umrah atau haji. 

141 Syarak JJiJup RaJJLk M 



Mengetahui gelagat tersebut, Rasulullah % mengubah rute 
perjalanannya, Sampai akhirnya beliau singgah di sebuah tempat 
bernama Hudaibiah. 

Di tempat tersebut Rasulullah % menyatakan dengan tegas ke- 
pada Badil bin Warqa' al-Khuza'i -orang yang bersedia menjadi pe- 
nengah antara kaum mushmin dan orang-orang kaf ir- bahwa keda- 
tangannya semata-mata ingin menunaikan umrah, bukan untuk 
berperang, namun jika orang-orang Quraisy memerangi mereka, 
maka Rasulullah % tanpa ragu akan memerangi mereka pula. 

Mendengar hal tersebut kaum Quraisy mengirim utusannya 
untuk mengetahui hal sebenarnya. Rasulullah % kembali menegas- 
kan hal tersebut kepada utusan tadi. Utusan tersebut kembah ke 
kaumnya dan meyakinkan mereka bahwa kedatangan RasulullahH 
hanya ingin melaksanakan umrah. 

Begitu pula dengan utusan berikutnya, menyatakan hal yang 
sama. 

Kali ini giliran Rasulullah % yang ingin mengetahui sikap 
kaum kafir Quraisy. Maka diutuslah Utsman bin Affan 4» . Beliau 
% memerintahkan kepadanya agar mengabarkan kaum Quraisy 
bahwa kedatangan mereka semata-mata untuk umrah, bukan 
untuk berperang. 

Setibanya di Mekkah, Utsman segera menyampaikan misinya 
kepada para pembesar Quraisy. Selesai itu, kaum Quraisy mena- 
warkan kepada Utsman untuk melakukan thawaf, namun hal 
tersebut ditolaknya, karena dia tidak akan thawaf sebelum 
Rasulullah jg thawaf . 



14.Z ^J>ejarak ^Midup f\a.6uiuuah jdĔ% 



Penahanan Utsman bin Aff an 4& 

Kaum kafir Quraisy bermusyawarah untuk menetapkan jawa- 
ban yang akan disampaikan kepada Rasulullah %. Karena itu, 
mereka menahan Utsman bin Affan hingga ketetapannya berhasil 
diputuskan, lalu melalui beliau akan disampaikan kepada 
Rasulullah % . Namun karena penahanan tersebut berlarut-larut, 
tersiarlah berita di kalangan para shahabat yang menunggu di 
Hudaibiah bahwa Utsman bin Affan ~& dibunuh. 

Mendengar berita tersebut, Rasulullah % segera meminta para 
sahabatnya melakukan ba'iat, untuk menuntut balas atas kematian 
Utsman. Maka mereka berbai'at di bawah sebuah pohon. Bai'at 
tersebut dikenal dalam sejarah sebagai Bai'atur-Ridwan. 

Allah Ta'ala menyatakan hal tersebut : 

"Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mu'min ketika 
mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon " (QS. al-Fath : 18) 

Ketika kaum Quraisy mengetahui adanya ba'iat tersebut, mere- 
ka segera mengutus Suhail bin Amr untuk mengadakan perjanjian 
dengan Rasulullah %. 

Setibanya sang utusan di Hudaibiah, disepakatilah perjanjian 
yang di dalamnya terkandung empat hal : 

1. Tahun ini (6 H), Rasulullah % harus kembali (tidak boleh 
melaksanakan umrah). Tahun depan beliau dan kaum musli- 
min boleh memasuki Mekkah dan tinggal di sana selama tiga 
hari. Mereka hanya boleh membawa persenjataan musahr 
sedangkan pedang-pedang mereka harus dimasukkan di dalam 
sarung. Pada saat itu kaum Quraisy tidak boleh menghalangi- 
nya. 

143 Sejarah J4uLup KwsuLliak jlf 



2. Menghentikan peperangan dari kedua belah pihak selama 10 
tahtin dan mewujudkan keamanan di tengah masyarakat. 

3. Siapa yang menjalin persekutuan dengan Muhammad dan 
kaum Quraisy maka dia termasuk bagian dari kedua pihak 
tersebut. Maka penyerangan yang diarahkan kepada suku-suku 
tersebut, dianggap sebagai penyerangan kepada sekutunya. 

4. Siapa yang kabur dari kaum Quraisy (Mekkah) dan mendatangi 
Muhammad (ke Madinah) maka harus dikembalikan (ekstra- 
disi), sedangkan yang kabur dari Muhammad (Madinah) kepa- 
da kaum Quraisy (ke Mekkah), tidak dikembalikan. 

Kemudian Rasulullah % memanggil Ali bin Abi Thalib 4b untuk 
mencatat isi perjanjian tersebut. Behau mendiktenya dengan 
mermliskanBismillahirrahmanirrahim. 

Suhail segera memotongnya : 

"Adapun "Arrahman", kami tidak mengenalnya, tulis saja "Bismika 
Allahumma". 

Akhirnya Rasulullah % perintahkan Ali untuk menulis bacaan 
tersebut. Kemudian Rasulullah % mendiktekan lagi. 
"Ini adalah isi perjanjian antara Muhammad Rasulullah". 

Suhail kembali memotong : 

"Kalau kami percaya engkau sebagai Rasulullah, tentu kami tidah 
akan menghalangimu dari Baitullah dan tidak akan memerangimu 
Tulislah : Muhammad bin Abdullah". 

"Aku tetaplah Rasulullah meskipun engkau dustakan aku", Tegas 

Rasulullah %. 

Akhirnya Rasulullah % perintahkan Ali bin Abi Thalib 4 
untuk menulis Muhammad bin Abdullah dan menghapus tulisar 
Rasulullah %. Namun Ali bin Abi Thalib menolak menghapusnya 
lalu Rasulullah % yang langsung menghapus dengan tangannya. 



144 Sejarak JiiAup galJJU £§ 



Perjanjianpun disepakati kedua belah pihak. Setelah itu, suku 
Khuza'ah menyatakan sebagai sekutu Rasulullah %, sedangkan 
Bani Bakar menyatakan sebagai sekutu Quraisy. 

Kasus Abu Jandal 

Belum lagi kesepakatan tersebut berlalu. Rasulullah % diuji 
oleh peristiwa yang dialami oleh Abu Jandal, seorang sahabat yang 
masih tertawan oleh suku Quraisy, yang saat itu mendatangi 
Rasulullah % dalam keadaan terbelenggu memohon pembebasan 
dirinya. Namun karena telah terikat dengan perjanjian tersebut dan 
tidak ingin berkhianat, akhirnya dengan berat hati Rasulullah H 
mengembalikan Abu Jandal kepada kaum Quraisy seraya meminta- 
nya untuk bersabar. 

Meyembelih hady dan mencukur rambut 

Setelah urusan perjanjian tersebut telah selesai semua, 
Rasulullah H memerintahkan sahabatnya untuk memotong hewan 
dam 0. Namun tiga kali dia menyerukan hal tersebut, tidak ada 
seorangpun sahabat yang melaksanakannya 2 ). Dengan gundah 
Rasulullah % masuk menemui isterinya Ummu Salamah yang 
kemudian menyarankan kepada beliau untuk menyembelih 
ontanya sendiri dan meminta seseorang untuk mencukur 
rambutnya. Rasulullah H laksanakan saran yang bijak tersebut. 



1 Dikenal dalam ibadah haji dan umrah, bahwa seseorang yang sudah melakukan 
ihram, lalu ingin membatalkan ibadahnya, maka sebagai tahallul (tanda 
penyudah)-nya, dia harus menyembelih seekor kambing. (pent.) 

2 - Keengganan para sahabat bukan menunjukkan pembangkangan mereka 
terhadap perintah Rasulullah % , tapi karena keinginan mereka yang besar 
untuk umrah, sehingga ketika ada perintah untuk membatalkannya terasa berat 
mereka laksanakan. Nyatanya hal tersebut segera mereka lakukan setelah 
Rasulullah 3§ melakukannya. (pent.) 

A'45 ^Jlejarah ^Midap Kaiulullah %^$ 



Maka, tanpa berbicara beliau menyembelih ontanya dan meminta 
seseorang untuk menggundul kepalanya. 

Para sahabat yang melihat hal itu serta merta bangkit dan 
melakukan hal yang sama. Mereka menyembelih onta untuk tujuh 
orang dan menggundul kepalanya atau memendekkannya. 
Rasulullah H mendoakan mereka yang menggundul kepalanya 
sebanyak tiga kali dan yang memendekkan rambutnya saja 
sebanyak sekali. 

Menolak Mengembalikan Wanita Muslimah Yang Hijrah 

Suatu ketika datang seorang wanita muslimah yang kabur dari 
Mekkah untuk mendapatkan perlindungan Rasulullah %,. Wali 
wanita tersebut mendesak Rasulullah % untuk mengembalikan dia 
berdasarkan isi perjanjian Hudaibiah. Namun kali ini Rasulullah H 
menolaknya, karena isi perjanjian tersebut hanya berlaku bagi 
orang laki. 

Dalam hal ini Allah Ta'ala menurunkan ayat-Nya : 

"Hai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu 
perempuan-perempuan yang beriman, maka hendaklah kamu uji (keiman- 
an) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka; jika kamu 
telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman, maka janganlah 
kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. 
Mereka tiada halal bagi orang-orang kajir dan orang-orang kajir itu tiada 
halal bagi mereka. Dan berikanlah kepada (suami-suami) mereka mahar 
yang mereka bayar. Dan tiada dosa atasmu mengawini mereka apabila 
kamu bayar kepada mereka maharnya. Dan janganlah kamu tetap ber- 
pegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir; dan 
hendaklah kamu minta mahar yang telah kamu bayar; dan hendaklah 
mereka meminta mahar yang telah mereka bayar. Demikianlah hukum 
Allah yang ditetapkan-Nya di antara kamu. Dan Allah Maha Mengetahui 
lagi Maha Bijaksana " (QS. al-Mumtahanah : 10) 

-l^t O S^ejarak ^J4laup KaiuluUak _%0 



Pelajaran dan Hikmah dari Perjanjian Hudaibiah 

Perjanjian Hudaibiah memiliki dampak yang sangat besar. 

Secara umum perjanjian ini menunjukkan diakuinya keber- 
adaan kaum muslimin di Madinah dan ini merupakan kemenangan 
tersendiri bagi kaum muslimin, sebab sebelumnya kaum kafir 
Quraisy berupaya memerangi dan menumpas mereka sampai ke 
akar-akarnya. Sekaligus dengan adanya perjanjian tersebut dapat 
menghalangi keangkuhan dan kezaliman kaum musyrikin yang 
selalu berupaya menyerang kaum muslimin. 

Di sisi lain, dengan adanya perjanjian tersebut, membuka 
peluang yang sangat besar bagi kaum mushmin untuk melancarkan 
dakwahnya yang selama ini banyak disibukkan oleh peperangan- 
peperangan bersama kaum Quraisy. Dan nyatanya kemudian hal 
tesebut terbukti, di mana kaum muslimin sebelum perjanjian 
tersebut berjumlah tak lebih 3000 orang, namun dua tahun setelah 
perjanjian tersebut pada peristiwa Fathu Mekkah pasukan kaum 
muslimin sudah berjumlah 10.000 orang. 

Adapun pasal yang menyatakan bahwa penduduk Mekkah 
yang kabur ke Madinah harus dikembalikan oleh Rasulullah % ke 
Mekkah, sedangkan penduduk Madinah yang kabur ke Mekah 
tidak dikembalikan, sepintas perjanjian tersebut menguntungkan 
kaum musyrikin. Namun jika diamati dengan seksama, hal tersebut 
ternyata dapat dipahami. Karena orang yang beriman tidak 
mungkin akan kabur ke Mekkah untuk minta perlindungan, maka 
jika ada yang kabur, pastilah dia orang kafir yang telah nyata 
kekaHrannya. Untuk orang seperti itu, tidak ada ruginya bagi kaum 
muslimin jika mereka kabur dari Madinah. 

Sedangkan kaum muslimin di Mekkah jika dia hendak kabur, 
maka Madinah bukanlah satu-satunya tujuan untuk itu. Bumi Allah 
amatlah luasnya, maka dia dapat mencarinya selain Madinah. 

Hal itu kemudian terbukti, ada seorang sahabat yang bernama 
Abu Bashir kabur dari Mekkah ke Madinah. Namun Rasulullah % 

14 / ^ejarak ~J4uLup r^aAulaliak %Z% 



berdasarkan perjanjian tersebut tidak menerimanya, maka beliau 
menyerahkannya kepada dua utusan Quraisy yang menjemputnya. 

Namun di tengah perjalanan Abu Bashir berontak, tidak ber- 
sedia kembali ke Mekkah, dua orang utusan Quraisy tersebut dibu- 
nuh olehnya. Akhirnya dia mencari lokasi di tepi pantai sebagai 
tempat tinggalnya. Hal tersebut kemudian diikuti oleh Abu Jandal 
yang tinggal dan bergabung bersamanya. 

Begitulah seterusnya satu demi satu kaum muslimin yang 
berada di Mekkah kabur ke tempat itu, dan lama kelamaan akhir- 
nya membentuk komunitas tersendiri. Hal ini ternyata menyulitkan 
kaum Quraisy sendiri, karena kafilah dagang mereka sering 
diganggu oleh kaum muslimin yang berada di tempat tersebut 
sebagai pembalasan atas perlakuan aniaya yang mereka terima 
selama ini dari kaum musyrikin. 

Di kalangan para sahabat sendiri, pada awalnya timbul 
keberatan dengan isi perjanjian tersebut. Karena secara lahir, 
perjanjian tersebut berpihak kepada kaum musyrikin. Namun 
akhirnya mereka menyadari bahwa keputusan Rasulullah % akan 
selalu mendatangkan kemaslahatan, karena semuanya berasal dari 
Allah Ta'ala. Apalagi tidak lama kemudian Allah Ta'ala menurun- 
kan ayat-Nya : 

[jOiJI l jy s\ ^ \1lS l^JLs diJ ll^£s b! 
"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang 

nyata" (QS. al-Fath : 1) 

Maka bergembiralah para sahabat dengan kabar gembira 
kemenangan yang gilang gemilang. 

Tokoh-Tokoh Quraisy Masuk Islam 

Pada awal tahun ke-7, setelah disepakatinya perjanjian tersebut, 
sejumlah tokoh Quraisy masuk Islam, di antaranya : Amr bin Ash, 
Kholid bin Walid dan Utsman bin Talhah. 

148 S.jaJL J4uLp KaJJU M 



| BABAKBAEU 

Perjanjian Hudaibiah memberikan babak baru bagi dakwah 
Rasulullah % yang di kemudian hari memberikan pengaruh sangat 
luar biasa bagi perkembangan dakwah Islam. 

Ada dua hal utama yang Rasulullah % lakukan setelah 
perjanjian tersebut; 1- Mengirim surat dakwah kepada raja-raja, 
2- Operasi militer. 

Mengirim Surat Berisi Seruan Dakwah Kepada Raja-Raja 

Diakhir tahun ke-6, setelah pulang dari perjanjian Hudaibiah, 
Rasulullah % bermaksud memperluas dakwahnya dengang 
mengirim surat kepada raja-raja yang berisi dakwah kepada Islam. 

Karena ada iniormasi bahwa surat-surat kepada para Raja 
hanya akan mereka terima jika ada stempelnya, maka Rasulullah H 
membuat stempel dari cincin perak yang terukir : Muhammad 
Rasulullah. Namun susunan barisnya sebagai berikut : 



Lalu Beliau memilih para sahabatnya yang berpengalaman 
untuk membawa misi tersebut. 



14" J^ejarah J4uiap Kaiu-ltiUak 3s5> 



Di antara raja-raja yang dikirimi surat oleh Rasulullah % 
adalah: 

a) Raja Najasyi; Raja Habasyah (Ethiopia). 

Kepada Raja ini Rasulullah H mengutus sahabatnya 'Amr bin 
Umayyah ad-Dhomri. Rasulullah H mengirim surat yang berisi 
ajaran Tauhid kepada Allah dan keimanan terhadap nabi Isa 
alaihissalam sebagai seorang Nabi dan Rasul yang merupakan putra 
Maryam . 

Raja Najasyi menerima surat tersebut dengan positii dan 
menyatakan masuk Islam. 

Pada tahun ke-9 Hijriah, raja Najasyi meninggal dunia. 
Rasulullah % menyatakan dukanya dan melakukan shalat ghaib 
untuknya. 

b) Raja Muqauqis, penguasa Mesir. 

Untuk membawa surat ini Rasulullah M memilih Hathib bin 
Abi Baltha'ah. Dalam surat tersebut Rasulullah H mendakwahkan 
Islam kepadanya, seraya beliau mengutip firman Allah Ta'ala : 

'M % '£* tf\'pZ3 &z Jj- ^aA Jj yu3 ^^sot JiL; -js > 

ijjjj oS^ ^' Oj^ crt U\->j\ \-^*->. ^-v<a*j ^=r^~i V5 'A^ *-^-> ^j& *^j 

"Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) 
yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita 
sembah secuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun 
dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai 
tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: 

150 Sejara/i ^MiJup KaiuLuah ^ 



"Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada 
Allah) ". (QS. Ali Imron : 64) 

Raja Muqauqis menerima utusan Rasulullah %, dengan baik, 
bahkan terjadi dialog di antara keduanya. Akhirnya beliau 
membalas surat Rasulullah H dan mengirim hadiah berupa kele- 
dai dan dua budak wanita; Mariah dan Siirin. Namun demikian 
beliau tidak menyatakan masuk Islam. 

Mariah diambil Rasulullah % sebagai budak (dan digaulinya), 
darinya lahir seorang anak bernama Ibrahim. 

c) Raja Kisra, penguasa Persia. 

Untuk menunaikan tugas ini, Rasulullah % mengutus 
Abdullah bin Huzafah as-Sahmi. Setibanya surat tersebut di tangan 
Raja Kisra dan dibacanya, dengan penuh kesombongan langsung 
dirobeknya sebagai tanda penolakan terhadap seruan Rasulullah 
%. Ketika hal tersebut disampaikan kepada Rasulullah %, beliau 
berdoa : 

"Semoga Allah robek (hancurkan) kerajaannya" . 

Benar saja, tidak berapa lama kemudian terjadi kudeta yang 
dilakukan oleh anaknya sendiri; Syirowaih bin Kisra yang mem- 
bunuh bapaknya dan kemudian dia duduk di singgasana raja. 

d) Raja Heraklius, penguasa Romawi. 

Untuk membawa surat ini, Rasulullah % mengutus Dihyah bin 
Kholifah al-Kalby. Ketika itu Heraklius memanggil Abu Sufyan 
yang saat itu sedang membawa kafilah dagangnya di Syam, dan 
terjadilah dialog panjang antar keduanya tentang jatidiri Rasulullah 
% dan ajaran yang dibawa. 

Dari dialog tersebut tampak bahwa Rasulullah % dan ajarannya 
adalah sebagaimana yang telah diketahui orang-orang Ahli Kitab 
lewat ramalan-ramalan yang termaktub dalam kitab-kitab mereka. 



Bahkan dari dialog tersebut pengaruhnya dirasakan oleh Abu 
Sufyan, sehingga mengantarkannya untuk masuk Islam suatu sa'at. 

Akibat dari surat Rasulullah 3ls, raja HerakUus memberikan 
kepada Dihyah sejumlah uang dan kain sebagai hadiah kepada 
Rasulullah %. 

Demikian seterusnya Rasulullah % mengirim utusannya untuk 
membawa suratnya kepada raja-raja lainnya, sebagai bentuk 
dakwah Rasulullah J| kepada mereka. Di antara mereka ada yang 
masuk Islam dan ada yang tetap kafir. Akan tetapi yang terpenting 
adalah bahwa orang-orang kafir telah mengenal Rasulullah % dan 
dakwah beliau telah sampai kepada mereka. 



IjA ^Jejarah ^J4uiua rCaiuluuah jd^ 



(Muharram, 7 H) 

Khaibar adalah kota besar yang dikelilingi oleh benteng dan 
perkebunan. Berjarak 86 km dari utara Madinah. 

Sebab-Sebab Peperangan 

Setelah perjanjian Hudaibiah, Rasulullah % hanya tinggal ber- 
konsentrasi untuk mengatasi kaum Yahudi Khaibar yang selama ini 
menjadi pusat makar dan provokasi yang selalu mengacaukan 
keamanan bagi kaum muslimin. 

Maka di akhir Muharram, tahun 7 Hijriah, berangkatlah 
Rasulullah % ke Khaibar . 

Sebelum berangkat, Rasulullah % berpesan agar yang ikut serta 
hanya mereka yang benar-benar hendak berjihad. Maka tidak ada 
yang keluar saat itu kecuali mereka yang ikut dalam Baiaturridwan, 
jumlah mereka 1400 pasukan. Orang-orang munafik yang tidak 
ikut dalam perjanjian Hudaibiah dilarang ikut oleh Rasulullah %. 
Hal ini dikisahkan oleh Allah Ta'ala dalam kitabnya : 

jiSsk^lJ bjji LajJu-IxJ jKJlil ^ jl JLLaijajl lil ^2j>yA^S\ [}yilL )> 

'S* o? ^' -^ j^cj ' Ii= iiji£ J js ^M ^K \jjz£ o i ^j ±>Jl 



153 Sejarah J4itLp KadutuUak j|f 



[juiJl i 3j J\ 4^ %& SJj bj4*M ^ \y£*S>. ^3^^- lU Oj^jK^ 

"Orang-orang baduii yang tertinggal itu akan berkata apabila kamu 
berangkat untuk mengambil barang rampasan : "Biarkanlah kami, niscaya 
kami mengikuti kamu", mereka hendak merobahjanji Allah. Katakanlah : 
"Kamu sekali-kali tidak (boleh) mengikuti kami: demikian Allah telah 
menetapkan sebelumnya"; mereka akan megatakan: "Sebenarnya kamu 
dengki kepada kami" . Bahkan mereka tidak mengerti melainkan sedikit 
sekali" (QS. al-Fath : 15) 

Kaum Munaf ik Memberitahu Yahudi. 

Setelah keberangkatan Rasulullah %, pemimpin kaum munatik; 
Abdullah bin Ubay, segera memberitahu kaum Yahudi Khaibar 
tentang hal tersebut. Mengetahui hal tersebut, , segera mereka 
meminta bantuan suku Ghathafan yang selama ini terikat 
perjanjian dengan mereka. Mereka menjanjikan setengah dari hasi] 
panen di Khaibar akan dibagikan kepada suku Ghatharan jika 
mereka menang perang. 

Maka berangkatlah suku Ghathafan untuk memberikan ban- 
tuan kepada Yahudi Khaibar. Namun di tengah perjalanan, mereka 
mendengar isu bahwa pasukan Rasulullah 3§ akan menyerang 
perkampungan mereka sepeninggalan mereka. Maka karena 
diliputi kekhawatiran, akhirnya mereka kembali pulang. 

Di tengah perjalanan, seorang sahabat; Amir bin al-Akwa'. 
menyenandungkan sebuah syair untuk memberi semangat : 

s s s ' ' 

154 JSejarak ^J4laup r^adulullan. J^ 



-• • { _ - * * •• •• {j - -7 

Ya Allah, seandainya bukan karena-Mu, niscaya kami tidak mendapat 

petunjuk. 

Kami pun tidak akan bershodaaah dan tidak sholat 

Maka ampunilah dosa kami sebagai tebusan selagi kami bertaowa 

Dan teguhkanlah kaki-kaki kamijika bertemu (musuh) 

Berilah kami ketenangan 

Sesungguhnya jika (musuh) menyerang kami, pasti kami lawan 

Kaum muslimin tiba di sebuah tempat dekat Khaibar, dan me- 
reka bermalam di sana untuk melakukan penyerbuan esok harinya. 

Merupakan kebiasaan Rasulullah % ketika hendak menyerang 
suatu kaum, beliau tidak mendekati kaum tersebut sebelum datang 
waktu pagi. Karena itu, orang-orang Yahudi sampai saat itu tidak 
menyadarinya. Maka pada pagi harinya mereka masih tetap keluar 
seperti biasa ke kebun-kebun mereka, sehingga tatkala melihat 
kedatangan pasukan Rasulullah %, mereka lari pontang panting ke 
perkampungan mereka. 

Saat itu berkatalah Rasulullah %\ 

"Allahu Akbar, hancurlah Khaibar, Allahu Akbar, hancurlah Khaibar, 
sesungguhnya jika kami telah tiba di pelataran suatu kaum, maka pagi itu 
merupakan peristiwa buruk bagi suatu kaum yang mendapat peringatan" 

Ketika hendak mendekati Khaibar, Rasulullah % memerintah- 
kan pasukannya berhenti, kemudian beliau berdoa : 



-133 J^e/aran —Miclu.p 



Vjj t ySf GS ^pi '^SVi L/,3 « y^t Cj £*\ pG^i v3 ^i » 

< L4I5 Co ^l^-j < ty£*\ J^~j $ijft\ i& jh <-^JJ\_L-£J Lils < ( ji&'> wj ^^jllpCiJI 

«IjJU _yij lfrUI ^J < 4jjxJI »-U _^ ^ Cij ->j*jj 

"Ya Allah, Rabb tujuh lapis langit dan apa yang dinaunginya, dan Rabb 
tujuh lapis bumi dan apa yang dikandungnya, Rabb seluruh syetan dan 
siapa yang telah mereka sesatkan. Sesungguhnya kami memohon kepada- 
Mu kebaikan negeri ini dan kebaikan penghuninya, dan kebaikan yang ada 
di dalamnya. Dan kami berlindung dari keburukun negeri ini dan 
keburukan penghuninya dan keburukan yang ada di dalamnya". 

Lalu beliau memerintahkan pasukannya untuk maju dengan 
menyebut Nama Allah. 

Persiapan Perang 

Pada malam hari penyerbuan, Rasulullah % bersabda : 

"Esok hari, saya akan memberikan panji perang kepada orang yang 
mencintai dan dicintai Allah dan Rasul-Nya". 

Pada pagi harinya, para sahabat mendatangi RasulullahJ! 
dengan harapan merekalah yang diberikan bendera tersebut. 

Rasulullah % bertanya : 
"Mana Ali bin Abi Thalib ?", 

"Ya Rasulullah, dia menderita sakit pada matanya", jawab para 
sahabat. 

"Bawa dia kemari" . Perintah Rasulullah 3g. 

Maka dibawalah beliau. Setelah ada di hadapan Rasulullah^, 
beliau ludahi matanya seraya berdoa. Seketika itu sembuhlah 
penyakitnya seakan-akan tidak sakit sama sekali sebelumnya. 
kemudian panji itu diberikan kepadanya. 



150 J^eiarati ~J4idup /\asutullak , 



Ali bin Thalib berkata : 

"Ya Rasulullah, haruskah saya perangi tnereka hingga mereka seperti 
kita ?" 

Rasulullah M berkata : 

« ,<JuJi j^j>- di) hj£J l>\ 

"Tenanglah, jika engkau telah sampai di hadapan mereka, serulah 
mereka kepada Islam, beritakan kepada mereka apa yang menjadi hak Allah 
dalam Islam, karena demi Allah, jika Allah memberi hidayah terhadap 
seorang saja karena perantaraanmu, maka hal itu lebih baik bagimu dari 
onta merah" . ] 

Benteng-Benteng Khaibar 

Benteng-benteng di kota Khaibar terdiri dari dua lapis; 

Lapis pertama terdiri dari lima benteng; yaitu : 1. Benteng 
Na'im, 2. Benteng Sha'b bin Mu'az. 3. Benteng Zubeir, 4. Benteng 
Ubay dan 5. Benteng Nizar, 

Lapis kedua terdiri dari tiga benteng: 1. Benteng Qomus, 2. 
Benteng Watih dan 3. Benteng Salalim. 

Selain itu masih ada lagi benteng-benteng kecil yang tidak 
sekuat kedelapan benteng tersebut. Peperangan yang paling sengit 
terjadi pada lima benteng di lapisan pertama. 



'■ Onta merah adalah harta yang paling berharga pada masyarakat Arab waktu 
itu. 



■13 ' ~2>ejarak ^J4idup r^a&ulu\ 



Jalan Pertempuran 

Peperangan di mulai dengan menyerbu benteng Na'im, yang 
merupakan pusat pertahanan kaum Yahudi paling utama karena 
letaknya yang strategis. Benteng ini milik seorang pejuang Yahudi; 
Marhab yang konon kekuatannya menandingi seribu orang. 

Ali bin Abi Thalib menuju ke benteng tersebut, lalu orang-orang 
Yahudi diajak masuk Islam. Namun mereka menolak, bahkan 
tokoh mereka; Marhab keluar untuk menantang tanding. 
Tantangan tersebut diladeni oleh Ami Amir, namun akhirnya 
sahabat tersebut terbunuh oleh Marhab. Kemudian AU bin Abi 
Thalib maju untuk adu duel dengan Marhab seraya berkata : 

,", ,, , ■*,*,■", 

Akulah yang diberi nama Haidar (singa) oleh ibuku 
Bagaikan singa hutan bertantpang seram 

Dan ternyata, dengan sekali gebrakan, Ali bin Abi Thalib dapat 
menghantam kepala Marhab hingga tewas seketika. 

Setelah itu terjadilah pertempuran sengit. Kaum muslimin men- 
dapat perlawanan berat selama beberapa hari, namun sejumlah 
tokoh Yahudi berhasil dibunuh, sehingga mental perlawanan 
pasukan Yahudi semakin lemah, kemudian mereka menyelinap 
masuk ke benteng as-Sho'b. Maka kaum muslimin berhasil 
menduduki benteng tersebut. 

Setelah itu, pasukan kaum muslimin menuju benteng ash-Sho'b 
bin Mu'az yang tidak kalah kokohnya dari benteng pertama. Kaum 
muslimin melakukan penyerbuan dibawah komando Khabbab bin 
Munzir. Mereka mengepungnya selama tiga hari, hingga mereka 
sangat lelah dan bekal mereka tinggal sedikit, lalu Rasulullah % 
berdoa secara khusus agar benteng ini dapat ditundukkan : 

15o J^ejarak ^Midup rCaiuluUan j&% 



"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui keadaan mereka, 
tidak ada kekuatan pada mereka, dan tidak ada dayaku apa yang dapat aku 
berikan kepada mereka. Maka tundukkanlah benteng yang sangat kokoh 
ini yang di dalamnya ada kecukupan serta makanan dan minyak lemak 
yang banyak". 

Keesokan harinya kaum muslirniri menyerbu benteng tersebut 
dan akhirnya berhasil menundukkannya sebelum Maghrib. Di 
dalamnya kaum muslimin mendapatkan banyak senjata perang. 

Karena rasa lapar yang sangat, beberapa orang tentara kaum 
muslimin menyembelih keledai lalu memasaknya, namun tatkala 
Rasulullah % mengetahuinya, beliaupun melarang hal tersebut '. 

Setelah benteng as-Sho'b berhasil ditundukkan, kaum Yahudi 
berpindah ke benteng Zubair. Maka pasukan kaum muslimin 
menyerbu ke sana dan mengepungnya selama tiga hari. Setelah 
mengetahui bahwa mereka dapat bertahan karena adanya sumber 
air yang mengalir ke dalam benteng, maka pasukan kaum 
muslimin segera menghentikan sumber air tersebut, akhirnya 
keluarlah orang-orang Yahudi dan terjadilah pertempuran sengit, 
hingga akhirnya benteng itu dapat ditundukkan. 

Kemudian kaum Yahudi berpindah ke benteng Ubay, namun 
benteng itupun akhirnya dapat ditundukkan. 

Akhirnya kaum Yahudi berpindah ke benteng terakhir di 
lapisan pertama, yaitu benteng Nizar. Inilah benteng yang paling 
kuat. Sehingga orang-orang Yahudi mengira kaum muslimin tidak 
bakal mampu menembusnya meskipun mereka berusaha sekuat 
tenaga. Karena benteng ini berada di atas ketinggian sebuah bukit, 
sehingga sulit untuk ditembus. 



1 Keledai adalah binatang yang dagingnya haram dimakan dalam Islam. 

159 Sejarak J4Uup RaiuUtak Jf 



Pasukan kaum muslimin mengepungnya dengan ketat, semen- 
tara itu, kaum Yahudi tidak berani keluar benteng, mereka hanya 
cukup memanah dan melempar batu. 

Melihat sulitnya benteng tersebut ditembus, Rasulullah % 
memerintahkan untuk menggunakan manjaniq (pelempar batu 
besar) untuk menyerang benteng tersebut hingga pintu benteng 
tersebut rusak dan akhirnya pasukan kaum muslimin berhasil 
menerobosnya. Terjadilah pertempuran sengit di dalam benteng. 
Kaum Yahudi akhirnya mengalami kekalahan pahit, mereka lari 
tunggang langgang meninggalkan kaum wanitanya. 

Dengan demikian, maka kaum muslimin berhasil menduduki 
benteng-benteng di lapisan pertama. 

Lalu pasukan muslimin menuju ke benteng-benteng lapisan 
kedua. Namun tidak terjadi pertempuran sengit untuk merebut 
benteng-benteng tersebut. Setelah dikepung beberapa hari 
lamanya, akhirnya kaum Yahudi menyerah dan meminta diadakan 
perdamaian dengan Rasulullah %, beliau pun menerimanya. Kaum 
Yahudi meminta kepada Rasulullah % untuk tidak membunuh 
mereka yang berada di dalam benteng, dan membiarkan mereka 
dan keluargnya pergi meninggalkan tanah-tanah dan harta benda 
mereka untuk Rasulullah %. Rasulullah Igmenerima perjanjian 
tersebut. Maka dengan demikian Khaibar berhasil ditaklukkan. 

Hasil dari penaklukkan Khaibar, kaum muslimin mendapatkan 
ghanimah yang sangat berlimpah. Maka Rasulullah % segera 
membagi-bagikan harta ghanimah tersebut kepada setiap anggota 
pasukannya. 

Di antara hasilnya pula adalah Rasulullah % menikahi Shafiah 
binti Huyay yang ditawan oleh pasukan muslimin, setelah dia 
bersedia masuk Islam. Dia adalah anak dari tokoh Yahudi Bani 
Quraidzah; Huyay bin Akhtab, 



AoU J^ejarah. ^Mhdup JKaAuUili 



Namun kemenangan tersebut sempat terusik oleh ulah seorang 
wanita yang bernama Zainab binti Harits yang memberikan daging 
kambing panggang beracun kepada Rasulullah %. Ketika 
Rasulullah % mulai menyantap daging tersebut, beliau tidak dapat 
menelannya, maka daging tersebut beliau muntahkan kembali. 
Rasulullah % mengatakan bahwa daging itu sendiri yang memberi- 
tahu beliau bahwa ada racun padanya. 

Jumlah Korban kedua belah pihak. 

Dari kalangan kaum muslimin, jumlah pasukan yang syahid 
ada 16 orang, sedangkan orang-orang Yahudi, jumlah yang mati 
ada 93 orang. 

Sekembali dari Khaibar, pasukan Rasulullah % masih sempat 
menaklukkan beberapa kota lainnya, di antaranya: Fadak, Wadi 
Quro dan Taima. 

Kemudian Rasulullah % kembali ke Madinah pada akhir bulan 
Safar tahun 7 H dengan kemenangan yang gemilang. Di tengah 
perjalanan di akhir malam, pasukan kaum muslimin tertidur 
nyenyak karena keletihan. Bilal yang diperintahkan untuk berjaga- 
jaga, juga ketiduran. Mereka baru terbangun setelah matahari 
sudah beranjak naik dan terkena sengatannya, Rasulullah % yang 
pertama kali bangun, setelah itu baru mereka shalat Subuh 
berjamaah. 



161 Sejarak J4iAup Ka5u.luUah £$ 



PEEANG BZATURfUQ&' 

(Tahun 7 Hijriah) 

Setelah dua kekuatan yang selama ini menjadi ancaman kaum 
muslimin ; Kaum Quraisy dan Yahudi berhasil ditundukkan, kini 
tinggal satu kekuatan lagi yang tersisa; yaitu bangsa Arab Badui 
yang tinggal di gurun-gurun yang selalu melakukan keonaran dan 
perampokan. 

Untuk mengatasi mereka, Rasulullah % mengirim pasukan- 
pasukan khusus untuk memberikan rasa gentar kepada mereka 
agar tidak berbuat sewenang-wenang. Hal ini dilakukan karena 
suku-suku badui tersebut tidak terpusat di suatu daerah atau 
benteng sehingga tidak dapat dilakukan penyerbuan sekaligus. 

Di antara peperangan yang dilakukan Rasullah % terhadap 
mereka adalah perang Dzaturriqa'. Hal tersebut bermula dari 
informasi yang sampai ke Rasulullah % tentang adanya upaya 
makar yang dilakukan Bani Tsa'labah dan Bani Muharib dari suku 
Ghathafan. Maka Rasulullah % segera keluar bersama 400 hingga 
700 pasukannya. Saat itu, setiap satu onta tunggangan dipakai 
secara bergilir oleh enam orang. Sehingga kaki mereka terpecah- 
pecah, lalu mereka balut dengan sepotong kain. Karenanya perang 
tersebut dikenal dengan istilah Dzaturriaa' (yang dibalut dengan 
sobekankain). 

Pada perang tersebut, tidak terjadi pertempuran, Rasulullah M 
hanya sempat melaksanakan shalat Khauf bersama para sahabat- 
nya. Namun tindakan Rasulullah % tersebut, membuat suku-suku 
Badui gentar terhadap tentara kaum muslimin. Bahkan setelah itu 
suku-suku Ghathafan tidak lagi memiliki keberanian, merekapun 
tunduk dan akhirnya masuk Islam, bahkan kemudian beberapa 
suku dari mereka ikut bersama kaum muslimin dalam peristiwa 
Fathu Mekkah dan Perang Hunain. 

1 OZ J^ejarah ^J4idup KaiulaUah }£% 



Dengan demikian, lengkaplah upaya Rasulullah % untuk 
mengatasi tiga kekuatan utama yang selama ini mengancam 
dakwahnya. Maka mulailah dilaksankan perluasan dakwah ke 
negeri-negeri lain dan raja-raja besar. Karena kondisi dalam negeri 
sudah terkendali. 

Sepulang dari perang ini, Rasulullah menetap di Madinah 
hingga bulan Syawal tahun 7 Hijriah. Pada masa tersebut beliau 
beberapa kali mengirim regu militer ke berbagai tempat untuk 
mengatasi masalah keamanan di berbagai daerah. 



J-OO J^ejarak ^Midup f\a6uiuiiah J 



UMEAH O&BHA' 

Pada bulan Dzul Qa'idah tahun 7 Hijriah, Rasulullah % 
melakukan Umrah. Maka berangkatlah kaum muslimin yang 
berjumlah 2000 orang. 

Mereka mulai melakukan ihram di Dzul Hulaifah, setelah itu 
bertalbiah. Kali ini kaum muslimin berangkat dengan persenjataan 
lengkap, khawatir kaum Quraisy akan membatalkan perjanjiannya. 
Namun alat-alat beratnya ditinggalkan ketika telah dekat tiba di 
Mekkah, mereka hanya membawa pedang dalam sarungnya. 

Rasulullah % masuk ke kota Mekkah naik ontanya; Quswa', 
sedangkan kaum muslimin mengiringinya di sisi Rasulullah % 
sambil bertalbiah. 

Ketika kaum Quraisy mendengar kedatangan Rasulullah % 
dan sahabatnya, mereka segera naik bukit untuk melihatnya. Di 
antara mereka ada yang berkomentar : 

"Mereka datang dalam keadaan lemah karena terserang demam 
Yatsrib". 

Maka Rasulullah % memerintahkan para sahabatnya ketika 
thawaf untuk berjalan cepat (raml) pada tiga putaran pertama dan 
idhtiba' (membuka pundak kanan) 1 . Untuk memperlihatkan kekua- 
tan nsik mereka di hadapan kaum Quraisy. 

Pada umrah ini Rasulullah % menikahi Maimunah binti Harits 
al-'Amiri. 

Umrah ini, dikatakan sebagai Umrah Qodho, karena sebagai 
ganti (qadha') pada umrah setahun sebelumnya yang tertunda 
menyusul perjanjian Hudaibiah, atau juga sebagai perwujudan 
perjanjian Hudaibiyah setahun sebelumnya. 



'• Hal ini kemudian dikenal sebagai sunnah dalam thawaf Qudum. 

104 ^Jtejarak ^J4uLup riaialuUali $^% 



PERAN6 MUTAH 
(Jumadal Ula, 8 Hijriah) 

Perang Mu'tah ini, merupakan peperangan paling sengit dan 
berdarah dalam kehidupan Rasulullah %. Perang ini adalah 
sebagai muqadimah ditaklukkannya negeri-negeri Kristen. 

Mu'tah adala nama sebuah negeri di Syam, berjarak sekitar 80 
km dari Masjidil-Aqsha. 

Sebab Peperangan 

Perang ini disebabkan karena dibunuhnya utusan Rasulullah H 
yang dikirim untuk menyampaikan surat dakwah dari Rasulullah 
% oleh pejabat raja Qaishar di Balqa' negeri Syam. Tindakan 
tersebut bagi Rasulullah % tak lebih sebagai pengumuman perang.. 
Maka beliau menyiapkan tentaranya sebanyak 3000 prajurit; belum 
pernah sebelumnya terkumpul jumlah sebanyak itu, kecuali pada 
perang Ahzab. 

Pada perang ini Rasulullah M memberikan tugas komando 
kepada Zaid bin Haritsah <&, beliau berpesan kepadanya : 

"Jika Zaid terbunuh, (komando) pindah ke Jajar, dan jika Jajar 
terbunuh, pindahkan ke Abdullah bin Rawahah". 

Rasulullah % pun berpesan kepada Zaid untuk mendakwahkan 
mereka kepada Islam. Jika mereka menerimanya, maka terimalah, 
sedangkan jika tidak, mintalah pertolongan kepada Allah dan 
perangilah mereka . Beliaupun berpesan : 

"Perangilah siapa yang kujur kepada Allah dengan Nama-Nya dan di 
jalan-Nya, Jangan berkhianat, jangan bunuh anak kecil, kaum wanita dan 
orang tua renta, dan mereka yang beribadah di tempat ibadahnya. Jangan 
tebang pohon-pohon danjangan robohkan bangunan". 

165 SejaraL J4Uitf KaduLltall 3ĔS 



Kemudian berangkatlah pasukan mujahid tersebut, diantar 
penduduk Madinah hingga ke tepi kota. 

Di tengah perjalanan, sampailah berita intelijen kepada pasukan 
kaum Muslirnin bahwa Raja Heraklius telah menyiapkan 100.000 
pasukan Romawi di Balqa' dan ditambah lagi seratus ribu dari 
suku-suku sekitarnya. Sehingga keseluruhannya berjumlah 200.000 
pasukan. 

Rapat Syura di Ma'an 

Jumlah raksasa dari pasukan musuh tersebut, sama sekali tidak 
diduga oleh pasukan kaum muslimin. Kebimbangan melanda 
mereka, apakah pasukan yang hanya berjumlah 3000 orang mampu 
menghalau badai serangan pasukan berjumlah 200.000 orang . 

Maka di Ma'an (nama sebuah daerah), mereka menggelar 
musyawarah untuk menentukan sikap menghadapi kondisi 
tersebut. Pada awalnya mereka berencana untuk mengirim surat 
kepada Rasulullah % memberihatahukan jumlah pasukan musuh, 
agar dikirimkan pasukan tambahan atau beliau memerintahkan 
sesuatu yang lain. 

Namun Abdullah bin Rawahah menentang rencana tersebut, 
seraya berkata : 

"Wahai kaumku, sesungguhnya yang kalian khawatirkan ini, justru 
itulah yang kalian cari (mati syahid). Dan kita tidak berperang dengan 
jumlah dan kekuatan kita, tetapi kita berperang dengan agama ini yang 
karenanya Allah memuliakan kita. Berangkatlah, sesungguhnya pilihan 
kita hanyalah salah satu dari dua kebaikan, kemenangan atau mati 
syahid". 

Akhirnya pasukan kaum muslimin sepakat atas kesimpulan 
Abdullah bin Rawahah. 

166 Sejarali J4idup $aiulJLk M 



Maka berangkatlah pasukan kaum muslimin ke negeri musuh. 
Setelah tiba di sana mereka bermarkas di sebuah tempat bernama 
Mu'tah dan mempersiapkan pertempuran. Sayap kanan dipimpin 
Qutbah bin Qatadah al-Udzri dan sayap kiri dipimpin oleh Ubadah 
bin Malik al Anshari. 

Di sanalah pertempuran antara kedua pasukan berkecamuk. 
3000 pasukan melawan 200.000 pasukan; Peperangan yang suht 
dipahami dan dicerna kecuali dengan bahasa keimanan. 

Peperanganpun berkecamuk. Panglima perang Zaid bin 
Haritsah, seraya memegang bendera, berperang dengan gagah 
berani yang sulit dicari tandingannya, namun akhirnya dia 
tersungkur terkena panah musuh. Seketika itu juga, bendera 
diambil oleh Ja'far bin Abi Thalib, diapun berperang dengan 
perkasa, di tengah peperangan, tangan kanannya terputus disabet 
pedang musuh, maka bendera tersebut digenggam oleh tangan 
kirinya, kemudian tangan kirinyapun putus disabet pedang musuh, 
maka bendera tersebut didekap oleh kedua lengannya, begitulah 
seterusnya dipegangnya bendera tersebut hingga akhirnya diapun 
terbunuh. 

Dikisahkan bahwa seorang Romawi menebas tubuhnya hrngga 
terbelah dua. Namun Allah segera membalasnya dengan menggan- 
tikan kedua tangannya yang terputus dengan kedua sayap dari 
syurga yang dengannya dia terbang sesukanya. Karena itu, beliau 
dijuluki sebagai Ja'far at-Thayyar (Penerbang). 

Diriwayatkan oleh Ibnu Umar ketika melihat tubuh Ja'far yang 
terbunuh bahwa dia menghitung lebih dari lima puluh tusukan di 
tubuh Ja'far, tidak ada yang tersisa di bagian belakang tubuhnya. 

Setelah itu bendera diambil alih oleh Abdullah bin Rawahah. 
Beliaupun dengan gagah berani menerobos ke tengah pasukan 
musuh. Awalnya dia agak ragu dan menyingkir sesaat. Lalu dia 
bersyair : 

167 Sejarak J4du.p KaiuLllak JgS" 



' >' <.'' 



'< 



*" It -1*1- ' ^ 1 '"I-* •' l"\. '" "l 

Aku bersumpah wahai jiwaku, engkau harus turun ke medan perang 
Suka ataupun tidak suka 

Jika pasukan sudah menyerang dan pedang sudah berdenting 
Mengapa ku lihat engkau enggan terhadap syurga ? 

Kemudian datanglah anak pamannya membawakannya sepo- 
tong daging untuk dia makan sebagai penguat tubuhnya, dia ambil 
daging tersebut, lalu dia gigit sekali kemudian dia buang, lalu dia 
ambil pedangnya dan masuk ke medan perang hingga akhirnya dia 
gugur. 

Komando Berpindah ke Tangan Khalid bin Walid 

Setelah syahidnya Abdullah bin Rawahah, seorang sahabat, 
bernama Tsabit bin Arqam mengambil bendera tersebut, lalu 
meminta kaum muslimin untuk bersepakat memilih panglima 
perangnya. Akhirnya pilihan jatuh kepada Khalid bin Walid. Saat 
itu Khalid bin Walid telah menghabiskan sembilan pedangnya 
yang patah selama pertempuran, kini di tangannya tinggal sebilah 
pedang berasal dari Yaman. 

Rasulullah % pada saat itu berdasarkan petunjuk wahyu 
berkata : 

"Zaid membawa bendera, namun dia terbunuh, kemudian bendera 
diambil }a'far, diapun terbunuh, lalu Ibnu Rawahah, diapun terbunuh 
-seraya air matanya bercucuran-, akhirnya bendera diambil oleh 
pedang Allah, hingga Allah menyelamatkan mereka". 

lOtj J^>ejaran ^Midua r^aduluuak j^ 



Akhir Pertempuran 

Walaupun keberanian luar biasa yang ditampilkan kaum 
muslimin dalam perang tersebut, namun kecil sekali kemungkinan 
pasukan yang sedikit tersebut dapat menghalau gelombang raksasa 
dari pasukan Romawi. Di sinilah Khalid bin Walid menampakkan 
kecerdikannya sebagai panglima perang. 

Pada awalnya Khalid bin Walid berhasil memimpin pasukan- 
nya bertahan menghadapi musuh. Namun akhirnya beliau merasa 
perlu melakukan tipu muslihat yang dapat menakutkan pasukan 
Romawi hingga kaum muslimin dapat mundur tanpa dikejar-kejar 
mereka. 

Pada hari kedua, beliau merubah posisi pasukan dengan susu- 
nan yang baru. Barisan pertama kini dijadikan sebagai barisan 
belakang, pasukan sayap kanan dijadikan sayap kiri dan sebalik- 
nya, pasukan sayap kiri dijadikan sayap kanan. 

Ketika posisi tersebut dilihat pasukan musuh, mereka merasa 
ada yang aneh dengan pasukan lawan, lalu merekapun ber- 
anggapan bahwa bantuan bagi pasukan kaum muslimin telah 
datang, sehingga mereka ketakutan. Maka -setelah sedikit melaku- 
kan manuver militer- Kha lid bin Walid menarik pasukan kaum 
muslimin sedikit demi sedikit dengan tetap menjaga barisan 
pasukannya. Pasukan Romawi tidak berani mengejar mereka, 
karena khawatir hal tersebut hanya jebakan kaum muslimin. 

Dengan demikian, berhasillah kaum muslimin menghindar dari 
pertempuran dengan selamat dan kemudian mereka kembali ke 
Madinah. 

Pada perang tersebut pasukan kaum muslimin yang terbunuh 
sebanyak 12 orang, Sedangkan pasukan Romawi tidak dapat dike- 
tahui jumlahnya dengan pasti karena banyaknya pasukan mereka. 



1 69 SejaU JJiJup RaJJLk jf 



Pengaruh Perang Mu'tah 

Meskipun perang ini tidak membuat kaum muslimin berhasil 
menuntut balas kaum Romawi atas kelaliman mereka, namun 
pengaruhnya sangat besar bagi kemuliaan kaum muslimin. Karena 
setelah itu bangsa Arab sangat takjub dengan pasukan kaum mus- 
limin yang dapat selamat dari pasukan Romawi yang terkenal kuat 
dan berjumlah sangat besar hingga dapat kembali ke Madinah 
tanpa kerugian berarti. 

Hal tersebut, semakin menguatkan kebenaran yang dibawa 
oleh Rasulullah %. Karena itu, suku-suku yang selama ini 
memusuhi Islam, mulai condong kepada Islam dan akhirnya 
masuk Islam, seperti Bani Sali, Asyja', Ghatafan, Dzubyan, Fuzaroh 
dan lain-lain. 

Ekspedisi Dzatussalasil 

Bergabungnya suku-suku yang tinggal di sebelah timur Syam 
kepada pasukan Romawi pada perang Mu'tah, membuat 
Rasulullah W, berupaya memisahkan mereka dari pasukan Romawi 
dan bersekutu kepada kaum muslimin, agar tidak lagi terjadi 
pasukan musuh yang sangat besar seperti perang Mu'tah. 

Untuk tugas tersebut Rasulullah % mengirim Amr bin Ash 
beserta 300 orang pasukan pada bulan Jumada Tsaniah tahun 8 
hijriah. Setelah itu Rasulullah % kirim lagi pasukan tambahan, 
karena adanya informasi bahwa suku-suku tersebut sedang 
mengumpulkan kekuatan untuk menyerang Madinah. 

Setelah tiba di negeri mereka, pasukan kaum muslimin lang- 
sung mengadakan penyerbuan, hingga mereka lari tercerai berai. 

Dzatussalasil adalah sebuah tempat di belakang Wadi Quro, dari 
Madinah berjarak perjalanan 10 hari. 



-1 / U J^ejarah ^Midup r^aiutuitak J^ 



Penaklukan kota Mekah merupakan kemenangan terbesar yang 
dengannya Allah muliakan agama-Nya, Rasul dan tentara-Nya. 
Negeri nan suci dan Rumah Allah nan mulia diselamatkan dari 
tangan-tangan orang-orang kafir dan musyrik. 

Sebab-Sebabnya 

Sebagaimana telah disebutkan dalam peristiwa Hudaibiah 
bahwa salah satu isi perjanjiannya adalah; suku-suku yang ingin 
bergabung dengan salah satu kedua belah pihak maka dia 
termasuk bagian dari kedua pihak tersebut. Tindakan permusuhan 
kepada suku-suku tersebut, berarti permusuhan kepada pihak yang 
melakukan perjanjian. 

Berdasarkan pasal tersebut, Suku Khuza'ah ikut bergabung 
bersama Rasulullah %, sementara Bani Bakar bergabung kepada 
suku Quraisy. Kedua suku ini pada dasarnya memang bermusuhan 
sejak zaman Jahiliah. 

Bani Bakar ingin menggunakan kesempatan damai tersebut 
untuk melampiaskan balas dendamnya kepada suku Khuza'ah saat 
mereka tidak siap. Mereka menyerangnya secara tiba-tiba, suku 
Quraisy membantunya dengan senjata dan sejumlah orang- 
orangnya. 

1/1 J^ejarak ~MixLup f<iaiulullak Jz% 



Kejadian tersebut segera sampai kepada Rasulullah 3ls. Maka 
Rasulullah % bersiap-siap untuk menuntut balas perbuatan terse- 
but sebagai realisasi perjanjianHudaibiah. 

Abu Sufyan Ke Madinah Untuk Memperbaharui Perjanjian 

Tentu saja apa yang dilakukan oleh Suku Quraisy dan sekutu- 
nya merupakan penghianatan yang tidak ada pembenarannya 
sedikitpun. Suku Quraisy yang khawatir akibat dari tindakan 
seperti itu segera bermusyawarah. Mereka pun sepakat mengutus 
Abu Sufyan untuk memperbaharui perjanjian. 

Berangkatlah Abu Sufyan ke Madinah. Setibanya di sana dia 
langsung menuju rumah putrinya Ummu Habibah, ketika dia 
hendak duduk di atas tikar milik Rasulullah %, segera Ummu 
Habibah melipat tikar tersebut. Abu Sufyan berkata : 

"Wahai putriku, apakah engkau sayang kepada aku agar tidak duduk 
di tikar ini, atau engkau sayang kepada tikar itu agar aku tidak duduki ?, 

"Ini adalah tikar milik Rasulullah %, sedangkan engkau musyrik lagi 
najis", tegas Ummu Habibah. 

"Demi Allah, kini perangaimu jadi buruk", ketus Abu Sutyan. 

Setelah itu dia menghadap Rasulullah % dan menyampaikan 
maksudnya. Namun beliau tidak memberikan jawaban sedikitpun, 
kemudian dia menghadap Abu Bakar, beliaupun tidak mau 
berbuat apa-apa, lalu menghadap Umar bin Khattab, kemudian Ali 
bin Thalib, Mereka semua tidak memberikan jawaban memuaskan. 

Diapun akhirnya kembali ke Mekkah dengan tangan hampa. 

Persiapan Perang 

Tiga hari sebelum sampainya berita pelanggaran perjanjian 
kepada Rasulullah %, beliau telah memerintahkan Aisyah radhialla- 
hu'anha untuk menyiapkan segala sesuatu untuknya. Tidak ada 

l. I £ J^>ejarak ~J~4idup /\aJulullan J^ 



seorangpun yang tahu. Maka ketika Abu Bakar datang kepadanya, 
beliaupun heran, untuk apa hal tersebut. Bahkan Aisyah sendiri 
tidak mengetahuinya. Namun setelah jelas berita penyerangan Bani 
Bakar terhadap Khuza'ah, tahulah mereka sebabnya, Rasulullah %, 
memerintahkan mereka untuk bersiap-siap menuju Mekkah. 
Namun Rasulullah H menghendaki hal tersebut tidak diketahui 
oleh Kaum Quraisy agar dapat melakukan penyerbuan mendadak. 
Untuk tujuan tersebut, maka Rasulullah % mengirim pasukan yang 
dipimpin Abu Qatadah ke arah lain agar dikira bahwa Rasulullah 
% akan menuju ke sana. 

Namun, Hatib bin Abi Balta'ah mengirim surat ke suku Quraisy 
memberitahukan rencana tersebut lewat kurir upahan seorang 
wanita. Wanita tersebut menyimpannya di balik kepang rambut- 
nya. Rasulullah 3H mengetahui tindakan tersebut berdasarkan 
wahyu dari langit, maka beliau segera mengutus Ali dan Miqdad 
untuk mengejarnya. Merekapun berdua mengejar dan berhasil 
menemuinya. Mulanya wanita itu tidak mengakuinya. Namun 
setelah diancam geledah, akhirnya dia mengakuinya. 

Rasulullah H segera memanggil Hatib bin Abi Balta'ah. Dia 
mengakui perbuatan tersebut dengan alasan bahwa di Mekkah 
terdapat banyak sanak saudaranya yang jika terjadi serangan 
pasukan kaum muslimin, tidak ada yang akan melindungi mereka. 
Maksudnya adalah, dengan berita tersebut, sanak saudaranya 
bersiap-siap melindungi dirinya. 

Umar bin Khattab sangat marah dengan perbuatan Hatib terse- 
but dan minta izin kepada Rasulullah % untu k membunuhnya. 
Namun Rasulullah % menenangkannya bahwa betapapun Hatib 
adalah sahabat yang pernah ikut perang Badar seraya berkata : 

: JlHi jJu Aa! ^jJLp «JLtl Ji «JUI JJJ < y>s- U dLj-U U°j < IjJU J-$Ii Ji 4JI » 

« j<kSo o jjii- XZi ^i-^ U \jXas-[ 

173 Sejarali ^MUup KaduLuak !§£ 



"Sungguh dia telah ikut perang Badr, engkau tidak tahu ya Umar, boleh 
jadi Allah telah menangkap isi hati mereka, dan berkata: Berbuatlah sesuka 
kalian, Aku sungguh telah mengampuni kalian" . 

Umar menangis seteleh mendengar keterangan Rasullah %>, 
seraya berkata : "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui". 

Demikianlah, akhirnya informasi persiapan kaum muslimin 
untuk sebuah peperangan tidak sampai kepada suku Quraisy. 

Pasukan Islam Mulai Bergerak Menuju Mekkah 

Pada tanggal 10 Ramadhan, tahun 8 Hijriah, Rasulullah % 
meninggalkan Madinah menuju Mekkah bersama 10.000 sahabat. 

Rasulullah % terus menempuh perjalanan dalam keadaan 
puasa hingga tiba di Kadid, lalu beliau membatalkan puasanya, 
kemudian diikuti oleh pasukannya. Setelah itu dia kembali berjalan 
hingga tiba di Wadi Fatimah pada malam hari. Kemudian beliau 
perintahkan pasukannya untuk menyalakan api, sedangkan Umar 
diperintahkan berjaga-jaga. 

Abu Sufyan Masuk Islam 

Di Marr adz-Dzahran, ketika Rasulullah % sedang beristirahat, 
Abbas bin Abdul-Muththalib mengendarai keledai putih milik 
Rasulullah H untuk memeriksa keadaan sekeHling. Setibanya di 
suatu tempat dia bertemu dengan Abu Sutyan yang saat itu sedang 
menyelediki keadaan pula dari pihak Quraisy. Abbas bin Abdul- 
Muththalib memberitahukannya bahwa Rasulullah % telah siap 
dengan pasukannya esok hari untuk menyerbu kota Mekkah. 

Abu Sufyan yang saat itu merasa tidak ada jalan keluar lagi, 
segera diajak oleh Abbas bin Abdul-MuththaUb untuk menemui 
Rasulullah %. Setelah bertemu dengan Rasulullah % dan 



y /*+ J^)ejarak ^Mldup f\.aiulu.llak J££j 



melakukan dialog sebentar, akhirnya Abu Sufyan menyatakan 
masuk Islam. 

Karena Abu Sufyan terkenal sebagai pembesar, maka sebagai 
penghormatan kepadanya, Rasulullah % menjadikan rumahnya 
sebagai salah satu tempat yang aman bagi penduduk Mekkah 
untuk mencari perlindungan. Beliau bersabda : 

' \'. ' ' " • X ' '• ''\' °\' ' \-\ ° " ' X ' '• • i' •' f'i''i''°' 

cP- j <yj ' o?\ j& ^\>. ^ o^ 1 cyj ' o^ 1 j* 9 y 1 ^ l& ~> b J^- 3 <y >y 

-sf',,'°, s ° 

"Siapa yang masuk rumah Abu Sujyan, maka dia aman, siapa yang 
menutup pintu rumahnya maka dia aman, dan siapa yang masuk 
Masjidil-Haram maka dia aman". 

Pasukan Kaum Muslimin Bersiap masuk Mekkah 

Pada hari selasa pagi, tanggal 17 Ramadhan tahun 8 H, 
Rasulullah 38 meninggalkan Marr adz-Dzahran menuju Mekkah. 

Setibanya di Mekkah, Abu Sufyan segera mengumumkan 
keputusan Rasulullah % bahwa siapa yang menutup pintu rumah- 
nya dia aman, dan siapa yang masuk rumah Abu Sufyan maka dia 
aman dan siapa yang masuk Masjidil-Haram maka dia aman. 

Sementara itu Rasulullah % sendiri membagi pasukannya men- 
jadi tiga bagian. Pasukan sayap kanan dipimpin Khalid bin Walid 
yang diperintahkan untuk memasuki Mekkah dari dataran rendah, 
sedangkan pasukan sayap kiri dikomandoi oleh Zubair bin 
Awwam yang diperintahkan untuk memasuki kota Mekkah dari 
dataran tinggi. Sementara itu Abu Ubaidah berjalan kaki tanpa 
senjata diperintahkan untuk memasuki Mekkah melalui Lembah 
Wadi. 



175 Sejarak JJJup PalJJlak Jf 



Maka pasukan mulai bergerak masing-masing sesuai perintah 
Rasulullah %. Khalid bin Walid beserta pasukannya hanya sedikit 
menghadapi perlawanan Quraisy untuk kemudian dengan segera 
dapat dia selesaikan hingga kemudian dia dapat memasuki 
Mekkah dan menemui Rasulullah sg di bukit Shafa. 

Sedangkan Zubair bin Awwam juga dapat memasuki Mekkah 
dan segera menancapkan bendera Rasulullah % di dekat mesjid al- 
Fath, kemudian dia mendirikan tenda dan berdiam di sana hingga 
kedatangan Rasulullah %. 

Mensucikan Masjidil Haram dari Berhala 

Rasulullah % memasuki Masjidil Haram dikelilingi sahabatnya 
dari Muhajirin dan Anshar. Kemudian dia menuju Hajar Aswad 
dan mengusapnya. Lalu beliau thawaf sambil memegang busur. 
Saat itu di Ka'bah terdapat 360 berhala, maka didorongnya berhala- 
berhala itu dengan busurnya seraya membaca : 

"Dan katakanlah : Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap". 
Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap" 

(QS. al-Isra' : 81) 

Saat itu beliau thawaf di atas hewannya namun tidak dalam 
keadaan ihram, karenanya beliau hanya thawaf saja. Setelah itu 
beliau memanggil Utsman bin Talhah pemegang kunci Ka'bah dan 
memintanya untuk membukanya. Lalu beliau masuk ke dalamnya. 

Di dalam dilihatnya gambar-gambar, di antaranya gambar Nabi 
Ibrahim dan Ismail alaihimassalam yang sedang mengundi nasib 
dengan anak panah, maka beliau berkata : 



1/0 ^jiejarak ^J4idup r\a4uluuah $§% 



"Semoga Allah memerangi mereka (orang-orang musyrik), demi Allah 
keduanya (Nabi Ibrahim dan Ismail) tidak pernah melakukan hal ini sama 
sekali". 

Beliau juga melihat di dalam Ka'bah burung merpati yang 
terbuat dari kayu lalu dia hancurkan dengan tangannya, sedang 
gambar-gambar tadi beliau perintahkan untuk dihapus. 

Setelah itu Rasulullah % melakukan shalat di dalam Ka'bah. 
Kemudian dia keluar dari Ka'bah sedang masyarakat Quraisy 
menunggu-nunggu apa yang akan diperbuat Rasulullah %. Maka 
setelah itu Rasulullah % bersabda : 

"Tiada ilah selain Allah, tiada sekutu baginya. Dia Yang Menepati 
janjinya, menolong hambaNya dan hanya Dia yang menghancurkan 
kekuatan musuh. Ketahuilah bahwa setiap kekuasaan, harta benda, atau 
darah ada di bawah kedua kakiku ini, kecuali kekuasaan mengurusi Ka'bah 
dan memberi minum jama'ah haji 

"Wahai kaum Quraisy, sesungguhnya Allah telah menghilangkan 
dari kalian kesombongan Jahiliah dan pemujaan terhadap nenek moyang. 
Manusia dari Adam dan Adam dari tanah" . 

Kemudian Rasulullah % membaca ayat berikut : 

, ^» ' * i- '*r * i \ A- .'f *? - -A" / f tf i 

[ olj^>JI Sj^-,] \ 0jj-> As> 4J0I O! rWv_La5l 4JJI Jc^Js^j£=>\ 0] 

"Hai manusia, seusungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki- 
laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan 
bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang 
yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling 
bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi 
Maha Mengenal" (QS. al-Hujurat : 13) 

Kemudian Rasulullah % berkata : 

1 / / ^ejarak ^Muiup f\aiuluUah Jt^ 



"Wahai kaum Quraisy ?, Menurut kalian apa yang akan saya lakukan 
terhadap kalian ?". 

Mereka menjawab : 

"Kebaikan, kamu adalah saudara yang mulia, anak dari saudara yang 
mulia". 

Rasulullah % bersabda: 

"Saya katakan kepada kalian apa yang dikatakan Yusuf kepada 
saudaranya : 

« *UUaJ! 15li \j^t°>\ i f°jJ\ '*£Ss- LJJS ^ » 

"Pada hari ini tidak ada dendam untuk kalian". Pergilah, 
sesungguhnya kalian bebas". 

Setelah itu Rasulullah % mengembalikan kunci Ka'bah kepada 
Utsman bin Talhah. Kemudian ketika waktu shalat telah tiba, 
Rasulullah % memerintahkan Bilal naik ke atas Ka'bah untuk 
mengumandangkan azan. 

Hukuman Mati Kepada Penjahat-Penjahat Besar 

Pada saat itu Rasulullah % menjatuhkan hukuman mati kepada 
sembilan gembong kafir yang selama ini banyak menyakiti kaum 
muslimin, mereka adalah : Abdul Uzza bin Khotl, Abdullah bin Abi 
Sarh, Ikrimah bin Abi Jahl, Harits bin Nufail bin Wahb, Muqais bin 
Shabbabah, Hubar bin al-Aswad, dua orang biduanitanya Ibn Khotl 
yang selama ini sering menghina Nabi % dan Sarah budak di Bani 
Abdul-Muththalib yang sempat membawa surat milik Hatib bin 
Abi Balta'ah. 

Di antara mereka kemudian ada yang mendapatkan 
perlindungan, seperti Ibnu Abi Sarh, Ikrimah bin Abi Jahl, Hubar 
bin Aswad, Sarah dan salah seorang biduanita, sedang yang 
lainnya, dilakukan ekskusi mati terhadapnya. 



178 Sejarah ^Midup Kaiu.U(ak JĔf 



Mengembalikan Kesucian Kota Mekkah 

Pada hari kedua keberadaannya di Mekkah, Rasulullah % 
kembaU berpidato dan menyatakan kesucian kota Mekkah. Tidak 
boleh ada pertumpahan darah di sana, tumbuhannya tidak boleh 
ditebang. binatang buruannya tidak boleh diburu, rerumputannya 
tidak boleh dicabut serta tidak boleh memungut barang yang jatuh 
kecuali untuk diumumkan. 

Kekhawatiran Kaum Anshar. 

Ketika Rasulullah % sedang berdoa di Shafa seraya mengang- 
kat kedua tangannya, kaum Anshar berbisik-bisik di antara mereka: 

"Tahukah kalian, sesungguhnya Rasulullah % akan menetap di sini jika 
negerinya telah ditundukkan dan buminya telah dibebaskan untuknya?". 

Rasulullah %, yang mendengar bisik-bisik tersebut segera 
bertanya tentang apa yang mereka bicarakan. Mulanya mereka 
tidak mau menjawab, namun akhirnya mereka menyampaikan hal 
tersebut. Maka Rasulullah % menenangkan mereka dengan 
berkata: 

"Hidup dan matiku adalah akan berada di tempat hidup dan matinya 
kalian". 

Bai'at Penduduk Mekkah 

Setelah Allah menundukkan kota Mekkah di tangan Rasulullah 
% dan kaum muslimin, maka jelaslah kebenaran bagi penduduk 
Mekkah dan mereka sadar bahwa tidak ada jalan keselamatan 
kecuali Islam. Akhirnya mereka tunduk dan menyatakan bai'at 
kepada Rasulullah %> dan menyatakan kepatuhan dan ketaatannya 
kepada Rasulullah %,. 

Rasulullah % tinggal di Mekkah selama 19 hari. Selama itu 
beliau memperbaharui kembali rambu-rambu Islam, menyerukan 

17" J^ejarah ^J4ulup r^aduluuak j£p 



manusia kepada petunjuk dan taqwa. Beliau juga memerintahkan 
Abu Usaid al-Khuza'i untuk memperbarui batas tanah haram, 
beliau pun mengirim tim-tim khusus untuk dakwah dan menghan- 
curkan berhala di sekitar Mekkah. Lalu seseorang berteriak di kota 
Mekkah : 

"Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah dia 
biarkan ada berhala di rumahnya kecuali dia hancurkan". 

Penaklukan kota Mekkah telah mengubah sejarah kaum mus- 
limin, dimana kekuasan kaum musyrikan dengan penyembahan 
berhalanya berhasil ditundukkan dan tidak lagi diberi kesempatan 
dan peluang . Kini kekuatan politis dan agama di Jazirah Arabia 
dan sekitarnya berada di tangan kaum muslimin. 



180 Sejarak JJiJap ^JJlak jg 



Setelah Fathu Mekkah, banyak suku-suku Arab yang masuk 
Islam. Namun ada juga suku-suku yang merasa lebih kuat tetap 
membangkang dengan kesombongannya. Pelopornya adalah suku 
Hawazin dan Tsaqif, kemudian diikuti beberapa suku lain. Lalu 
mereka berkumpul di bawah kepemimpinan Malik bin 'Auf an- 
Nashri dan memutuskan memerangi Rasulullah %,. 

Maka berangkatlah pasukan musuh dengan membawa serta 
harta dan anak isteri hingga sebuah tempat bernama Authos dekat 
dengan lembah Hunain. Lalu mereka bermarkas di sana. 

Setelah inrormasi tersebut sampai kepada Rasulullah %, maka 
pada tanggal 6 Syawwal tahun 8 H, Rasulullah %, meninggalkan 
Mekkah menuju Hunain bersama 12.000 pasukan. 10.000 pasukan 
adalah yang ikut sejak awal bersama Rasulullah dalam Fathu 
Mekkah, 2000 pasukan sisanya adalah penduduk Mekkah yang 
baru saja masuk Islam. Rasulullah % memerintahkan 'Itab bin Usai 
untuk menjaga kota Mekkah. 

Di tengah perjalanan menuju Hunain mereka melihat sebuah 
pohon besar nan rindang yang disebut Dzatu Anioath. Bangsa Arab 
biasa menggantungkan senjata-senjata mereka di pohon tersebut, 
lalu menyembelih dan bertapa di sisinya. Maka sebagian tentara 
Rasulullah % ada yang berkata : 



181 Sejarak J4ictu.p Kasu.Lllali <Ĕ$ 



"Jadikanlah untuk kami Dzatu Anwath, sebagaimana mereka memiliki 
Dzatu Anwath". 

Maka Rasulullah % bersabda : 

"Allahu Akbar, Demi Allah, apa yang kalian katakan adalah seperti 
perkataan kaum Nabi Musa, Jadikanlah bagi kami tuhan-tuhan 
sebagaimana mereka memiliki tuhan-tuhan" . 

Kemudian Rasulullah % bersabda : 

"Sungguh kalian adalah kaum yang tidak mengetahui, sesungguhnya 
itu adalah ajaran (orang-orang terdahulu yang sesat), niscaya kalian 
selalu mengikuti ajaran-ajaran sebelum kalian". 

Kemudian sebagian pasukan juga ada yang berbangga-bangga 
dengan jumlah kaum muslimin yang banyak jumlahnya, mereka 
berkata : "Kali ini, kita tidakakan terkalahkan" . 

Hal tersebut terasa membuat Rasulullah % gusar. 

Dan benar saja, ketika pasukan kaum Muslimin tiba di Lembah 
Hunain, tanggal 10 Syawwal di lembah Hunain, ternyata pasukan 
musuh telah lebih dahulu menguasai tempat tersebut dan mema- 
sang perangkap di sana seraya menghujani pasukan kaum Musli- 
min dengan panah sehingga mereka mundur dan tercerai berai. 

Rasulullah 3® agak menyingkir ke sisi kanan, kemudian 
berkata: 

"Wahai pasukan, segera berkumpul kemari, saya Rasulullah, saya 
Muhammad bin Abdullah", namun tidak ada yang menghampirinya 
kecuali sedikit dari kalangan Muhajirin dan Ahlul Bait-nya. 

Saat itu, tampaklah keberanian Rasulullah % yang luar biasa , 
ketika beliau mengarahkan kudanya menghadap kaum kafir seraya 
berkata : 



loZ J^ejarak ^J4idu.p KaduiuUak J§§ 



Aku adalah Nabi yang tidak berdusta 

Aku adalah anak (keturunan) Abdul Muththalib 

Kemudian Rasulullah % perintahkan pamannya Abbas yang 
memiliki suara keras untuk memanggil pasukan kaum muslimin. 
Maka dengan suara yang paling keras Abbas memanggil mereka. 
Satu demi satu pasukanpun berdatangan dan kini pasukan kaum 
muslirnin menjadi kuat kembali dan siap menghadapi pertem- 
puran. 

Maka mulailah mereka masuk ke medan pertempuran meng- 
hadapi pasukan lawan. Hingga tidak beberapa lama kemudian, 
pasukan musuh berhasil ditundukkan. Di mana terbunuh dari 
Tsaqif sekitar 70 orang, lalu harta, pedang dan hewan mereka 
diambil oleh kaum muslimin 

Peperangan ini diabadikan Allah Ta'ala dalam ayat-Nya : 

^t,^ f „ i °-> } > "„ » ' , ^ - > , * > y > > j; s. 

p o-^j U-> ^_j0ji\ ^=^M oiU^j ^-A ^-==>^ <j£> jU» 'p-==uj& 
^. * >*u \' , i * , \\' >" ^" **1 '\- i *i ^s^ ^- ' i -*'f, 

^_^4J-JI JlPj ^-AJj^j J£- ;4Xi-X^ 4JJI Jjjl »j qp ^jljj.Jut ^Jj 
^0S/(y_jk^S\ i\j>- -llLI'J5j \jji& -^y.JJt S-^J L*J_/ ^J '^j—" Jjj'3 

"Dan ingatlah peperangan Hunain, yaitu di waktu kalian menjadi 
congkak karena banyaknya jumlah kalian, maka jumlah yang banyak itu 
tidak memberi manjaat kepada kalian sedikit pun, dan bumi yang luas itu 
telah terasa sempit oleh kalian, kemudian kalian lari ke belakang dengan 
bercerai berai. Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul- 
Nya dan kepada orang-orang beriman dan Allah menurunkan bala ten- 
tara yang kamu tiada melihatnya dan Allah menimpakan bencana kepada 



orang-orang yang kajir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang 

yang kajir" (QS. at-Taubah : 25-26) 

Pada perang ini Rasulullah % mendapatkan harta ghanimah 
yang sangat banyak; 6000 wanita tawanan, 24.000 onta, 40.000 lebih 
kambing, dan 4000 uqiah perak. Setelah perang Hunain dan 
pengejaran terhadap pasukan musuh yang lari ke beberapa tempat 
selesai ditunaikan, Rasulullah H mulai membagi harta rampasan 
tersebut di Ja'ronah. 

Pembagian ghanimah diutamakan kepada mereka-mereka yang 
baru masuk Islam dan tokoh-tokoh tertentu untuk melunakkan hati 
mereka. Merekalah yang pertama kali dapat bagian dan dalam 
jumlah yang banyak. 

Untuk para tokohnya, Rasulullah |§ memberikan mereka 100 
onta; seperti Abu Sufyan dan anaknya Yazid, Hakim bin Huzam, 
Sofwan bin Umayyah dan Harits bin al Harits bin Kildah. 
Sedangkan yang lainnya dari kalangan mu'allaf, ada yang 
mendapat 50 atau 40. Sampai orang-orang Badui berdesak- 
desakkan untuk mendapatkan bagiannya. 

Setelah kalangan mu'allaf mendapatkan bagiannya, Rasulullah 
% memerintahkan Zaid bin Tsabit untuk menghitung ghanimah 
yang tersisa, Maka setiap pasukan pejalan kaki mendapat 4 onta 
dan 40 kambing, sedang penunggang kuda mendapat 12 onta dan 
100 kambing. 

Pembagian yang dilakukan Rasullah % didasari untuk mende- 
kati sebagian kaum muslimin yang membutuhkan pendekatan 
materi untuk menjadikan mereka dekat dengan keimanan dan 
perjuangan di jalan Islam. 



i M J^ejarah ~Jvtdup f\a6uluUak j£pEf 



Orang Anshar Mengeluh 

Hal ini yang pada awalnya tidak disadari oleh beberapa 
kalangan, terutama kalangan Anshar yang merasa dianaktirikan 
dengan pembagian tersebut. Padahal merekalah (orang-orang 
Anshar) yang pertama kali menyambut seruan Abbas tatkala 
pasukan kaum muslimin bercerai berai. Sementara mereka yang 
lari dari peperangan saat itu, justru kini mendapatkan bagian yang 
sangat banyak. Maka di antara merekapun mulai berbisik-bisik 
mengenai hal tersebut. 

Ketika hal tersebut didengar Rasulullah 3e§, maka beliau 
memerintahkan Abi Sa'ad al-Khudry untuk mengumpulkan orang- 
orang Anshar, Ketika mereka telah berkumpul semua, Rasulullah 
H bersabda : 

"Wahai kaum Anshar, adakah di antara kalian yang butuh aku dekati 
hatinya untuk menyatakan ke-lslamannya ?. Tidakkah kalian rela wahai 
kaum Anshar, ketika orang-orang pulang membawa kambing dan onta, 
sedangkan kalian pulang bersama Rasulullah M dalam rombongan 
kalian?. Demi Allah, seandainya tidak ada hijrah, niscaya saya menjadi 
orang Ansliar, dan seandainya orang-orang menempuh satu lembah, 
sedangkan kaum Anshar menempuh lembah yang lain, niscaya saya akan 
menempuh lembah yang ditempuh oleh kalangan Anshar. Ya Allah, 
kasihilah Anshar, anak-anak Anshar, dan cucu-cucu Anshar". 

Mendengar hal tersebut, menangislah kaum Anshar, mereka 
berkata : "Kami ridho dengan pembagian Rasulullah". 

Umrah kembali, lalu pulang ke Madinah 

Setelah selesai membagikan harta ghanimah di Ja'ronah, 
Rasulullah 3H melakukan umrah dan memulai ihram dari Ja'ronah. 
Kemudian setelah itu, beliau kembali ke Madinah pada bulan Dzul 
Qa'idah tahun 8 H. 

185 Sejarak J4dup KaJulullak J^ 



Kali ini Rasulullah % kembali ke Madinah dengan tidak lagi 
diiringi rasa takut dikejar-kejar musuh seperti yang beliau alami 
ketika hijrah dahulu. Justru beliau kembali setelah berhasil 
menundukkan kota Mekkah dan menghancurkan kesombongan 
penduduknya dengan kemuliaan Islam. Itu semua berkat 
kesabaran dalam perjuangan yang telah beliau lakukan bersama 
para sahabatnya. 

i * 4JJI ^_ji3 jy^i3 &-l ry -"°i y 



1 J>-> £-*?l * ^ 1 -^Ji* J^H3 &-£ £y° 

"Sesungguhnya barangsiapa bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya 
Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik" 

(QS. Yusuf : 90) 

Setelah tiba di Madinah, Rasulullah 3H kembaU mengatur jalan- 
nya pemerintahan di Madinah. Di antara yang beliau lakukan 
adalah mengirim perugas-petugas yang mengumpulkan zakat dan 
upeti ke suku-suku di sekitar Madinah. Tak ketinggalan beliau juga 
mengirim tim-rim ekspedisi untuk menjaga keamanan negeri 
Madinah dan sekitarnya. 



1 OU J^ejaran J4iAu.p r^aluluUah JS£5 



PERAW3 TABUK 

Berhasilnya Rasulullah % menguasai Jazirah Arabia setelah 
penaklukan kota Mekkah dan suku-suku yang ada di dalamnya, 
menimbulkan ketakutan yang luar biasa bagi kekuatan Romawi 
-kekuatan militer terbesar kala itu-. Apalagi mereka pernah 
merasakan bagaimana tangguhnya pasukan kaum muslimin dalam 
perang Mu'tah sebelumnya yang meskipun kala itu, pasukan kaum 
muslimin tidak berhasil menuntut balas secara setimpal atas 
terbunuhnya utusan Rasulullah %, oleh bangsa Romawi, namun 
tampak bahwa kekuatan kaum muslirnin tidak boleh dianggap 
remeh. Apalagi sekarang kekuasan mereka semakin besar dan 
pengikutnya semakin banyak. 

Maka, sebelum terlambat dan menjalarnya kekuasaan Rasu- 
lullah 3sS hingga ke daratan Romawi, Kaisar Romawi menggalang 
kekuatannya kembali bersama suku Arab yang masih loyal kepada 
mereka dari keluarga Gashan untuk menyerbu kaum muslimin. 

Berita di Madinah 

Berita tentang persiapan kaum Romawi sayup-sayup terdengar 
di kalangan kaum musHmin di Madinah. Kekhawatiran menjalar di 
tengah masyarakat. Jika ada suara-suara yang tidak biasa 
terdengar, mereka segera menduga bahwa hal itu adalah serbuan 
kaum Romawi. Bahkan disebabkan beratnya memikirkan hal 
tersebut, Rasulullah % sempat menjauhi isterinya selama sebulan, 
sehingga sebagian sahabat mengira bahwa beliau telah mentalak 
isteri-isterinya. 

Diriwayatkan bahwa Umar bin Khattab 4» suatu hari berada di 
rumahnya, tiba-tiba datang seorang sahabat dari Anshar dengan 
tergesa-gesa menuju rumahnya seraya berkata : 



187 Sejarak J4Uu.p KaiuLuak )§£ 



"Buka, Buka". Umar berkata; "Apakah (suku) Ghassan sudah 
datang ?", shahabat tadi berkata : "Justru lebih besar dari itu, 
Rasulullah % telah menceraikan isteri-isterinya". 

Kaum munarik yang menyaksikan kepanikan kaum muslimin 
kala itu segera mengambil kesempatan untuk memenuhi dendam 
kesumat mereka. Mereka mendirikan markas dalam bentuk mesjid 
yang dibangun berdasarkan kekuiuran dan untuk memecah belah 
kaum muslimin. Masjid tersebut kemudian dikenal dengan Mesjid 
Dhiror (Mesjid yang merusak). Mereka menawarkan Rasulullah H 
untuk shalat di dalamnya. Namun Rasulullah % tidak shalat di 
dalamnya, tapi justru sibuk menghadapi peperangan. 

Berita Pasti Persiapan Bangsa Romawi 

Kepastian berita persiapan bangsa Romawi yang akan menyer- 
bu kaum muslimin di Madinah baru didapatkan setelah ada orang 
pedusunan dari Syam yang datang membawa minyak Zaitun ke 
Madinah mengabarkan bahwa Heraklius telah menyiapkan pasu- 
kan raksasa berjumlah 40.000 prajurit, dan sekarang telah tiba di 
daerah Balqa'. 

Kondisi Kritis 

Kondisi semakin kritis ketika di Madinah pada saat itu, sedang 
terjadi musim kering yang parah. Masyarakat sedang kesulitan dan 
sedikit persediaan, sementara itu buah-buahan sedang siap petik, 
maka tentu saja mereka lebih senang berdiam menunggu hasil 
pertanian mereka yang siap panen. Di sisi lain, perjalanan menuju 
tempat pertempuran (daerah Tabuk) sangat jauh dan sangat sulit. 

Namun demikian Rasulullah % mengambil sikap tegas, karena 
jika hal ini dibiarkan, maka kekuatan Romawi akan semakin berani 
dan mempengaruhi suku-suku yang selama ini sudah 

188 SejarJl ^MiJup KaiuLllali Jp 



ditundukkan, sehingga kejahiliahan yang telah berhasil ditakluk- 
kan dapat bangkit kembali. Itu artinya, kemenangan yang telah 
diraih menjadi terancam. 

Menyadari hal tersebut sepenuhnya, -walaupun kondisi sangat 
sulit- Rasulullah % memutuskan untuk menghadapi pasukan 
Romawi di perbatasan negeri mereka dan tidak membiarkan 
mereka masuk ke negeri Madinah. 

Maka Rasulullah % segera mengumumkan kepada para saha- 
batnya, suku-suku Arab dan penduduk Mekkah untuk bersiap-siap 
menghadapi peperangan. Karena itu, jika pada peperangan-pepe- 
rangan sebelumnya, biasanya Rasulullah % selalu menyembunyi- 
kan hasrat berperang, namun karena bahaya besar yang mengan- 
cam dan kondisi dalam negeri yang sulit, kah ini beliau mengu- 
mumkan secara terang-terangan bahwa mereka akan menghadapi 
pasukan Romawi, sehingga masalahnya menjadi jelas bagi masya- 
rakat dan mereka segera menyiapkan segala sesuatunya dengan 
maksimal. 

Mengenai hal ini, Allah kisahkan dalam sebagian dari surat at- 
Taubah yang memerintahkan mereka untuk tabah dan memotivasi 
bertempur. Rasulullah % juga menyerukan untuk bershadaqah dan 
berintak dengan harta yang paling bernilai di jalan Allah. 

Kaum Muslimin Berlomba-Lomba Mempersiapkan Jihad. 

Setelah mendengar seruan Rasulullah %, kaum muslimin ber- 
lomba-lomba menyambutnya. Suku-suku dari pedalaman segera 
menuju Madinah. Tidak ada seorangpun yang rela tertinggal dalam 
kesempatan ini, kecuali mereka yang hatinya sakit, dan tiga orang 
yang tertinggal dan akan dikisahkan berikut. 

Bahkan orang-orang yang tidak mampu secara materi datang 
minta kepada Rasulullah %, agar diikutsertakan olehnya dalam 

1RQ <? . / //• / & f 11 I itit 
107 ^3ejarah ~J°$idnp /\aiululCah j£% 



pertempuran melawan Romawi tersebut, namun akhirnya mereka 
harus bersedih karena Rasulullah % menyatakan tidak ada 
perbekalan yang cukup untuk mereka. 

Hal itu Allah Ta'ala gambarkan dalam al-Quran : 

/ ,_ ■■ * > .y j * ' 

[4jjjJI Oj^-/] <^ Qp Qj J L k; . j , U !j JL^-" 



"Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu", lalu mereka 
kembali, sedan g mata bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran 
mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka najkahkan" 

(QS. at-Taubah : 92) 

Kaum muslimin juga berlomba-lomba berinfaq dan ber- 
shadaqah. Utsman bin Affan yang telah menyiapkan rombongan 
dagang dengan 100 onta lengkap dengan muatannya dan 200 
keping perak segera menginfaqkannya kepada Rasulullah %, 
bahkan ditambah dengan 1000 dinar emas. Rasulullah % 
membolak balikkan harta tersebut seraya bersabda : 

« ^jlJI Jju \^s- U OUis- j^ u )) 

"Tidak ada lagi yang mencelakakan Utsman dari apa yang dia perbuat 
setelah hari ini" 

Kemudian Utsman terus bershodaqah, hingga mencapai 900 
onta, dan 100 kuda selain uang. 

Abdurrahman bin Auf bershodaqah dengan 200 keping perak, 
Abu Bakar datang dengan membawa seluruh hartanya sedangkan 
untuk keluarganya tidak dia tinggalkan kecuali Allah dan Rasul- 
Nya, jumlahnya 4000 dirham, dan dialah yang pertama datang 
membawa shodaqohnya. Sedangkan Umar bin Khattab datang 
dengan setengah hartanya, Abbas bershodaqah dengan harta yang 
banyak, demikian juga Talhah, Sa'ad bin Ubadah, Muhammad bin 

1"U ~J)ejaran ^Midup /KaAutuuan J^ 



Maslamah, semuanya datang membawa hartanya, hingga ada yang 
datang membawa satu atau dua mud (sekitar seliter atau dua liter) 
korma, karena tidak dapat lagi berinfaq selain itu. Kaum wanitapun 
tak ketinggalan mereka berinfaq dengan kalung, gelang dan 
cincinnya. 

Tidak ada seorangpun yang menahan hartanya dan bakhil 
kecuali orang-orang munaiik. 

^j_^)iJJtj cuiSJi_^aJI ^ i (y^yxS\ ^ja ^____j£- jJa_«J I -^___J>3j-*M - ^ • j j-Aj' y 

\ijyi\ Sj^,] 4@ (^? 03y^-^ X* ^r ^j Oj^" ^ 

"(Orang-orang munajik) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang 
mu'min yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang- 
orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar 
kesanggupannya, maka orang-orang munajik itu menghina mereka" 

(QS. at-Taubah : 79) 

Pasukan Islam Berangkat ke Tabuk 

Setelah berbagai persiapan telah dilakukan, Rasulullah % me- 
merintahkan Muhammad bin Maslamah untuk berjaga di Madinah 
dan menitipkan ahlul bait-nya kepada Ali Bin Thalib. Orang-orang 
munafiq menyindir Ali tentang hal tersebut, sehingga beliau segera 
menemui Raslullah % untuk ikut berperang. Tapi Rasulullah % 
minta dia kembali seraya berkata: 

"Tidakkah kamu suka jika kedudukanmu seperti kedudukan Harun di sisi 
Musa, kecuali saja tidak ada nabi lagi setelah aku" 

Pasukan kaum muslimin saat itu terdiri dari 30.000 prajurit, 
jumlah pasukan terbesar yang sebelumnya tidak pernah mencapai 

m<? • L JJJ fP . I ff L M 
^Jjeiaran ^HuLup /Kaiulullan Js% 



jumlah seperti itu. Sehingga sekalipun kaum muslirnin telah mem- 
berikan infaq sebanyak-banyaknya, namun tetap tidak dapat 
memenuhi pasukan sebesar itu dengan layak. Bahkan pasukan 
mengalami kekurangan yang sangat banyak dalam masalah perbe- 
kalan dan kendaraan, hingga setiap satu onta dinaiki secara 
bergantian oleh 18 orang. Kadang-kadang mereka harus memakan 
dedaunan hingga mulut-mulut mereka bengkak. Bahkan untuk 
mendapatkan air minum mereka menyembelih ontanya -yang 
sangat sedikit jumlahnya- unruk mereka ambil simpanan air di 
perutnya. Karena itu pasukan ini dikenal dengan istilah Jaisyul 
'Usrah (Pasukan yang sangat memprihatinkan). 

Di tengah perjalanan, tentara kaum muslimin sempat melewati 
bekas perkampungan kaum Tsamud. Ketika mereka akan mengam- 
bil air dari sumurnya, Rasulullah % bersabda : 

"Jangan kalian minum airnya, dan berwudhu dengannya. Adonan 
yang sudah kalian buat, agar diberikan kepada onta, jangan ada yang 
dimakan sedikitpun". 

Lalu Rasulullah % memerintahkan mereka untuk minum dari 
sumur yang didatangi oleh ontanya Nabi Shaleh alaihissalam. 

Di tengah perjalanan, pasukan mengalami kekurangan air, 
mereka mengadu kepada Rasulullah %. Lalu behau berdoa kepada 
Allah, hingga Dia menurunkan hujannya. 

Dalam perjalanan ini Rasulullah % selalu menjama' antara 
shalat Dzuhur dan Ashar, Maghrib dan Tsya, kadang jama' taqdim, 
kadang jama' ta'khir. 

Tentara Islam Tiba di Tabuk 

Tibalah tentara Islam di Tabuk. Lalu mereka mendirikan tenda- 
tenda di sana untuk menghadapi musuh. Selama menetap di sana, 
Rasulullah 3® menyampaikan khutbahnya yang berapi-api dan 
sangat menyentuh untuk memompa semangat prajuritnya. Beliau 

192 Sejarak Milup ^aiJJiak ijf 



menyerukan jihad untuk meraih kebaikan dunia dan akhirat, dan 
tidak lemah walau perbekalan yang kurang. 

Ketika Bangsa Romawi dan sekutu-sekutunya mendengar 
kedatangan Rasulullah % dan pasukannya, timbul rasa gentar pada 
mereka. Merekapun tak berani maju menghadapinya, justru 
mereka bercerai berai kembali ke negeri mereka masing-masing. 
Hal tersebut tentu saja semakin menguatkan posisi kaum muslimin 
di Jazirah Arabia, baik secara poUtik maupun militer. 

Beberapa suku di perbatasan Romwawi yang sebelumnya 
bersekutu dengan mereka, datang menghampiri Rasulullah M dan 
menyatakan keberpihakannya kepada Rasulullah % dengan 
menyerahkan/^ya/i (upeti) dalam jumlah yang sangat besar. 

Maka dengan demikian semakin luaslah kekuasaan Islam 
hingga perbatasan Negeri Romawi. 

Kembali ke Madinah dan Menghadapi Penghadangan 
Kaum Munafiq 

Tentara Islam akhirnya kembali ke Madinah dengan membawa 
kemenangan. Di tengah perjalanan, ketika Rasulullah % berjalan 
agak menjauh dari rombongan ditemani oleh Ammar bin Yaqud 
dan Huzaifah bin al-Yaman, kaum munaf iq yang tergabung dalam 
pasukan kaum muslimin, dengan menutup muka mereka, berusaha 
membunuh Rasulullah %. Namun Huzaifah bin al-Yaman segera 
menghalau mereka dengan menghunjam kuda-kuda mereka, 
sehingga mereka ketakutan dan kabur, lalu berbaur lagi dengan 
pasukan inti. Rasulullah % menyebutkan nama-nama mereka 
kepada Huzaifah, sehingga beliau dikenal sebagai Sahabat pemilik 
rahasia Rasulullah % (Shohibu Sirri Rasulillah %). 



*.yj J^)ejarak ^Mulup Kcu 



Di Madinah mereka disambut gegap gempita oleh kaum 
muslimin. Kaum wanita dan anak menyambut suami dan sanak 
saudara mereka seraya bersenandung : 

p-G^lcA-I^O — * ^ — 'i&j^'^ 

• s s ' 

pfi*_iS \__Pi \ ' lx-^^v__J\i_ r ->-J 

Bulan purnama telah terbit di atas kita 

Dari balik Tsaniyyatilwada' 

Kita wajib bersyukur 

Atas seruan kepada Allah oleh penyeru (Rasul)-Nya 

Rasulullah % keluar dari Tabuk pada bulan Rajab dan kembali 
di bulan Ramadhan. Keseluruhannya memakan waktu 50 hari. Di 
Tabuk beliau menetap selama 20 hari. Dan inilah peperangan 
terakhir yang diikuti Rasulullah %. 

Orang-Orang Yang Tidak Ikut Berperang 

Perang Tabuk -karena kondisinya yang sangat sulit- adalah 
ujian dari Allah Ta'ala untuk menyeleksi kaum muslimin, 
sebagaimana yang selalu Allah nyatakan dalam kondisi seperti itu : 

& 1~S\ j^i ^ <& j&l ~<* $s> u&£R j^! '& o^ & } 

"Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang beriman dalam 
keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk 
(munafik) dari yang baik (mu 'min) " (QS. Ali Imran : 179) 

Pada peperangan tersebut, ada tiga golongan yang tertinggal di 
Madinah : 

1 V4 S^ejaran -J4idup rKaiaiuUak j£% 



1. Kaum munafiq. Setelah Rasulullah % kembali, mereka datang 
dengan berbagai alasan yang dibuat-buat, bahkan mereka 
bersumpah untuk itu. Rasulullah jjg menerima alasan mereka yang 
tampak, sedangkan yang tersembunyi beliau serahkan kepada 
Allah Ta'ala. 

2. Kaum muslimin yang benar-benar memiliki udzur karena 
sakit atau lemah atau tidak memihki perbekalan. Untuk mereka 
Allah berhrman : 

"Tidak dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, 
atas orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh 
apa yang akan mereka najkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada 
Allah dan Rasul-Nya" (qs. at-Taubah : 91) 

Alasan mereka diterima dan bahkan dikatakan mendapatkan 
pahala yang sama dengan mereka yang ikut serta. Rasulullah % 
bersabda : 

* > s o * > ' * * te ' ' ' * * * * ' 

p & ■ ":" - < *£** ljjl£ VI b^lj ,o,r» U ? Vj t \j?y* f*>jy ^" VI*- j O-UJL j| » 
« ojJJb *ij : Lil5 ^ *? <2yUJL> j«-*j 4&! H'j^jjX : IjJli . jliJJI 

"Sesungguhnya di Madinah ada orang-orang yang tidak menempuh 
perjalanan dan mengarungi lembah seperti kalian, akan tetapi mereka 
bersama kalian, karena mereka terhalang oleh udzur", para sahabat 
bertanya: "Ya Rasulullah, walau mereka di Madinah", "Ya, mereka di 
Madinah". 

3. Tiga orang Sahabat yang benar imannya, bukan orang munafiq, 
namun mereka juga tak memiliki udzur. Mereka adalah: Ka'ab bin 
Malik, Muroroh bin Rabi' dan Hilal bin Umayyah. Dengan jujur 
mereka mengaku kelalaiannya. 

Sebagai hukuman untuk mereka, Rasulullah % melarang para 
sahabat lainnya untuk berbicara dengannya, bahkan setelah empat 
puluh hari hukuman tersebut, beliaupun melarang isteri-isteri 

A"3 *S)ejarah ^J4ldup r^aduiuuaA JĔ£ 



mereka untuk berbicara kepadanya. Hukuman yang sangat berat 
mereka tanggung dan membuat hidup mereka sangat sempit. 
Namun akhirnya setelah 50 hari, Allah terima taubat mereka dan 
disambut dengan gembira oleh kaum muslimin : 

^j L^ ^jHl 'p& LiU> iSj <£- iyi- ^j$\ *M jS>j > 

JLgJp Cj\3 JLj aJI ^Sfl 4Jl tf \s>Xa Stf Ol i>k) W-*^jl J^g^ C-iU=>j 

[ijjsji oj^-.] 4 ^^e~J ' s- ,, j^ !1 >* ^ 1 0] ^j^, 

"Dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) 
mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal 
bumi itu luas dan jiwa merekapun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, 
serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) 
Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima taubat 
mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang 
Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang" (QS. at-Taubah : 118) 

Setelah Perang Tabuk 

Setelah perang Tabuk, kaum musUmin semakin kuat. Kini 
perlakuan terhadap kaum munafiq tidak lagi bersirat lemah lembut. 
Allah memerintahkan bersikap tegas terhadap mereka, bahkan 
kaum muslimin dilarang menerima shadaqah dan shalat bersama 
mereka, memohonkan ampunan serta menyalatkan mayat mereka. 
Kemudian diperintahkan pula untuk menghancurkan mesjid 
Dhiror yang mereka bangun. Juga Allah terangkan sifat-sifat 
mereka dengan jelas, sehingga seakan-akan ayat-ayat tersebut 
menunjuk nama mereka satu persatu yang berada di Madinah. 

Setelah perang Tabuk inipula gembong kaum munarik; 
Abdullah bin Ubay bin Salul, meninggal dunia. Rasulullah W, 
memintakan ampunan untuknya dan menyolatkannya, sebelumnya 

1"0 J^jejarak ^Midup r^asutuUak j£cf 



Umar bin Khattab telah berusaha menghalanginya. Kemudian 
turun ayat al-Quran yang membenarkan tindakan Umar tersebut 1 . 

Peristiwa lainnya yang terjadi setelah perang Tabuk adalah : 

1. Terjadinya peristiwa Li'an antara Umaimir dan Isterinya. 

2. Dirajamnya wanita Ghamidiah setelah dia mengaku berbuat 
zina. Namun pelaksanaannya Rasulullah % runggu setelah dia 
selesai menyapih anaknya. 

3. Meninggalnya putri Rasulullah %; Ummu Kultsum, isteri 
Utsman bin Affan. Beliau sangat bersedih, sehingga berkata 
kepada Utsman; "Seandainya aku masih memiliki putri ketiga, 
niscaya akan kunikahkan dia dengan engkau" 

4. Meninggalnya Raja Najasyi, lalu Rasulullah % melaksanakan 
shalat ghaib untuknya. 

Abu Bakar Shiddiq Menunaikan Haji 

Pada tahun yang sama (9 H), di bulan Dzul Qa'idah, Rasulullah 
% mengutus Abu Bakar sebagai pemimpin untuk menunaikan haji. 

Pada saat itu, turunlah surat at-Taubah yang membatalkan 
semua perjanjian dengan kaum musyrikin. Maka Rasulullah %, 
mengutus Ali bin Abi Thalib untuk menyusul Abu Bakar dan 
mengumumkan hal tersebut pada hari Nahr (10 Dzul Hijjah). 

Lalu Abu Bakar memerintahkan seseorang untuk mengumum- 
kan : "Tidak ada lagi orang musyrik yang boleh menunaikan haji setelah 
tahun ini, dan tidak ada lagi yang boleh thawaj dalam keadaan telanjang". 

Dengan demikian tamatlah sudah Berhalaisme di Jazirah 
Arabia, tidak lagi muncul setelah tahun tersebut. 



'• Ayat tersebut terdapat dalam surat at-Taubah ayat 84. 

ly I J^ejarak ~J4ulu.p Kaititu-llan jzj% 



BERBONDOie-BOIDOie MASUK A6AMA ALLAH 

Setelah perjanjian Hudaibiah, kemudian disusul Fathu Mekkah 
lalu dikuatkan oleh kemenangan perang Tabuk. Semakin nyatalah 
kemenangan dakwah Rasulullah H. Beban dakwah yang sejak awal 
dipikul sedemikian berat, penuh dengan rintangan dan cobaan, 
beliau % dan para sahabatnya lalui dengan penuh kesabaran dan 
keuletan, diimbangi dengan strategi dan rencana matang, akhirnya 
membuahkan hasil yang sangat menggembirakan. Yaitu eksisnya 
agama Allah di Jazirah Arabia. Hal tersebut tampak dengan 
semakin berbondong-bondongnya orang yang masuk Islam. 

Sebagai perbandingan, tentara kaum muslimin ketika terjadi 
perjanjian Hudaibiah berjumlah tak lebih 3000 orang, namun dua 
tahun kemudian pada peristiwa Fathu Mekkah sudah berjumlah 
10.000 orang, lalu belum genap setahun kemudian pada perang 
Tabuk sudah berjumlah 30.000 orang dan akhirnya pada peristiwa 
Haji Wada', hadir lautan manusia dari kaum muslimin waktu itu, 
yang berjumlah 144.000 orang. 

Pada sekitar tahun-tahun tersebut (tahun 9-10 H), berdatangan 
utusan-utusan dari berbagai suku Arab unruk menyatakan Ke- 
Islamannya. Tak kurang terdapat 70 utusan yang datang kepada 
Rasulullah %. 



lVo ^J)ejarak ^J4idup KaduluUan JgJ% 



Pada tahun 10 H, Rasulullah %, mengumumkan akan melak- 
sanakan ibadah haji. Maka kaum muslimin berdatangan ke 
Madinah untuk ikut menunaikan haji bersama beliau sekaligus 
ingin mengetahui pelaksanaannya sebagaimana yang Rasulullah % 
lakukan. 

Pada hari Sabtu, empat hari sebelum berakhir bulan Dzul 
Qa'idah, Rasulullah % telah bersiap-siap untuk berangkat setelah 
wakru Dzuhur. Kemudian beliau tiba di Dzul Hulaifah l sebelum 
waktu Ashar. Keesokan harinya, di tempat tersebut, sebelum shalat 
Dzuhur, Rasulullah % mandi untuk persiapan ihram, lalu Aisyah 
memakaikan wewangian di badan dan kepalanya. Kemudian beliau 
mengenakan pakaian ihramnya, lalu shalat Dzuhur dua rakaat 
(diqhasar karena dalam perjalanan). Di tempat shalat tersebut, 
beliau berniat melakukan ihram haji dan umrah, yaitu haji Qiran, 
lalu beliau beranjak dan mengendarai ontanya; Quswa. 

Setelah delapan hari perjalanan, menjelang tiba di Mekkah 
beliau mandi dan shalat Shubuh pada tanggal 4 Dzul Hijjah 10 H. 
Lalu beliau menuju Mekkah dan langsung ke Masjidil Haram 
melakukan thawaf dan sa'i antara Shafa dan Marwa, dan tidak 
melakukan tahallul, karena hajinya Qiron. 

Sedang para sahabat diperintahkannya untuk menjadikan 
ihramnya kala itu sebagai ihram umrah 2 ) . Maka setelah selesai 
thawaf dan sa'i mereka melakukan tahallul sempurna dari umrah. 

Saat itu Rasulullah % bersabda : 



i Dzulhulaifah adalah miqot untuk penduduk Madinah atau yang mereka yang 

melewatinya dari jalur Madinah. 
2 Hal ini kemudian dikenal sebagai haji Tamattu, yaitu melakukan ibadah haji 

dengan terlebih dahulu melakukan umrah untuk haji. 



199 SejaU JJuLp gajjjtak M 



« cJLL>- V (^J^Ji ^yl* ol V jJj ( c-j-La! U o^J£-I U (^^1 ^ja cJLi^-1 jJ » 

"Seandainya aku mengetahui lebih dahulu apa yang terjadi kemudian pada 
dikiku, niscaya aku tidak akan membawa hewan aurban, dan jika tidak ada 
hewan Qurban padaku, niscaya aku akan tahallul". 

Pada tanggal 8 Dzul Hijjah -yaitu hari Tarwiyah- Rasulullah % 
menuju Mina, di sana beliau shalat Dzuhur hingga Fajar. Setelah 
shalat Fajar, beliau berdiam sebentar hingga terbit matahari. 

Setelah itu, beliau berangkat ke Arafah. Di Namirah di 
dapatkan kemahnya telah didirikan, maka beliau singgah di sana. 
Setelah matahari tergelincir dia naik ontanya; Quswa untuk 
berangkat hingga Lembah Wadi'. Di sana telah berkumpul sekitar 
seratus empat puluh empat ribu manusia. Maka di sana beliau 
sampaikan khutbahnya sebagai berikut : 

"Wahai manusia, dengarlah ucapanku, karena sesungguhnya mung- 
kin aku tidak akan menjumpai kalian lagi setelah tahun ini-di tempat 
wukufini selamanya. 

Sesungguhnya darah dan harta kalian suci, sebagaimana sucinya hari 
ini, bulan ini dan negeri ini. Ketahuilah semua perkara-perkara jahiliah 
berada di bawah kakiku tidak berlaku, begitu pula dengan darah jahiliah 
telah tidak berlaku. Darah pertama yang aku batalkan adalah darah 
Rabi'ah bin al-Harits yang dahulu disusui di Bani Sa'ad lalu dibunuh oleh 
Hudzail. Riba Jahiliah juga telah tidak berlaku, dan riba pertama yang aku 
batalkan adalah ribanya Abbas bin Abdul-Muththalib, sesungguhnya 
semuanya tidak lagi berlaku. 

Bertakwalah kalian kepada Allah dalam urusan wanita, karena kalian 
mengambil mereka dengan amanah Allah, kalian halalkan kehormatan 
mereka dengan kalimat Allah. Untuk itu, hak kalian adalah bahwa isteri- 
isteri kalian tidak boleh menghamparkan alasnya kepada orang yang kalian 
tidak sukai. }ika mereka melakukan hal itu, pukullah mereka dengan 



200 Sejarak J4Uup Kaiuiullali JEgf 



pukulan yang tidak melukai. Sedang hak mereka yang merupakan 
kewajiban kalian adalah diberi najkah dan sandang yang layak. 

Aku tinggalkan untuk kalian sesuatu yang tidak akan membuat kalian 
tersesatjika berpegang teguh kepadanya; yaitu Kitabullah. 

Wahai manusia; sesungguhnya tidak ada nabi setelahku, tidak ada 
umat setelah kalian. Maka sembahlah Rabb kalian, shalatlah lima waktu, 
puasalah di bulan kalian (Ramadhan), tunaikanlah zakat harta kalian yang 
akan mensucikan diri kalian, tunaikanlah haji ke Baitullah, ta'atilah 
pemimpin kalian, kalian akan masuk syurga Tuhan Rabb kalian". 

"Kalian bertanya tentang aku, apa yang akan kalian katakan ?", 
mereka menjawab : "Kami bersaksi bahwa engkau telah menunaikan 
(amanah) dan memberi nasihat". 

Lalu Rasulullah % berkata seraya mengangkat telunjuknya ke 
langit kemudian mengarahkannya ke arah manusia seraya berkata : 
"Ya Allah, saksikanlah" (beliau ucapkan sebanyak tiga kali). 

Saat itu yang berteriak menyampaikan khutbah Rasulullah H 
adalah Rabi'ah bin Umayyah bin Khalaf. 

Setelah selesai khutbah, turunlah firman Allah Ta'ala : 

llo iJLl^l *5J c^=>j3 (J-*-*i }S\)& c^xlj *5\Lo (*>-) cJLol (*3^-" \ 

i 
<^(QJLj-j jyis- 4JJI jli ^J^/yijL^i^^p ^* 3 -*^- (j j^ 2 -^ 3 ' cy^ 

[ojjlil 5j^-<] 

"Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku 
cukupkan kepadamu nikmatk-ku, dan telah Ku ridhai Islam itu jadi aagma 
bagimu" (QS. al-Maidah : 3) 

Umar bin Khattab yang mendengar ayat tersebut menangis. 
Ketika ditanya mengapa dia menangis, beliau menjawab: 

201 Sejarak JJiJup RaJJLk M 



"Sesungguhnya sesuatu yang telah sempurna, berikutnya akan 
berkurang". 

Setelah khutbah, Bilal melantunkan adzan, kemudian iqomah, 
maka Rasulullah % mengimami shalat dzuhur dua rakaat, kemu- 
dian iqomah lagi lalu beliau shalat Ashar dua rakaat, tidak ada 
shalat di antara keduanya. Kemudian Rasulullah % mengendarai 
ontanya menuju tempat wukuf. Setiba di sana beliau memerintah- 
kan ontanya untuk berdekam, lalu beliau menghadap kiblat, dan 
wukuf hingga terbenam matahari. 

Setelah cahaya kekuningan sudah menghilang, beliau -seraya 
membonceng Usamah- berangkat ke Muzdalifah. Di sana beliau 
shalat Maghrib dan 'Isya dengan sekali adzan dan dua kali iqomah, 
beliau tidak bertasbih di antaranya sedikitpun. Kemudian beliau 
tidur hingga terbit Fajar, lalu beUau shalat fajar setelah jelas masuk 
waktunya dengan adzan dan iqomah. Kemudian beliau mengen- 
darai Quswa hingga tiba di Masy'aril Haram. Lalu beliau 
menghadap kiblat, berdoa, bertakbir, tahlil. Beliau tetap disitu 
hingga hari mulai terang. 

Sebelum terbit matahari, beliau berangkat dari Muzdalifah ke 
Mina, kali ini beliau membonceng al-Fadhl bin Abbas. Ketika beliau 
tiba di Lembah Muhasir, beliau mempercepat sedikit, kemudian 
menempuh jalan tengah hingga tiba di Jumrah Kubra yang disebut 
dengan Jumrah Aqobah. Kemudian beliau melempar batu-batu 
kerikil sebanyak tujuh kali seraya bertakbir setiap kali lemparan. 
Setelah itu, beliau menuju tempat berkurban, lalu beliau 
menyembelih enam puluh tiga onta dengan tangannya. Kemudian 
dari hewan-hewan itu ada yang dimasak dan dimakan olehnya |g. 

Setelah itu Rasulullah % menuju Mekkah. Pada tanggal 10 Dzul 
Hijjah (Hari Nahr), ketika waktu dhuha sudah tiba, beliau 
berkhutbah lagi. Di antara isinya adalah sebagaimana yang beliau 
ucapkan pada khutbah Wada' di Arafah. 

202 Sejarak JJdup RnJJLk M 



Kemudian pada hari Tasyrik, beliau menetap di Mina, 
menunaikan manasik haji dan mengajarkan ajaran-ajaran agama, 
berzikir kepada Allah, menegakkan ajaran-ajaran Allah dan meng- 
hapus bekas-bekas kesyirikan dan simbol-simbolnya. Beliaupun 
juga berkhutbah pada sebagian hari Tasyrik. 

Pada hari Nafar Tsani (tanggal 13 Dzul Hijjah), Rasulullah % 
keluar dari Mina, setelah itu singgah di Bani Kinanah bin Abtah 
beberapa hari. Kemudian beliau menuju Mekkah untuk thawat 
Wada' dan beliau juga perintahkan para sahabatnya untuk thawat 
Wada'. 

Setelah selesai melaksanakan semua manasiknya, beUau 
menyerukan rombongan untuk kembali ke Madinah. 



2U3 Jyejarah -Midup /\a4uluuak JE? 



PASUKAN PEEANS TERAKHIR 

Ketika Rasulullah % masih melihat kesewenag-wenangan 
penguasa Romawi dan kesombongan mereka, behau menyiapkan 
pasukan besar untuk dikirim ke Romawi pada bulan Shafar tahun 
11 H untuk menakut-nakuti Romawi dan mengembalikan 
kepercayaan bangsa Arab dan suku-suku perbatasan yang sudah 
berpihak kepada Rasulullah %. Usamah bin Zaid ditunjuk menjadi 
panglima perang. 

Kaum muslimin memperbincangkan keputusan Rasulullah % 
dalam pengangkatan Usamah karena usianya yang masih belia 
sehingga mereka terasa enggan untuk berangkat. 

Akhirnya Rasulullah % bersabda: 

"Jika kalian menyangsikan kepemimpinannya, dahulupun kalian 
menyangsikan kepemimpinan bapaknya. Demi Allah, sesungguhnya 
beliau mampu memimpin, dan sesungguhnya bapaknya adalah orang yang 
paling saya cintai, dan beliau adalah orang yang paling saya cintai 
sesudahnya". 

Akhirnya pasukan sepakat berada di bawah komando Usamah. 
Maka Usamah mulai mengatur pasukannya dan berangkatlah 
mereka hingga sebuah tempat bernama Jaraf, sekitar satu /arsakh 
dari kota Madinah. Akan tetapi berita sakit kerasnya Rasulullah Jg 
membuat mereka menunda meneruskan perjalanan mereka sambil 
menunggu kabar pasti tentang beliau %. 

Ketentuan Allah jualah, jika akhirnya pasukan ini kemudian 
menjadi pasukan pertama yang dikirim pada zaman Khalitah Abu 
Bakar as-Shiddiq 4&. 



204 SejarA Milup RaiJJak M 



| MENGHADAP KEHARIBAAN ALLAH 

Tanda-Tanda Perpisahan 

Ketika dakwah sudah semakin sempurna, dan Islam sudah 
mengendalikan keadaan, mulailah tampak tanda-tanda perpisahan 
Rasulullah % dengan kehidupan. Hal tersebut tampak dari 
perasaan, ucapan dan perbuatan beliau %,. 

Pada bulan Ramadhan tahun 10 H, Rasulullah % melakukan 
I'tikaf selama 20 hari, padahal pada tahun-tahun sebelumnya, 
beliau hanya beri'tikaf selama 10 hari. Kemudian malaikat Jibril 
mengajarkannya al-Quran sebanyak dua kali padahal sebelumnya 
hanya sekaU. 

Dan pada haji Wada' beliau bersabda : 

"Saya tidak tahu, mungkin saja saya tidak berjumpa dengan kalian 
setelah tahun ini di tempat wukufini selamanya". 

Kemudian di Jumrah Aqabah beliau juga bersabda : 

"Ambillah dariku manasik haji kalian, mungkin saya tidak sempat 
pergi haji lagi setelah tahun ini". 

Kemudian turun pula surat an-Nashr pada pertengahan hari- 
hari Tasyriq. Beliau tahu bahwa itu tanda perpisahan dan ucapan 
duka bagi dirinya. 



£\)j J^ejarah ~J4idup /\ai 



Pada akhir bulan Shafar tahun 11 H, Rasulullah M keluar 
menuju Uhud, lalu beliau mendoakan Syuhada Uhud, seakan 
perpisahan kepada orang-orang yang hidup dan yang telah mati, 
kemudian menuju mimbar dan berpidato : 

"Aku akan mendahului kalian, aku akan menjadi saksi bagi kalian, 
sungguh sekarang aku telah melihat telagaku, dan sungguh aku telah 
diberikan kunci-kunci bumi dan simpanannya, sungguh aku tidak takut 
kalian berlaku syirik setelahku, akan tetapi yang aku takutkan adalah 
kalian saling berlomba-lomba terhadap dunia" 

Kemudian beliau juga pergi ke pekuburan Baqi', lalu 
mengucapkan salam kepada penghuninya dan memintakan 
ampunan untuk mereka. 

Permulaan Sakit 

Pada tanggal 29 Shafar tahun 11 H, hari Senin, Rasulullah % 
menderita sakit kepala dan merasakan panas yang sangat. 

Begitu seterusnya Rasulullah % menderita sakit selama 13 atau 
14 hari. Namun Rasulullah % masih sempat mengimami shalat 
berjama'ah sekitar sebelas hari. 

Minggu Terakhir. 

Sakit Rasulullah % kian parah. Dia bertanya kepada isteri- 
isterinya : 

"Di mana giliran saya besok , di mana giliran saya besok ?". 

Mereka memahami maksud Rasulullah %, maka mereka 
mengizinkan Rasulullah % untuk tinggal di mana beliau suka. 
Akhimya Rasulullah % pindah ke rumah Aisyah. Selama di sana 
Aisyah membacakan surat al-Mu'awivizzat (surat-surat yang berisi 
mohon perlindungan; al-Ikhlash, al-Falaq dan an-Nas) dan doa-doa 
yang dia dapatkan dari Rasulullah %, kemudian dia tiup dan 

206 SejaU J4dup gaJJlak jg 



diusapkan ke tubuh Rasulullah %, dengan tangannya, mengharap- 
kan barokah darinya. 

Di sanalah beliau menghabiskan minggu terakhir kehidupan- 
nya. 

Lima Hari Sebelum Meninggal 

Lima hari sebelum meninggal, panas Rasulullah %, bertambah, 
sakitnya makin keras. Beliau minta para shahabatnya untuk 
menyiramkannya. Para sahabat melakukannya dan menyiram- 
kannya, hingga beliau berkata : "Cukup, Cukup". 

Ketika itu beiau merasakan kesehatannya membaik, maka 
beliau masuk mesjid dengan kepala diikat. Lalu duduk di atas 
mimbar dan berkhutbah di hadapan orang-orang yang mengeli- 
linginya : 



' , «■' 



« Xju U<_ 

"Laknat Allah terhadap orang Yahudi dan Nashrani, mereka menjadikan 
kuburan para nahinya sebagai mesjid, ...Jangan kalian menjadikan 
kuburanku sebagai berhala yang disembah" 

Kemudian Rasulullah M meminta kepada hadirin untuk mem- 
balas apa yang pernah dia lakukan terhadap mereka, seperti jika 
ada yang dicambuk atau dicaci. Setelah itu, beliau shalat Dzuhur, 
dan kemudian kembali lagi menyampaikan khutbahnya, juga 
berpesan kepada kalangan Anshar. 

Beliaupun sempat memuji Abu Bakar dengan ucapannya : 



207 S^ejarak ^Midup /KaSuluUak )Ĕ$ 



■), ,•'. >., , 4> > .' » ', S' *\ t|" '• ' • * \' l*t( ' S f S I 

tsL) jf ^y*- ,J ^ ^ 5 J-J < >-i Ji> ^>J ^w c5? J^- o" U ' b^ °\ >y 

o j. s * - s a ) s . J «•" >* 9 ■" ^"^ 

I *' ° "' ti • *" '"t. '" I ^ 1 * " ** I 8 k. ti "^ ? ° •**' I "^ .«(-• y*"' t '"? ■* °* **i * J 

(— »u J^t^-*JI ^J ,V^ J ' &J*J a^L-j jfl <M>-I /y^J * ^C?^" ^^ . OJL?x!>V 

p - * s 

" Sesungguhnya orang yang paling banyak melindungi aku dalam 
persahabatan dan hartanya adalah Abu Bakar, seandainya aku boleh meng- 
ambil kekasih selain Rabbku, niscaya akan aku jadikan Abu Bakar sebagai 
kekasihku, akan tetapi cukup dengan persaudaraan Islam dan kasih 
sayang, semua pintu yang ada di Mesjid Nabawi harus ditutup kecuali 
pintu Abu Bakar". 

Empat Hari Sebelum Meninggal 

Pada hari Kamis, empat hari sebelum wafat, sakit Rasulullah % 
kian parah, beliau berkata : 

"Mari berkumpul, akan saya tuliskan wasiat untuk kalian, agar kaiian 
tidak sesat setelah itu". 

Saat itu berkumpul beberapa tokoh, di antaranya Umar. Maka 
berkatalah Umar : 

"Sakit beliau sangat parah, sedangkan bagi kalian ada al-Quran, 
cukuplah bagi kalian al-Quran". 

Ahlul Bait berbeda pendapat dalam hal ini, ada yang meminta 
dituliskan wasiat Rasulullah %, dan ada yang berpendapat seperti 
Umar. Akhirnya Rasulullah %, meminta mereka untuk beranjak. 

Namun pada hari itu, Rasulullah 3| sempat berwasiat tiga hal ; 

Pertama, beiiau berwasiat untuk mengeluarkan Yahudi dan 
Nashrani dan kaum musyrikin dari Jazirah Arab, 

Kedua, melanjutkan kembali pengiriman para utusan sebagai- 
mana yang telah beliau lakukan. 



208 SejarJi J4idup KaiuLuak jĔ£ 



Ketiga, perawinya lupa, kemungkinan adalah wasiat berpegang 
teguh kepada al-Quran dan Sunnah, atau meneruskan pengiriman 
pasukan Usamah atau wasiat tentang shalat atau memperhatikan 
budak. 

Meskipun sakit Rasulullah % sangat parah, beliau tetap shalat 
sebagai imam. Pada hari itu, beUau masih sempat shalat Maghrib 
sebagai imam dengan membaca surat al-Mursalat. Namun pada 
waktu shalat Isya', sakitnya semakin berat, sehingga dia tak kuasa 
keluar. 

Aisyah radhiallahu'anha mengisahkan, saat itu Rasulullah % 
bertanya kepadanya : "Apakah orang-orang sudah shalat ?", beliau 
jawab : "Belum ya Rasulullah %, mereka menunggumu ". Rasulullah 
kemudian minta diambilkan air untuk mandi, lalu beliau mandi, 
setelah itu beliau pingsan. Setelah sadar beliau bertanya lagi : 
"Apakah orang-orang sudah shalat ?", lalu dia mandi lagi, kemudian 
pingsan lagi, begitu hingga terjadi tiga kali. Setelah itu dia meminta 
Abu Bakar untuk menjadi imam shalat. Maka Abu Bakar 
mengimami shalat pada hari-hari terakhir kehidupan Rasulullah % 
sebanyak tujuh belas kali. 

Aisyah radhiallahu 'anha berulang kali mohon kepada Rasulullah 
M agar Abu Bakar tidak dijadikan sebagai imam shalat supaya 
orang-orang tidak merasa berat kepadanya, namun beliau menolak- 
nya, seraya berkata : 

" Sesungguhnya kalian seperti wanita-wanita (pada zaman Nabi) 
Yusuf, perintahkan Abu Bakar untuk shalat menjadi imam" '). 



1 Yang dimaksud adalah bahwa alasan yang disampaikan Aisyah bukan itu yang 
dia maksudkan dalam hatinya. Sebab yang dia maksudkan adalah agar kaum 
muslimin tidak semakin sedih dan berkecil hati manakala mendengar suara 
Abu Bakar yang mengimami shalat sambil menangis. Seperti halnya wanita 
pada zaman Nabi Yusuf yang meminta Nabi Yusuf untuk datang menyiapkan 

i-UV J^jejarak ^J4iaiA.p f\a4uluUah j£$ 



Sehari atau Dua Hari Sebelum Waf at. 

Pada hari Sabtu atau Ahad, Rasulullah H merasakan sakitaya 
terasa ringan. Maka diapit oleh dua orang, beliau keluar untuk 
shalat Dzuhur, sementara itu Abu Bakar sedang mengimami shalat. 

Ketika Abu Bakar melihatnya, maka Abu Bakar berusaha 
mundur, namun Rasulullah % memberikan isyarat kepadanya 
agar tidak mundur. Beliau berkata : "Dudukkan saya di sampingnya" . 

Maka Rasulullah Jt didudukkan di sisi kiri Abu Bakar, dan 
Abu Bakar mengikuti shalatnya Rasulullah % dan memperdengar- 
kan takbir kepada ma'mum. 

Sehari Sebelum Waf at. 

Pada hari Ahad, sehari sebelum wafat. Rasulullah 3H memerde- 
kakan budaknya. Beliaupun bersedekah sebanyak sembilan dinar, 
senjatanya dihadiahkan kepada kaum muslimin. 

Pada malam harinya, Aisyah meminjam minyak untuk lampu 
dari tetangganya. Saat itu, baju besinya digadaikan kepada seorang 
Yahudi untuk mendapatkan tiga puluh sha' gandum. 

Hari Terakhir dalam Kehidupan Rasulullah %. 

Hari itu, hari Senin, Ketika kaum Muslimin shalat Subuh 
diimami oleh Abu Bakar, Rasulullah % membuka tirai rumahnya 
untuk melihat mereka, beliau tersenyum dan tertawa. Abu Bakar 
mundur ke barisan shalat, karena dia mengira Rasulullah M akan 
shalat. Namun Rasulullah % melambaikan tangannya dan 
memberikan isyarat agar mereka meneruskan shalatnya, kemudian 
beliau masuk kembali ke kamarnya dan menutup tirai rumahnya. 



jamuan, padahal yang mereka inginkan adalah melihat wajah dan ketampanan 
Nabi Yusuf..(Lihat Shahih Bukhari, pent) 

4*\\j ^jejarah ^MUlup r^aSululiah Js% 



Waktu Dhuha tiba. Rasulullah % memanggil Fathimah lalu 
membisikkan sesuatu kepadanya. Diapun menangis. Kemudian 
beliau membisikkannya lagi. Kali ini dia tersenyum. 

Di kemudian hari (setelah kematian Rasulullah %), Aisyah 
bertanya kepada Fatimah radhiallahu'anhuma tentang kejadian 
tersebut. Maka Fatimah menjawab : "Rasulullah |§ membisikkan 
kepadaku bahwa dia akan meninggal karena sakit yang dideritanya, maka 
aku menangis, kemudian beliau membisikkan aku lagi bahwa akulah dari 
keluarganya yang pertama menyusulnya, maka akupun tersenyum". 

Rasulullah % pun memberikan kabar gembira kepada Fatimah 
bahwa dia adalah Pemimpin wanita di alam ini. 

Fatimah menyaksikan dengan sedih penderitaan yang dialami 
oleh ayahnya. Diapun berucap : "Betapa menderitanya engkau wahai 
bapakku". Namun Rasulullah % menjawab : "Tidak ada lagi penderi- 
taan bapakmu setelah hari ini" . 

Kemudian Rasulullah M memanggil kedua cucunya; Hasan dan 
Husain dan mencium keduanya, lalu berwasiat kepadanya. Kemu- 
dian terhadap isteri-isterinya beliaupun memberikan nasihat dan 
pesan-pesannya. 

Sakit Rasulullah % kian parah, namun beliau % tak lupa 
berwasiat kepada kaum muslirnin : 

« l&llJl °<iSXa C>j i s^CJI < i^^CaJI » 

"Shalat, Shalat, dan (perhatikanlah) budak-budak kalian yang kalian 
miliki". 

Diulanginya hal tersebut berkali-kali, maksudnya agar 
memperhatikan kedua hal tersebut. 



^ 1 1 S^ejarak ^J4uLtp f\aiuluiiak £Ĕ% 



Sakratulmaut 

Mulailah saat-saat Sakratulmaut. Rasulullah % berada di 
pangkuan Aisyah. Saat itu, Abdurrahman bin Abu Bakar datang 
membawa siwak. Rasulullah % memandang ke arahnya. 

"Mau aku ambilkan untukmu ?", tanya Aisyah kepada Rasulullah 
%, karena dia tahu bahwa Rasulullah H menyenangi siwak. 
Rasulullah % menganggukkan kepalanya tanda setuju. Lalu 
digosokkannya siwak tersebut ke mulut beliau. 

Di hadapan Rasulullah % terdapat air dalam sebuah wadah. 
Beliau memasukkan kedua tangannya dalam wadah tersebut dan 
mengusapkan ke wajahnya seraya berkata : 

,',' . .. • « '■ * ,' ' 

« ol^SU OjJJ (jl i 4JJI Vl 4JI V » 

"Laa Ilaaha Illallah, sesungguhnya setiap kematian ada sekaratnya" 

Persis setelah beliau selesai bersiwak, beliau mengangkat 
tangannya dan jarinya, dan matanya memandang ke arah langit- 
langit, bibirnya bergerak-gerak, Aisyah berusaha mendengarkan- 
nya beliau mengucapkan : 

^^jJI ^a p-pJ> 4ii\ fJ*\ JiJJI £. cLUJjb Jj-jJlj -0)1 ^H ^J > 

Jl * '^^ ^, ' ^ , ^ * .* , , s "* ~ ' * "* ' * ^ 

J .jr> e 1 1 * U'3> ;Sj ULij *i^jlijl Jj— ^j py^-I^^Hj jlJCj-iJlj (jiijJ^JIj 

^ {jfjD UJLp 4JjL. (^S j ^iil ^T^. 

"Bersama-sama dengan orang-orang yang dianugrahi ni'mat oleh Allah, 
yaitu: Nabi-nabi, para shiddiain, orang-orang yang mati syahid dan 
orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. Yang 
demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup mengetahui" 

(QS. an-Nisa 69-70) 

it\.L ^_>ejarak ^Mtaup /\aiutuuan j8Ĕf 



« J£h j& r$n < J&\ &% Jk^j < J^-°/j J°J*\ Ju^ji » 

"Ya Allah, ampuni dan kasihilah aku, pertemukan aku dengan teman- 
teman yang tinggi (kedudukannya), ya Allah pertemukan aku dengan 
teman-teman (yang tinggi kedudukanya) 

Beliau mengulangi kalimat tersebut sebanyak tiga kali, 
kemudian tangannya lemas dan akhirnya nyawanya terpisah dari 
tubuhnya. Inna Lillahi Wa Innaa Uaihi Raji'un. 

Peristiwa tersebut, terjadi pada waktu Dhuha, hari Senin 12 
Rabi'ul Awwal, tahun 11 H. Tepat pada usia Rasulullah % 63 tahun 
lebih empat hari. 

Para Sahabat Dilanda Kesedihan Mendalam 

Berita wafatnya Rasulullah % segera tersebar ke seantero 
Madinah. 

Anas berkata : 

"Tidak pernah aku melihat hari yang lebih bersinar terang kecuali saat 
Rasulullah datang ke negeri kami, dan tidak pernah kami melihat hari 
yang lebih kelam dan gelap kecuali hari wajatnya Rasulullah %" 

Ketika meninggal, Fatirnah berkata : 

"Wahai Bapakku, engkau telah memenuhi panggilan Rabbmu. Wahai 
Bapakku, Syurga Firdaus tempatmu, Wahai Bapakku, kepada Jibril kami 
khabarkan kematianmu" . 

Sikap Umar bin Khattab 4& . 

Umar bin Khattab 4» pada awalnya tidak dapat menerima 
berita yang sangat mengejutkan tersebut. 

Beliau berkata : 



£lJ J^tejarali ^J4idun Kasu.lu.llah ,££5 



"Orang-orang munafik mengatakan bahwa Rasulullah % wafat. 
Rasulullah M tidak wafat, dia hanya pergi menemui Tuhannya, 
sebagaimana Musa bin Imran pergi meninggalkan kaumnya selama 40 
hari lalu dia kembali setelah diberitakan bahwa dia telah mati. Demi Allah, 
siapa yag mengatakan bahwa Rasulullah % telah mati akan aku potong 
tangan dan kakinya". 

Sikap Abu Bakar ash-Shiddiq & 

Adapun Abu Bakar, ketika mendengar berita tersebut, beliau 
menuju mesjid, kemudian masuk ke rumah Aisyah lalu menuju 
jenazah Rasulullah % yang telah ditutup kain seluruh tubuhnya. 
Beliau singkap mukanya dan beliau cium seraya menangis. 

Kemudian Abu Bakar keluar. Saat itu Umar masih berbicara di 
depan manusia. 

"Duduklah wahai Umar" Perintah Abu Bakar kepadanya. 
Namun Umar tak mau duduk. Maka Abu Bakar menemui 
orang-orang dan meninggalkan Umar. 

Beliau berkata : 

il)ls 4JJI -Lju fo-£l? ijM iy*J ' CjVs ~)3 \X*j>iA (jU IXaJ=^i J-jo jttSU-o (1)15 ^y* » 

"Siapa di antara kalian yang menyembah Muhammad %,, se- 
sungguhnya Muhammad telah meninggal. Dan siapa yang 
menyembah Allah, sesungguhnya Allah Maha Hidup dan tidak 
Mati. 

Allah Ta'ala berfirman : 



214 Sejarali J4idup ^aiulJiali jĔ£ 



iCiijl JiS 3* ^^ Oii^l <J— "JJl 4^i ^ cJi- Jls Jj-lj S/j JU^i Uj )> 
4i)l (^j^l^j Ll^ «U)l ^yaj ^yi «u-£p <J^ C*li~» j-«j ^5>.'3pI ^Jjp 

"Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu 
sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wajat atau dibunuh 
kamu berbalik ke belakang (murtad) ?. Barangsiapa yang berbalik ke 
belakang,maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah 
sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang 

bersyukur" (QS. Ali Imron : 144) 

Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma berkata : 

"Demi Allah, seakan-akan orang-orang tidak pernah merasa Allah 
telah menurunkan ayat tersebut kecuali setelah Abu Bakar saat itu 
membacanya. Saat itu semua orang menerima ayat tersebut, sehingga 
tidak ada orang yang diperdengarkan ayat tersebut kecuali dia 
membacanya". 

Umar berkata : 

"Demi Allah, Aku tidak pernah menyadarinya sehingga Abu Bakar 
membacanya. Aku terpana, kedua kakiku terasa lemas, sehingga aku jatuh 
manakala dia membacanya. Saat itu aku baru sadar kalau Rasulullah % 
telah meninggal" . 

Pengurusan Jenazah Rasulullah %. 

Sebelum para sahabat melakukan pengurusan terhadap jenazah 
Rasulullah 5§§, mereka berselisih pendapat tentang siapa yang akan 
menjadi khalitah setelah Rasulullah Sg. Terjadi dialog dan 
perdebatan antara golongan Anshar dan Muhajirin di Tsaqifah bani 
Sa'idah. Namun akhirnya mereka sepakat memilih Abu Bakar ash- 

ZIo J^>ejaran ^Miaup r^aiuluuak %£% 



Shiddiq 4k> sebagai khalifah pertama setelah Rasulullah %, Hal 
tersebut berlangsung hingga akhir malam selasa menjelang Subuh. 
Sementara jenazah Rasulullah % masih diselimuti kain. 

Kemudian pada hari Selasa, mereka baru memandikan Rasu- 
lullah %, tanpa melepaskan kainnya. Yang memandikannya adalah 
Abbas dan Ali dibantu oleh dua orang anak Abbas; Fadhl dan 
Qatstsam, serta Syaqran dan Usamah bin Zaid dan Aus bin Khauli. 

Setelah itu mereka mengkafaninya. Namun kemudian mereka 
berselisih di mana Rasulullah % akan dimakamkan. Hingga Abu 
Bakar berkata : Saya mendengar Rasulullah % bersabda : 

"Tidaklah seorang nabi meninggal, kecuali dia dikubur ditempat dia 
meninggal". 

Maka segera Abu Talhah mengangkat tempat tidur di mana 
Rasulullah %, meninggal, kemudian dia gali lobang dan membuat 
lahad di dalamnya. 

Sementara itu, kaum muslimin menyalatkan Rasulullah % 
secara bergantian di rumah beliau. Dimulai dari sanak saudaranya, 
kaum Muhajirin, Anshar, wanita lalu anak-anak. 

Pengurusan jenazah tersebut selesai pada hari selasa malam 
(Rabu). 



-^iO ^S>ejarah ^J4idup r^aiuiuli 



ISTERHSTEEI BASULULLAH % 

1. Khadijah binti Khuwailid. 

Dinikahi Rasulullah % ketika beliau berusia 25 tahun, sedang 
Khadijah berusia 40 tahun. Dia adalah isteri pertama Rasulullah %. 
Semasa Khadijah hidup, Rasulullah % tidak menikah dengan 
wanita lainnya. 

Darinya Rasulullah % mendapatkan anak laki-laki dan wanita. 
Semua anak laki-lakinya meninggal. Sedangkan yang wanita 
adalah; Zainab, Ruqayah, Ummu Kultsum dan Fatimah. Zainab 
dinikahi oleh Abul 'Ash bin Rabi' sebelum hijrah. Ruqoyah dan 
Ummu Kultsum dinikahi oleh Utsman bin Affan secara berselang. 
Sedang Fatimah dinikahi oleh Ali bin Thalib. 

Dari pasangan Ali dan Fatimah, Rasulullah jg mendapatkan 
cucu, yaitu : Hasan, Husain, Zainab dan Ummu Kultsum. 

2. Saudah binti Zum'ah. 

Dinikahi Rasulullah % setelah watatnya Khadijah pada tahun 
10 kenabian. Dia adalah janda yang ditinggal mati suaminya yang 
bernama : Sakran bin Amr. 

3. Aisyah binti Abu Bakar ash-Shiddiq. 

Dinikahi oleh Rasulullah %, pada bulan Syawwal tahun 11 
kenabian, setahun setelah perkawinannya dengan Saudah. Dia 
dinikahi saat berusia 6 tahun, namun baru tinggal serumah dengan 
Rasulullah % pada usia 9 tahun. Hanya dia isteri Rasulullah % 
yang ketika dinikahi masih gadis. Dialah orang yang paling dicintai 
Rasulullah %,, juga merupakan wanita yang paling mengerti ilmu 
agama . 



217 Sejarak JJdup RatuUU M 



4. Haf shah binti Umar bin Khattab. 

Dtnikahi Rasulullah % pada tahun ke-3 Hijriah. 

5. Zainab binti Khuzaimah. 

Dikenal sebagai Ummul Masakin (Ibu bagi orang-orang miskin) 
karena kasih sayang dan perhatiannya kepada mereka. Sebelumnya 
dia adalah isteri Abdullah bin Jahsy, namun beliau syahid pada 
perang Uhud. Dinikahi Rasulullah % pada tahun empat Hijriah. 
Namun setelah dua bulan atau tiga bulan pernikahannya dengan 
Rasulullah % diapun meninggal dunia. 

6. Ummu Salamah; Hindun binti Abu Umayyah. 

Sebelumnya adalah isteri dari Abu Salamah, namun suaminya 
meninggal pada tahun 4 H dan Rasulullah % menikahinya pada 
tahun yang sama. 

7. Zainab binti Jahsy. 

Anak dari bibi Rasulullah %. Awalnya adalah isteri dari Zaid 
bin Haritsah yang sebelumnya dikenal sebagai anak angkat 
Rasulullah %. Zaid menceraikannya. Maka Allah Ta'ala memerin- 
tahkan Rasulullah % menikahi Zainab untuk membatalkan keya- 
kinan masyarakat Quraisy yang mengharamkan mengawini man- 
tan isteri anak angkat. Dinikahinya pada tahun ke-5 Hijriah. 

8. Juwairiah binti al-Harits. 

Anak pemimpin Bani Musthaliq dari Khuza'ah. Awalnya dia 
adalah budak hasil rampasan perang Bani Musthaliq milik Qais bin 
Syammas. Kemudian Rasulullah W, bayar kepada pemiliknya untuk 
dimerdekakan lalu dikawini pada bulan Sya'ban tahun 6 H. 



218 S.Jarak JJidup RaJJlak M 



9. Ummu Habibah; Ramlah binti Abu Sufyan. 

Awalnya adalah isteri Ubaidillah bin Jahsy. Kemudian mereka 
hijrah ke Habasyah, namun suaminya murtad dan masuk Kristen 
lalu meninggal di sana. Ummu Habibah tetap teguh memegang 
agamanya dalam hijrahnya. Ketika Rasulullah % mengutus Amr 
bin Umayyah adh-Dhomri untuk membawa surat kepada raja 
Najasyi pada bulan Muharram tahun 7 H, beliaupun sekalian 
meminang Ummu Habibah dan menikahinya. Setelah itu dia 
dibawa ke Madinah bersama Syurahbil bin Hasanah. 

10. Shafiah binti Huyay bin Akhthob. 

Berasal dari Bani Israil. Dia termasuk budak hasil perang 
Khaibar. Rasulullah %, memilihnya untuk dirinya dan dinikahinya 
setelah perang Khaibar tahun 7 H. 

11. Maimunah binti Harits. 

Saudara perempuan Lubabah binti Harits. Dinikahi pada bulan 
Dzul Qa'idah tahun 7 H, saat Rasulullah % melakukan Umrah 
Qodho setelah tahallul. 

Itulah 11 isteri Rasulullah % yang dinikahi dan digauli oleh 
Rasulullah %. Dua di antaranya meninggal saat Rasulullah % 
masih hidup, sedang 9 lainnya ditinggal wafat Rasulullah %. Masih 
ada lagi 2 orang yang dinikahi Rasulullah %, namun tidak digauli 
oleh beliau. Dalam masalah ini, terdapat perbedaan pendapat 
dalam periwatannya. 

Ada lagi dua wanita budak yang digauli Rasulullah %; pertama 
adalah Mariah al-Qibtiah, yang dihadiahkan raja Muqauqis. 
Darinya Rasulullah % mendapatkan anak bernama Ibrahim yang 
meninggal sejak kecil. Kedua adalah Raihanah binti Zaid al- 
Quraidziah. Hasil rampasan perang Bani Quraidzah. Rasulullah % 

219 <?■ L UJ iP f // L M 



memilihnya untuk dirinya. Ada juga yang mengatakan bahwa 
mereka adalah isteri Rasulullah %, yang sebelumnya telah 
dimerdekakan lalu beliau nikahi. 

Sebagaimana diketahui bahwa Rasulullah % mendapatkan 
kekhususan untuk menikah lebih dari 4 orang isteri, karena adanya 
alasan-alasan tertentu yang menjadi pertimbangan. Tidak sama 
sekali sekedar memenuhi tuntutan seksualitas semata sebagaimana 
yang sering dituduhkan oleh musuh-musuh Islam. 

Sebagaimana diketahui bahwa isteri pertama beliau; Khadijah, 
seorang janda berusia 40 tahun, berikutnya Saodah yang juga 
seorang janda berusia lanjut. Isteri beliau yang gadis hanya Aisyah 
radhiallahuanha. Sebagian besar isteri-isterinya dinikahi saat beliau 
berusia di atas 30 tahun. 

Lebih dari itu, pernikahan Rasulullah % pada umumnya 
memiliki latar belakang yang terkait dengan misi dakwah yang 
diembannya. 

Pernikahannya dengan Khadijah sangat besar artinya dalam 
memberikan sokongan dan motivasi dakwahnya. Pernikahannya 
dengan Aisyah dan Harsah memperkuat hubungannya dengan 
sahabat-sahabat terdekatnya; yaitu Abu Bakar dan Umar bin 
Khattab, sebagaimana Rasulullah % memperkokoh hubungannya 
dengan Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib dengan 
menikahkan putrinya dengan mereka. Pernikahanya dengan 
Saudah dan Ummu Habibah adalah untuk memberikan perlin- 
dungan dan penghibur hati atas kepedihan yang mereka alami 
dalam mempertahankan agamanya. Pernikahannya dengan ShaHah 
dan Juwairiah adalah karena mereka anak kepala suku yang besar 
pengaruhnya bagi keberhasilan dakwah disukunya. Pernikahannya 
dengan Zainab binri Jahsy merupakan upaya untuk mengugurkan 
ajaran Jahiliah terhadap masalah anak angkat. 



220 Sejarai J4Uup galJJU M 



Lebih dari itu, pernikahan Rasulullah % merupakan sarana 
untuk memberikan pengajaran kepada kaum wanita yang beliau 
salurkan lewat isteri-isterinya. Maka isteri-isteri Rasulullah % 
kemudian dikenal sebagai wanita-wanita jaaih (yang banyak 
mengerti ilmu agama). Khususnya yang terkait dengan masalah 
kerumahtanggaan dan kewanitaan. 

Keluarga Rasulullah % hidup dengan harmonis. Meskipun 
sesekali terjadi gesekan, namun hal tersebut wajar dalam 
kehidupan manusia. Padahal secara materi, tiada kelebihan yang 
mereka miliki. Bahkan Aisyah radiallahuanha pernah meriwayatkan 
bahwa pernah selama 2 bulan, di rumah Rasulullah % tidak ada 
apa-apa untuk dimasak, mereka hanya makan kurma dan minum 
air putih. 



221 Sejarak J4idap KaiuLdak jĔ£ 



FISI& DAN AKHLAK RASULULLAH %. 

Rasulullah % diberikan keistimewaan oleh Allah Ta'ala secara 
fisik. Beliau % memiliki perawakan sedang, tidak terlalu tinggi dan 
tidak terlalu pendek, tidak terlalu gemuk dan tidak terlalu kurus. 
Rambutnya hitam, ikal namun tidak terlalu ikal. Kelopak matanya 
besar, alis matanya panjang. Wajahnya bulat, bersih dan tampan. 
Badannya tegap, jenggotnya tebal, keningnya lebar. Di tengah 
punggungnya terdapat stempel kenabian.. 

Kulitnya sangat halus, bagaikan sutera, tubuhnya harum 
semerbak. Jika dia menempuh suatu jalan, kemudian ada orang 
yang berjalan di jalan yang sama, dia akan mencium wangi milik 
Rasulullah %. 

Akhlak Rasulullah % 

Ucapan beliau fasih, memiliki nilai sastra, penuh hikmah, 
sedikit namun bermakna (Jawami'u.1 Kalim). 

Sikapnya santun, pemaaf walau mampu membalas, sabar saat 
sulit, semakin berat cobaan, semakin bertambah kesabarannya. 

Aisyah radhiallahu'anha menuturkan : 

"Tidak ada yang dipilih Rasulullah % di antara dua perkara kecuali 
dia memilih yang lebih mudah selama tidak berdosa. Jika berdosa, dia 
adalah orang yang paling jauh darinya. Rasulullah % tidak pernah 
dendam, kecuali jika larangan Allah dilanggar. Beliau adalah orang yang 
paling jauh dari sifat marah, dan paling mudah mendapatkan 
keridha 'annya" '. 

Beliau memiliki sifat dermawan sesuai kemampuannya. Suka 
memberi tak takut miskin. 

Jabir berkata : "Beliaujika diminta sesuatu, tidak pernah menjawab : 

Tidak". 

LltL J^ejaran ^J4laap rCaiuluUak JS£ 



Beliau adalah seorang pemberani dan yang paling berani. 
Anas bin Malik & menuturkan : 

"Pernah suatu kali, penduduk Madinah dikagetkan oleh sebuah suara, 
orang-orang segera menuju ke arah sumber suara. Namun ternyata 
mereka mendapati Rasulullah % telah kembali dari tempat tersebut. ..." 

Beliau adalah seorang yang sangat pemalu, lebih pemalu dari 
seorang gadis pingitan. Jika membenci sesuatu, tampak dari 
wajahnya . Pandangannya tidak disorotkan kepada seseorang. Jika 
ada berita tak baik tentang seseorang, dia tidak sebutkan namanya, 
namun cukup dia katakan : 

"Kenapa ada kaum yang melakukan ini.. dan ini. . . " . 

Beliau adalah orang yang paling adil, paling menjaga kehorma- 
tannya, paling jujur ucapannya, paling menjaga amanah. Semua itu 
diakui oleh kawan maupun lawan. Bahkan sebelum kenabiannya 
beliau telah dijuluki al-Amiin (Yang Dipercaya). 

Abu Jahal berkata kepadanya : 

" Sesungguhnya kami tidak mendustaimu, tapi kami mendustai apa 
yang engkau bawa" . 

Sehingga Allah turunkan ayat-Nya : 

"Karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, akan tetapi orang- 
orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah" (QS. al-An'am : 33) 

Beliau adalah orang yang sangat tawadhu (rendah hati), paling 
jauh dari sifat sombong. Beliau melarang orang-orang berdiri 
untuknya sebagaimana perlakuan terhadap para raja. Beliau 
mengunjungi orang-orang miskin, bercengkrama dengan mereka, 

223 Sejarak JJuLp RasuUU M 



bahkan menghadiri undangan budak. Beliau duduk bersama 
sahabat-sahabatnya seperti halnya mereka. 

Aisyah radhiallahuanha menuturkan : 

"Rasulullah % menjahit sendal dan bajunya, melakukan segala 
pekerjaan rumah dengan tangannya, dia adalah manusia sebagaimana 
manusia lainnya, membersihkan bajunya, memerah susu kambingnya dan 
mengurus dirinya sendiri". 

Beliau adalah orang yang paling memenuhi janji, menyambung 
silaturrahim, paling kasih terhadap sesama manusia. Pribadinya 
serba mudah, tidak kasar dan beringas. 

Dalam sebuah perjalanan, beliau memerintahkan sahabat untuk 
menyiapkan hidangan kambing. Seseorang berkata : "Saya yang 
menyembelih" , yang lain berkata : "Saya yang menguliti", yang lain 
berkata : "Saya yang memasak" ' , dan Rasulullah % berkata : "Saya 
yang mencari kayu bakarnya". Sahabat-sahabatnya berkata : 
"Cukuplah kami ya Rasulullah". Rasulullah % menjawab : "Saya tahu 
kalian dapat melakukannya tanpa saya, tapi saya tidak ingin berbeda dari 
kalian. Sesungguhnya Allah tidak suka terhadap hambanya yang ingin 
diistimewakan dari sahabat-sahabatnya" , lalu belau bangkit dan 
mengumpulkan kayu bakar. 

Aktititas beliau selalu dihiasi oleh dzikir, pembicaraannya sela- 
lu dijaga, tidak berbicara kecuali yang bermantaat. 

Kharijah bin Zaid berkata : "Rasulullah % adalah orang yang 
sangat berwibawa di majlisnya, hampir-hampir pandangannya tidak di 
arahkan ke mana-mana, banyak diam, tidak bicara jika tidak perlu, mene- 
gur siapa yang pembicaraannya tidak baik, tawa beliau adalah tersenyum, 
pembicaraannya jelas, tidak terlalu berlebih dan tidak terlalu pendek, para 
sahabatnyapun tertawa dengan tersenyum karena meng-hormati dan 
mengikuti beliau". 



224 J^eiarah J4ldu.p Kaiulullak Jpg" 



Kesimpulannya adalah, bahwa pribadi Rasulullah % sangat 
agung, tiada bandingnya. Karena langsung dibimbing oleh Tuhan- 
nya. Bahkan Allah memujinya : 

[^1 Sj^.] 4 0-^^ c^ J^ ^13 )> 

"Dfln sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung" 

(QS. al-Qalam : 4) 

Sifat-sifat beliau yang telah disebutkan di atas tidaklah 
mewakili seluruh kemuliaan Rasulullah %. Karena tidak ada kata- 
kata dan tulisan yang dapat menggambarkan secara keseluruhan 
kemuliaan Rasulullah % yang sangat besar itu. 

^k^ fu4,\yj\ $k. Z±J*v U4 4 igo^a Jl ^kj t^vfl $lsL J^ p^H\ 

i^o=^a jT $k.q !^va ,$J£ ^bjLi >i^illl . tg^ t^o^. ^lJl <■ fi^i^[ jf 

j^mi h5foA. jJil ' /L|4l>il Jl ,$l£.$ /f4ljjl (SJi ^4l)Ij U^j 



l>£^ ^ejarah ^Mldup rCaiuluUak $g% 



DAFTAR ISI 

Kehidupan Bangsa Arab Sebelum Kelahiran Rasulullah % ... 7 

- Kehidupan agama 7 

- Kehidupan sosial 8 

- Kondisi ekonomi 9 

- Akhlak terpuji 9 

Kelahiran dan Masa Pertumbuhan Rasulullah %, 10 

- Kelahiran Rasulullah % 10 

- Kehidupan di Bani Sa'ad 11 

- Peristiwa pembelahan dada (Syaqqus Shadr) 11 

- Ditinggal ibu tercinta 12 

- Di bawah asuhan sang kakek 13 

- Di pangkuan pamannya 13 

- Bersama pendeta Buhaira 14 

- PerangFijar 14 

- Hilful-Fudhul 14 

- Kehidupan yang berat 15 

- Menikah dengan Khadijah 16 

- Pemugaran Ka'bah dan keputusan yang adil 16 

- Kepribadian menarik sebelum menjadi Nabi 17 

Wahyu Pertama Dan Pengangkatan Kerasulan 19 

- Diturunkannya wahyu berikut 22 

Fase Mekkah 24 

Tase pertama, dakwah secara sembunyi-sembunyi (Sirriyah) 24 

- Shalat 26 

- SukuQuraisy mendengar berita 26 

Fase kedua, Dakwah secara terang-terangan (jahriyah) 27 

- Mendengarkan keluarga terdekat 27 

- Mempertegas dakwah dan reaksi kaum musyrikin 29 

- Utusan Quraisy menghadap AbuThalib 30 

- Musyawarah untuk mencegah jama'ah haji mendengar dakwah 
Rasulullah^ 30 

- Berbagai upaya menghentikan dakwah 31 

- Penindasan dan penyiksaan 33 

ZZO Jjjejarali ^J4idup r\aduiuuak J£z$ 



- Darul Arqam 35 

- Hijrah ke Habasyah (Ethiopia) 36 

- Tipu daya Quraisy terhadap Muhajirin Habasyah 37 

- Upaya Quraisy menghentikan dakwah Rasulullah % 37 

- Ide membunuh Rasulullah % 38 

- Hamzah masuk Islam 39 

- Umar bin Khattab masuk Islam 40 

- Kisah masuk Islam-nya Umar bin Khatab 40 

- Utusan kaf ir Quraisy menghadap Rasulullah % 44 

Boikot Umum 46 

- Tiga tahun dalam pemboikotan 46 

- Pembatalan lembar perjanjian 46 

Tahun Duka Cita {'AamulHuzni) 48 

- Watatnya Abu Thalib 48 

- Watatnya Khadijah radhiallahuanha 49 

- Tumpukan kesedihan 50 

- Menikah dengan Saudah radhiallahuanha 50 

Fase Ketiga, Memperluas Dakwah Ke Luar Mekkah 51 

- Berdakwah keTha'if 51 

- Menawarkan Islam ke setiap suku dan perorangan 54 

- Enam orang pelopor dari Madinah 54 

- Pernikahan Rasulullah % dengan Aisyah radhiallahu 'anha 55 

Isra Mi'raj 56 

- Rincian peristiwa 56 

Bai'at Aqabah Pertama 59 

- Duta Islam ke Madinah 59 

- Kesuksesan dakwah Mush'ab 60 

Bai'at Aqabah Kedua 61 

- 12 orangnaqib (kepala regu) 62 

- Setan mengetahui peristiwa bai'at 62 

Hijrah ke Madinah 64 

- Pionir-pionir hijrah 64 

- Parlemen Quraisy (Darunnadwah) 64 

- Hirjrahnya Rasululah % 66 

- Pengepungan rumah Rasulullah sg 66 

- Dari rumah menuju gua 68 

227 Sejarak J4Uup KaiuCuUaA j|f 



- DiguaTsur 69 

- Menuju Madinah 70 

- Singgah diQuba 71 

- Masuk ke kota Madinah 72 

FaseMadinah 74 

- Komposisi penduduk Madinah 74 

Membangun Masyarakat Baru 76 

- Membangun mesjid 76 

- Mempersaudarakan kaum muslimin 77 

- Perjanjian Islam 78 

- Perjanjian dengan kaum Yahudi 80 

Perang Melawan Orang Kaf ir 81 

- Perubahan arah kiblat 84 

Perang Badar Kubro 84 

- Sebab-sebab peperangan 84 

- Persiapan pasukan musyrikin 85 

- Tentara kaum muslimin dalam kebimbangan 86 

- Majelis musyawarah dan hasil keputusan 86 

- Kecerdikan Rasulullah % dalam menggali inf ormasi 87 

- Kaum muslimin lebih dahulu menempati lokasi strategis 88 

- Perpecahan di tengah pasukan Quraisy 90 

- Kedua pasukan saling berhadapan 90 

- Adu tanding 90 

- Serangan umum dari pihak musuh 91 

- Serangan balik dan kekalahan musuh 92 

- Setelah peperangan 93 

- Kembali ke Madinah dengan sambutan mariah 94 

- Soal tawanan perang 95 

- Pengaruh perangBadar 96 

PerangUhud 99 

- Majelis Musyawarah 100 

- Pembelotan Abdullah bin Ubay dan konco-konconya 101 

- Memompa semangat jihad 103 

- Awal pertempuran 104 

- Terbunuhnya Hamzah bin Abdul Muththalib 105 

- Kesalahan tatal regu pemanah 106 

ZZo J^ejaran ^J4iaup Js.asu.lu.Uak ^^ 



- Khalid bin Walid mengepung dari belakang 106 

- Rasulullah % mengambil sikap berani 107 

- Perjuangan melindungi Rasulullah %, 108 

- PerangUhud dalam al-Quran 112 

- Pelajaran lain dariperang Uhud 113 

Kejadian Antara PerangUhud dan Ahzab 114 

- Bani Asad 114 

- Tragedi ar-Raji' 114 

- Tragedi Bi'r Ma'unah 115 

PerangBani Nadhir 117 

Perang Badar kedua 120 

Perang Daumatul Jandal 120 

Perang Ahzab 122 

- Batas penggalian parit 124 

PerangBani Quraidzah 132 

- Pernikahan dengan Zainab binti Jahsy 135 

Perang Bani Musthaliq 136 

- Peran kaum munatik dalam mengacaukan kekuatan kaum 
muslimin 137 

- Berita dusta (haditsul ifki) 138 

Perjanjian Hudaibiah 141 

- Penahanan Utsmanbin Affan <&, 143 

- Kasus Abu Jandal 145 

- Penyembelihan hady dan mencukur rambut 145 

- Menolak mengembalikan wanita muslimah yang hijrah 146 

- Pelajaran dan hikmah dari perjanjian Hudaibiah 147 

BabakBaru 149 

- Pengiriman surat dakwah kepada raja-raja 149 

Perang Khaibar 153 

- Sebab-sebab peperangan 153 

- Kaum munatik memberitahu Yahudi 154 

- Persiapan perang 156 

- Benteng-benteng Khaibar 157 

- Jalan pertempuran 158 

- Jumlah korban kedua belah pihak 161 

Perang Dzaturriqa' 162 

LLy S^ejarak ^Midup Kaiulullah %£$ 



UmrahQadha' 164 

PerangMu'tah 165 

- Sebab peperangan 165 

- Rapatsyura diMa'an 166 

- Komando berpindah ke tangan Khalid bin Walid 168 

- Akhir pertempuran 169 

- Pengaruh perang Mu'tah 170 

- Ekspedisi Dzatussalasil 170 

Penaklukan (Fath)Mekkah 171 

- Sebab-sebabnya 171 

- Abu Sutyan ke Mekkah untuk memperbaharui perjanjian 172 

- Persiapan perang 172 

- Pasukan Islam mulai bergerak menuju Mekkah 1 74 

- Abu Sutyan masuk Islam 174 

- Pasukan kaum muslimin bersiap masuk Mekkah 175 

- Mensucikan Masjidil Haram dari berhala 176 

- Hukuman mati kepada penjahat-penjahat besar 178 

- Mengembalikan kesucian kota Mekkah 179 

- Kekhawatiran kaum Anshar 179 

- Bai'at penduduk Mekkah 179 

PerangHunain 181 

- Orang Anshar mengeluh 185 

- Umrah kembali 185 

PerangTabuk 187 

- Berita diMadinah 187 

- Berita pasti persiapan bangsa Romawi 188 

- Kondisi kritis 188 

- Kaum muslimin berlomba-lomba mempersiapkan jihad 189 

- Pasukan Islam berangkat ke Tabuk 191 

- Tentara Islam tiba di Tabuk 192 

- Kembali ke Madinah dan menghadapi penghadangan kaum 
munank 193 

- Orang-orang yang tidak ikut berperang 194 

- Setelah perang Tabuk 196 

- Abu Bakar ash-Shiddiq menunaikan haji 197 

Berbondong-Bondong Masuk Agama Allah 198 

230 SejaraL JJcJup KaJJUM 



Haji Wada' 199 

Pasukan Perang Terakhir 204 

Menghadap Keharibaan Allah 205 

- Tanda-tanda perpisahan 205 

- Permulaan sakit 206 

- Minggu terakhir 206 

- Lima hari sebelum meninggal 207 

- Empat hari sebelum meninggal 208 

- Sehari atau dua hari sebelum waf at 210 

- Sehari sebelum wafat 210 

- Hari terakhir dalam kehidupan Rasulullah % 210 

- Sakratulmaut 212 

- Para shahabat dilanda kesedihan mendalam 213 

- Sikap Umar bin Khattab 4s» 213 

- Sikap Abu Bakar ash-Shiddiq & 214 

- Pengurusan jenazah Rasulullah M 215 

Istri-Istri Rasulullah % 217 

Fisik dan Akhlak Rasulullah % 222 



a.51 J^>ejaran ^Midup /KaduluUak j£§ 



♦♦ ♦ 



yv£* 



fl£*r)>\ t&^t 



(Hunngi^jyi ^iib) 



alnijljlg agcsll GSMglnlil alSalh aaPjill J^iiia 
cssluiIU aliM aicgig 



111 OilbJI.^ 

rv * * J 








•0« \'H lj-^J^» 1 

s'ulay.5;((?!hotmail com /^jjj^^y» ju>ji